24/03/20

Force Magic 2 in 1 Pop Art, Semprotannya Maksimal, Nyamuk pun Ga Bangun Lagi




Belakangan ini ibu pertiwi sedang dihebohkan oleh pandemi Covid-19 yang terus memakan korban. Jujur, ada kekhawatiran tersendiri yang menyelinap di ruang hatiku. Takut kalau saking fokusnya menghadapi pandemi global ini, masyarakat kita justru melupakan berbagai hal lainnya yang juga tak kalah penting, contohnya saja soal kasus demam berdarah yang angkanya pun terus melonjak di beberapa daerah di Indonesia.

Demam berdarah dengue atau yang biasa disingkat menjadi DBD ini jelas tidak bisa kita sepelekan begitu saja, karena dampaknya bisa sampai mengancam jiwa sang penderita hanya dalam hitungan hari. Oleh karena itu, meski saat ini Indonesia sedang berjuang melawan Covid-19, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengesampingkan DBD dan berbagai penyakit berbahaya lain, paling tidak untuk diri dan keluarga sendiri di rumah.



Cara yang paling sering aku lakukan adalah dengan menjalankan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan rumah, termasuk dengan tidak membiarkan nyamuk, serangga, kecoa dan hewan pembawa penyakit lain masuk ke dalam area rumah. Cara ini memang aku anggap paling efektif karena sebagian besar penyakit tersebut dibawa oleh hewan-hewan mungil itu.

Sayangnya tidak semua cara untuk mengusir hewan-hewan tersebut aman bagi kita, terutama anak-anak. Tentu sudah pernah dengar bukan kasus orang yang keracunan produk pembasmi nyamuk ?! Oleh karena itu aku tidak sembarangan dalam memilih produk aerosol untuk membasmi serta mengusir jauh-jauh hewan-hewan mungil pembawa penyakit itu. Setidaknya ada beberapa kriteria khusus yang aku terapkan ketika memilih produk tersebut, seperti terbuat dari bahan alami dan ramah lingkungan misalnya.



Jujur, aku sempat sedikit kewalahan saat memilih produk aerosol yang bisa aku andalkan diantara begitu banyaknya brand di pasaran hingga akhirnya aku pun dikenalkan oleh Force Magic 2 in 1 Pop art. For your information, Force Magic 2 in 1 Pop Art ini merupakan produk aerosol anti nyamuk 2 in 1 yang dapat mematikan dan menolak nyamuk sekaligus.

Satu hal yang paling aku suka dari Force Magic 2 in 1 Pop Art ini adalah kandungannya yang berbahan alami, yaitu menggunakan bahan aktif syntethic pyrethroid (transfultrin dan Permetrin) yang biasa ditemui pada bunga chrysantenum, serta eucalyptus oil. Bahan aktif ini terbukti ampuh untuk membasmi serangga dan membuatnya tidak bangun lagi karena menyerang syarafnya. 

Force Magic 2 in 1 Pop Art ini pun relative mudah dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feces, urine, dan saluran pernapasan jika terhirup, sehingga membuatnya tetap aman bagi manusia. Dari situ bisa diambil kesimpulan kalau Force Magic 2 in 1 Pop Art masuk dalam golongan insektisida organik.



Kerennya lagi, karena mengandung bahan aktif dari bunga chrysantenum, Force Magic 2 in 1 Pop Art ini mampu menolak serangga dan nyamuk yang akan masuk. Awalnya aku mengira ini disebabkan oleh wangi dari tiap semprotan Force Magic yang memang bertahan lebih lama di dalam ruangan, namun ternyata kandungan bahan aktif nya lah yang mampu menolak nyamuk dan serangga untuk masuk ke dalam rumah. Dengan begitu tak perlu khawatir lagi buka pintu saat malam jika sudah disemprot Force Magic 2 in 1 Pop art ini.

Tak hanya itu saja,  Force Magic 2 in 1 Pop Art ini hadir dengan kemasan baru dan trough cap berdesain khusus sehingga menghasilkan semprotan maksimal ke seluruh ruangan. Kalau biasanya aku harus beberapa kali menyemprotkan agar bisa menjangkau semua area, dengan trough cap barunya ini aku hanya perlu sekali semprot saja karena memang hasil semprotannya benar-benar maksimal. Menariknya lagi, kemasan kalengnya ini bisa didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.



Force Magic 1 in 1 Pop Art ini memiliki beberapa varian yang bisa kita pilih, diantaranya ada pink, green apple, Lemon fresh dan Orange peel. Aku sendiri sudah mencoba varian lemon fresh nya, dan tak bisa kupungkiri kalau aku sudah jatuh hati dengan produk yang satu ini. Harumnya terasa pas dan tidak menyengat di hidung namun juga tidak terlalu cepat hilang dalam ruangan.

Nah untuk kalian yang juga ingin  mencoba Force Magic 2 in 1 Pop Art ini bisa langsung cari di minimarket terdekat atau bisa juga dibeli secara online di beberapa market place ternama ya…


19/03/20

Sayangi Ginjal mu untuk Kehidupan yang Lebih baik



Belakangan ini dunia dihebohkan dengan kasus Covid-19 yang masih belum bisa tertangani dengan baik. Sayangnya kepanikan tersebut malah membuat penyakit beresiko tinggi lainnya seolah dianaktirikan atau kurang mendapat perhatian public. Sebut saja, penyakit ginjal kronis misalnya. Tak banyak yang ingat kalau setiap tanggal 12 Maret diperingati sebagai hari ginjal sedunia. Padahal, menurut data institute for health metric and evaluation (IHME), Global  Burden Disease, 2017 dari total kematian 1.510.113 di Indonesia, penyakit ginjal kronis menempati urutan ke-13 penyebab kematiannya, atau sekitar 35.217 kematian. Jelas bukan angka yang bisa kita sepelekan begitu saja.

Nah, Untuk mengingatkan kembali soal bahaya penyakit ginjal kronis ini, Kementrian Kesehatan pun mengadakan acara temu blogger bersama Blogger Crony Community. Alhamdulillah aku pun berkesempatan untuk mengulik lebih jauh seputar penyakit ginjal kronis ini langsung dari ahlinya.

