20/03/19

Telur Bumbu Rendang, Menu Andalan Saat si Abang Sayur Tidak Lewat



Dilema terbesar bagi seorang ibu rumah tangga yang tinggal jauh dari pasar itu sebenarnya amat simpel, yaitu ketika harus memilih mau pesan makanan secara online atau tetap memaksakan diri masak dengan bahan seadanya ketika si abang sayur tidak lewat. Terkesan receh memang, tapi sedikit agak berat saat benar-benar harus melaksanakannya.

Memesan makanan secara online mungkin terlihat lebih praktis namun sayangnya biaya yang harus dikeluarkan tidak sepraktis itu, pasti akan ada biaya tambahan ongkos kirim bukan...?! buatku sendiri, ketika si abang sayur tidak lewat, biasanya aku akan lebih memilih untuk tetap masak sendiri dirumah meski dengan bahan seadanya, atau paling tidak bahan-bahan tersebut mudah aku dapatkan di warung sembako dekat rumah saja.

Ada banyak bahan masakan yang sebenarnya tersedia di warung sembako dekat rumah dan bisa kita kreasikan menjadi menu masakan yang pastinya disukai oleh anggota keluarga. Namun bahan masakan ini memang seringkali tertutupi oleh anggapan masayarakat yang mengatakan kalau 'bahan makanan instan itu tidak baik bagi tubuh'. Padahal menurutku yang namanya bahan makanan,  baik itu yang instan maupun segar, selama sudah memiliki ijin edar dan teregistrasi di BPOM maka bisa dikatakan bahan tersebut amat aman untuk dikonsumsi.



Lagi-lagi aku kembalikan kepada masing-masing individu sih ya, ini kan hanya pendapatku pribadi saja. aku termasuk orang yang pro terhadap bahan makanan instan karena pastinya untuk mendapatkan nomor registrasi di BPOM itu harus melalui serangkaian tes kelayakan pangan, jadi tidak bisa sembarangan, lagipula keberadaan bahan makanan instan itu kan untuk mempermudah kita semua lalu kenapa tidak dimanfaatkan saja...? terutama dalam kondisi darurat seperti saat si babang sayur tidak lewat misalnya. 

Telur Bumbu Rendang, menu andalan dengan bahan seadanya


Memasak dengan bahan seadanya yang dapat dibeli di warung sembako dekat rumah memang bukanlah hal yang mudah namun bukan berarti sama sekali tidak mungkin. contohnya saja beberapa waktu yang lalu aku sempat membuat menu Telur bumbu rendang yang hampir semua bahannya aku dapatkan di warung sembako saja.

Barangkali ada yang mau mencontek menu andalanku saat si babang sayur tidak lewat ini, berikut bahan-bahan yang harus disiapkan,

1. Telur
2. santan instan
3. bumbu rendang instan
4. daun salam kering ( optional, karena memang aku selalu sedia ini dirumah)
5. cabe rawit ( optional, bila suka saja )
6. Masako rasa sapi 

Nah cara membuatnya pun juga terbilang mudah dan praktis, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah  sebagai berikut,

1. rebus telur lalu kupas kulitnya, sisihkan
2. tumis bumbu rendang, daun salam dan cabe rawit sampai harum
3. Masukkan santan instan dan tambahkan sedikit air
4. masukkan telur yang sudah dikupas lalu aduk perlahan sampai airnya mengering
5. terakhir, tambahkan masako rasa sapi sebagai penyedapnya.


Masako dengan Daging pilihan bikin masakan lebih lezaatt...

Praktis bukan...?! Walaupun praktis tapi soal rasa mah boleh diadu deh, karena sebagai penyedap rasanya aku pakai Masako Rasa Sapi yang membuat rasa dari daging sapinya lebih terasa. For Your Information, Masako memang terbuat dari daging asli pilihan dan bahan-bahan berkualitas lainnya serta benar-benar diproduksi sendiri sehingga menghasilkan produk yang dapat melezatkan segala masakan. 

Untuk Masako rasa Sapi yang aku gunakan dalam menu telur bumbu rendang tadi itu ternyata menggunakan bagian paha depan sapi lokal dan sapi impor dari australia (sapi brahman) karena katanya bagian tersebut merupakan bagian yang paling banyak dagingnya dan memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga rasa kaldu yang dihasilkan tidak berminyak.

Selain ekstrak daging sapi asli, Masako juga terbuat dari bumbu rempah pilihan yang diseleksi langsung di pabrik oleh para petugas terlatih. jika ada bahan yang kurang berkualitas maka akan langsung dieleminasi oleh sang petugas tadi. O iya bentuk butiran dari Masako ini membantu produknya lebih awet dan tahan lama namun tetap mudah larut dalam masakan loh.



Kerennya lagi adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang berani menampilkan proses produksi nya melalui live streaming. Masako sama sekali tidak takut rahasia nya diketahui oleh pihak lain, karena sepertinya menurut mereka konsumen memang berhak mengetahui soal proses pembuatannya. live streaming proses pembuatan Masako ini bisa diakses oleh siapa saja di www.masakolivestream.ajinomoto.co.id

By the way, kalau kalian perhatikan lagi, dalam menu telur bumbu remdang ku tadi tuh tidak ada tambahan garam sama sekali kan..?! ini bukan karena pelit atau gimana tapi karena memang Masako rasa Sapi nya saja sudah gurih jadi tidak perlu ditambah garam lagi. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan dari Masako untuk kembali mengingatkan pada masyarakat agar membatasi penggunaan garam dalam menu hariannya. 

