27/07/21

Akses Inklusif Kesehatan Bagi Para Disabilitas, Sudah Maksimal Kah?

 


Meski menular dan cukup berbahaya, kusta ini bukan kutukan. Tak ada satu pun di dunia ini yang berharap bisa menjadi penderita kusta, jadi tak sepantasnya pula kita malah mendiskreditkan mereka, apalagi pada mereka yang jelas-jelas sudah sembuh dari penyakit itu.

Aku sendiri tak pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi mereka, mungkin kalau itu terjadi padaku, aku tak kan pernah sanggup. Mereka hebat, mereka keren. Tak sekedar bisa melalui masa-masa berat saat sedang menderita penyakit tersebut, mereka pun masih harus menerima kenyataan kalau kedepannya hidup tak akan lagi sama.  Ada gelar baru yang mungkin bisa tersemat pada mereka, Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), bagian dari kelompok ragam disabilitas.

Menurut data Bappenas 2018, ada sekitar 21,8 juta atau sekitar 8,26 persen penduduk Indonesia yang merupakan pendang disabilitas, termasuk mereka, para OYPMK. Sungguh angka yang tak sdikit bukan?! Namun sayangnya, meski angkanya terbilang cukup besar, hingga saat ini mereka masih menghadapi kesulitan dan tidak memiliki layanan kesehatan yang layak. Padahal, sama seperti kita, warga negara pada umumnya, para penyandang disabilitas ini, termasuk para OYPMK sudah seharusnya mendapat pemenuhan hak yang dilindungi oleh undang-undang.  

Salah satu hal yang terbilang penting adalah pada sektor kesehatan. Pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan fasilitas layanan kesehatan dan memfasilitasi para penyandang disabilitas untuk bisa tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial maupun ekonomis. Lalu, apakah untuk saat ini jaminan-jaminan tersebut sudah tersedia? Topik inilah yang kemudian diangkat menjadi tema diskusi pada ruang publik KBR yang disiarkan langsung di 100 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia.



Diskusi daring ini juga disiarkan melalui 104.2 MSTri FM Jakarta, live streaming via website kbr.id dan youtube berita kbr.id dengan narasumber yang cukup kompeten di bidangnya, diantaranya ada Pak Suwata dari dinas kesehatan kabupaten Subang, dan Kak Ardiansyah, seorang aktivis Kusta/ Ketua PerMaTa Bulukumba.

Menurut Pak Suwata, Penderita Kusta bisa dikatakan sebagai penyandang disabilitas ganda, karena penyakit kusta bisa menimbulkan gangguan secara sensorik dan motoric. Tak hanya di situ saja, mereka pun harus menghadapi berbagai stigma negatif yang ada di masyarakat. Di Kabupaten Subang sendiri, penyakit Kusta ini masih jadi momok menakutkan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit yang satu ini. Hal tersebut pun dibuktikan dengan masih tingginya angka keberadaan cacat tingkat dua akibat Kusta di Kabupaten Subang.

 

Akses kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas termasuk orang dengan kusta

 

Berdasarkan hasil diskusi tersebut, ada beberapa upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang terkait akses kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas termasuk orang dengan kusta. Diantaranya adalah sebagai berikut,


1.       Advokasi pada pemerintah daerah,

2.       mengintegrasikan peran pada masing-masing skateholder dan masyarakat,

3.       mengintegrasikan layanan kesehatan bagi penderita kusta melalui berbagai forum,

4.       melakukan berbagai upaya pencegahan agar penyakit Kusta ini tidak menyebar ke mereka yang terlanjur kontak erat dengan penderita kusta.

5.       Dan masih banyak hal lainnya.

 


Tak mau kalah dengan dinas kesehatan Subang, PerMaTa Bulukumba yang diketuai oleh kak Ardiansyah pun ikut melakukan berbagai hal untuk bisa mendampingi para penderita Kusta dan mereka yang pernah mengalami Kusta agar bisa kembali hidup madiri dan produktif.

Satu hal penting yang aku catat dari diskusi tersebut adalah penyakit kusta bukan kutukan. Penyakit kusta ini memang bisa menular tapi tenang saja, penularannya tak segampang yang kita pikirkan kok. Bahkan jika segera ditangani dengan baik, insya Allah penderita Kusta tak akan sampai mengalami disabilitas. Jadi jangan sampai stigma negative malah menghambat pengobatan mereka yaa.

 

20/07/21

Review Lengkap Acne Series Scarlett, Pantes viral!

 


Stress dan jerawat itu sepertinya memang susah untuk dipisahkan yaa, sama-sama saling berhubungan satu sama lain. Stress bisa memicu munculnya jerawat dan jerawat itu bisa membuat kita jadi semakin stress. Benar-benar seperti lingkaran setan yang tak ada habisnya, ya ngga sih?

Memang benar, stress hanya salah satu dari sekian banyak hal yang bisa memicu muncul nya si jerawat bandel itu, tapi tetap saja harus kita waspadai karena kalau si jerawat sudah datang pasti ‘perjalanan’ skincare kita akan terasa lebih berat dari biasanya.

Sedikit cerita, beberapa waktu lalu, aku pun sempat masuk dalam ‘lingkaran setan’ stress dan jerawat itu. Boro-boro memikirkan untuk mencerahkan wajah, menghilangkan jerawatnya saja sudah demikian sulit. Tak semua jenis skincare bisa tetap dipakai saat kondisi kulit wajah sedang berjerawat. Salah memilih skincare bisa berakibat fatal dan membuat jerawat jadi makin banyak, jadi aku tak mau main-main dengan hal ini.

Berawal dari ketertarikanku dengan produk body lotionnya, aku pun memutuskan untuk coba pakai rangkaian acne series dari Scarlett yang juga digunakan oleh banyak influencer favoritku. For your information, selain rangkaian Body care nya, Scarlett juga memiliki rangkaian produk face care, diantaranya ada Whitening facial wash, Acne Serum, Acne Cream Day & Night, Brightly Ever After Serum, serta Brightly Ever After Day & Night.