Alasan terbesar kenapa kita harus menjaga kesehatan ginjal adalah karena fungsi ginjal tersebut yang memiliki peran penting dalam tubuh kita. Kalau diibaratkan, ginjal itu seperti alat penyaring/filter yang membantu kita ‘membersihkan’ tubuh.  




Jika ginjal tidak  sehat maka bisa dipastikan kinerja tubuh pun akan jauh berkurang. Selain itu ginjal juga memiliki berbagai fungsi lain yang tak kalah penting, diantaranya sebagai berikut,

1.       Mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh
2.       Menyeimbangkan cairan tubuh
3.       Memproduksi sel darah merah
4.       Mengatur tekanan darah
5.       Mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi

Nah mengingat begitu pentingnya arti ginjal bagi tubuh tersebut, maka kita jelas tidak boleh menyepelekan kesehatan ginjal. Jangan pernah berpikir, mentang-mentang dikaruniai dua ginjal oleh-Nya lalu kita bisa menyia-nyiakannya karena ada ‘cadangan’. Ingat, sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ginjal kronis, saat ini tenaga medis yang ada hanya bisa memperlambat dampak yang ditimbulkan dari penyakit ginjal tersebut.

Seramnya lagi, pada stadium-stadium awal, penyakit ginjal kronis tidak ditemukan gejala yang khas, ini membuat penyakit ginjal kronis pun sedikit sulit terdeteksi secara dini. Tanda dan gejala yang timbul karena penyakit ginjal sangat umum dan biasa ada pada penyakit lainnya seperti, tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi buang air kecil, adanya darah dalam urine, mual dan muntah serta bengkak terutama pada kaki dan pergelangan kaki.


Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan, akan lebih baik melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum penyakit ginjal kronis menghampiri, terutama bagi yang memiliki faktor risiko nya. Faktor risiko penyakit ginjal kronis ini dibagi menjadi dua, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti ada riwayat keluarga berpenyakit ginjal, kelahiran premature, trauma di daerah abdomen, dan  jenis penyakit tertentu, serta faktor risiko yang dapat dimodifikasi, layaknya hipertensi, radang ginjal, penggunaan narkoba, dan lain sebagainya.

Jika kita merasa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko tersebut, maka mulai dari sekarang berjanjilah untuk berusaha menjaga kesehatan ginjal dua kali lipat lebih keras dari orang lain agar penyakit ginjal kronis tersebut tak sempat menghampiri. Sebenarnya kementrian kesehatan sudah dari jauh hari menggaungkan pencegahan penyakit ginjal kronis yang bisa dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan menerapkan perilaku CERDIK dalam keseharian,

C = Cek Kesehatan secara rutin
E = Enyahkan asap rokok
R= Rajin aktivitas fisik
D = Diet sehat kalori seimbang
I= Istirahat cukup
K = Kelola stress

Selain perilaku cerdik, kita pun bisa menjaga ginjal dengan mencukupi kebutuhan air minum sehari-hari. Tak ada standard khusus bagi kebutuhan air putih harian setiap orang, karena harus disesuaikan dengan aktivitasnya masing-masing. Kementrian kesehatan memberi batas minimum, setidaknya kita harus mengkonsumsi air putih minimal 8-10 gelas/hari. Tapi lagi-lagi semua itu harus dikembalikan pada kebutuhan masing-masing orang, karena setiap orang memiliki kebutuhan air putih yang berbeda-beda. Yuk sama-sama kita sayangi ginjal untuk kehidupan yang lebih baik.





08/03/20

Senyum Berbagi Berkah Ala Pepsodent Siwak


Senyum berbagi berkah


Banyak orang yang bilang kalau senyum itu adalah sedekah yang paling mudah, tapi buatku arti senyuman itu jauh lebih besar lagi, karena aku percaya senyuman tersebut bisa memancarkan aura kecantikan tersendiri. Ya, bagiku senyuman itu ibarat salah satu dari rangkaian skincare rutin yang harus senantiasa hadir mewarnai hari-hariku. Tak percaya…? Coba saja berdiri di depan kaca, bandingkan mana yang lebih cantik untuk dipandang, wajahmu saat cemberut, atau saat tersenyum…? Tentu akan lebih cantik kala senyum itu menghiasi bukan ?!

Menariknya, senyum yang kita perlihatkan itu ternyata memiliki sifat menular satu sama lain. Tengok saja, jika kita memberikan senyum pada orang sekitar maka hampir bisa dipastikan orang yang melihatnya pun akan ikut tersenyum. Jadi, buatku tidak ada alasan untuk berhenti tersenyum. Mungkin hal ini juga lah yang akhirnya menjadi alasanku untuk lebih concern terhadap kesehatan gigi dan mulut agar bisa terus memperlihatkan senyuman itu pada semua. 

Nah, kabar baiknya lagi adalah ternyata caraku menjaga kesehatan mulut dan gigi ini juga bisa menjadi berkah untuk orang lain. Sedikit cerita, beberapa waktu lalu aku mendapat undangan untuk ikut hadir dalam acara #SenyumBerbagiBerkah dari Pepsodent Siwak bersama adik-adik Panti Asuhan Andalusia di Pepsodent dental care. Dalam acara tersebut, para undangan yang hadir dikenalkan dengan program bertajuk #SenyumBerbagiBerkah.
Jadi nantinya 2,5 % laba dari tiap kemasan Pepsodent siwak yang terjual akan didonasikan untuk program kesehatan gigi dan mulut anak yatim piatu di beberapa panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pepsodent siwak bekerja sama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan Yayasan Unilever Indonesia akan menyalurkan donasinya itu dalam berbagai cara, diantaranya edukasi kesehatan gigi dan mulut, periksa gigi gratis, paket Pepsodent, dan perbaikan fasilitas sikat gigi.