Tak hanya itu saja, saat ini Masako sedang melakukan campaign "Ayo makan sayur" guna lebih mengedukasi para ibu-ibu Indonesia soal pentingnya mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Cara yang dilakukan oleh Masako ini amat elegan menurutku, yaitu dengan memberikan resep-resep makanan berbahan dasar sayur dalam setiap kemasannya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak memasukan sayur kedalam menu harian kecuali dalam kondisi darurat seperti saat si babang sayur tidak lewat misalnya.




Jadi masih ragu tidak nih buat tetap masak menggunakan Masako meski si babang sayur tidak lewat...? semoga udah ga ragu lagi ya... karena kan kita tetap bisa masak enak dengan bahan seadanya saja...


15/03/19

'Hadiah' terindah itu bernama Blogger Day 2019.



Satu hal yang selalu aku lakukan tiap kali hari ulang tahun itu tiba adalah memberi apresiasi terhadap diri sendiri atas pencapaian yang telah diraih selama ini. Terkesan narsis memang tapi aku percaya hadiah yang paling baik itu adalah hadiah yang memang berasal dari diri kita sendiri, karena biar bagaimanapun yang paling tau apa keinginan kita adalah diri sendiri bukan...?!

Agaknya hal ini pula lah yang dirasakan oleh BCN Squad, para pengurus Blogger Crony Community saat mempersiapkan perayaan hari ulang tahunnya yang keempat beberapa waktu yang lalu. Ya, sama sepertiku yang tidak terlalu mengharapkan hadiah dari orang lain, BCC, komunitas blogger yang aku ikuti tersebut justru memberikan hadiah’ terindah pada ‘tubuhnya’ sendiri yang tak lain adalah kami para BCC Squad atau anggota dari Blogger Crony Community.

Kesadaran akan pentingnya memanjakan ‘diri sendiri’ saat merayakan ulang tahun ini lah yang akhirnya melatar belakangi perhelatan Blogger Day 2019, sebuah event tahunan besutan BCC dalam rangka perayaan hari terbentuknya Blogger Crony Community tersebut. Blogger Day 2019 ini merupakan Blogger Day ketiga yang dihelat oleh Blogger Crony Community.



Blogger Day pertama diselenggarakan di kota Bogor pada tahun 2017 lalu. Kebetulan saat itu aku tidak bisa mengikuti acara yang berlangsung selama 2 hari satu malam tersebut. Namun melihat keseruan teman blogger lain yang aku pantau lewat medsos sedikit menimbulkan rasa iri di hati dan membuatku tak mau kehilangan kesempatan untuk mengikuti Blogger Day selanjutnya, oleh karena itu tiap kali mendekati momet Blogger Day ini aku selalu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa ‘dilirik’ oleh BCN Squad sebagai peserta Blogger Day.  

Sebagai sebuah komunitas blogger, BCN Squad memang paham betul apa kebutuhan serta keinginan para anggotanya sebagai hadiah, maka tak heran jika tiap kali Blogger Day tiba selalu disisipkan moment ‘daging’ itu berupa workshop tentang dunia blogging tersebut. Dan inilah yang menjadi daya tarik terbesar dari Blogger Day.

Blogger Day 2019



Pada blogger day 2019 ini pun antusiasme BCC Squad begitu besar, tak tanggung tanggung loh, form pendaftaran telah terisi dua kali lipat dari kuota hanya dalam kurun waktu dua jam saja. Alhamdulillah aku bisa terpilih sebagai salah satu dari 100 peserta Blogger Day 2019 yang berasal dari berbagai kota di pulau Jawa ini.

Demi memberikan kenyamanan pada setiap peserta, BCN Squad benar-benar telah mempersiapkan segala sesuatunya, bahkan hingga ke urusan transportasi para peserta jabodetabek yang memang paling banyak dibanding daerah lain. Aku bersama para teman blogger dari jabodetabek berangkat menggunakan fasilitas bus dari Big Bird yang begitu nyaman ke Bandung, lokasi Blogger Day 2019 kali ini.



Hari pertama Blogger day 2019 benar-benar merupakan hari yang penuh dengan keseruan karena diselenggarakan di Trans Studio Bandung, salah satu indoor theme park terbesar di dunia. Kami, para BCC Squad, diberi kebebasan untuk berseru-seruan ria disana. Aku jelas tak mau melewatkan kesempatan ini begitu saja.

Mohon maaf nih sebelumnya pada BCN Squad, aku termasuk orang yang tidak bisa melihat taman hiburan seperti Trans Studio Bandung ini, begitu memasuki area nya sudah bisa dipastikan mataku langsung berbinar-binar dan sibuk ber-seru-seruan ria pastinya. Benar saja, begitu menyelesaikan prosesi penyambutan berupa registrasi dan sesi foto bersama, aku langsung buru-buru melakukan scan barcode tiket untuk dapat memasuki area Trans Studio Bandung tersebut.

