30/10/17

Panen Raya Buah Naga Dan Nanas, Wujud Nyata Hasil Wakaf Produktif Dompet Dhuafa

Beberapa waktu yang lalu aku pernah membahas soal wakaf uang yang saat ini banyak dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan cara yang berbeda beda.

Selengkapnya bisa dibaca di Manfaat wakaf dari Sunlife, Dunia nya dapat akherat pun dapat

Wakaf uang ini memang jadi lebih disukai karena sifatnya yang bisa lebih fleksibel dibanding wakaf dalam bentuk lain, seperti dalam hal jumlahnya saja, wakaf uang ini memungkinkan para umat muslim dengan kondisi keuangan pas pas an sekalipun untuk tetap bisa menunaikan ibadah ini. Selain itu, wakaf uang pun lebih fleksibel dalam pemanfaatan nya, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat itu sendiri.


Dalam perkembangannya, wakaf uang yang fleksibel ini kemudian sering disebut sebagai Wakaf Produktif. Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu aku pernah mengunjungi Kampung Ternak Nusantara Dompet Dhuafa di daerah Nyalindung, Sukabumi selatan, yang merupakan salah satu contoh wakaf produktif, dimana wakaf uang yang dikumpulkan oleh Dompet Dhuafa tersebut kemudian dikelola dengan cara mendirikan Kampung Ternak Nusantara itu.

Selengkapnya bisa baca Pemertaan Hewan Kurban dengan Kurbanesia

Dan kali ini, Alhamdulillah pada 25 Oktober 2017 lalu aku kembali berkesempatan untuk melihat langsung "hasil" dari wakaf uang yang telah dikumpulkan dan dikelola dengan baik oleh Dompet Dhuafa dalam program pertanian di Subang, Jawa Barat sehingga dapat menjadi salah satu bentuk wakaf produktif lain dari Dompet Dhuafa.

Aku yang belum pernah sama sekali melihat kebun nanas dan buah naga tentu amat antusias mengikuti acara Panen raya buah Naga dan Nanas yang diadakan Dompet Dhuafa ini. Begitu aku menginjakkan kaki di lahan seluas 10 hektar di desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa barat itu, aku pun benar benar dibuat takjub oleh "hasil" wakaf uang yang dikumpulkan Dompet Dhuafa itu. Dompet Dhuafa berhasil menyulap lahan yang tadinya hanya berupa lahan kosong berisi semak belukar tersebut menjadi lahan produktif yang bisa menghasilkan seperti sekarang ini.


Lahan itu pun ditanami berbagai macam buah buahan dengan sistem tumpang sari agar dapat lebih memaksimalkan fungsi dari lahan tersebut. Saat kami berkunjung kesana, tanaman yang ditanam di situ adalah buah naga, buah nanas dan buah pepaya. Pemilihan ketiga tanaman itu bukan tanpa sebab loh, karena biar bagaimanapun tanaman dengan sistem tumpang sari haruslah tanaman yang benar benar mendukung satu sama lain. Contohnya ketiga tanaman ini, buah naga yang butuh cahaya matahari lebih banyak tentu tidak akan terganggu dengan kehadiran buah nanas yang ukuran tinggi tanamannya lebih kecil, begitu juga tanaman pepaya, jika sudah terlalu rimbun dan dirasa akan menggangu tanaman buah naga maka tanaman pepaya tersebut akan diregenerasi.


Selain memberi kesempatan masyarakat sekitar untuk ikut serta mengolah dan mengembangkan lahan tersebut, Dompet Dhuafa pun aktif memberikan edukasi edukasi khusus soal pertanian pada masyarakat yang kebanyakan hanya memakai sistem pertanian tradisional saja. Edukasi edukasi seperti ini tentu amat penting untuk mengembangkan pertanian tersebut dan untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang seringkali terjadi di lapangan, seperti hama dan penyakit kanker batang yang acapkali menghampiri tanaman buah naga.


Selain pemanfaatan lahan tersebut sebagai lahan pertanian, Dompet Dhuafa pun telah membangun dua unit penginapan dengan desain tradisional yang terkesan adem untuk dapat disewa bagi siapapun yang ingin merasakan bermalam di tengah kebun nanas dan buah naga tersebut. Harga sewa yang ditawarkan pun relatif terjangkau, hanya Rp 200.000 saja per malam cukup untuk dua - tiga orang.


O iya, nantinya jika dana wakaf uang yang dikumpulkan telah mencukupi, Dompet Dhuafa pun akan membangun Pabrik Ekstrak buah dan makanan olahan lainnya seperti selai, sirup, dan lainnya. Pabrik ini diharapkan dapat membuat masyarakat sekitar lebih padat karya lagi. Nantinya, karyawan yang diperkerjakan di pabrik tersebut adalah masyarakat dari kalangan kaum dhuafa.



Pembelian dan pengolahan lahan di desa cirangkong ini menjadi bukti nyata peran Dompet Dhuafa dalam memberdayakan dan mengangkat potensi lokal daerah.
Wakaf produktif Dompet Dhuafa ini amat dibutuhkan diantara banyaknya tanah wakaf yang tidak dikelola dengan baik. Coba lihat deh disekitar kita, masih banyak tanah wakaf yang akhirnya hanya dibiarkan begitu saja, tanah wakaf yang tidak produktif seperti ini amat memungkinkan di salahgunakan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab bukan... ?! Jadi bukankah akan lebih baik jika ada badan lembaga khusus yang dapat secara amanah mengelola nya... ?!

Wakaf tidak harus dengan nominal yang besar, semampunya saja... Sedikit yang kita wakaf kan akan lebih bermanfaat jika disatukan untuk wakaf produktif ini...
Buat kalian yang ingin juga ikutan berwakaf bisa langsung melalui rekening wakaf produktif Dompet Dhuafa berikut ya...

Bank BII Syariah 2.700.001.382
Bank BNI Syariah 009.153.8995
Bank Mega Syariah 100-000-0536
Bank Syariah Mandiri 7.000.493.133
BCA 237.304.8887
Bank Muamalat 0000.37.3423
Bank Mandiri 101.000.662.669
A/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika






0 komentar:

Posting Komentar