Nah karena aku sedang fokus menangani jerawat, aku pun mulai menggunakan Acne Series nya dulu. Rencana nya begitu masalah jerawatku ini teratasi, insya Allah aku akan lanjut ke Brightly ever after series nya. Daaaannn setelah rutin menggunakan Acne Series dari Scarlett selama kurang lebih dua minggu, aku pun tak sabar untuk membagikan review serta pengalamanku ini pada kalian semua. Semoga bermanfaat yaa

 

Review Lengkap Acne Series dari Scarlett

Rangkaian Acne Series dari Scarlett yang aku coba ini terdiri dari 4 produk, diantaranya ada Whitening Facial Wash, Acne serum, Acne Cream Day dan Acne Cream Night.

Whitening Facial Wash


Sebenarnya whitening facial wash ini tak bisa dikatakan bagian dari Acne Series nya Scarlett sih, tapi sengaja aku gunakan bersamaan dengan acne seriesnya, karena menurutku tak ada kandungan yang bertentangan kok, malah seolah mereka saling mendukung. Ada kandungan Aloe Vera yang bisa membantu kita menenangkan dan meredakan peradangan, serta melembabkan dan menghaluskan kulit.

Tak hanya itu saja, Whitening Facial Wash Scarlett juga memiliki beberapa kandungan lain yang tak kalah keren, diantaranya ada Glutathione yang bisa memberikan perlindungan dari radikal bebas serta mencerahkan kulit, Vitamin E yang juga membantu melembabkan, serta mengatasi peradangan, dan yang paling aku suka adalah kandungan Rose petals nya yang bisa menyegarkan kulit. Unik deh, rose petals nya ini masih dalam bentuk petal atau kuntum jadi makin mempercantik tampilan Whitening Facial Wash Scarlett ini.


Cara pakainya sama seperti facial wash pada umumnya, kita hanya tinggal menuangkan nya ke telapak tangan beri air sedikit lalu usap secara merata untuk kemudian dibilas hingga bersih. Aku suka dengan efek segar dan bersih setelah menggunakan facial wash yang satu ini. Sama sekali tak ada rasa kering seperti tertarik, artinya facial wash ini tetap bisa menjaga kelembaban kulit wajah dengan baik.

 

Acne Serum Scarlett

 

Si kecil cabe rawit, begitu aku memberi julukan pada Acne serum yang satu ini. Jujur, ini merupakan produk pertama yang aku pakai dari rangkaian acne series Scarlett. Begitu jatuh hati pada serum ini, barulah aku melanjutkan ke produk lainnya untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi pastinya. Di aku, serum ini benar-benar memberikan efek positif, jerawat yang tadinya membandel dan sulit dihilangkan, langsung teratasi dengan maksimal.

Tak tanggung-tanggung loh, setidaknya ada 5 Active ingredients yang berperan penting untuk mengusir si jerawat membandel, diantaranya ada Tea tree Leaf Water, Salicylic Acid, Jeju Centella Asiatica, Liquorice Extract dan Vitamin C. Kandungan-kandungan tersebut memang terbukti ampuh membantu menyembuhkan jerawat meradang, jerawat batu, beruntusan, kulit kemerahan dan iritasi, menenangkan kulit, serta menghaluskan dan memudarkan bekas jerawatnya.

Packagingnya yang manis dan elegan pun tak luput dari perhatianku, Acne serum Scarlett ini dikemas dalam botol berwarna dove dan ungu lengkap dengan aplikator berbentuk pipet yang memudahkan kita saat menggunakannya. Tekstur nya yang cenderung cair membuat Acne Serum ini lebih cepat meresap sehingga makin mempersingkat waktu untuk lanjut ke step skincare berikutnya.

 

Acne Cream Day & Night 


Acne Cream Day & Night ini bisa dikatakan sebagai pelengkap dari Acne Series- nya Scarlett. Secara garis besar, kandungan kedua Acne cream ini tak jauh berbeda, ada Double Action Salicylic Acid, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Natural Vit-C, Triceramide, dan Aqua Peptide Glow. Nah yang membedakan adalah keberadaan Poreaway yang bisa membantu kita mengencangkan pori-pori pada Acne cream night nya.

O iya, ada sedikit perbedaan pada tekstur nya juga, untuk yang day cream terasa lebih ringan dibanding Acne Cream Nightnya. Packagingnya pun sengaja dibuat sedikit berbeda meski masih bertema sama. Dikemas dalam jar berwarna dove, Day creamnya dibalut label berwarna putih dengan sedikit aksen ungu, sementara yang night cream, balutan label nya dominan berwarna ungu.

 

Dua minggu menggunakan AcneSeries Scarlett, hasilnya…

 

Seperti yang sudah aku katakan di awal tulisan ini, setelah menggunakan Acne Series dari Scarlett ini selama kurang lebih dua minggu, aku pun merasakan hasil positif nya. Jerawat yang tadinya meradang, perlahan mulai membaik. Beruntusan yang biasanya ada setiap ‘jadwal bulanan’ datang pun hilang. Nah yang aku suka dari Acne Series nya scarlett ini tuh karena hasilnya yang tidak instan banget. Jadi bukan yang sekali pakai langsung membuat jerawat hilang seketika, tetap ada proses namun tak lama.



Alhamdulillah, saat ini jerawat ku sudah benar-benar hilang, hanya tinggal menyelesaikan pe-er berupa bekas jerawat nya saja, namun karena rangkaian Acne Series ini masih ada, jadi aku lanjut pakai dulu deh, hehehe, kalau sudah habis rencananya mau pakai yang Brightly Ever After Series nya Scarlett. Insya Allah akan aku ulas juga review nya di sini deh, so, nantikan yaa.