Tak hanya itu saja, selain program #SenyumBerbagiBerkah yang diusung nya tersebut, aku juga tertarik dengan kandungan bahan-bahan alami yang terdapat dalam Pepsodent Siwak ini.  Sesuai dengan namanya, kandungan utama dari Pepsodent Siwak ini memang kayu siwak yang manfaatnya tidak kita ragukan lagi, namun agar manfaatnya lebih besar, Pepsodent siwak juga memiliki kandungan bahan-bahan alami lain, salah satunya daun mint yang bisa membantu kita mempertahankan kesegaran nafas lebih lama.

For your information, sebenarnya jauh hari sebelum teknologi  berkembang seperti saat ini  Rasulullah sudah sejak lama memberi solusi terbaik dalam menjaga  kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan rutin membersihkan nya menggunakan kayu siwak. Faktanya, berbagai penelitian modern memang sudah membuktikan kalau siwak mengandung bahan alami yang berfungsi menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri serta menguatkan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.

Tak hanya itu saja, siwak juga ternyata bisa menjaga kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi, menghentikan pendarahan dan peradangan gusi serta dapat menstimulasi produksi air liur yang bisa membantu kita menetralkan asam di mulut. Nah melihat berbagai manfaat yang bisa kita ambil dari siwak ini, Pepsodent sebagai salah satu brand pasta gigi terkemuka di Indonesia pun mengeluarkan varian terbaru dengan kandungan utama siwak, yup apalagi kalau bukan Pepsodent Siwak ini.

Jujur, program #SenyumBerbagiBerkah nya saja sudah cukup untuk membuatku beralih menggunakan Pepsodent Siwak ini, apalagi kalau ditambah dengan berbagai manfaat yang bisa aku dapatkan dari Pasta gigi halal yang satu ini, sepertinya beneran tak bisa berpaling ke lain hati deh.



O iya Pepsodent Siwak sudah bisa kalian dapatkan di supermarket terdekat ya. Karena setiap senyuman begitu berarti rasanya akan terlalu egois jika hanya mereka yang mampu saja yang bisa leluasa tersenyum. So, yuk sama-sama jadi #PahlawanSenyum untuk orang sekitar dengan selalu rutin menggosok gigi menggunakan Pepsodent Siwak.


04/03/20

Pahami Diri Lebih Dalam Melalui Tes DNA di Cordlife Genetic




Kalau bicara seputar DNA, maka hal pertama yang akan terbersit di sebagian besar masyarakat adalah tes untuk menentukan status biologis seseorang, tepatnya  untuk mencari kepastian soal ikatan darah yang dimiliki satu sama lain. Hal ini juga yang sejak lama ada di dalam pikiranku, tes DNA buatku ya hanya berfungsi sebagai suatu jalan mengetahui kebenaran soal ikatan biologis seseorang saja, tapi ternyata peran DNA jauh lebih besar dari hal  tersebut.

Info baru seputar DNA ini sebenarnya sudah aku dapatkan ketika beberapa waktu lalu sempat merasa mulai lelah dalam mencari jenis skincare yang cocok untukku. Saat itu seorang teman memberi saran untuk menggunakan skincare yang disesuaikan dengan DNA kita sendiri, tentunya melalui rangkaian tes DNA terlebih dahulu. Menurutnya, jika skincare itu telah disesuaikan dengan DNA kita, maka tingkat kecocokannya akan jauh lebih meningkat dibanding jika kita menggunakan skincare umum yang ada dipasaran. Sayangnya, entah karena kesibukan atau memang aku yang kurang peduli, saran tersebut pun aku abaikan begitu saja.  



Mungkin pemikiran soal info baru seputar DNA itu akan terus terkubur jika beberapa hari yang lalu aku tidak menghadiri acara launching produk terbaru dari Cordlife, cordlife Genetic di Pantai Mutiara Sports Club. Yup, bisa ditebak, dalam acara tersebut, para peserta yang hadir, termasuk aku, mendapat edukasi tentang DNA langsung dari para ahli di bidangnya, info-info baru yang aku dapat dalam acara ini benar-benar membuka jalan pikiran ku karena ternyata your DNA says a lot about you.

Jujur, aku sedikit terkesima saat mendengarkan satu per satu penjelasan seputar DNA dari para narasumber. Ada begitu banyak hal yang bisa kita ketahui soal tubuh melalui DNA, termasuk soal langkah terbaik apa saja yang harus kita lakukan di kemudian hari agar bisa hidup lebih baik. Menariknya, karena DNA seperti barcode yang kita miliki, maka hal-hal yang bisa kita ketahui itu pun akan berbeda satu sama lain.



Nah, kabar baiknya adalah sekarang kita sudah bisa lebih mudah untuk melakukan tes DNA seperti itu, karena Cordlife telah meluncurkan produk terbaru nya yang diberi nama Cordlife Genetic atau bisa juga disebut Genelife. Dengan Cordlife Genetic, kita bisa mengetahui bagaimana DNA tubuh menggambarkan profil kesehatan kita secara menyeluruh.

Saat ini, Cordlife Genetic memiliki 4 varian yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, diantaranya adalah sebagai berikut,

1.       Genelife Genesis 2.0


Bisa dibilang, Genesis 2.0 ini merupakan produk alat tes DNA yang paling lengkap dibanding varian Genelife lain. Genesis 2.0 ini memang sengaja dirancang untuk menganalisis DNA kita pada lebih dari 360 item uji. Dengan Genesis 2.0 ini kita bisa mengetahui secara lengkap seputar kondisi kesehatan, mulai dari berbagai resiko penyakit, kondisi terkait gaya hidup, kemampuan diri hingga sifat bawaan dari diri kita sendiri.


2.       Genelife Diet


Dengan genelife diet ini kita bisa mengetahui hal-hal seputar jenis diet yang paling cocok untuk kita lakukan jika dilihat dari susunan DNA yang dimiliki. Dari Genelife Diet ini kita juga bisa mendapatkan kiat khusus untuk meningkatkan nutrisi dan pola makan, tentunya semua itu telah disesuaikan berdasarkan DNA yang dimiliki.