Zona Studio Central di Trans Studio Bandung




Wahana Trans Studio Bandung ini dibagi menjadi 3 Zona, diantaranya adalah Zona Studio Central, Zona Lost City dan Zona Magic Corner. Zona pertama yang akan otomatis kita lalui adalah Zona Studio Central dimana kita bisa merasakan gemerlap dunia layar lebar yang digambarkan melalui beberapa wahana penguji adrenalin seperti Racing Coaster, Pemburu Badai, Vertigo, Giant Swing, 4D Super Heroes dan trans Car Racing.

Biarpun berbinar melihat wahana-wahana yang ada di Trans Studio Bandung ini, sayangnya aku tak punya cukup nyali untuk menaiki wahana yang terlalu banyak menguji adrenalin itu, jadi aku hanya berani mencoba 4D Super Heroes dan Trans Car Racing saja di zona studio central itu. Tapi jangan dikira dua wahana ini tidak membuat deg-degan sama sekali loh ya, adrenalinku tetap diuji disini meski tidak seekstrim wahana-wahana lain.



Di 4D Super Heroes, aku diajak untuk menonton film bertema super Heroes lengkap dengan efek 4D nya. Aku seolah diajak masuk ke film tersebut dan berjuang bersama para super heroes di sana. Saat sang super heroes terjatuh, aku juga diajak ‘jatuh’ bersamanya melalui hentakan kursi yang seolah nyata. Buatku sih ini cukup lah untuk menguji adrenalin, terbukti dengan kecepatan detak jantungku yang bertambah saat berada di wahana ini.

Wahana selanjutnya yang tak kalah seru adalah Trans Car Racing. Mungkin buat kalian, wahana ini seolah hanya wahana biasa saja, tapi buatku yang sama sekali tidak pernah menyetir mobil sendiri, wahana ini jelas menguji adrenalin. Ya, di sini kita seolah diajak untuk dapat menyetir mobil balap di sirkuit buatan.



Kecepatannya sih memang tidak terlalu kencang, hanya sekitar 40 km/jam saja, namun buatku tetap saja agak sedikit deg-degan karena takut dihantam oleh pengendara mobil lain dibelakang yang mungkin saja merasa tidak sabar melihat caraku mengendarai mobil tersebut. Alhamdulillah nya tuh pengendara di belakangku adalah seorang wanita yang juga amat terlihat tidak bisa mengendarai mobilnya sama sepertiku. Alhasil kami hanya bisa saling menertawakan tingkah laku sendiri saat melintasi sirkuit Trans Car Racing.

Karena bernyali kecil, aku pun melewatkan begitu saja wahana Vertigo dan Giant Swing yang saat aku lewati itu penuh dengan teriakan para teman blogger lain, sementara wahana Racing Coaster dan Pemburu badai memang sedang dalam masa pemeriksaan rutin sehingga tidak dibuka untuk sementara waktu.

Zona Lost City, Zonanya para petualang




Setelah puas menyaksikan keseruan teman-teman blogger di wahana penguji adrenalin itu, aku pun langsung menuju ke Zona Lost City yang bertema petualangan. Di zona ini ada beberapa wahana petualangan yang bisa dicoba, diantaranya ada Kong Climb, Jelajah, dan Sky Pirates. Dan diantara ketiga wahana ini aku hanya berani mencoba sky pirates yang merupakan wahana berupa perahu terbang seperti yang ada dalam dongeng itu.

Menaiki wahana Sky Pirates ini membuat kita seolah terbang dengan perahu hantu bajak laut untuk mengelilingi area Trans Studio Bandung. Dari atas sky pirates kita bisa melihat hampir seluruh area Trans Studio Bandung. O iya meski di Sky Pirates tidak ada ketentuan perihal tinggi badan seperti yang ada di wahana lain, tentu akan lebih aman jika kita mendampingi anak yang ingin menaiki wahana ini.



Tak jauh dari Sky Pirates, ada wahana Jelajah yang mengajak kita seolah berpetualang menjelajahi pedalaman hutan Amazon. Aku sih tidak sempat untuk mencoba wahana ini karena sudah langsung kepincut dengan Zona Magic Corner yang juga berada tak jauh dari situ, namun melihat teman blogger lain yang telah mencoba wahana tersebut aku bisa merasakan keseruan dari wahana itu. Satu hal yang harus kalian siapkan saat mencoba wahana Jelajah adalah pakaian ganti, karena di akhir petualangan Jelajah, ada kejutan basah yang menanti kalian.

Zona Magic Corner, temukan keajaiban yang tak terduga disini


Wahana yang paling mencolok di Magic corner ini tak lain adalah wahana dunia lain yang mengajak kita untuk menguji adrenalin memasuki dunia ghaib buatan. Namun meski hanya buatan, wahana ini tetap saja membuat bulu kuduk merinding, bagaimana tidak..?! nuansa mistis yang dihadirkan tuh tidak terbatas pada replika hantu dan minimnya penerangan saja, tapi juga diperkuat dengan aroma melati dan kemenyan yang makin membuat bulu kuduk ku merinding. 