This entry was posted in

No Hoax, Pastikan Saring Sebelum Sharing!

 


Saat ini kita semua memang sedang berperang melawan pandemi, tentunya dengan kemampuan masing-masing. Tenaga medis berada di garis depan pertahanan pada sektor kesehatan, sementara kami, para blogger pun ikut berperang melawan berbagai hoaks yang tersebar di dunia maya. Rasanya tak berlebihan yaa jika aku mengatakan kami seolah memiliki tanggung jawab untuk setidaknya dapat mengurangi penyebaran hoaks tersebut.

Menurutku, hoaks ini tak kalah berbahaya dengan sang virus Covid-19. Dampaknya begitu besar, bahkan bisa sampai menghambat penanganan yang saat ini sedang amat penting dilakukan. Bayangkan saja, gara-gara sebuah hoaks, masyarakat bisa loh sampai tidak melakukan protokol kesehatan sama sekali. Alhasil, alih-alih mengalami penurunan, angka penularannya justru semakin tinggi dari hari ke hari.

Coba saja scroll sosial media mu, pasti ada saja berita yang membuat dahi berkerut seketika. Contohnya saja soal vaksin Covid-19, misalnya. Ada yang menulis kalau vaksin tersebut dimasukkan chip untuk melacak dan mengambil data seseorang, ada lagi yang mengatakan kalau seseorang yang sudah divaksin hanya memiliki sisa umur dua tahun saja, bahkan ada juga yang bilang kalau vaksin tersebut tidak halal.



Faktanya, vaksin Covid-19 yang saat ini sedang gencar disuntikkan ke masyarakat Indonesia telah melalui berbagai uji klinis oleh para ahli dan terbukti AMAN. Para ahli tersebut jelas merupakan orang-orang terpilih yang kemampuannya tidak diragukan.

Mirisnya lagi, kebanyakan dari berita-berita hoaks tersebut disebarkan melalui kanal media sosial atau chat whatsapp oleh orang terdekat kita. Mungkin memang bukan mereka yang membuat konten tersebut, namun banyaknya orang yang membagikan ulang, akhirnya membuat ‘kebohongan’ itu seolah terasa nyata dan dapat dipercaya.

Dampaknya? Sudah jelas, banyak yang akhirnya menolak untuk divaksin. Padahal saat ini, ikhtiar terbesar yang bisa dilakukan Indonesia adalah mem-vaksin sebanyak mungkin warga nya untuk membentuk herd immunity.

 

No Hoax : Vaksin Aman, Hati Nyaman

  

Nah untuk mengurangi dampak dari penyebaran hoaks tersebut, beberapa waktu lalu Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia pun menggelar webinar bertajuk No Hoax : Vaksin Aman, Hati Nyaman. Tak tanggung-tanggung, Kominfo menghadirkan dr Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, selaku juru bicara Covid-19 Kementrian Kesehatan dan beberapa ahli lain sebagai nara sumber nya.



Dalam webinar yang dilaksanakan secara daring melalui layar zoom tersebut, disebutkan setidaknya hingga awal juli 2021 ada 1625 berita hoaks tentang Covid-19 yang tersebar di masyarakat. Tak sedikit diantaranya jadi viral dan ‘dipercaya’ oleh banyak orang, hingga akhirnya menghambat penanganan pandemi di Indonesia.

Ada beberapa faktor utama pemicu tersebarnya berita hoaks ini di kalangan masyarakat Indonesia yang patut kita waspadai bersama, diantaranya adalah sebagai berikut,

 

Sharing tanpa saring,

 

Kebiasaan ingin menjadi yang ter-hits dan ter-uptodate di antara yang lain, seringkali membuat jari seseorang ‘latah’ membagikan berita tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Kasarnya, bodo amat berita itu benar atau tidak, yang penting terlihat up to date. Duuuuhhh jangan dilakukan yaa, yang benar itu justru ‘Saring sebelum Sharing’.

Pastikan cek dulu pada ahlinya soal kebenaran sebuah berita sebelum membagikan ulang. Kalau tak menemukan data valid, please stop sampai di kita saja, jangan disebarkan lagi.Oke?!

 

Tingkat Literasi dan Sosiokultural,

 

Bukan rahasia lagi kalau masyarakat Indonesia memang memiliki tingkat literasi yang kurang baik. Sesimpel membaca brief pekerjaan saja masih suka terlewat, hehehe. Namun, biasakan yuk untuk selalu membaca dan memahami kembali isi berita yang ingin kita bagikan. Coba dipikirkan lagi secara akal sehat, apakah berita tersebut masuk di akal atau tidak.

 

Aktor Lawan dan Lawan politik

 

Duh, ini salah satu faktor pemicu hoaks yang sampai sekarang masih aja ada. Pemilihan umum jelas sudah lewat tapi entah kenapa serangan-serangan dari lawan politik masih saja terasa. Ayolah kita move on, jangan terus-terusan bersaing. Inilah saat nya kita tunjukan pada dunia soal sifat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

 


Jujur, aku sedikit heran dengan para penyebar hoaks tersebut. Apa ada rasa kesenangan tersendiri bagi mereka jika melihat saudara se tanah air nya makin menderita karena pandemi ini? Hmmm… Entahlah, yang jelas mari kita fokus melakukan yang terbaik di bidang kita masing-masing. Pandemi ini tak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Seluruh lapisan masyarakat harus bergerak bersama untuk bisa bangkit kembali.

