05/10/17

Karena Saya Cinta Indonesia, Tolak Penyalahgunaan Obat

Beberapa waktu yang lalu, hampir setiap pagi aku menemukan bungkus sachet obat batuk k**ik dalam jumlah yang lumayan banyak di salah satu gang sempit dekat rumah. Awalnya aku tidak berprasangka apa apa, mungkin ada warga yang memang sedang mengalami sakit batuk, begitu pikir ku... Tapi makin hari aku makin merasakan ada kejanggalan pada bungkus bungkus sachet tersebut. Karena selain jumlahnya yang cukup banyak, di sekitarnya pun banyak aku temukan puntung puntung rokok juga. Logikanya kan kalau orang sedang batuk ga akan disambi merokok juga... Bisa ga sembuh sembuh kan...?!

Dan kejanggalan kejanggalan itu pun terjawab ketika sekitar 2 minggu yang lalu ada penggerebekan di gang tersebut. Ternyata selama ini ada penyalahgunaan obat disitu... Obat batuk k**ik yang sedianya untuk meringankan gejala batuk itu malah digunakan untuk nge fly ... #tepokjidat 

Para pelaku penyalahgunaan yang terciduk aksi penggerebekan itu banyak yang masih berusia remaja. Bisa ditebak lah gimana perasaan para orang tua yang anaknya ikut 'terangkut' itu... Hancur banget pastinya... Saat itu aku langsung memeluk ketiga anakku sambil berdoa agar bisa selalu membimbing mereka melewati masa masa labil itu dengan baik. 

Kejadian itu membuatku sadar kalau kasus penyalahgunaan obat yang beberapa waktu belakangan ini marak digembar gemborkan oleh pemerintah itu nyata adanya. Melihat langsung para remaja 'diciduk' dan tangis para orang tuanya tersebut benar benar memperlihatkan dampak nyata penyalahgunaan obat yang ternyata tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan pelakunya tapi juga berdampak pada kehidupan sosial pelaku dan keluarganya.
Ya, harus ada aksi nyata untuk memerangi kasus penyalahgunaan obat ini... Karena Saya cinta Indonesia, tolak penyalahgunaan obat.



Alhamdulillah, ternyata pemerintah pun ikut memperhatikan masalah ini dengan mencanangkan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat. 
Senangnya lagi aku bisa ikut turut ambil bagian dalam pencanangan aksi yang berlangsung pada 3 oktober 2017 di bumi perkemahan cibubur tersebut.

Aslinya, acara tersebut baru akan dimulai pada pukul 9.00 WIB, tapi karena ada prosedur keamanan kepresidenan serta ada gladi bersih yang harus diikuti oleh seluruh peserta, maka kami pun diwajibkan hadir pada pukul 8.00 WIB. 

Dan sekitar pukul 8.45 WIB presiden RI Joko Widodo pun hadir ditengah tengah kami. Salut euy sama ke ontime an beliau...
Begitu presiden sampai ditempat duduk yang telah disediakan, lagu kebangsaan Indonesia Raya pun dikumandangkan oleh seluruh peserta dengan dipimpin oleh kelompok paduan suara dari BPOM.


Seneng banget bisa dapet duduk di depan, sejejer dengan pak jokowi..
Photo by Sadewi handayani.


Selanjutnya MC cantik Dr Lula kamal  pun mengarahkan pada ibu Dr. Ir. Penny K Lukito, MCP selaku kepala BPOM untuk memberikan laporan kepada bapak presiden pada kata sambutannya. Beliau pun menuturkan bahwa dalam satu dekade terakhir ini terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan obat yang cukup signifikan dan memprihatinkan, oleh karena itu perlu ada aksi nasional guna meminimalisir dan sebisa mungkin menghilangkan kasus kasus penyalahgunaan obat tersebut.

Setelah itu, ada penayangan video tentang pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat pada layar utama. Dan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat dari  11 perwakilan masyarakat, diantaranya adalah Menko PMK, Ka BPOM, Kapolri, Jaksa Agung, Mendagri, Menkes, SLANK, Ketua GPFI, Ketua IAI, Ketua IDI, dan 1 orang siswa SMA sebagai perwakilan dari generasi muda. 

Acara pun dilanjutkan dengan sambutan dari bapak Joko Widodo. Suasana yang tadinya kaku seketika mencair saat bapak jokowi memanggil salah satu personil SLANK untuk menemaninya.
"Hukuman paling simpel pak... Ya di dooor... " jawab nya santai ketika pak jokowi bertanya hukuman apa yang pantas diterima oleh para pelaku penyalahgunaan obat. 


Pak jokowi dan personil SLANK
Photo by Gita Siwi


Setelah itu,acara dilanjutkan dengan penekanan tombol sebagai tanda pencanangan aksi nasional pemberantasan obat dan penyalahgunaan obat. Dan sebagai penutup acara inti, dilakukan doa bersama oleh H. Mukhlis, S.Ag dari Kasubbag Mental Spiritual Biro Dikmental.

Acara inti pun selesai setelah Bapak Jokowi melakukan pemusnahan barang bukti hasil sitaan Badan POM secara simbolis dan meninggalkan lokasi acara. Tapi keseruan kami tidak berhenti sampai disitu, karena sudah ada SLANK yang telah bersiap performance untuk menghibur kami... 
Hihihi.,.. Banyak para peserta yang akhirnya melupakan sejenak keriuhan rutinitas dengan berjoged bersama... Pokoknya seru...
Salut ama BPOM yang bisa menyuguhkan acara pencanangan aksi nasional pemberantasan obat dan penyalahgunaan obat ini dengan begitu apik... 

Yuk mari kita dukung aksi nasional pemberantasan obat dan penyalahgunaan obat ini... Karena kita Indonesia, tolak penyalahgunaan obat

6 komentar:

  1. Dor Biar gak bikin rusuh Warga yg lain nya. Buat apa pakai gituan segala. Mendingan beli buat makan cendol sama bakso. Kenyang

    BalasHapus
    Balasan
    1. mendingan buat nraktir kitee ya mpok... 😄

      Hapus
  2. Setuju dihukum dor aja tuh pelaku pengedar obat berbahaya, biar jera!
    Hadirnya Grup SLANK menambah kemeriahan aksi tolak penayalahgunaan obat ya, aku jadi bernostalgia ikutan sing a song hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. joget bareng kita ya.... ketauan nih angkatan berapa kita... hehehe...

      Hapus
  3. Tindak tegas para pengedar penyalahgunaan obat ilegal ya kak. Setuju banget dengan program pemeirntah ini. Makasih sharingnya ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama mbak... semoga bermanfaat

      Hapus