Agak terasa aneh sih ya, sudah tau wahana itu menyeramkan tapi tetap saja dicoba, tapi ya memang begitulah sifat dasar manusia, bersenang-senang diatas ketakutannya sendiri, dan pihak Trans Studio Bandung seolah paham betul akan hal ini. O iya selain wahana wahana menantang ini ada banyak keseruan lain yang ditawarkan oleh Trans Studio Bandung loh, diantaranya adalah opening dance dan Karnaval yang pastinya seru abis.



Psst... buat kalian yang iri dengan keseruanku di Trans Studio Bandung bisa langsung kesana aja, Trans Studio Bandung buka mulai pukul 10.00-18.00 untuk hari senin - jumat dan pukul 10.00 - 19.00 untuk akhir pekan dan hari libur. Tiket masuk ke Trans Studio Bandung ini adalah Rp 180.000,- untuk hari senin- kamis, Rp 200.000,- untuk hari jumat dan Rp 280.000,- untuk hari sabtu- minggu dan hari libur nasional.


Mengenal Stress Management bersama Lineation di Crowne Plaza Bandung


Setelah diajak melepas stress di Trans Studio Bandung, di hari kedua Blogger Day 2019 ini, aku pun diajak untuk belajar bersama Lineation dalam workshop tentang Stress Management. Stress management disini amat penting untuk membuat kita tetap waras ditengah himpitan masalah yang seolah tak kunjung selesai itu. jangan sampai stress yang sempat kita lupakan selama ada di Trans Studio Bandung tadi kembali datang hanya beberapa saat setelah kembali ke rumah, oleh karena itu aku dan para peserta blogger day lain pun sama sekali tak mau kehilangan kesempatan ini. 



Dr. David Budi Wartono, atau yang akrab disapa dr. dave, pun memulai sesi workshopnya dengan permainan ringan yang mengajak para peserta untuk sedikit mengenal diri sendiri. di akhir permainan ada pertanyaan yang cukup menyentil semua peserta, kapan terakhir kita mengucapkan terima kasih pada diri sendiri karena sudah bisa tetap bertahan hingga detik ini? bagiku, pertanyaan ini tidak hanya terasa seperti sentilan belaka tapi sebuah tamparan yang lumayan keras, ya, aku lupa sudah lama sekali tidak melakukannya.

Alhamdulillah dr. Dave berhasil mengingatkan ku kembali tentang arti mengenal serta berterima kasih pada diri sendiri. workshop ringan tapi menghasilkan manfaat yang berbobot seperti ini mungkin hanya ada di Lineation Center  saja. 



For Your Information, Lineatian center ini merupakan klinik dengan berbagai macam layananan yang berada dibawah naungan dr. Dave, mulai dari kesehatan umum, gigi, apotek, fisioterapi, akupunktur, layanan kecantikan seperti skin care, botox, filler, thread lift, hingga bedah plastik, layanan untuk ibu dan anak, layanan salon seperti make-up, bridal, dan hair treatment, medical check up lengkap, hingga layanan stress management.

Sembari merenungkan materi tentang stress management dalam workshop dari dr.Dave tersebut, aku pun sempat berkeliling ria di area Crowne Plaza Bandung yang menjadi lokasi workshop di hari kedua Blogger Day kali ini. Mulai dari pertama masuk saja aku sudah merasakan kemegahan dari hotel bintang lima yang ada di pusat kota Bandung itu, namun karena para peserta harus langsung memasuki area workshop, maka aku pun baru bisa berkeliling persis di waktu istirahat makan siang.



Fasilitas pertama yang pasti akan aku kunjungi tiap kali ke hotel adalah area kolam renangnya, begitupun saat aku berada di Crowne Plaza Bandung. kolam renang di Crowne Plaza Bandung ini memiliki view yang keren abis deh, pegunungan, karena bukan orang Bandung, aku kurang tau juga gunung apa yang terlihat dari kolam renang Crowne Plaza Bandung itu, tapi view gunung di pusat kota itu amat keren menurutku.

Rasanya slogan "We're All Business, Mostly" memang cocok disandang oleh Crowne Plaza Bandung deh, sebab meski branding dari Crowne Plaza Bandung ini adalah hotel bisnis, tapi fasilitas yang ditawarkan tidak melulu soal bisnis, Crowne Plaza Bandung juga mendukung fasilitas rekreasi dan lifestyle yang lebih dari kata 'memadai'. Hal ini terbukti dengan adanya fasilitas-fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran 24 jam, Spa Uluwatu Bali, Mosaic All Day Dining, Connexions Lobby Lounge, Mountain view poolside bar, dan juga kids club serta layanan wifi berkecepatan tinggi setiap saat. 



Bisa berkenalan dengan Lineation dan Crowne Plaza Bandung di hari kedua Blogger Day 2019 ini benar-benar hadiahyang berkesan dari BCN Squad untuk BCC Squad deh. semoga di tahun keempat, Blogger Crony Community makin bersinar dan anggotanya makin kompak selalu. 

Terakhir aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebsar-besarnya pada para sponsor yang juga ikut mendukung terselenggaranya Blogger Day 2019 ini, karena tanpa kalian semua Blogger day 2019 mungkin tidak akan seseru ini. Blogger Day 2019 di Bandung pada 2-3 Maret 2019 ini didukung oleh Blue Bird Grup, Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM, Ahra Refrexology by nest, Bimas Islam Kemenag RI, Bloggerpreuner Blogger Crony Community, Blogger Bandung, Endeus TV, dan tentu saja BCC Squad bersama para pengurus komunitas Blogger Crony Network (BCN) dan BCN Eksekutif (pengurus harian BCC).

