Langsung ke konten utama

Pemerataan Distribusi Hewan Kurban Dengan "Kurbanesia, Tentukan Lokasi Berkahmu"



Ga lama setelah hari raya idul fitri kita juga akan merayakan hari raya idul adha... Atau sering di sebut dengan lebaran haji... Disebut demikian karena pada hari raya tersebut para umat muslim dengan kategori mampu akan berbondong bondong pergi ke mekkah untuk menunaikan ibadah haji...
Hari raya idul adha ini juga identik dengan hari raya kurban... Buat yang belum mampu ke mekkah tapi sudah dalam kategori mampu  di sunahkan untuk berkurban guna meneladani nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As... Ada ganjaran pahala yang besar bagi yang menjalankanya....
Hal inilah yang membuat fenomena rutin tahunan berjejer nya para pedagang hewan kurban di jalan jalan ibu kota terjadi... Yup ada permintaan pasar pasti akan menimbulkan penawaran alias penjualan... 

Kebanyakan umat muslim dengan kategori mampu ini memang lebih banyak berada di kota kota besar... Bahkan kadang lebih banyak yang berkurban dari pada yang menerima kurban itu sendiri...
Fakta di lapangan seringkali 1 orang penerima kurban bisa mendapatkan sampai puluhan kantong daging kurban dari beberapa masjid disekitar rumahnya.... 

Yaaa itulah lah yang terjadi di kota besar... Lalu bagaimana dengan mereka yang di pelosok pelosok desa?? Mereka yang ada dipelosok kalimantan atau pelosok aceh misalnya?? Kira kira pernah ga hal itu terbersit di pikiran kita yang tinggal di kota besar ini? 
Jujur, aku sendiri pun ga pernah memikirkan hal ini sebelumnya... 
Tapi alhamdulillah dari jauh jauh hari sudah ada lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang memikirkan serta melakukan action nyata soal ini... Lembaga ini bernama Dompet Dhuafa...
Melalui program Tebar Hewan Kurban ( THK) , Dompet Dhuafa mengumpulkan dana hewan kurban dari masyarakat kota maupun desa untuk kemudian menyalurkan nya hingga ke pelosok pelosok desa terpencil di seluruh Indonesia....


Tidak hanya itu, Dompet Dhuafa juga memberdayakan para peternak binaan yang tergabung dalam program Kampoeng Ternak Nusantara ( KTN ) , yah bisa dibilang Dompet Dhuafa ini juga ikut mengangkat perekonomian para peternak binaan yang telah ada selama ini.

Pada tanggal 26 - 27 juli 2017 lalu, aku berkesempatan mengikuti press conference media dan blogger di wilayah nyalindung,Sukabumi selatan.
Selama dua hari disana kami menyaksikan langsung kegiatan sehari hari para peternak binaan Dompet Dhuafa yang terkumpul dalam paguyuban cipta raharja.



Buatku yang lahir dan besar di kota bekasi, bisa ikut tinggal dan berkegiatan bersama 35 anggota paguyuban cipta raharja selama dua hari di lokasi yang menurutku benar benar pelosok itu merupakan suatu hal yang luaarrrr biasa... Di balik perbukitan dan hamparan kebun teh yang dikelola oleh masyarakat sekitar itu, aku benar benar terlibat dan melihat langsung bagaimana program kampung ternak nusantara ( KTN ) nya Dompet Dhuafa mampu menggerakkan laju roda ekonomi masyarakat nyalindung itu menjadi lebih cepat. Mereka kini telah memiliki kemajuan ekonomi. Selain mampu menyekolahkan anak anaknya, mereka juga sudah ada yang bisa membeli sawah, motor, hingga renovasi rumah. 



Awalnya dompet dhuafa menyalurkan hasil donasi dari masyarakat kota maupun desa untuk dikelola dalam bentuk peternakan oleh paguyuban yang dipimpin bapak amin tersebut. Selama beternak itu,mereka akan mendapat pembinaan baik dari segi pengetahuan dasar soal beternak sampai penyuplaian vaksin maupun obat obatan untuk hewan ternak tersebut. Yah, walaupun pada dasarnya kadang mereka lebih memilih untuk memakai cara dan obat obatan tradisional ala mereka sendiri.
Tidak hanya sampai disitu, Dompet Dhuafa juga sekaligus membina para peternaknya dari segi keagamaannya, mereka pun dibina dan dilatih untuk bisa menerapkan nilai nilai keislaman pada keseharian mereka. Dompet dhuafa mengajarkan untuk bisa mengubah dari yang tadinya ' tangan dibawah' menjadi 'tangan diatas' dengan mewajibkan infaq yang jumlahnya sedikit tapi rutin pada mereka yang nantinya infaq tersebut juga akan dipakai untuk kemaslahatan bersama.