So, untuk kamu yang sedang baca tulisan ini, baik itu tenaga medis, pekerja kantoran, freelance, abang ojek online atau bahkan para kaum rebahan, yuk kita bergerak bersama. Terapkan protokol kesehatan dengan ketat,ingat 5M, pakai dobel masker, dan jangan termakan hoaks. Pastikan untuk Saring sebelum Sharing.Tetap semangat yaaa…

13/07/21

Melatih Si Kecil Tidur Sendiri dengan Matras Bayi Mamoru

 


Belakangan ini, chat whatsapp ku penuh dengan pertanyaan seorang teman lama yang sedang kebingungan merawat anak nya. Tak lama lagi, buah hatinya tersebut genap menginjak usia satu tahun, namun hingga sekarang ia masih belum bisa melepas anaknya itu untuk tidur sendiri. Di satu sisi sahabat ku ini merasa tidak tega, namun di sisi lain ia dan suami pun butuh ‘privasi’. Begitu kurang lebih kegalauannya yang diceritakan padaku.

Memisahkan buah hati untuk tidur sendiri memang menjadi dilema bagi kita sebagai orang tua. Kata tidak tega acapkali terlontar sebagai alasan utamanya. Tapi tahukah bunda kalau memisahkan si kecil saat tidur sejak dini akan memberi dampak positif jangka panjang untuk nya, seperti melatih kemandirian, memberikan privasi lebih untuk orang tua, melatih keberanian, serta meminimalisir resiko tertindih saat tidur pada si kecil.

Teman lama ku ini paham betul akan banyaknya manfaat melatih anak tidur sendiri, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk sesegera mungkin melatih buah hati nya tidur sendiri. Nah untuk mempermudah nya, sebagai sahabat, aku ingin sedikit membagikan tips yang sebelumnya sudah aku terapkan pada ketiga anakku. Sengaja aku tulis di blog ini agar lebih bebas dan tak terbatas karakter seperti pada chat whatsapp. Semoga berguna juga yaa untuk bunda-bunda lain yang sedang menalami kegalauan serupa.

 
Tips melatih si kecil tidur sendiri 

 


Pilih waktu yang pas

Menurutku tak ada patokan waktu khusus untuk melatih si kecil tidur sendiri,  tergantung pada kebutuhan serta kondisi masing-masing keluarga. Beberapa keluarga mungkin ada yang sampai sengaja menyiapkan kamar khusus sejak bayi, namun beberapa lainnya bisa saja baru memisahkan si kecil pada usia yang agak besar. Nah yang harus jadi catatan adalah  semakin besar usia si kecil, maka biasanya akan semakin sulit dilatih untuk tidur sendiri. Jadi sebaiknya melatih si kecil tidur sendiri ini dilakukan sesegera mungkin yaa

 

Mulai secara perlahan

Jika sudah terlanjur dibiasakan tidur bersama orang tua, seperti pada kasus temanku ini, sebaiknya mulai melatih si kecil tidur sendiri secara perlahan. Jadi jangan langsung seketika memisahkan nya yaa. Misalnya saja, kita bisa mulai dengan memisahkan kasurnya dulu, namun tetap berada di kamar yang sama. Setelah beberapa hari, bisa lanjut memisahkan kamarnya tapi tetap ‘dikeloni’ dulu. Kalau sudah terbiasa barulah ‘petualangan’ tidur sendiri pada si kecil bisa dimulai.

 
Jangan dipaksa

Berdasarkan pengalamanku, akan ada beberapa drama yang harus kita lalui selama masa  melatih si kecil tidur sendiri ini. Bisa jadi drama-drama tarsebut membuat kita sedikit tidak sabar, tapi jangan paksa si kecil ya bun. Usahakan tetap sabar menghadapinya yaa.

 

Pilih perlengkapan tidur yang sesuai

Bisa dikatakan ini adalah poin terpenting dari tips yang bisa aku berikan. Pilih perlengkapan tidur yang sesuai dan pastinya akan disukai oleh si kecil, terutama untuk urusan matras atau kasurnya. Yup, untuk urusan matras atau kasur, aku tidak pernah main-main, karena menyangkut kenyamanan si kecil saat tidur. Matras atau kasur untuk si kecil harus merupakan produk berkualitas tinggi seperti Matras Bayi Mamoru.

 

Review Matras Bayi Mamoru untuk Melatih si kecil tidur sendiri

 


Aku menyarankan pakai Matras Bayi Mamoru untuk melatih si kecil tidur sendiri ini jelas bukan tanpa alasan, Matras bayi Mamoru memang sengaja dihadirkan dengan support yang cukup untuk menopang tulang si kecil sekaligus memberikan kenyamanan dan kualitas tidur yang baik. Kalau si kecil bisa tidur dengan nyaman, tentu akan semakin memudahkan kita untuk melatihnya tidur sendiri, begitu logika nya.

Matras Bayi Mamoru ini sengaja didesain dengan ketebalan hanya 5-10 cm, karena ketebalan tersebut terbukti ideal untuk kenyamanan tidur si kecil. Tak hanya itu saja, Matras Bayi Mamoru juga menggunakan busa dengan teknologi Jepang yang sudah lulus uji K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan), jadi insya Allah lebih aman untuk si kecil.




Kerennya lagi, Matras Bayi Mamoru sudah mendapatkan ROHS certified, anti jamur, anti bakteri, dan anti bau, sehingga aman untuk pernapasan dan kulit bayi sensitif sekalipun. Kain cover lapisan luar pun adalah kain dengan lapisan serat-serat alami dari kayu yang memiliki kemampuan anti bakteri dan anti bau.

Lucunya, saat pertama kali menggunakan Matras Bayi Mamoru ini aku sempat ‘menyalahkan’ pemasangan retsleting/zipper nya yang seolah terbalik. Namun ternyata itu bukan sebuah kesalahan, Matras Bayi Mamoru memang sengaja didesain dengan jahitan yang aman, dilengkapi dengan YKK Ziper dan kepala zipper di bagian dalam. Dengan posisi zipper yang seperti itu, sama sekali tak ada bagian matras yang mengganggu.




Dengan memilih Matras Bayi Mamoru, aku berharap lebih banyak bunda di luar sana yang merasakan juga mudahnya melatih si kecil tidur sendiri. Untuk yang mau tau info selengkapnya seputar Matras Bayi Mamoru ini, bisa langsung kepoin aja akun instagramnya di @mamoru.mombaby yaa

25/06/21

Sehat Mental dan Keuangan di Setahun Lebih Masa Pandemi, Mungkinkah?