3.       Genelife Skin


Sepertinya metode Genelife Skin ini lah yang ernah dibicarakan oleh temanku itu, dengan Genelife Skin ini kita bisa mendapatkan saran terbaik dalam memilih jenis skincare yang cocok untuk kita gunakan dalam keseharian.


4.       Genelife Sports


Jujur, awalnya aku berpikir kalau semua jenis olahraga itu seharusnya cocok untuk kita lakukan, namun ternyata bagi sebagian orang ada beberapa olah raga yang justru menjadi boomerang bagi kesehatannya. Nah dengan melakukan tes DNA melalui Genelife Sports ini maka kita bisa dengan mudah mengetahui jenis olahraga yang cocok untuk kita lakukan sesuai dengan susunan DNA yang dimiliki.


Kabar baiknya lagi, semua tes DNA yang dilakukan di Genelife ini sangat mudah, bahkan bagi orang awam sekalipun. Genelife menggunakan sampel air ludah untuk melakukan tes DNA tersebut, jadi jangan membayangkan aka nada jarum suntik dan peralatan seram itu saat melakukan tes nya ya, karena kita hanya akan diberi tabung khusus untuk menyimpan air ludah yang nantinya akan dikirim ke laboratorium di Jepang untuk dilakukan tes nya.



Sesimpel itu saja, tapi menurut Fanny Ghasani, seorang public figure yang telah melakukan tes Genesis 2.0, hasil yang didapatkan benar-benar menyeluruh dan lengkap. Tak hanya itu saja, setelah melakukan tes tersebut, kita pun akan didampingi untuk melakukan konsultasi lebih jauh soal langkah-langkah yang harus kita lakukan  ke depannya.

Nah, buat kalian yang ingin tau lebih jauh seputar tes DNA di Cordlife Genetic ini bisa langsung kepoin akun Instagram @cordlifegenetic aja ya…


14/02/20

Ada yang Ga Bisa Move On dari Mantan ? Nonton Film Toko Barang Mantan Aja



Jujur, kalau ditanya apakah aku masih menyimpan barang peninggalan mantan atau tidak, aku sedikit bingung jawabnya, bagaimana mau punya barang mantan kalau mantannya saja aku tidak punya. Biarpun orang dengan status mantan itu tak pernah ada dalam hidupku, namun sedikit banyak aku juga tau bagaimana peliknya move on dari para mantan itu, karena sering jadi tempat curhat teman yang mengalami nya.

Sebagian curhatan temanku berisi tentang masalah yang akhirnya membuat mereka pasrah dengan kata putus demi kebaikan bersama. Daannn di antara seabreg masalah tersebut, kebanyakan adalah karena perbedaan sudut pandang antara cowo dan cewe yang entah mengapa susah sekali untuk disatukan. Aku sendiri ga bisa begitu saja menyalahkan para cewe yang katanya terlalu baper itu, tapi juga tidak bisa sepenuhnya mengkambing hitamkan para cowo yang selalu terkesan cuek. Sebenarnya pangkal dari masalah tersebut adalah perbedaan sudut pandang saja.



Jika bisa menyatukan perbedaan itu, maka tak akan pernah ada yang menyandang status sebagai mantan. Nah, kalaupun terpaksa ada yang harus menjadi mantan, ya bukan berarti dunia berhenti sampai di sini saja, kita kan tetap harus melanjutkan hidup. Sayangnya, banyak dari temanku itu yang mengaku kesulitan untuk bisa move on dan melanjutkan hidupnya karena mengaku masih sayang dengan sang mantan.

Dari situ pula lah aku mengambil kesimpulan kalau cara terbaik untuk bisa move on dari para mantan adalah dengan membuang semua kenangan bersamanya, termasuk barang-barang peninggalan sang mantan itu pastinya. Nah kisah seputar perbedaan pandangan yang sering ada antara cowo dan cewe serta sulitnya move on dari sang mantan yang masih dikasihi inilah yang kemudian menginspirasi MNC Pictures untuk menggarap film bertajuk Toko Barang Mantan.




Aku berkesempatan untuk menonton film tersebut lebih awal dari yang lain, tepatnya pada acara press screening yang dihelat di epicentrum beberapa waktu yang lalu. Film ini mengisahkan tentang kisah cinta Tristan yang diperankan oleh Reza Rahadian dan sang mantan, Laras yang dibintangi oleh Marsha Timothy. Diceritakan dalam film tersebut kalau Tristan membuka sebuah toko bernama Toko barang Mantan.

Sesuai dengan namanya, toko tersebut melakukan jual beli barang peninggalan mantan lengkap dengan kisah yang menyertainya.ide toko itu yang out of the box ternyata tidak membuat perjalanan bisnis Tristan mulus tanpa kendala, terlebih ketika Tristan harus bertemu kembali dengan sang mantan, Laras yang membangkitkan kenangan masa lalunya.

Awalnya aku pikir, film Toko Barang Mantan ini akan menjadi film yang menguras air mata, karena sepanjang pengalamanku mendengar curhatan teman-teman soal mantan mereka, rasanya sedikit sekali yang memancarkan aura bahagia, kebanyakan adalah kesedihan saja. Tapi ternyata, hal ini tidak sepenuhnya benar, Film Toko Barang Mantan berhasil mengemasnya dengan cara yang ringan lengkap dengan lelucon-lelucon kece nya. Baper nya jelas ada, namun mengingat sepanjang penayangan film ini kita akan dihibur dengan berbagai lawakan ringannya, maka film ini pantas untuk menyandang genre komedi romantis.

Cerita yang diangkat begitu relevan dengan kehidupan sehari-hari. Jangan dilihat dari sisi aku yang tidak pernah punya mantan, tapi tengok saja di luar sana ada begitu banyak orang yang kesulitan move on dari sang mantan, dan film ini seolah mewakili perasaan mereka soal para mantannya tersebut. Jadi, buat kalian yang ingin move on dari sang mantan, jangan ragu buat jadwalin acara nonton film Toko Barang Mantan ini persis di tanggal cantik 20-02-2020 ya… Nonton Film Toko Barang Mantan, lalu hempaskan sang mantan dan kenangannya, maka kalian akan siap emnjemput kebahagiaan yang menanti.