banyak cerita yang aku dapat dari mereka saat disana... Dari mulai melihat mereka menyadap nira, mengolahnya menjadi gula aren, kisah seorang nenek yang selama 70 tahun hidupnya baru melihat bis ( bis yang kami gunakan tentunya )untuk pertama kalinya, sampai kisah sang " grandong", sebutan mereka untuk motor yang telah di modifikasi guna menyesuaikan kondisi alam sekitarnya yang berupa perbukitan tersebut. Bisa dibilang kisah kisah ini adalah suatu hal yang baru untukku... 

Dua hari berada disana aku bisa merasakan rasa terima kasih mereka yang tulus kepada Dompet Dhuafa lewat keramahan mereka menyambut kedatangan kami disana... 
" kami senang banget saat dompet dhuafa datang dan memperhatikan kami yang ada di desa begini... " begitu kata pak Eman, salah satu peternak binaan Dompet Dhuafa dengan polosnya.



Ya... inilah yang menjadi visi dan misi dari program bertajuk " Kurbanesia, tentukan lokasi berkahmu " yang merupakan bagian dari program tebar hewan kurban ( THK ) 1438H dari Dompet Dhuafa. Melalui program yang pada tahun ini menargetkan pendistribusian 25000 hewan kurban ke 33 provinsi di Indonesia ini,diharapkan dapat meratakan proses penyaluran hewan kurban sampai ke pelosok pelosok desa terpencil, termarjinalkan,atau daerah konflik dan tidak berpusat pada daerah perkotaan saja. 

Alhamdulillah setiap tahunnya ada belasan ribu orang yang mempercayakan penyaluran hewan kurbannya pada Dompet Dhuafa. Dan tentunya Dompet Dhuafa pun tidak akan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan pada mereka sepanjang 24 tahun berdirinya Dompet Dhuafa itu sendiri dengan selalu  meng up grade sistem pelaporan dari penyembelihan hewan kurbannya. Seperti tahun ini misalnya, Dompet Dhuafa telah menggunakan Dompet Dhuafa Enterprise System atau disingkat DESI yang berbasis web maupun sistem android. 
Dengan DESI ini semua proses kurban mulai dari transaksi pekurban, distribusi hewan kurban,hingga laporan dari mitra pelaksana di lapangan bisa terkelola dengan baik.
Kalau jaman dahulu,setiap mitra pelaksana didaerah harus mengirimkan berkas berkas laporan seperti foto foto hewan kurban sebelum dan saat penyembelihan kurbannya melalui pos atau faksimili, dengan DESI ini,mereka hanya cukup mengunggah foto atau laporan melalui aplikasi atau web yang tersedia lalu diverifikasi oleh tim, data data akan langsung terkirim otomatis ke pekurban. Untuk daerah terpencil yang minim sinyal,memang masih suka terkendala,tapi sistem ini memungkinkan laporan kurban kepada donatur lebih cepat dan efisien.
O iya pada tahun ini,ada update sistem DESI yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa.
Sekarang para pekurban bisa memilih lokasi penyaluran kurbannya asal lokasi yang dipilih pekurban sesuai dengan pilihan yang telah disediakan pada sistem DESI itu sendiri. Karena kalau pada suatu daerah sudah tidak available maka akan otomatis tidak ditampilkan pada sistem DESI.
Tentunya hal ini memberikan kepuasan tersendiri bagi pekurban. Proses pemilihan lokasi hewan kurban ini sendiri adalah saat pekurban mendapatkan email verifikasi dari THK Dompet Dhuafa, yang tentunya ada link lokasi pendistribusian kurbannya.



Selain sistem yang makin menumbuhkan rasa percaya pada para pekurbannya, Dompet Dhuafa juga tidak memberatkan para pekurban dengan memberikan harga hewan kurban sesuai dengan harga bila pekurban membeli ke peternaknya langsung loh... jadi terkesan lebih murah dari harga hewan kurban yang dijual di pinggir pinggir jalan ibu kota. 
Banyak sekali layanan dan fasilitas yang akan selalu di update guna memanjakan para donatur yang telah mempercayakan kurbannya kepada Dompet Dhuafa... 
Nah, buat kalian yang juga ingin menyalurkan hewan kurban kalian ke pelosok desa terpencil seperti belasan ribu donatur dompet dhuafa lainnya itu, kamu bisa langsung kepoin website dan sosial media dari dompet Dhuafa ya...