 


Masa pandemi ini memang benar-benar berat untuk dilalui yaa, bahkan untuk kalangan berada sekalipun. Imbas pandemi ini memang tak melulu soal ekonomi, ada sektor kesehatan dan mental yang juga terdampak secara tak langsung, terutama bagi kalangan ibu seperti kita. 

Jujur, tak pernah terbayang sekalipun dalam benakku akan mengalami masa-masa sulit dan tak menentu seperti saat ini. Di satu masa, aku harus bisa mengatur keuangan keluarga di tengah semua keterbatasan nya dan menjadi guru bagi ketiga anak dengan jenjang yang berbeda. Tak sampai di situ, aku juga harus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga agar tidak terpapar virus tersebut dan yang paling utama aku tetap harus tegar di hadapan mereka. 

Berat kah? Jelas berat, bahkan aku sendiri kagum dengan diri ini yang sampai sekarang bisa tetap waras menghadapi semua nya. Awalnya semua memang terasa berat, namun perlahan tapi pasti aku  mulai terbiasa dengan ritme nya. Semua yang tadinya terasa berat itu mulai terasa sedikit ringan. Saking ringannya, ada banyak hal yang terlupakan secara otomatis. 

Kalau diingat-ingat, rasanya sudah lama sekali aku tidak berkumpul dan tertawa bersama teman. Padahal bisa jadi itu merupakan salah satu ‘me time’ yang bisa membuat ku semakin waras menghadapi semua ini. Toh berkumpul bersama teman itu tak selamanya harus bertemu fisik, dan bisa dilakukan secara daring. Namun, terkadang kesibukan ‘mengurus rumah’ itu membuat acara me time tersebut jadi terkesan egois untuk dilakukan. Hmmm.

Lalu sebenarnya egois nggak sih kalau kita tetap menyempatkan diri untuk me time di tengah kesibukan  sebagai ibu rumah tangga di masa pandemi ini? Me time seperti apa sih yang cocok dilakukan di tengah pandemi begini? Alhamdulillah, pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi materi dalam webinar bersama FWD Insurance beberapa waktu lalu. 


Setahun lebih masa pandemi, apa kabar?



‘Setahun lebih masa pandemi, apa kabar?’, itulah tajuk yang diangkat sebagai materi dalam webinar tersebut. Jujur, aku terharu, entah kenapa aku merasa seolah benar-benar ditanya oleh FWD. pertanyaan inilah yang mungkin selama ini aku tunggu. Aku benar-benar mengapresiasi FWD yang sudah mengangkat materi ini untuk kami para ibu sebagai bagian dari FWD Bebas Berbagi.

Yup, meski tadi aku katakan semua mulai terasa lebih ringan, tapi jika ditanya ‘setahun lebih masa pandemi, apa kabar?’ aku akan tetap menjawab, aku sedang tidak baik-baik saja, lebih tepatnya KITA semua sedang tidak baik-baik saja. Kita sedang bergelut dengan medan perang masing-masing. Berbeda tapi sama-sama sedang berjuang melalui masa sulit ini. Betul tidak?

Paham akan semua yang sedang kita alami bersama, FWD pun sengaja menghadirkan kak Irma Gustiana,  M. Psi, psikolog anak, remaja dan keluarga untuk mengisi materi. Dalam paparannya, Kak Irma sempat menjabarkan betapa pentingnya menyisihkan waktu untuk melakukan hal yang kita sukai ( me time) demi menjaga kewarasan. ‘Jangan pernah merasa egois untuk melakukan me time’ begitu pesannya. 

Tak sampai di situ saja, Kak Irma juga membagikan tips SANTAI untuk bisa tetap sehat mental di masa pandemi ini, diantaranya sebagai berikut,


S, Sehat fisik mendukung kesehatan mental, luangkan waktu dengan berolahraga teratur dan asupan nutrisi seimbang.

A, Adaptasi dengan pola kebiasaan baru 

N, Networking, tetap menjaga interaksi sosial

T, Tahan diri dan atur regulasi emosi dengan teknik pernafasan sederhana. Saat semua terasa berat, coba lakukan teknik pernafasan sederhana, tarik napas selama 4 detik, tahan selama 4 detik lalu buang nafas selama 8 detik atau sampai nafas benar-benar habis. 

A, Atasi kelelahan dengan meluangkan me time

I, Ingat ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan yang tidak, jadi fokus pada apa yang bisa kita kendalikan saja.


Keuangan sehat, mental pun terjaga


Selain menjaga mental tetap sehat, FWD pun kembali mengingatkan untuk menjaga keuangan kita tetap sehat dengan melakukan perencanaan keuangan yang matang. Sadar ga sih kalau pandemic juga mengajarkan kita soal pentingnya melakukan perencanaan keuangan ini? Aku sendiri pun merasa sedikit menyesal karena sebelum pandemi terlalu terlena sampai melupakan perencanaan keuangan dengan baik.

Sebagai seorang ibu yang mempunyai peran penting dalam membangun keluarga yang sakinah, kita wajib paham soal pengelolaan keuangan dengan prinsip syariah. Kenapa harus dengan prinsip syariah? Tentunya agar kita bisa mendapat ketenangan dan keberkahan finansial untuk mendapat ridho Allah SWT. 

Tenang saja, pengelolaan keuangan dengan prinsip syariah itu tak seribet yang kita bayangkan kok, ada 4 cara mewujudkan tujuan keuangan dengan perencanaan keuangan syariah, diantaranya sebagai berikut,

  • Financial Check up, Cek kesehatan keuangan keluarga saat ini. Total semua harta dan kewajiban yang dimiliki untuk mengetahui seberapa sehat kondisi keuangan keluarga terlebih dahulu.