10/02/20

Serunya Mini Cooking Competition with Chef Juna



Bak seorang ABG, tiap kali akhir pekan tiba, selalu ada yang kunantikan kehadirannya. Bukan si dia yang datang membawa setangkai mawar merah, tapi sebuah program tv kesayangan. Program TV yang kunantikan itu adalah sebuah acara televisi yang menampilkan cooking competition bertaraf nasional dengan peserta dari berbagai kalangan. Selain karena aku suka memasak untuk keluarga di rumah, acara tersebut memang menarik untuk dilihat karena dibumbui berbagai drama kompetisi.

Saking sukanya dengan program TV tersebut, tak jarang aku men-simulasi-kan diri sedang berada dalam galeri memasak di kompetisi tersebut saat membuat menu harian keluarga di rumah. Berkreasi dengan menu seadanya plus lengkap dengan timer sebagai pengukur waktu, tentu saja jurinya adalah ketiga anakku di rumah. Hehehe… Aku bukan tidak ingin ikut daftar dalam cooking competition yang sebenarnya, namun mengingat kemampuan memasakku yang masih jauh dari kata sempurna ini, malu rasanya untuk mendaftar dalam program sekeren itu.



Alhamdulillah, bak gayung bersambut, beberapa waktu yang lalu, aku diberi kesempatan untuk bisa ikut dalam mini cooking competition Sayur Sunrise Green di Ranch Market Pondok Indah, Jakarta. Bukan cooking competition besar layaknya program TV kesayanganku, tapi aku begitu excited dengan mini cooking competition ini, karena jurinya adalah Chef Juna, yang juga menjadi salah satu juri dalam program tv kesayanganku itu.

Rasa deg-degan sesaat sebelum mini cooking competition ini dimulai jelas ada, apalagi Chef Juna ini kan bisa dibilang sebagai salah satu juri memasak yang paling garang saat memberikan penilaiannya. Bersyukur aku bisa dengan cepat mengatasi rasa gugup ini, insya Allah aku akan lakukan yang terbaik saja, begitu pikirku.



Peraturan dalam mini cooking competition ini kurang lebih sama dengan program TV kesayanganku itu. Para peserta akan ditantang memasak dalam waktu satu jam dengan bahan baku yang ditentukan dari mistery box. Kami dibagi menjadi beberapa tim dengan anggota 2 orang/tim. Masing-masing tim diberi modal awal sebesar Rp 200.000,- dalam bentuk voucher yang bisa digunakan untuk membeli bahan pendukung di Ranch Market Pondok Indah.

Kebetulan bahan baku yang keluar dari Mistery box adalah kentang. Jujur, aku sempat bingung saat menentukan menu masakan berbahan kentang ini, Alhamdulillah, Kak Mia yang menjadi partnerku, langsung mendapat ide untuk masak Tumis Kentang Saus Tiram. Memang bukan menu mewah layaknya di hotel bintang 5 tapi mengingat waktu yang diberikan begitu singkat, rasanya menu ini akan amat membantu kami dalam time management pengerjaannya.   



Resepnya sederhana saja, pertama-tama, potong-potong kentang, wortel, dan sosis sesuai selera. Lalu tumis, bawang Bombay, bawang merah, bawang putih dan cabai besar. Selanjutnya tinggal mencampur semua bahan dengan saus tiram secukupnya, lalu sajikan selagi hangat. Simpel kan…? Yup, simpel banget, tapi tetap saja ada kemungkinan gagal jika salah memilih bahan baku yang digunakan. Oleh karena itu, saat proses belanja, aku tidak main-main dalam memilih bahan bakunya.

Syarat utama dalam pemilihan bahan baku yang aku gunakan di mini cooking competition ini adalah kesegaran nya. Menurutku, kesegaran bahan baku dapat mempengaruhi rasa dari masakanku nantinya. Nah, agar lebih mudah aku langsung memilih bahan-bahan dari Sayur Sunrise Green yang memang sudah sering aku gunakan saat memasak menu harian keluarga di rumah. Sayur sunrise green ini merupakan brand sayur organik yang diproduksi oleh Tani Unggul Nusantara (sunrise).




Produk Sayur sunrise green ini terbukti berkualitas dan terjaga kesegarannya jadi akan mempermudah kita dalam proses memasak dan pastinya tidak akan merubah rasa dalam menu yang kita masak, malah jadi terasa lebih enak pastinya. Terbukti, karena menggunakan kentang dan bawang dari Sayur Sunrise Green ini, chef juna tidak meberikan komentar buruk pada rasa masakan tim ku, ia hanya mengomentari kelebihan minyaknya saja.

Menangkah…? Sayangnya aku tidak berhasil memenangkan mini cooking competition with chef Juna ini, tapi keseruan dalam acara tersebut sudah jadi hadiah special yang tidak akan aku lupakan. Insya Allah aku akan terus belajar memasak dan meng-upgrade diri dalam bidang ini, agar kelak bisa kembali bertemu dengan chef Juna di galeri memasak yang lebih besar. Aamiin…

07/02/20

Dua Minggu Pakai Safi Age Defy, ini dia hasilnya...

Safi Age Defy


Menjadi tua itu adalah suatu kepastian tapi tetap tampil muda hingga usia sudah tak muda lagi adalah pilihan bagi setiap orang. Aku katakan demikian karena saat ini teknologi perawatan kecantikan sudah demikian maju hingga dapat mempertahankan tampilan wajah muda selama mungkin. Jadi, tampil muda di usia senja bisa dikategorikan sebagai pilihan hidup yang bisa kita ambil bukan lagi suatu kepastian. Nah sekarang tinggal bagaimana caranya kita dapat mempertahankan wajah muda lebih lama saja.

Salah satu cara mempertahankan tampilan muda yang bisa kita lakukan adalah dengan rutin menggunakan rangkaian skincare harian yang memiliki kandungan khusus agar dapat memelihara kelembaban, elastisitas, serta kesehatan kulit wajah kita. Di pasaran ada begitu banyak brand skincare yang menawarkan hal ini, nah sejak 2 minggu yang lalu aku pun ikut mencoba salah satu skincare asal negeri jiran, Malaysia, Safi Age Defy.