Jujur sampai saat ini aku belum bisa move on dari keseruan Blogger Day 2019 ini, benar-benar tidak sabar menanti #BloggerDay2020Bali (aamiin...) deh. BCN Squad please jangan lupakan aku dari daftar peserta Blogger Day selanjutnya yaa...

 .

13/03/19

Acara lancar dan berkesan di Grand Ballroom Atria Hotel gading Serpong



Tantangan terbesar yang harus aku hadapi ketika menghadiri suatu undangan acara yang diselenggarakan di sebuah ballroom hotel adalah kurang jelasnya materi dari sang pembicara akibat daya penglihatan ku yang kurang maksimal. Hal tersebut seringkali diperparah oleh kurang bagusnya laser projector yang digunakan sebagai sarana penyampai materi dan posisi duduk ku yang terlalu jauh di belakang. Kalau sudah begitu, mau tidak mau biasanya aku akan mengandalkan press release yang diberikan oleh pihak panitia meski pada akhirnya jelas akan mempengaruhi kualitas artikel yang aku tayangkan di blog ini.

Sayangnya lagi kejadian menyebalkan seperti ini tidak hanya aku alami sekali atau dua kali saja, padahal jika pihak panitia mau sedikit effort untuk memilih Ballroom yang memiliki fasilitas mumpuni tentu acara penting yang mereka selenggarakan tersebut akan lebih maksimal lagi. Dari situ aku jadi berpikir kira kira ada tidak ya Ballroom yang memungkinkan para undangan melihat materi dengan jelas tanpa terkendala lokasi duduk dan banyaknya undangan...?



Di Jakarta sih aku sama sekali tidak meragukan lagi perihal keberadaan ballroom yang lebih dari kata layak’ tadi, tapi bagaimana dengan daerah pinggiran jakarta, seperti Serpong misalnya. Nah alhamdulillah pertanyaan ini pun telah mendapat jawaban persis ketika aku menghadiri acara Eat & Chat yang diselenggarakan oleh Atria Hotel Gading Serpong beberapa waktu yang lalu.

Sesuai dengan tajuk acaranya, selain makan siang bersama, kami pun berkesempatan untuk berbincang dengan pihak Atria Hotel tentang berbagai hal, salah satunya adalah tentang rencana peresmian Grand Ballroom Atria Hotel yang saat ini sedang masuk dalam tahap finishing tersebut.

Grand Ballroom Atria Hotel ini digadang-gadang akan menjadi Grand Ballroom terbesar se-Gading Serpong karena memiliki kapasitas hingga 1500 orang bahkan jika digabung dengan area foyer, Grand Ballroom ini mampu menampung 2000 orang sekaligus tanpa merasa sesak sama sekali. Angka tersebut adalah total kapasitas dari satu ballroom yang sebenarnya bisa dibagi menjadi empat bagian untuk mereka yang hanya membutuhkan ballroom dengan kapasitas kecil saja.



Satu hal yang paling aku suka dari Grand Ballroom ini adalah fasilitas dengan teknologi komputerisasi yang telah diterapkan disana. Teknologi komputerisasi yang aku maksud disini tuh berkaitan dengan alat presentasi yang sering menjadi masalah terbesar ku tadi, laser projector dan sound systemnya.  Grand Ballroom Atria Hotel telah memiliki laser projector yang benar benar canggih dan modern sehingga memungkinkan seluruh undangan yang hadir tetap dapat melihat materi yang disampaikan dengan amat jelas tanpa harus terkendala posisi duduk karena berada pada bidang yang terbilang luas.

Sound system yang ada di Grand Ballroom Atria Hotel ini pun tak kalah canggih dengan dukungan sistem peredam suara terbaik sehingga benar-benar tak akan ada yang namanya kebocoran suara tepat sesaat pintu ballroom itu ditutup. Hal ini terbilang penting untuk menjaga kenyamanan serta kerahasiaan yang mungkin saja disampaikan saat berlangsung nya acara di ballroom tersebut.

Tak sampai disitu saja, berbagai fasilitas pendukung yang ditawarkan Atria Hotel demi memanjakan para undangannya pun tak kalah menarik. Grand Ballroom ini telah dilengkapi kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, spa serta gym yang masih berada dalam satu area gedung. Fasilitas ini jelas menjadi nilai plus tersendiri bagi Grand Ballroom tersebut pastinya.



Saat berlangsungnya acara Eat & Chat beberapa waktu yang lalu itu, aku sendiri telah melihat langsung bagaimana proses finishing dari Grand Ballroom Atria Hotel ini dan diperkirakan akan selesai pada awal April 2019 nanti. Saat itu aku memang masuk melalui pintu yang berhubungan dengan Atria Hotel, tapi nantinya Grand Ballroom ini akan memiliki pintu masuk serta lobby yang terpisah dengan area hotel, jadi kenyamanan para pengguna Hotel maupun pengguna Ballroom dapat tetap terjaga satu sama lain.