Website : www.dompetdhuafa.org
Instagram : @dompet_dhuafa
Facebook : dompet dhuafa
Twitter : @dompetdhuafa

" Kurbanesia, Tentukan lokasi berkahmu... "


Komentar

  1. Luar biasa ya ke nyalindung. Suasana asri tapi perjalanan penuh batu dan tanjakan plus turunan yang curam.

    BalasHapus
  2. mantap programnya .. memudahkan pekurban juga berfaedah utk penerima terutama yg ada di pelosok

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rainbow Garden

Eat and play
Sabtu,11 Maret 2017,saya bersama trio kroco berkunjung ke Rainbow Garden, taman bermain baru di wilayah Harapan Indah,Bekasi... Maen kesini nih sebenernya karena penasaran denger seorang temen excited banget pas cerita soal rainbow garden ini... Yang katanya tempatnya asik buat foto foto lah... Yang katanya tempatnya oke banget buat makan makan... Yang katanya tempatnya tuh bagus banget buat main anak anak... Dan katanya katanya yang lain....😂😂😂  Cuss,modal penasaran saya ajak deh tuh trio kroco raun kesana... Sekalian jalan jalan sore lah ya... Agak jauh sih dari gerbang utama Harapan Indah... Jalan lurus ke arah transera water park... Jangan sampai kelewat ya... Posisi rainbow garden ini emang agak kedalam... Persis di belakang pom bensin yang deket transera...  Begitu sampai ke lokasi terjawab lah semua rasa penasaran kami... Dan yang tadinya cuma katanya katanya itu benar benar nyata loh... Memang benar,tempatnya oke punya... Dan yang paling penting ramah di kanto…

Cara Ampuh Basmi Nyamuk Bandel Pakai Yang Expert

Beberapa waktu yang lalu, daerah sekitaran rumahku sempat dihebohkan oleh banyaknya warga yang terserang Demam Berdarah Dengue atau yang lebih dikenal dengan sebutan DBD. Dalam satu Rw sudah ada sekitar 5 orang yang terkena penyakit berbahaya tersebut. Tau dong kalau penyakit yang satu ini amat berbahaya bahkan dampaknya bisa sampai pada kematian si penderita. Padahal penyakit berbahaya ini hanya disebabkan oleh binatang kecil bin mungil yang bernama nyamuk. Kesel ga sih denger nya... Binatangnya mah kecil tapi dampaknya amat besar...


Selain nyamuk Aedes Aigypty yang dapat menyebabkan penyakit DBD, chikungunya, dan Zika itu, ada juga nyamuk berbahaya lain yang patut diwaspadai juga loh... seperti Nyamuk Anopheles Sp si pembawa malaria dan nyamuk Culex Sp si penyebab kaki gajah, yang dampaknya bagi manusia pun amat berbahaya.  Ternyata menurut data dari World Health Organization ( WHO ) tahun 2016, menyebutkan bahwa nyamuk adalah binatang paling mematikan didunia. Dikatakan demikian kare…

Trik Menyiasati Pengeluaran Bulanan Bagi Si Penghasilan Harian

Mungkin pepatah yang bilang kalau rumput tetangga akan terlihat lebih hijau tuh benar adanya...
Seringkali aku beranggapan bahwa keluarga yang memiliki penghasilan bulanan itu enak, mereka tinggal membagi bagi penghasilan bulanan nya sesuai dengan pengeluaran rutin bulanannya saja, simpel kan...
Walau kenyataannya sih tidak sesimpel itu juga... Karena aku masih sering mendengar keluhan mereka soal 'tanggal tua'... Tapi aku tetap berpendapat demikian...  menurutku, keluhan mereka soal ' tanggal tua' itu ya berarti salah mereka sendiri tidak pandai pandai mengatur keuangan nya...


Ini jelas berbeda jika kita tidak memiliki penghasilan bulanan dan hanya bertumpu pada penghasilan harian saja tapi tetap harus membayar semua pengeluaran bulanan rutin, seperti keluarga ku ini misalnya...
Keluarga kecil yang kami bangun sejak 9 tahun yang lalu ini, hanya bertumpu pada keuntungan harian yang didapat si ayah dari berjualan makanan kecil di sekolah sekolah, tapi pengeluaran rut…