15/02/24

Bayi Rewel Tanpa Sebab? Ini Sebab dan Cara Mengatasi nya!

 


Hidup berdampingan dengan orang tua itu memang tak selamanya mulus, ada saja hal-hal yang sedikit bertentangan satu sama lain, terutama soal pola asuh pada anak. Orang tua merasa lebih berpengalaman dan menganggap kita sebagai anak kemarin sore yang tak tau apa-apa. Alhasil ya bisa ditebak mereka cenderung mendikte berbagai hal pada kita. 


Sedikit cerita, ketika anak keduaku masih terbilang bayi, tepatnya di usia sekitar 2 bulan, ia sempat menangis terus-terusan tanpa sebab yang jelas. Orang tuaku pun langsung menganggapnya ‘ketempelan’ dan menyalahkanku atas kejadian ini. Tanpa menanyakan pendapatku lagi, mereka langsung membawa si kecil ke ‘orang pintar’ yang dipercaya dapat menangani masalah ini. 


Lalu apakah kemudian anak keduaku itu bisa tenang? Nyatanya tidak, ia tetap menangis terus-menerus tanpa sebab yang jelas. Jujur, saat itu aku pun tidak bisa berbuat banyak selain mencoba untuk menenangkannya sembari menjaga emosi dan kesehatan diri agar tidak ikut ambruk. Kejadian itu menjadi salah satu penyesalan terbesarku, dan hingga sekarang sudah ada adiknya lagi, aku pun terus belajar agar tidak sampai mengalami kejadian serupa kembali.


        

Alhamdulillah beberapa waktu lalu aku mendapat pencerahan terkait hal ini di acara Blogger & Influencer Gathering bersama Interlac. Di acara tersebut, Mom Reisa Broto Asmoro sempat membagikan pengalamannya saat menangani si kecil yang menangis berkepanjangan seperti yang sempat kualami tadi. Ternyata bayi yang terlihat rewel, menangis berkepanjangan dan sulit dikendalikan tanpa sebab yang jelas biasa disebut kolik infantil atau kolik pada bayi. 


Apa itu Kolik dan Apa aja sih yang jadi penyebabnya?


Kolik ini merupakan gangguan interaksi otak dengan saluran cerna (gut-brain axis) dan dapat menyebabkan bayi jadi menangis terus-terusan tanpa sebab yang jelas. Selain dapat mempengaruhi kesehatan si kecil, tangisan bayi yang tak kunjung berhenti ini juga dapat mempengaruhi kualitas tidur dan psikologi ibu dan bayi. Apalagi kolik ini memang lebih sering terjadi pada sore dan malam hari jadi amat mengganggu. 


Penyebab terjadinya kolik ini sebenarnya multifaktor, bisa karena perkembangan saluran cerna bayi yang memang belum sempurna, alergi susu sapi, dan intoleransi laktosa, tapi penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan mikrobiota saluran cerna. Bayi dengan kolik ini memiliki jumlah probiotik Lactobacillus atau bakteri baik yang lebih rendah dan bakteri jahat yang lebih tinggi dibandingkan bayi sehat. 



Akibatnya, perut pada bayi kolik akan terasa kembung karena adanya gas dan atau sembelit. Keadaan inilah yang akhirnya menyebabkan bayi jadi terlihat rewel dan menangis berkepanjangan tanpa sebab yang jelas. Biasanya wajah pada bayi yang menderita kolik terlihat memerah dan kedua kakinya diangkat ke perut karena kesakitan. Yup, karena bayi belum bisa bilang sakit, akhirnya ya cuma bisa menangis aja.


Tanpa sadar, kolik ini lebih sering terjadi dari yang kita sangka, berdasarkan data yang ada, 1 dari 4 bayi baru lahir terkena kolik. Sayangnya kebanyakan dari bayi yang terkena kolik itu tidak terdiagnosa dan tidak diterapi dengan baik. Padahal kolik pada bayi ternyata memiliki dampak jangka panjang misalnya berisiko lebih tinggi terkena ADHD atau kesulitan berkonsentrasi, nyeri pada perut, dermatitis atopik, alergi, rhinitis, maupun asma.

 



Dalam dunia kesehatan ini biasa disebut sebagai gut-brain axis, atau gampangnya ada hubungan dua arah antara saluran pencernaan (gut) dengan otak manusia (brain). Jika saluran cerna dalam kondisi yang kurang baik maka akan mempengaruhi perkembangan otak juga. Oleh karena itu Kolik pada bayi harus sesegera mungkin diatasi agar tidak sampai berdampak panjang bagi tumbuh kembangnya kelak. 


Nah kabar baiknya, karena penyebab kolik sudah diketahui, maka penanganan dan pencegahannya pun sudah bisa dilakukan. Iyes, untuk menangani kolik yang disebabkan oleh ketidakseimbangan mikrobiota saluran cerna tadi, maka kita bisa mengandalkan Interlac Probiotics. 