Nah dalam rangka peresmian Grand Ballroom ini, Atria Hotel Gading Serpong pun memberikan promo early bird untuk paket pernikahan Rp 385.000,- net/orang serta hadiah emas murni 5-10 gram bagi pasangan yang melakukan pemesanan selama bulan Januari-maret 2019. promo yang amat menggiurkan banget ya... Untuk info lebih lanjut tentang promo early bird bisa langsung hubungi Atria Hotel Gading Serpong via Telepon di (+62 21) 2921 5999 atau di www.parador-hotels.com.  

01/03/19

Siap berselfi cantik dengan smartphone terbaru Honor 10 Lite...?



Bagi seorang blogger sepertiku ini, smartphone tuh ibarat ‘mesin pencetak uang’, hal ini tak lain karena sebagian besar pekerjaan dari seorang blogger itu memang mengandalkan smartphone tersebut, mulai dari aktivitas sosial media yang memang amat dekat dengan keseharian para blogger hingga menggantikan tugas laptop disaat kepepet.

Nah belakangan ini aku agak sedikit dibuat kesal oleh samrtphone yang menjadi rekan kerjaku selama ini. Bagaimana tidak, smartphone tersebut mulai sedikit sedikit ngambek terutama pada bagian kamera yang tidak lagi sebagus waktu pertama dibeli. Memang benar sih kalau pengambilan foto tuh biasa aku ambil dengan menggunakan kamera powershoot yang kumiliki tapi kamera smartphone pun tak kalah pentingnya karena ada beberapa shoot yang tidak bisa diambil dari kamera.



Sebagai contoh saja saat aku akan melakukan insta story misalnya. Mau tidak mau aku terpaksa harus menggunakan kamera dari smartphone yang hasilnya amat jauh dari kata layak tayang. Akhirnya bisa ditebak akan ada sedikit kejanggalan yang terlihat dari perbedaan mencolok antara feed instagram dengan insta story ku. Perbedaan ini pun nantinya akan berdampak pada kepuasan klien terhadap hasil kerjaku.

Hal inilah yang akhirnya membuatku begitu excited ketika mengetahui kalau Honor, salah satu brand smartphone terkemuka di Indonesia itu meluncurkan produk terbarunya pada tanggal 27 Februari 2019 lalu. Produk yang digadang-gadang akan melebih spesifikasi pesaingnya tersebut diberi nama Honor 10 lite.



Bagaimana tidak excited teman, Honor 10 Lite ini ternyata mengandalkan kamera depan sebagai spesifikasi yang diunggulkan. Tak tanggung-tanggung, Honor 10 Lite ini akan  memanjakan fitur kamera depan hingga 24 MP, dengan resolusi yang begitu besar itu, Honor 10 Lite ini bahkan bisa disandingkan dengan kamera mirrorless yang biasa dipakai para blogger loh.

Tak sampai disitu saja, kamera kece dari Honor 10 Lite ini juga telah didukung oleh pengenalan AI 8 skenario dan beberapa opsi pencahayaan. Kamera nya juga telah didukung oleh kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4 in 1 yang membuat gambar selfi lebih detail, indah dan lebih jelas, baik diambil pada siang hari maupun pada malam hari.

Kalau dirasa masih kurang, Honor 10 Lite ini juga dilengkapi dengan pengenalan wajah 3D dan fungsi kecantikan AI yang memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan efek kecantikan berdasarkan usia, jenis kelamin dan warna kulit kita. Duhhh rasanya Honor 10 Lite ini memang tau banget apa yang diinginkan para wanita ya...



Dari segi tampilannya pun, Honor 10 Lite ini amat menarik perhatianku dengan dua pilihan warna kecenya, Sky Blue dan midnight black clasic. Desain belakang dari Honor 10 Lite ini dibuat dari delapan lapisan bahan berkilau untuk efek visual yang mempesona.

Tak kalah menarik, Honor 10 Lite ini juga amat cocok untuk digunakan para gamers loh karena kekuatannya yang cukup bandel, Honor 10 Lite ini dilengkapi dengan kirin7, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB serta GPU turbo & kapasitas baterai nya yang sampai 3400 mAh.

Harganya...? Honor 10 Lite ini hanya dibandrol seharga IDR 3.200.000 saja. Cukup murah bukan jika dibandingkan dengan samrtphone yang memiliki spesifikasi setara...?! Aahhh aku jadi makin pengen deh ganti smartphoneku dengan Honor 10 Lite ini, kalau kalian bagaimana teman, udah siap kah berfoto cantik menggunakan Honor 10 Lite ini...? Atau malah udah beli nih...?   

The Power of WhatsApp : Rajin Closing dengan WhatsApp Marketing



Beberapa waktu yang lalu, aku sempat dibuat kesal oleh pesan whatsapp yang sepertinya memang sengaja disebarkan secara massal. Pasalnya pesan whatsapp itu seringkali tidak pas untukku. Sebagai contoh ketika kemarin siang aku mendapat pesan whatsapp yang berkaitan dengan promo pil pelangsing misalnya, alih-alih merasa senang, aku malah jadi kesal bukan kepalang, dalam hati aku bertanya, kurang kecil apa sih tubuhku yang hanya memiliki berat badan kurang dari 45kg ini sampai diajak membeli pil pelangsing itu...?! ingin marah rasanya membaca pesan whatsapp tersebut. Namun bingung juga mau marah ke siapa.