  • Tentukan tujuan keuangan yang smart dan sesuai prioritas

  • Memiliki keamanan keuangan dan mitigasi risiko

  • Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Asuransi Bebas Handal, produk Asuransi kesehatan berbasis syariah dari FWD Insurance


Bicara soal keamanan keuangan dan mitigasi risiko, FWD Insurance punya produk asuransi kesehatan berbasis syariah yang dapat memberikan manfaat rawat inap dengan perlindungan sampai dengan usia 60 tahun loh. Produk asuransi kesehatan ini bernama Asuransi Bebas Handal. Ada tiga keunggulan yang bisa kita dapat dari Asuransi kesehatan online yang satu ini, Terjangkau, simpel dan Lengkap.

Terjangkau

Asuransi Bebas Handal ini begitu terjangkau, karena kontribusi nya mulai dari RP75.000 / bulan dengan manfaat hingga seratus juta per tahun. 

Simpel

Cara membelinya terbilang cukup mudah, ya asuransi kesehatan online ini bisa dibeli melalui aplikasi FWD Max atau dengan mengunjungi web ifwd.co.id saja. 

Lengkap

Manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh asuransi Bebas Handal ini memang terbilang lengkap, bahkan produk ini juga memiliki manfaat khusus Covid-19 tanpa biaya tambahan untuk nasabah aktif ataupun yang baru bergabung selama periode 1-30 Juni 2021. Dengan manfaat khusus ini, kita tak perlu khawatir lagi soal biaya selama isolasi mandiri, termasuk pengobatan selama isolasi tersebut.

Nah buat yang penasaran dengan Asuransi Bebas Handal dari FWD Insurance ini bisa langsung cek-cek di https://www.ifwd.co.id/

Terakhir, aku cuma mau bilang, semua ketidakpastian di masa pandemic ini memang sering membuat kita bingung, tapi percayalah, bukan tanpa alasan kita ‘terpilih’ untuk melalui semua masa sulit ini. Dia memilih generasi ini karena Dia tau hanya generasi kita lah yang mampu melalui masa-masa ini. Jadi, jangan pernah menyerah pada keadaan yaa, tetap semangat menjalani hari. Bismillah aja, insya Allah semua akan kembali normal secepatnya. 


18/06/21

Terpaksa Travelling di masa pandemi? TRAC To Go Aja

 


Manusia memang makhluk sosial, jadi wajar jika pandemi ini terasa begitu berat dilalui. Kita yang terbiasa berinteraksi secara langsung ‘dipaksa’ untuk membatasinya demi keamanan bersama. Jika hanya berlangsung selama sebulan atau dua bulan saja, mungkin masih bisa bersabar, namun apa jadinya jika pandemi ini tak kunjung usai bahkan tak tau sampai kapan akan berakhir.  Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam keseharian, termasuk dalam hal travelling atau bepergian.

Iyes, meski travelling atau bepergian masuk dalam salah satu protokol kesehatan yang sebaiknya dihindari, tapi kadang ada keadaan darurat yang akhirnya membuat kita harus melakukannya. Bahkan tak jarang, kesehatan mental yang mulai mengkhawatirkan pun bisa jadi alasan kita untuk bepergian di masa pandemi ini loh. Kalau sudah begitu, maka memperketat protokol kesehatan selama dalam perjalanan adalah bentuk lain ikhtiar yang bisa kita lakukan untuk menghindari paparan virus tersebut.

 Ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan jika ingin melakukan perjalanan di masa pandemi ini, berikut diantaranya,

Siapkan fisik dan imunitas yang baik

Pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan bugar sebelum melakukan perjalanan ya. Jika ada gejala kurang sehat, sesepele apapun sebaiknya tunda dulu agenda perjalanannya. Ini penting, jangan pernah memaksakan diri bepergian saat kondisi tidak fit di masa pandemi ini.

Siapkan ‘alat perang’ untuk di perjalanan

Siapkan satu tas khusus berisi ‘alat perang’ di mas pandemic seperti masker cadangan, plastik dengan zip kedap udara untuk membuang masker yang sudah dipakai, hand sanitizer, peralatan makan dan minum pribadi, tisu basah dan kering, dan lain sebagainya.

Buat itinerary sesimpel mungkin

Susun jadwal perajalanan dan tempat yang akan dikunjungi sesimpel mungkin ya, pilih tempat yang memang benar-benar penting untuk dikunjungi saja. Jangan terlalu sering mampir ke rest area jika tak terlalu penting.

Pilih transpotasi dan akomodasi yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

Saat kita memilih transportasi dan akomodasi  untuk bepergian di masa pandemi, maka saat itu pula lah kita mempercayakan keselamatan diri pada mereka. Jadi, jangan sembarangan asal cap cip cup kembang kuncup. Tak lagi hanya sebatas kenyamanan saja yang harus diperhatikan, tapi juga soal penerapan protokol kesehatan yang ketat pun harus menjadi pertimbangan, seperti layanan Sewa Bus Pariwisata dari TRAC, misalnya.

 

Mudahnya Travelling dengan Fitur Experience di TRAC To Go

For your information, TRAC sudah menerapkan SMART Protocol yang meliputi penyemprotan rutin unit kendaraan dengan desinfektan setiap sebelum dan sesudah digunakan, memastikan pengemudi yang bertugas telah melalui pemeriksaan kesehatan, dan mewajibkan penggunaan masker dan sarung tangan, menyediakan hand sanitizer untuk penumpang, hingga menerapkan physical distancing dengan membatasi jumlah penumpang.



Asyiknya lagi, sekarang sudah ada fitur experience di aplikasi TRAC To Go yang memungkinkan kita untuk memilih paket wisata keren. Di dalam  fitur experience ini ada berbagai pilihan akomodasi mulai dari mobil berkapasitas 4 penumpang hingga bus dengan kapasitas 45 orang. Tak hanya itu saja, kita juga bisa mendapatkan harga bundling yang hemat dari kerja sama TRAC dengan vendor-vendor terpercaya seperti hotel berbintang 4 dan 5, tempat wisata, serta beberapa restoran yang otentik.