Interlac Probiotics untuk menangani Kolik pada bayi




Interlac Probiotics ini bisa dibilang satu-satunya solusi yang teruji klinis dan direkomendasikan sebagai terapi dan pencegahan kolik dengan efikasi dan keamanan yang terbukti. For your information, dalam Interlac Probiotics Drops mengandung 100 juta Lactobacillus reuteri DSM 17938 yang merupakan bakteri baik bagi saluran cerna. Jadi, pemberian Interlac Probiotics secara rutin akan meningkatkan jumlah bakteri baik dan mengurangi bakteri jahat/patogen di saluran cerna.


Efektifitas Interlac Probiotics untuk menangani kolik pada bayi dibuktikan dengan hasil studinya, Interlac dapat menurunkan waktu menangis pada bayi hingga 74% setelah 1 minggu pemakaian bahkan hasilnya sudah nampak sejak 1 hari pemakaian dan tingkat keberhasilan penurunan durasi menangis bayi yang diterapi dengan Interlac itu 95%. 


Cara penggunaan Interlac Probiotics pun cukup mudah kok, untuk bayi sudah ada yang dikemas dalam bentuk drops. Dalam satu hari disarankan memberi Interlac Probiotics sebanyak 5 tetes. Tenang, rasa dari Interlac Drops ini netral atau plain dan dapat digunakan mulai dari bayi baru lahir.




Satu hal lain yang harus diperhatikan adalah soal penyimpanan produk Interlac ini. Karena mengandung bakteri baik, disarankan untuk menyimpan Interlac Drops di kulkas, terutama setelah kemasannya dibuka. Tak hanya itu saja, Interlac Drops ini sebaiknya dikonsumsi sebelum 3 bulan setelah kemasannya dibuka ya. 


Terakhir, aku cuma mau mengingatkan kembali betapa pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi si kecil. Selain asupan nutrisi yang harus kita jaga, keseimbangan bakteri dalam saluran cerna si kecil pun tak kalah penting untuk dijaga. Jadi, untuk membentuk generasi emas Indonesia, yuk sama-sama rutin beri bayi kita Interlac Probiotics agar kesehatan saluran cerna nya terjaga dengan baik.



Interlacs Probiotics bisa dibeli secara offline di babyshop, modern supermarket seperti Guardian, Watsons, boots, dan apotek terpercaya lainnya. Interlac Probiotics juga bisa didapatkan secara online di Interbat Official Store di marketplace kesayangan kita. 



11/12/23

Stimulasi Visual pada Si Kecil, Ternyata Segampang Itu Loh!


Benarkah bayi baru lahir itu belum bisa melihat dengan baik? kalau iya, kira-kira di usia berapa ya bayi bisa melihat dengan sempurna? Jujur, pertanyaan-pertanyaan ini sempat menjadi perdebatan di rumah. Neneknya anak-anak keukeuh banget bilang kalau bayi baru lahir itu sama sekali tidak bisa melihat, sementara aku kurang percaya karena biar bagaimanapun beliau bukan ahli di bidang ini. Lalu faktanya seperti apa sih? baca tulisan ini sampai selesai ya.


Alhamdulillah, beberapa waktu lalu aku sempat mengikuti talkshow bersama Farlin yang diadakan di salah satu stage yang ada di IMBEX 2023. For your information, IMBEX ini adalah pameran produk kebutuhan ibu dan anak terbesar di Indonesia. Kebetulan aku memang sedang mencari beberapa kebutuhan untuk anak-anak di sana, dan ketika tau ada talkshow yang membahas soal Pentingnya mengenalkan warna pada si kecil sejak dini itu aku jelas tak mau membuang kesempatan emas ini.



Bagaimana tidak? selain karena materi yang dibahas tersebut memang materi yang cukup menggugah rasa penasaranku, pembicaranya pun adalah seorang ahli di bidang ini. Yup, tak tanggung-tanggung, dr. S.Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A didaulat sebagai pembicara dalam talkshow tersebut. Jadi, bisa dikatakan paparan materi yang disampaikan jelas bukan kaleng-kaleng ya.


Pentingnya mengenalkan warna pada si kecil sejak dini


Rasanya semua orang tua di dunia ini ingin tumbuh kembang anaknya bisa maksimal. Untuk meraih hal ini maka kita sebagai orang tua harus benar-benar memperhatikan masa emas di 1000 hari pertama kehidupannya yang dimulai sejak dalam kandungan. Yup, di talkshow bersama Farlin ini pun sempat dibahas kalau di 1000 hari pertama kehidupan itulah masa yang tepat untuk memberikan stimulasi, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. 


Contoh nya saja untuk stimulasi visual, ketika bayi sudah bisa melihat objek berwarna, tepatnya saat usia 2 bulan, kita sudah bisa melakukan stimulasi visual. Cara termudah untuk menstimulasi penglihatan bayi adalah dengan mengenalkan berbagai warna yang menarik perhatiannya secara bertahap. kita bisa mulai dengan penggunaan warna-warna dasar yang menarik seperti merah, biru, hijau atau kuning. 