Sebenarnya mengirimkan pesan whatsapp sebagai ajang promosi sama sekali tidak bisa disalahkan begitu saja, karena menurut laporan comScore, saat ini whatsapp memang telah menjadi aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 35,8 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan whatsapp sebagai penyampai pesan nya.



Coba bayangkan jika kita bisa menggunakan whatsapp ini untuk sarana promosi bisnis kita, tentu bisnis itu akan dapat menjangkau calon customer lebih luas. Namun dalam hal ini yang harus digarisbawahi adalah ketepatan cara penggunaan aplikasi itu sendiri. Tidak akan ada gunanya mengirimkan pesan promosi secara massal jika pesan tersebut tidak tepat sasaran seperti yang aku alami beberapa waktu lalu itu.

Jangan pernah berpikiran kalau pesan whatsapp promosi tersebut hanya sebagai perkenalan calon customer terhadap produk kita saja, atau sampai berpikiran kalau tidak sekarang membeli maka kedepannya mungkin saja akan membeli, duuhh coba kembali ke kasus ku dan penjual pil pelangsing tadi deh, bukannya berpikiran kelak aku akan membeli pil itu, yang ada aku malah sebel banget sama si penjual. Kalau sudah begini bukankah usaha promosi tadi akan jadi sia-sia belaka...?!



Tak sampai disitu saja, kendala yang paling sering dihadapi oleh mereka saat mempromosikan bisnis via whatsapp adalah kurangnya database whatsapp yang dimiliki. Yup, data kontak whatsapp yang menggunakan no hp sebagai perantaranya itu membuat aplikasi ini menjadi sedikit privat, sehingga tidak semua orang bisa memiliki database kontak whatsapp yang banyak serta tertarget. Tentu amat tidak mungkin kita menanyakan nomor whatsapp dari satu per satu orang yang kita temui di jalan bukan...?! harus panduan WA untuk bisnis agar bisa mendapatkan database kontak whatsapp yang banyak serta tertarget.

Yup, hasil akhir dari menggunakan aplikasi whatsapp sebagai sarana promosi memang bisa berbeda satu sama lain. Diperlukan keahlian serta trik khusus untuk bisa menguasai berbisnis via whatsapp ini. Nah berkaitan dengan hal ini, aku punya info penting yang wajib banget diketahui. Saat ini, tepatnya mulai 19 Februari 2019 hingga 5 Maret 2019 kita bisa melakukan pre-order buku bertajuk The Power of WhatsApp : Rajin Closing dengan WhatsApp Marketing.



Buku Billioner Store ini, mengulas habis-habisan perihal cara cerdas berbisnis di WhatsApp yang pastinya amat dibutuhkan oleh para pebisnis, diantaranya sebagai berikut,

1. Teknik Chatting agar mudah clossing
2. Pola Copywriting yang menjual di WhatsApp
3. Teknik sederhana mendapatkan ribuan kontak WhatsApp calon pembeli
4. Langkah demi langkah menggunakan fitur WhatsApp yang menghasilkan penjualan
5. Formula banjir closing dengan WhatsApp marketing
6. Rahasia melipatgandakan omzet dengan WhatsApp
7. Mindset yang benar dalam bermain WhatsApp marketing
8. Cara mudah memahami dan menjalankan funneling di WhatsApp

Selain materi yang memang terbukti ‘daging’ banget itu, pembahasan yang disajikan dalam buku ini ternyata sudah disertai dengan data dan fakta ilmiah serta pembahasan tentang aspek nonteknis yang tidak boleh dilupakan. Tak ketinggalan ada kisah-kisah orang sukses lengkap dengan pengalaman personalnya yang dihadirkan dengan bahasa sederhana plus interaktif tanpa istilah-istilah njelimet.



Serunya lagi, dalam buku ini juga disediakan tips dan trik yang amat mudah untuk dipraktekan langsung, karena sudah dilengkapi dengan contoh-contoh plus template serta ilustrasi/gambar dan kata-kata motivasi/quotes.

O iya kehebatan buku The Power of WhatsApp : Rajin closing dengan WhatsApp marketing ini tak lepas dari kelihaian sang penulis, Wisnu Andrianto, pastinya. Beliau memang amat mumpuni dibidang bisnis, terbukti dengan pengalamannya selama 12 tahun saat bekerja sebagai pembangun jaringan di bisnis MLM ternama dari China dengan 20.000 lebih jaringan dibawahnya. Selain itu beliau juga merupakan top reseller di  Billioner Store serta founder muslim enterpreuneur university sejak Agustus 2017.



Nah buat kalian yang udah mulai ga sabar merasakan kehebatan dari buku ini, bisa langsung mengikuti pre-order nya untuk mendapatkan harga spesial senilai Rp 227.000 hingga 5 Maret 2019 mendatang. Karena harga ini hanya berlaku pada masa pre-order dan akan naik setelah masa pre-order ini berakhir, akan lebih baik jika kalian secepatnya memesan buku ajaib ini ya, jangan sampai kehabisan ya teman...


 .