 
Alasan pemilihan Safi Age Defy sebagai skincare routine


Memutuskan untuk memilih satu rangkaian Safi Age Defy dari ratusan brand yang juga menawarkan manfaat serupa memang tak bisa dibilang mudah, namun ada beberapa alasan khusus kenapa aku memilih nya, diantaranya adalah sebagai berikut,

Kemasan


Ya, awalnya aku jatuh cinta pada Safi Age Defy ini karena melihat kemasannya yang terlihat manis dan elegan dengan perpaduan warna ungu dan emas nya. Bentuk dari setiap variannya pun terlihat begitu cantik, namun tetap disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.

Kandungan


Sesuai dengan tagline yang diusung oleh Safi ini, halal, natural, teruji, bahan-bahan yang terkandung dalam Safi Age Defy memang berasal dari bahan alami. Untuk Seri Age Defy nya ini ada dua kandungan utama, yaitu Beetox technology dan gold extract. Beetox technology adalah racun lebah yang jika digunakan dengan dosis yang tepat pada wajah dapat memberikan manfaat kulit terasa lebih kencang serta dapat menutrisi kulit.

Gold Extract memang sudah dikenal sejak jaman dahulu kala, bahkan para bangsawan pun telah menggunakan gold extract sebagai bahan perawatan kulitnya untuk memelihara keremajaan dan kecantikan kulit. Jangan bayangkan emas batangan yang dipotong tipis-tipis ya, karena yang dimaksud di sini adalah ekstrak dari emasnya yang berupa mineral emas.

Halal


Safi Age Defy ini telah megantongi sertifikat halal di Malaysia dan dari MUI. Sedikit cerita, untuk mendapatkan sertifikat halal di Indonesia itu katanya paling sulit di dunia loh, jadi kalau bisa mendapatkan sertifikat halal di Indonesia maka itu adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. O iya meski memiliki kandungan emas, Safi Age Defy ini ternyata halal juga digunakan oleh para pria, karena yang terkandung adalah mineral emas nya saja bukan logam mulia.

Review pemakaian Safi Age Defy setelah pemakaian selama 2 minggu


Safi Age Defy ini memiliki banyak varian skincare routine diantaranya ada Oil Makeup Remover, cleanser, Deep Exfoliating, Skin Refiner, Gold Water essence, Youth Exilir, Concentrate Serum, Eye Contour treatment,Day/night cream, dan skin booster. Nah sejak dua minggu yang lalu aku sudah menggunakan 5 varian nya

 Safi Age Defy Makeup Remover


Pemilihan makeup remover yang cocok sedikit tidak mudah bagiku, aku tidak suka memakai makeup remover yang berbentuk oil karena terasa seperti sedang memakai minyak, tapi aku juga tidak bisa menggunakan makeup remover yang berbahan dasar water atau air karena biasanya memiliki kandungan alcohol yang lumayan besar. Nah Alhamdulillah masalahku ini teratasi dengan Safi Age Defy Makeup Remover.


Safi Age Defy


Safi Age Defy Makeup Remover ini berbentuk oil tapi menurutku tidak terlalu oil banget, ini yang paling aku suka. Tak hanya itu saja, makeup remover yang satu ini juga bisa dengan mudah mengangkat sisa-sisa makeup tanpa rasa sakit sama sekali. Menariknya lagi, setelah menggunakannya pun aku tidak merasa kesulitan saat membilas nya, karena hanya dibilas dengan air saja, sudah tak terasa lagi minyaknya.

Safi Age Defy Cream Cleanser


Jujur, awalnya aku pikir, karena kandungannya emas maka foamnya pun akan berwarna emas, hehehe tapi ternyata foamnya tetap berwarna putih kok. Abaikan pernyataan barusan ya… yang aku suka dari Safi Age Defy Cream Cleanser ini adalah hasil akhirnya yang sedikit keset tapi tidak membuat wajah seperti tertarik. Tak hanya itu saja, cream cleanser ini juga memiliki wangi khas yang pas menurutku, tidak terlalu menyengat tapi cukup menenangkan.

Safi Age Defy

Safi Age Defy Gold Water Essence


Bisa dibilang, Safi Age Defy Gold Water essence inilah yang paling menarik perhatianku, karena di dalam botol berwarna beningnya itu ada water essence lengkap dengan ‘serpihan’ emas nya. Terlihat cantik, begitu menurutku. O iya meski terlihat seperti serpihan emas, tak usah khawatir karena saat diaplikasikan ke kulit wajah, serpihan itu akan langsung melebur dan meresap.

Setelah pemakaian selama dua minggu, aku merasa tambah jatuh hati padanya, dan ternyata aku tidak sendiri, banyak teman beauty blogger lain yang juga tak bisa jauh dari Safi Age Defy Gold water Essence ini. Saking sukanya bahkan sampai ada yang meberi rate 10 dari 10 loh, alias sempurna. Aku sendiri sih tidak bisa begitu saja bilang produk ini sebagus itu, karena hasilnya akan berbeda di setiap wajah. Pada wajahku sendiri produk ini benar-benar terlihat hasilnya, karena kandungan nya adalah bahan-bahan alami, seharusnya jika tidak ada alergi, juga akan terlihat hasilnya pada orang lain, namun tingkat nya saja yang mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang.


