15/10/17

Jadikan halal sebagai lifestyle mu di INHALEC

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kalau apa yang kita makan maupun yang kita pakai harus Halal... Ini jelas perintah yang maha kuasa yang sudah tidak bisa ditawar tawar lagi... Hanya saja, ditengah keberagaman Indonesia tercinta kita ini, kita tidak bisa menyampaikan soal halal dan haram ini begitu saja, salah bicara sedikit saja kita bisa langsung dibilang tidak bertoleransi atau judgement judgement jelek lainnya... Oleh karena itu harus ada cara cerdas dalam menyampaikan masalah halal ini pada masyarakat luas.

Hal ini juga pernah dialami oleh M. Anwar Bashori, head of syariah economics and finance departement bank Indonesia saat beliau terpaksa harus menolak secara halus adanya import daging wagyu dari jepang. Orang jepang itu tentunya mempertanyakan kenapa daging wagyu nya yang jelas jelas baik tidak bisa masuk dengan mudah ke Indonesia. Bapak anwar bashori pun menjelaskan dengan cara yang dapat dimengerti oleh si orang jepang... Beliau menjelaskan bahwa daging sapi yang masuk ke Indonesia yang mayoritas masyarakat nya adalah muslim, haruslah daging sapi yang pada saat akan disembelih sudah ' minta ijin ' dulu sama sang pencipta... Dengan penjelasan yang cerdas itu, akhirnya si orang jepang tersebut pun paham dan memanggil beberapa ustad ke jepang untuk ' minta ijin' pada sang pencipta sebelum menyembelih sapi sapi nya... Dan sapinya pun bisa masuk ke Indonesia karena sudah halal.



Kisah tersebut beliau ceritakan saat menjadi pembicara dalam acara konferensi pers The 2nd Indonesian International Halal Lifestyle Expo & Conference ( INHALEC ), yang sedianya akan berlangsung pada 19-21 Oktober 2017 di balai kartini exhibition & convention center, jakarta. Beliau sebagai perwakilan dari Bank Indonesia mengaku akan sepenuhnya mendukung acara akbar yang dihelat oleh Halal lifestyle center tersebut.

Berdasarkan cerita tersebut kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa saat ini harus ada pandangan lain soal halal, kalau dulu halal hanya dipandang sebagai aturan dalam hukum agama islam saja, saat ini halal harus bisa dipandang sebagai gaya hidup atau lifestyle yang komprehensif agar tetap bisa berjalan beriringan dengan keberagaman Indonesia.

Sapta Nirwandar, selaku Chairman Halal Lifestyle ini pun mengungkapkan bahwa INHALEC ini merupakan tanggapan atas persaingan global di sektor industri halal. Ajang yang juga di dukung oleh Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, kementrian perindustrian, kementrian pariwisata, dan kementrian koperasi dan UKM ini, akan membuktikan indonesia tidak hanya sekedar bisa menjadi konsumen industri halal tapi juga produsen.



Industri halal yang di pamerkan dalam INHALEC ini tidak hanya dari sektor makanan tapi juga dari sektor sektor lain, seperti pakaian, make up, pendidikan, keuangan, obat obatan, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya. Acara ini diharapkan dapat juga memacu pertumbuhan pariwisata di Indonesia, dengan menargetkan pada 2020 kehadiran wisatawan muslim ke Indonesia sebanyak 5 juta orang dari total 168 juta jiwa wisatawan muda m sedunia.

Tentu kita pun tidak mau kalah dong dengan negara negara yang mayoritas penduduk nya bukan muslim, seperti jepang, korea, thailand dan chile yang sudah lebih dulu menggelar perhelatan serupa. Sapta Nirwandar pun mengatakan bahwa beberapa negara didunia termasuk keempat negara tersebut diatas telah memiliki ajang pameran industri halal tahunan.

Sapta Nirwandar pun menambahkan bahwa ajang kali ini untuk mengisi kesenjangan di bidang pengembangan bisnis halal dengan menyelenggarakan sebuah rangkaian acara yang meliputi expo yang memamerkan produk halal, konferensi untuk membahas  tren global dan kesempatan bisnis di industri halal serta penampilan seni dan budaya bernuansa religi yang dikemas dalam nuansa kolaborasi musik etnik dan modern.

Di hari pertama pada tanggal 19 oktober 2017, acara akan dibuka dengan  Conference yang membahas tentang "  halal industry, cultural and technology " yang menampilkan pembicara para pakar di bidang industri halal. Konferensk ini nantinya akan di bukaa oleh bapak Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN dan kepala bappenas/ sekjen KNKS. Dan sebagai pembicara ada beberapa pakar / pembicara internasional yang hadir, diantaranya antara lain Dr. Achmad Al Dubayan ( Director General of The Islamic Cultural Center In London ), Prof. Dr. Winai Dahlan ( Founder and director of the halal science center of thailand ), Dr. Kim jin woo ( director of international bussiness affairs of KIHI - korea ), dan Raifudin shikoh ( CEO Dinar Standar), Muliaman D Hadad ( ketua umum MES ), hermawan kartajaya, ( CEO & founder Markplus inc ), Elidawati ( founder of El- crop ), nurhayati subakat ( founder of wardah kosmetik), Dr. Masyhudi ( president director Rs. Sultan Agung Semarang), dan Mala Widiyanto ( CEO labbaik).

Masih dihari pertama juga akan ditampilkan pagelaran musik dari Dwiki Dharmawan Orchestra yang akan menampilkan sajian musik religi serta akan ada juga penampilan seni tari dari Tk ar rahman motik dan grup band Dimensi dari Gontor.

Nah dihari kedua nya juga akan ada acara yang tak kalah seru, apalagi kalau bukan pemutaran film religi keluarga " Iqro". Film yang dibintangi pemain senior seperti Mike Lucock, neno warisman, Adhitya Putri, dan Cok Simbara yang menceritakan kehidupan anak jaman sekarang yang sangat suka pada sains tapi kurang minat sama Alquran.

Pokoknya acara INHALEC ini dijamin seru dan wajib untuk dikunjungi...
Jangan lupa catat tanggalnya ya 19-21 oktober 2017 di balai kartini exhibition & convention center...



0 komentar:

Posting Komentar