09/11/17

Pahlawan Kekinian, Mengabdi Dan Berkarya Untuk Negri

Tak terasa saat ini negri tercinta kita, Indonesia sudah memasuki usia nya yang ke 72 tahun. Memandang gedung gedung bertingkat yang sekarang gagah berdiri di tengah ramainya ibu kota, membuat ku melayangkan pikiran pada bayangan soal keadaan Indonesia sebelum kemerdekaan. keadaan Indonesia yang saat itu masih diduduki oleh para penjajah tentu amat mencekam. Pertumpahan darah pun tak terelakan lagi saat para pahlawan kita berusaha merebut kembali NKRI dari tangan para penjajah. Darah yang mereka kucurkan saat itu tak lain merupakan rasa cinta mereka pada generasi selanjutnya yang notabene adalah kita. Maka, saat semua itu telah berakhir, pantaskah kita melupakan jasa jasa mereka?? tentu tidak ya... 



sejak dulu peringatan hari pahlawan selalu dilaksanakan setiap tahunnya. dan untuk tahun ini, perayaan hari pahlawan yang mengangkat tema " perkokoh persatuan untuk membangun negri " diharapkan bisa membuat kita sebagai generasi penerus mereka semakin bersatu padu membangun negeri.  Hal ini lah yang kemudian diangkat dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 ( Dismed FMB9) pada kamis, 9 november 2017 di Ruang Roeslan Abdulgani, gedung Depan Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa beliau baru saja ikut menghadiri acara penganugrahan gelar pahlawan Nasional kepada empat orang tokoh, diantara nya adalah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati ( Keumalahayati ) tokoh asal Nangroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal kepulauan riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dianugrahkannya gelar pahlawan pada Keempat tokoh tersebut, maka jumlah pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki laki dan 13 orang perempuan.



Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pahlawan nasional merupakan gelar yang  diberikan  pemerintah kepada seorang WNI yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan. Tapi, meski pemberian gelar pahlawan nasional adalah wewenang presiden, tetap harus ada prosedur yang dilalui sebelum akhirnya bisa dilakukan prosesi penganugrahan gelar tersebut. seperti harus ada pengajuan dari masyarakat yang memang tau betul kehidupan dari sang calon pahlawan nasional.

Dalam Acara yang bertajuk "Pahlawan kekinian, mengabdi dan berkarya untuk negri " ini, Menteri sosial Khofifah Indar Parawansa  mengajak pengguna media sosial untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 dengan memviralkan lini masa sosial media dengan hashtag #pahlawanku dan #haripahlawan, seperti berbagi foto atau lokasi di mana pengguna medsos melakukan upacara peringatan Hari Pahlawan, atau mengabadikan foto setelah hening cipta.



Beliau juga mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan hening cipta serentak selama 60 detik tepat pada 10 November pukul 08.15 sesuai waktu masing-masing daerah.
Hening cipta dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. 
Seluruh warga diharapkan menghentikan sementara kegiatannya dimana pun berada untuk mengheningkan cipta. 

Selain Hening Cipta Serentak, Peringatan Hari Pahlawan juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan, 
Dimulai dengan kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan yang melibatkan 400 pelajar dan santri berlayar dengan Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso 990 untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan. 
Kegiatan ini berlangsung di Selat Madura pada 30 Oktober hingga 1 November 2017. 
Kegiatan berlanjut dengan Doa Lintas Agama dan Jalan Sehat Kebangsaan. 
Doa lintas agama dipimpin lima perwakilan pimpinan agama di arena Car Free Day (CFD) di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. 
Acara ini diikuti berbagai komunitas, keluarga pahlawan, relawan dan masyarakat umum. 



Sementara itu Puncak Hari Pahlawan akan dilaksanakan Ziarah Nasional pada 10 November yang direncanakan akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Taman Makan Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. 
Pada hari yang sama dilakukan tabur bunga di perairan laut Jakarta dengan menggunakan KRI dr. Soeharso 990 dan akan dipimpin Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. 
Peringatan hari Pahlawan juga masih dirangkai dengan wisata sejarah yang diikuti pelajar dengan rute wisata mulai dari kantor Kemensos menuju Lubang Buaya hingga ke Museum Satria Mandala.


0 komentar:

Posting Komentar