Safi Age Defy


Safi Age Defy Youth Elixir


Safi Age Defy Youth Elixir ini juga merupakan primadona dalam rangkaian skincare routine Safi Age Defy. Youth Elixir ini bisa membantu untuk menutrisi kulit wajah agar terjagaelastisitasnya dan tampak cerah dan berseri. Aku sendiri suka dengan teksturnya yang cepat sekali meresap ke dalam kulit. Cara pengaplikasiannya pun terbilang mudah karena disediakan pipet khusus. Jika dilihat sekilas ada dua bagian terpisah di dalam Youth Elixir, jadi sebelum menggunakannya jangan lupa dikocok terlebih dulu ya


Safi Age Defy


Safi Age Defy Skin Booster


Safi Age Defy Skin Booster ini adalah produk terakhir dari rangkaian skincare rutin dari Safi Age Defy yang sudah aku gunakan selama 2 minggu ini. Jujur, aku mengapresiasi Safi karena telah memasukkan varian yang satu ini dalam rangkaian Safi Age Defy. Ya, aku memang bisa dibilang penggila Face mist, dan Alhamdulillah Safi pun menjawabnya dengan Safi Age Defy Skin Booster ini.

Safi Age Defy Skin Booster ini memiliki spray yang enak saat disemprot ke wajah. Hasil semprotannya begitu lembut. O iya ada satu lagi yang kusuka, wangi honey nya kuat sekali, jadi berasa menyemprotkan madu ke wajah tapi sama sekali tidak lengket.


Safi Age Defy


Setelah menggunakan kelima varian dari Safi Age Defy ini selama dua minggu terakhir ini, wajahku memang terlihat lebih terjaga kelembaban serta terasa lebih sehat. Sebenarnya ini sudah terasa bahkan saat pemakaian pertama tapi kembali lagi semua itu tergantung pada jenis kulit wajah masing-masing. Aku sendiri merekomendasikan Safi Age Defy ini untuk kalian semua, selain memang produknya berkualitas, harganya pun tidak akan membuat kantong kalian jebol.

Adakah yang sudah mencoba Safi Age Defy ini juga…? Kalau ada, boleh dong disharing juga di kolom komentar ini, biar bisa bantu teman-teman lain yang juga sedang mencari rangkaian skincare anti aging…




This entry was posted in

05/02/20

Ternyata Cara mu Membersihkan Gigi dan Mulut Bisa Jadi Berkah untuk Orang Lain



Jujur aku agak heran ketika mendapati ada trend foto dengan muka ‘jutek’ di instagram beberapa waktu yang lalu. Menurutku, kita akan terlihat lebih cantik kalau foto engan mengandalkan senyum manis alih-aih filter. Tak hanya itu saja, karena senyum adalah sedekah yang paling mudah, maka aku pun percaya kalau senyuman tersebut bisa memancarkan aura kecantikan tersendiri. Inilah yang terus aku pegang hingga sekarang dan menolak untuk ikut-ikutan dalam tren foto ‘jutek’ tadi.

Senyuman manis dan tulus di setiap saat itu bisa dibilang merupakan ‘modal’ ku dalam bekerja. Kerennya lagi, senyum yang kita perlihatkan itu ternyata juga bisa menular pada mereka yang melihatnya. Jadi, buatku tidak ada alasan untuk berhenti tersenyum. Inilah yang membuatku begitu concern terhadap kesehatan gigi dan mulut agar bisa terus memperlihatkan senyuman itu pada semua. Apalagi jika ternyata caraku menjaga kesehatan mulut dan gigi ini bisa menjadi berkah untuk orang lain, seperti dalam program #SenyumBerbagiBerkah yang diusung oleh Pepsodent Siwak.



Sedikit cerita, beberapa waktu lalu aku mendapat undangan untuk ikut hadir dalam acara peluncuran Pepsodent Siwak bersama adik-adik dari rumah yatim. Dalam acara tersebut aku sempat mendapat bocoran tips cara menjaga kesehatan gigi dan mulut langsung dari ahlinya, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc.

Beliau sempat mengatakan kalau sebenarnya jauh hari sebelum teknologi  berkembang seperti saat ini  Rasulullah sudah sejak lama memberi solusi terbaik dalam menjaga  kesehatan gigi dan mulut, yaitu dengan rutin membersihkan nya menggunakan kayu siwak. Faktanya, berbagai penelitian modern memang sudah membuktikan kalau siwak mengandung bahan alami yang berfungsi menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri serta menguatkan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang.



Tak hanya itu saja, siwak juga ternyata bisa menjaga kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi, menghentikan pendarahan dan peradangan gusi serta dapat menstimulasi produksi air liur yang bisa membantu kita menetralkan asam di mulut. Nah melihat berbagai manfaat yang bisa kita ambil dari siwak ini, Pepsodent sebagai salah satu brand pasta gigi terkemuka di Indonesia pun mengeluarkan varian terbaru dengan kandungan utama siwak, Pepsodent Siwak.

Sesuai dengan namanya, kandungan utama dari Pepsodent Siwak ini memang kayu siwak yang manfaatnya tidak kita ragukan lagi, namun agar manfaatnya lebih besar, Pepsodent siwak juga memiliki kandungan bahan-bahan alami lain, salah satunya daun mint. Daun mint bisa membantu kita mempertahankan kesegaran nafas lebih lama.



Bersamaan dengan peluncuran pasta gigi halal barunya itu, Pepsodent siwak juga me-launching program #SenyumBerbagiBerkah yang cukup menarik perhatianku. Dalam program tersebut, aku, teman-teman blogger dan adik-adik dari rumah yatim, mendapat edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang menyenangkan bersama adik-adik dari rumah yatim.

Selain ada talkshow tentang kesehatan gigi dan mulut, juga ada photo booth yang hasil fotonya itu ternyata langsung tercetak di kemasan Pepsodent siwak, dan yang paling cetar juga ada acara menghias notebook bersama, di akhir acara notebook yang sudah kita hias itu akan ditukar ke adik-adik dari rumah yatim tersebut untuk dijadikan kenang-kenangan. Bisa dibilang tema yang diambil saat acara launching ini adalah simulasi dari program kesehatan gigi dan mulut yang akan terus dilakukan oleh Pepsodent Siwak melalui program #SenyumBerbagiBerkah nya.



For your information, 2,5 % laba dari tiap kemasan Pepsodent siwak yang terjual akan didonasikan untuk program kesehatan gigi dan mulut anak yatim piatu di beberapa panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. Menariknya, Pepsodent siwak bekerja sama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan Yayasan Unilever Indonesia akan menyalurkan donasinya itu dalam berbagai cara, diantaranya edukasi kesehatan gigi dan mulut, periksa gigi gratis, paket Pepsodent, dan perbaikan fasilitas sikat gigi.