Paket wisata tersebut disediakan oleh masing-masing cabang TRAC yang ada di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Malang, Jogjakarta, dan masih banyak lagi. Jadi, buat yang ada jadwal melakukan perjalanan di masa pandemic ini bisa langsung download aja aplikasi TRAC To Go di play store atau app store untuk merasakan langsung lengkap nya layanan TRAC di fitur Experience nya itu.

 


Travelling atau bepergian selama masa pandemic memang sedikit ribet dan memerlukan persiapan khusus tapi jika keadaan darurat menuntut mu untuk melakukannya pun tak apa apa, asal tetap jalankan protocol kesehatan yaa. Selalu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Tetap semangat dan sehat selalu yaa

09/06/21

Jangan Mengaku Sebagai Pecinta Pedas Kalau Belum Mencoba yang Satu Ini!


 

Kalau kata orang dulu, saking enaknya, makan makanan pedas itu bisa bikin kita tak menghiraukan mertua yang lewat. Benarkah begitu? Hehehe, aku sendiri belum pernah sampai merasakan hal tersebut, tapi harus kuakui, mengkonsumsi makanan pedas memang terasa nikmat sekali. Saking nikmatnya, kadang aku lebih memilih menunda makan daripada harus makan tanpa sensasi pedas.

Kalau dipikir-pikir, rasa pedas ini terbilang cukup unik dibanding rasa lainnya. Sudah tau pedas dan membuat mulut terasa terbakar hingga berkeringat tapi ya tetap saja dimakan, malah kalau tak ada sensasi pedasnya akan terasa kurang nikmat. Coba bandingkan saja dengan rasa lain, rasa pahit misalnya, karena tau pahit jarang sekali orang yang menyukainya kan?!

Ternyata sensasi pedas memang terbukti bisa menambah nafsu makan, bahkan berdasarkan The British Medical Journal, makanan pedas juga bisa memperbaiki mood, meningkatkan hormon yang membuat perasaan senang, dan bisa juga meringankan stress.  Tak perlu bicara penelitian tersebut secara mendetail, coba saja makan makanan pedas saat kamu sedang stress, Insya Allah stress yang kamu alami bisa terasa lebih ringan karena untuk sesaat kamu akan fokus ke makanan pedasmu. Iyess makanan pedas memang cara paling ampuh untuk mengalihkan fokus kita.



Tak hanya itu saja, untuk yang sedang dalam program diet, makanan pedas juga bisa membantu loh. Selain bisa memperlancar pencernaan, efek berkeringat yang dihasilkan saat kita mengkonsumsi makanan pedas itu juga bisa sekaligus membakar kalori. Wow sungguh manfaat di luar dugaan banget untukku, sang pecinta makanan pedas ini.

Ada beberapa cara yang kulakukan agar tetap bisa mengkonsumsi makanan pedas dalam menu harian, tentunya tetap dalam batas yang aman untuk lambung. Iya, meski banyak manfaatnya, mengkonsumsi makanan pedas juga tak boleh sembarangan, karena khawatir mengganggu sistem pencernaan.

 

 
Stok GAGA 100 Extra Pedas, Jalan Ninja Si Pecinta Pedas

 



Ini jalan ninja untuk makan makanan pedas yang cukup sering kulakukan, karena praktis, tidak membutuhkan waktu lama dan pastinya nikmat. GAGA 100 Extra Pedas ini merupakan GAGA mie instant dengan varian pedas, tekstur mie nya lembut dan kenyal, terbuat dari terigu berkualitas. Asyiknya lagi rasa pedas dari GAGA 100 Extra Pedas ini punya sensasi yang berbeda-beda, berikut diantaranya,

 

GAGA 100 Extra Pedas Goreng Jalapeno, dan GAGA 100 Extra Pedas Kuah Jalapeno

Kedua varian GAGA 100 Extra Pedas ini wajib banget dicoba oleh pecinta pedas karena memiliki tingkat kepedasan level 5. Sensasi pedas level 5 ini berasal dari cabai mexico, Jalapeno cabai Mexico. Jalapeno Cabe Mexico merupakan salah satu jenis cabe mexico yang terpedas di dunia.

 

GAGA 100 Extra Pedas Goreng Lada Hitam

Berbeda dengan kedua varian tadi, rasa pedas dari GAGA 100 Extra Pedas Goreng lada hitam ini memiliki tingkat kepedasan level 3 yang berasal dari rempahan lada hitam  berkualitas terbaik.

 

GAGA 100 Extra Pedas Kuah Soto

Nah untuk yang tidak suka makanan terlalu pedas bisa mencoba varian GAGA 100 Extra Pedas Kuah Soto ini, karena tingkat kepedasannya hanya di level 2 saja. Rasa pedas Kuah Sotonya berasal dari cabai hijau berkualitas terbaik.

 

GAGA 100 Extra Pedas Goreng Chipotle

Setelah sukses mengeluarkan ketiga varian di atas, PT Jakarana Tama meluncurkan varian baru GAGA 100 Extra Pedas Goreng Chipotle yang memiliki tingkat pedas level 3. Kalau sebelumnya kan kita hanya dimanjakan dengan pedasnya lada hitam di level 3, maka GAGA 100 Extra Pedas Goreng Chipotle ini pun melengkapi variannya dengan rasa pedas yang berasal dari Chipotle cabai Mexico. Chipotle Cabe Mexico ini juga merupakan salah satu varian cabai terpedas di dunia loh.



Hal yang paling aku suka dari semua varian GAGA 100 Extra Pedas itu adalah karena praktis dan mudah dimasak, hanya perlu waktu kurang lebih 3 menit saja untuk menyiapkannya hingga siap santap. Benar-benar penolong di waktu mager banget kan?!