26/02/19

Begini nih mading di era digital yang wajib kalian tau



Kalau dipikir-pikir waktu terasa cepat banget berlalu ya, rasanya masih segar banget dalam ingatanku bagaimana riweuhnya aku menyelesaikan deadline mading yang tayang setiap minggu di sekolahku. Aku memang bukan pemimpin redaksi yang harus bertanggung jawab penuh soal mading sekolah tersebut, tapi aku yang kala itu mengambil ekstra kurikuler Biru, majalah sekolah kami, mau tidak mau ya harus ikut andil juga dalam penayangan mading itu.

Ya, dari dulu aku memang amat menyukai dunia tulis menulis, terutama yang berkaitan dengan mading sekolah. Satu hal yang paling aku suka dari proses pembuatan mading sekolah itu adalah karena mading sekolah tidak hanya mengasah kemampuan kita di dunia tulis menulis tapi juga sekaligus merangsang sisi kreativitas kita, bagaimana caranya kita dapat menuangkan ide-ide tulisan yang ada di pikiran ke dalam sebuah mading sekolah tapi tetap dapat menarik perhatian siswa lain untuk sekedar mampir membacanya.

Disinilah kita dituntut untuk membuat maing tersebut enak dipandang mata dengan berbagai pernak pernik khasnya. Ada banyak bahan yang sering digunakan saat membuat Mading, yang paling sering digunakan adalah kertas karena mudah dibentuk, dihias, dan dikreasikan. Penggunaan bahan-bahan ini perlu dipertimbangkan oleh si pembuat Mading, karena Mading perlu diturunkan dan didaur ulang ketika masa penayangannya sudah berakhir. Sangat disayangkan bila di sisi lain Mading memiliki dampak buruk untuk lingkungan.

 Itulah sebabnya, Mading konvensional perlu bergerak bersama dengan lajunya era digital. Mading berupa kertas, triplek, atau styrofoam yang dipajang di dinding perlu diubah formatnya dalam Mading Online tanpa penggunaan kertas sedikitpun.


 JANGKAUAN MADING LEBIH LUAS
 

Selain meminimalkan penggunaan kertas, jangkauan informasi yang dimuat dalam Mading pun menjadi lebih luas. Suatu karya Mading yang telah diunggah di dunia maya akan abadi, Mading hijau tanpa kertas, dapat dicari kembali, dan mudah diakses. Bayangkan jika Mading suatu sekolah tidak hanya dapat dilihat oleh murid di satu sekolah saja namun dapat dibaca oleh seluruh siswa sekolah dan komunitas baru di Tanah Air. Tentunya pertukaran informasi dan kreativitas siswa suatu sekolah akan melaju lebih cepat.

Itulah sebabnya MadingSekolah.Id hadir sebagai wadah baru pengganti majalah dinding konvensional MadingSekolah.id memberikan wadah bekreasi bagi seluruh pelajar di Indonesia. Di sini, seluruh pelajar dapat memasukkan konten kreatif dalam rupa artikel, desain, animasi, fotografi, hingga video,ujar Oktora Irahadi selaku Inisiator Program MadingSekolah.id.

MadingSekolah.id bekerjasama dengan Google, Cameo Project, Maarif Institute, Love Frankie, dan Ruang Guru untuk mendukung kreativitas seluruh siswa sekolah dan guru di Indonesia. Tujuannya agar mereka dapat menjadi Content Creator yang jeli dan kreatif, sekaligus memberikan wadah untuk ruang belajar dan ruang gerak yang positif,lanjutnya.


TENTANG MADINGSEKOLAH.ID
 

MadingSekolah.id merupakan Majalah Dinding versi online yang disajikan dalam format Social Media. Setiap sekolah dapat memiliki sebuah akun pada MadingSekolah.id. Di dalam MadingSekolah.id, setiap siswa dan guru yang terdaftar dapat bebas berkreasi memasukkan konten, kemudian menata dan menyesuaikannya menggunakan fitur-fitur yang telah tersedia. Berbagai fitur yang ada di dalam MadingSekolah.id sangat user friendly.

Semua siswa yang terdaftar dapat mengedit konten yang telah diunggah jika dirasa ada informasi yang perlu ditambahkan, termasuk mengubah tata letaknya kapan saja melalui laptop atau smartphone.

MadingSekolah.id akan diluncurkan pada bulan Maret2019 nanti. Pada bulan yang sama hingga akhir tahun 2019 nanti, MadingSekolah.id akan melakukan sosialiasi ke 10 kota besar di Tanah Air untuk memberi kesempatan para siswa dan guru berbagi ilmu bersama beberapa pakar Content Creator.



Pada forum tersebut, setiap sekolah dapat membuat Mading dan berkreasi pada MadingSekolah.id. Ada berbagai hadiah menarik yang akan diundi setiap bulan. Sedangkan bagi rekan wartawan, pada akhir tahun, dua orang yang beruntung pun akan diberi kesempatan untuk datang ke Kantor Pusat Google di Singapura bersama MadingSekolah.id

Jadi sekarang mading sekolah pun bisa berjalan seiring dengan perkembangan jaman ya... By the way diantara kalian ada juga ga sih yang jadi pengurus mading sekolah sepertiku...? Atau kalian termasuk salah satu pengagum rahasia yang suka iseng meletakkan puisi cinta di pojokan mading untuk menarik si dia...? hayooo ngaku... hehehe...