Program #SenyumBerbagiBerkah nya saja sudah cukup untuk membuatku beralih menggunakan Pepsodent Siwak ini, apalagi kalau ditambah dengan berbagai manfaat yang bisa aku dapatkan dari Pasta gigi halal yang satu ini, sepertinya beneran tak bisa berpaling ke lain hati deh.

.



  

31/01/20

Bagaimana Antisipasi Indonesia di Lahan Gambut 2020 ? Ini jawabannya...

 


Salah satu kenangan terburuk yang terjadi di tahun 2019 lalu adalah kebakaran lahan gambut yang tidak bisa terkontrol dengan baik hingga menyebabkan kabut asap yang berbahaya. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat di daerah terdampak kabut asap tersebut. Menghirup asap dari hasil pembakaran sampah yang tidak begitu besar saja sudah cukup untuk membuatku merasa sesak napas, bagaimana dengan mereka semua yang kesehariannya harus hidup dalam kepungan asap…?

Ini jelas tidak bisa dibiarkan, harus ada langkah nyata dalam mencegahnya agar tidak terulang kembali pada musim kemarau nanti. Oleh karena itu, aku begitu antusias ketika mendapat undangan untuk ngobrol bareng tempo dengan tajuk ‘tahun 2019 tahun terpanas kedua sepanjang sejarah : Bagaimana antisipasi Indonesia di Lahan Gambut 2020?’. Diskusi ini terbilang cukup penting bagiku dan kita semua, alih-alih menyalahkan kinerja pemerintah, tentu akan lebih baik jika kita mengambil langkah nyata, sekecil apapun langkah tersebut.




For your information, lahan gambut merupakan lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organic yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan, dan jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut terus menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Di Indonesia sendiri kedalaman lahan gambutnya bisa mencapai hingga 30 meter atau setara dengan gedung bertingkat 7 lantai.

Lahan gambut Indonesia yang begitu besar, luas, dan memiliki kedalaman fantastis ini tidak semestinya dijadikan kambing hitam atas kabut asap yang berbahaya itu, karena jika dikelola dengan baik, lahan gambut tersebut justru dapat bermanfaat bagi kita semua. Sifat lahan gambut yang basah itu bisa dijadikan ‘tabungan’ penyimpanan air di musim kemarau, begitu juga sebaliknya jika terjadi pengeringan pada lahan gambut maka potensi kebakarannya pun akan meningkat dan sulit dikendalikan, karena sifat basahnya berubah menjadi begitu kering layaknya kayu kering.




Ketika lahan gambut tersebut kering, api kecil atau bahkan rokok saja bisa menimbulkan kebakaran hebat. Api tersebut bisa menyebar hingga lapisan gambut dalam. Walaupun api di permukaan sudah ‘terlihat’ padam, nyatanya di bagian dalam gambut tersebut, api nya masih terus menyala, bertahan lama dan menyebar ke area lain serta menimbulkan kabut asap yang berbahaya bagi kita semua.

Selama ini aku pikir, kebakaran lahan gambut Indonesia yang hampir terjadi setiap tahunnya itu disebabkan oleh musim kemarau saja, tapi dalam acara ngobrol tempo beberapa waktu lalu, Prof. Bambang Hero Saharjo, guru besar kehutanan IPB sempat menyinggung, sedikit mustahil dua daun kering bisa terbakar hanya karena pancaran sinar matahari, pasti ada sebab lain yang memicu kebakaran tersebut. Jika diibaratkan, musim kemarau adalah ‘bensin’ yang tak akan terbakar jika tidak bersinggungan dengan api.




Lebih dari 99% penyebab kebakaran lahan gambut adalah karena ulah manusia sendiri, bahkan Ibu Theti N. A seorang petani di Kalimantan Tengah yang juga hadir dalam acara tersebut pun membenarkan kalau masyarakat di daerahnya masih banyak yang percaya bahwa membakar lahan gambut untuk membuka perkebunan adalah cara terbaik mereka. Alasannya karena dapat membuat lahan tersebut jadi lebih subur dan meminimalisir pengeluaran biaya pembukaan lahan.

Alhamdulillah pelan tapi pasti pemerintah mulai memberikan edukasi pada masyarakat sekitar untuk beralih ke cara pembukaan lahan gambut yang lebih aman tanpa melakukan pembakaran. Edukasi ini memang tidak serta merta mengubah pandangan masyarakat yang bisa dibilang sudah mendarah daging itu, tapi paling tidak saat ini sudah ada kelompok masyarakat yang menyadari kalau pembakaran lahan gambut untuk membuka lahan perkebunan dapat membahayakan kita semua, karena bisa menimbulkan kabut asap.




Tak hanya edukasi itu saja, dari hasil rangkuman ku saat mengikuti jalannya acara ngobrol bareng tempo tersebut, nantinya pemerintah akan memanfaatkan hujan buatan untuk pencegahan kebakaran lahan gambut di musim kemarau nanti. Noted, pencegahan bukan penanggulangan. Kalau sebelumnya, hujan buatan itu digunakan untuk memadamkan api dalam kebakaran lahan gambut, nah di tahun 2020 ini,  sebelum datangnya musim kemarau yang menyebabkan lahan gambut menjadi kering dan mudah terbakar, pemerintah akan melakukan hujan buatan untuk membasahi lahan gambut tersebut.

Nah, sekarang aku mau ajak kalian semua untuk mengambil langkah nyata pencegahan kebakaran lahan gambut di musim kemarau nanti. Di sini aku sama sekali tidak mengajak kalian bersusah payah turun langsung ke lahan gambut, kalian cukup men-share tulisan ini saja di media social yang dimiliki. Siapa tau di luar sana ada masyarakat yang jadi teredukasi setelah membaca artikel yang kalian share ini. Sekecil apapun langkah nyata kalian, akan berguna bagi masa depan Indonesia.