Nah buat kalian yang mau juga coba semua varian dari GAGA 100 Extra Pedas bisa langsung meluncur ke GAGA Official Store di Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, Lazada, Ralali, dan akan didistribusikan secara nasional ke toko-toko offline di seluruh nusantara. Jadi, kalau kamu belum menemukan varian dari GAGA 100 Extra Pedas ini, bisa langsung beli secara online saja yaa.

06/06/21

Seaventure, Cara Seru Wisata ke Dunia Bawah Laut bareng Paddle Pop

 

seaventure

Dunia anak-anak memang selalu dipenuhi kata ‘main’. Bermain adalah salah satu cara mereka mengenal dunia ini. Sayangnya, tanpa sadar kita sebagai orang tua sering ‘menghalangi’ belajar versi mereka itu dengan alasan ingin rumah selalu tampak rapih.  Padahal kalau diingat-ingat lagi, saat kita masih seumuran mereka bisa jadi cara bermain kita malah lebih parah daripada anak-anak sekarang, hehehe.

Yuk lah jangan egois, sesekali biarkan saja rumah kita berubah jadi kapal pecah, jika memang itu bisa memfasilitasi imajinasi mereka untuk mengenal dunia. Percaya deh, ada banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan saat bermain. Jujur, awalnya aku juga termasuk orang tua yang seolah membatasi anak bermain, tapi setelah paham soal banyaknya manfaat bermain pada anak dari Online Gathering bareng Paddle Pop beberapa waktu lalu, mindset ku soal ini berubah total.

seaventure


Pertemuan yang berlangsung secara daring melalui layar zoom itu memang sengaja dihelat dalam rangka merayakan World Play Day atau hari bermain sedunia. Dalam acara tersebut, ada pemaparan materi soal pentingnya bermain bagi anak yang tak seharusnya kita halangi. Alih-alih melarang, tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing mereka memilih permainan yang bisa lebih bermanfaat bagi perkembangan otaknya, seperti DIY dan Seaventure, misalnya.

 

Seaventure? Apa itu?

 

Seaventure merupakan aktivitas wisata virtual dunia bawah laut hasil kerja sama Paddle Pop dan Jakarta Aquarium. Selama bulan April- Juni 2021 Paddle Pop mengajak kita semua untuk bisa berwisata ke dunia bawah laut secara virtual dari rumah masing-masing. Dengan mengikuti Seaventure anak-anak bisa belajar mengenal biota bawah laut dan mencari tau fakta unik dari tiap biota yang ditemui.

seaventure


Serius deh, Seaventure dari paddle pop ini benar-benar seru dan pasti disukai anak-anak. Contohnya saja Nada, anakku yang baru berusia 5 tahun, biasanya dia agak susah untuk ‘masuk’ ke acara virtual, namun di Seaventure, Nada seolah menikmati sekali wisata dunia bawah lautnya itu. Ia bahkan bisa dengan antusias menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan saat pemutaran video interaktifnya.

Tak hanya itu saja, di Seaventure kita juga bisa mengikuti kuis dan kompetisi foto berhadiah kotak main Paddle Pop yang berisi kolam renang anak dan es krim Paddle pop loh. Jadi dobel untung banget kaan?!

Nah buat kamu yang udah penasaran banget mau ikut seseruan bareng di Seaventure, caranya gampang banget kok, cukup beli 4 Paddle Pop variian apa saja di Indomaret, Alfamart, atau alfa midi terdekat. Lalu foto dan kirimkan struk nya ke Whats app Paddle Pop di 0858-1223-1223. Selanjutnya kamu akan dapat kode unik yang bisa digunakan untuk Seaventure. Masukan saja kode unik tersebut ke www.paddlepopmainyuk.com

 

seaventure

Biar lebih seru, DIY tabung oksigen dan kacamata selam yuk!

 

Sedikit cerita, Sejak kecil aku memang suka dengan dunia bebikinan atau bahasa kerennya DIY, bahkan nama blog ini, Kreasi Natara, pun diambil dari hobi ku tersebut.  Jadi jangan heran kalau aku begitu antusias saat diajak bebikinan tabung oksigen dan kacamata selam sebelum melakukan Seaventure. Agar lebih seru, aku juga mengajak Nada ikut serta dalam proses membuat tabung oksigen dan kacamata selam ini.

Caranya cukup mudah kok, tinggal siapkan aja bahan yang diperlukan, seperti pola kacamata selam, kain flannel hitam, selotip hitam, lem, botol plastic, cat semprot dan tambang. Selanjutnya tinggal ikuti saja step by step cara membuat nya ini yaa.

seaventure


Kacamata Selam

1.       Gunting kacamata sesuai pola

2.       Lem bagian sisi kiri kacamata

3.       Tempelkan selangnya dan lubangi kedua sisi kacamata

4.       Pasang tali elastis di kedua sisi kacamata

5.       Kacamata selam siap dipakai deh

 


Tabung Oksigen

seaventure


1.       Siapkan dua botol plastic dan warnai seluruh permukaan botol dengan cat semprot, diamkan hingga kering

2.       Setelah kering, tempelkan isolasi di ketiga sisi botol

3.       Rekatkan kedua botol dengan menggunakan lem

4.       Tempelkan 1 kain falnel di bagian beakang botol

5.       Tempelkan tali di empat sudut kain flannel

6.       Tutup permukaan dengan kain flannel kedua

7.       Jadi deeehhh tabung oksigennya

seaventure


Kacamata selam dan tabung oksigen yang dibuat itu, akan membuat imajinasi anak semakin jalan saat melakukan Seaventure loh. Apalagi kalau kedua barang tersebut dibuat oleh mereka sendiri, duuuh pasti bakalan lebih seru deh.

Jadi, gimana nih? Udah siap berpetualang di dunia bawah laut bersama Seaventure? Siap dong pastinya yaa.