20/12/18

5 cara bijak hindari dampak evaporasi uang



Dalam beberapa literasi keuangan yang aku ikuti, seringkali disebutkan bahwa uang itu memiliki sifat evaporasi yang cukup tinggi. Evaporasi yang dimaksud disini tuh sama sekali tidak ada kaitannya dengan peristiwa ilmiah yang dialami air tapi hanya sebuah ungkapan untuk menggambarkan begitu cepatnya uang tersebut meninggalkan sang pemilik jika tidak dikelola dengan baik.

Sadar atau tidak evaporasi uang ini amat sering kita alami dalam keseharian loh, contohnya saja saat menerima uang kembalian sehabis berbelanja, uang receh tersebut hampir bisa dipastikan akan hilang tanpa jejak hanya beberapa saat setelah diterima, entah itu karena tanpa sadar kita belanjakan kembali atau menghilang begitu saja akibat kealpaan kita saat menyimpannya.

Nah untuk meminimalisir dampak dari sifat evaporasi uang tersebut, maka kita harus mengandalkan sedikit kecerdasan yang kita miliki dalam mengelola keuangan pribadi kita. Berkaitan dengan hal ini, beberapa waktu yang lalu, aku sempat bermain ke kantor Moneysmart.id yang berlokasi di Jalan Benda no 92, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. For your information, Moneysmart.id ini merupakan portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia yang bisa kita jadikan panduan dalam mengelola keuangan melalui konten-konten kreatif nya.



Dalam kesempatan tersebut, aku pun kembali mendapat pencerahan soal pengaturan keuangan yang baik untuk para blogger yang notabene tidak memiliki penghasilan tetap ini. Diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Jangan malas untuk membuat laporan keuangan pribadi

Mas Aulia kabar yang didaulat menjadi pembicara financial class kala itu pun mengungkapkan kalau kita ingin keuangan kita lebih rapi dan terstruktur ya tidak boleh malas dalam membuat laporan keuangan pribadi. Laporan keuangan yang dimaksud disini juga bukan laporan yang rumit dengan segala macam istilah beratnya itu, namun hanya berupa laporan arus kas yang masuk dan keluar saja serta neraca sederhana yang bisa dibuat tiap akhir tahun saja. 



Laporan sederhana ini nantinya akan berguna sebagai acuan sehat tidaknya kondisi keuangan kita saat ini dan sebagai landasan keuangan kita dimasa yang akan datang. O iya laporan ini juga bukan untuk diajukan ke siapapun ya, karena kan seperti yang kita ketahui bersama, blogger merupakan pekerja lepas yang tidak memiliki bos. Laporan ini benar-benar hanya diperuntukan untuk kita pribadi saja. Jadi cara pembuatannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri.

2. Proteksi Aset

Dalam hidup yang penuh dengan peristiwa tak terduga ini kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu amat penting bagi kita untuk melindungi aset yang kita miliki, baik itu rumah, kendaraan bahkan diri kita sendiri dengan asuransi. Nah untuk pemilihan asuransi ini juga bisa disesuaikan lagi dengan kebutuhan serta kemampuan finansial masing-masing. Kalau bingung soal pemilihan asuransinya, kalian bisa langsung klik ulasan soal cari tau harus utamakan asuransi kesehatan atau yang lainnya



3. Berinvestasi dengan cerdas

Memiliki tabungan saja akan sangat kurang bagi kita karena ada inflasi yang mengintai perjalanan finansial kita. Inflasi ini merupakan kenaikan nilai mata uang yang terjadi terus menerus di suatu negara. Contoh inflasi yang paling simpel tuh gini, kalau dulu kita bisa mendapat satu troli penuh belanjaan senilai 300 rb maka dalam beberapa tahun kemudian dengan nilai uang yang sama kita hanya akan mendapat separuh dari troli yang sama.

Jadi, jika kita hanya menabung saja tanpa berinvestasi, sudah bisa dipastikan kita tuh seolah seperti bermimpi memeluk gunung saja, tidak akan pernah sampai pada tujuan. Berinvestasi pun tidak bisa asal sembarangan memilih begitu saja, ada banyak hal yang harus diperhatikan saat akan berinvestasi, hal hal tersebut sudah banyak diulas oleh moneysmart.id di bagian investasi ini ya, silahkan dibaca-baca deh...



4. Memiliki tabungan dana darurat

Yup, kita jelas harus punya dana darurat yang bisa kita pakai untuk saat saat darurat seperti saat tertimpa bencana, saat di PHK dan berbagai situasi darurat lain yang mungkin saja hadir dalam kehidupan kita. Besaran dana darurat ini pun disesuaikan oleh masing-masing individu ya... menurut kak Aulia akbar dalam financial classnya beberapa waktu yang lalu, besaran dana darurat ini kurang lebih sama dengan 6 kali biaya hidup dalam sebulan.

5. Bijak dalam berhutang

Untuk poin kelima ini sebenarnya agak concern aku terapkan dalam keseharian sih, untukku pribadi, aku benar-benar tidak akan berhutang jika tidak dalam keadaan yang benar-benar penting atau darurat. Klise...? yup tidak apa apa jika harus dikatakan seperti itu, tapi kalau kita lihat sekeliling, meski terbilang klise namun nasehat ini tuh agak susah dijalankan, terbukti dengan maraknya pemakaian kartu kredit hanya untuk keperluan hedonisme belaka.

So, buat kalian yang benar benar terhindar dari dampak evaporasi uang yang tadi sudah aku ceritakan diatas maka akan lebih baik kalau kalian berpikir dulu ratusan bahkan ribuan kali saat hendak berhutang, jangan sampai hutang tersebut malah mencekik kalian dan membuat tata kelola keuangan kalian jadi berantakan.



O iya dalam acara financial class tersebut, kak Aulia dan team moneysmart.id juga memberitahukan kalau Moneysmart.id tuh sedang menyelenggarakan Blog Competition bertema #CerdasDenganUangmu yang bisa kalian ikuti. Kompetisi ini akan berlangsung mulai tanggal 10 Desember 2018- 31 Desember 2018 dengan total hadiah 10 jt rupiah untuk 3 orang pemenang. Woooww... wajib banget ikutan nih... Info selengkapnya untuk Blog Competition ini bisa langsung kalian lihat di https://www.moneysmart.id/lomba-blog-moneysmart-2018-cerdasdenganuangmu/

1 komentar:

  1. Foto si neng mah bergaya euy. uang kembalian bisa di manfaatkan untuk untuk melakukan hal yang lebih baik lagi

    BalasHapus