Tenang, mengenalkan warna pada si kecil tidak sesulit yang kita bayangkan kok. Kita bisa dengan mudah mengenalkan warna melalui barang atau kebutuhan yang ia gunakan dan dilihat sehari-hari, seperti sisir, teether, alat makan, dan berbagai produk lainnya. Sebaiknya gunakan warna-warna tanpa memandang gender atau jenis kelamin si kecil ya, jadi jangan berpatokan kalau anak laki-laki harus biru dan anak perempuan itu harus pink. 


Proses pengenalan warna pada si kecil ini nyatanya memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya, mulai dari stimulasi sensorik, pengembangan kognitif, stimulasi kreativitas dan imajinasi, pengenalan objek dan konsep, pengembangan keterampilan motorik, interaksi sosial hingga perkembangan bahasa.  Semakin banyak warna yang bisa kita kenalkan pada si kecil maka semakin banyak pula manfaat yang akan didapatnya.



Selain warna-warna yang menarik, sebagai orang tua kita pun wajib mengecek kembali soal keamanan dari produk yang digunakan untuk si kecil ya. Sebisa mungkin gunakan produk yang terbukti bebas BPA dan food grade. Ini penting, agar jika produk tersebut tak sengaja tergores dan masuk ke mulut nya, maka produk itu tidak membahayakan si kecil. Jangan sampai niat hati ingin menstimulasi visual nya malah berujung pada hal yang tidak diinginkan .


Grow with Colors, Grow with Farlin


Kabar baiknya, sampai sekarang Farlin masih setia menemani para orang tua yang ingin menstimulasi visual si kecil melalui berbagai produk unggulannya.  Farlin merupakan brand dari Taiwan yang memproduksi berbagai produk kebutuhan bayi dan anak. Uniknya, tak hanya berfungsi sesuai produknya saja, produk-produk Farlin juga bisa menstimulasi visual si kecil. Iyes, produk-produk Farlin memang sengaja didesain dengan berbagai pilihan warna dasar yang menarik untuk si kecil.


Pengalaman lebih dari 50 tahun berkecimpung di dunia produk kebutuhan bayi dan anak, membuat Farlin paham betul bagaimana memberikan yang terbaik untuk si kecil. Di Indonesia sendiri, Farlin didistribusikan oleh PT Interbat yang merupakan perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Jadi, standar mutu dan keamanan produknya tidak diragukan lagi deh.


Oleh karena itu wajar aja kalau booth Farlin yang ada di IMBEX 2023 diserbu oleh para orang tua. Aku saja sampai kewalahan saat memilih produk Farlin di booth tersebut, hehehe. Alhamdulillah aku masih bisa dapat tiga produk Farlin incaranku, Farlin Bon Bon Bowl, Rainbow Spoon Set, dan Farlin Lighting Ear Cleaner di booth Farlin yang ada di IMBEX 2023 itu. Penasaran sama ketiga produk incaranku ini? Bahas satu per satu aja yuk!


Farlin Bon Bon Bowl, Bukan Sekedar Mangkuk Biasa


Yup, menurutku Farlin Bon Bon Bowl ini bukan sekedar mangkuk biasa, karena punya beberapa keunggulan. Selain pastinya lebih aman karena BPA Free dan Food grade, Farlin Bon Bon Bowl ini juga memiliki beberapa pilihan warna menarik yang bisa menstimulasi visual si kecil sejak dini.

 

Farlin Bon Bon Bowl ini terdiri dari mangkuk, mangkuk pembatas, tutup silikon dan sendok makan. Uniknya, tutup silikon dari set Farlin Bon Bon Bowl ini bisa dijadikan alas tatakan mangkuk dan membuatnya jadi anti slip. Fungsi ini jelas membantu para orang tua saat mendampingi anak belajar makan sendiri. Aku pun cukup terbantu, karena mangkuk jadi tidak mudah geser. 


Rainbow Spoon Set, Sendok dengan aneka Warna


Sesuai sama namanya, Rainbow Spoon Set ini memang memiliki berbagai warna menarik. Yup, Set sendok ini memang didesain agar bisa sekaligus menstimulasi visual si kecil sejak dini. Tak hanya itu saja, Rainbow Spoon Set juga terasa pas dengan tangan si kecil. Alhamdulillah, si kecil di rumah terlihat nyaman memegang sendok ini saat belajar makan sendiri.


Farlin Lighting Ear Cleaner, Pembersih telinga bayi 

 

Berbeda dengan pembersih telinga lainnya, Farlin Lighting Ear Cleaner ini sudah dilengkapi dengan lampu yang bisa membantu kita saat membersihkan telinga bayi. Dengan bantuan produk ini, aku jadi lebih mudah membersihkan kotoran yang ada di telinga anak-anak. Pilihan warna yang ditawarkan juga cukup beragam, terlihat menarik dan membuat anak jadi antusias saat waktunya membersihkan telinga. 


Kamu dapet produk Farlin di sana  juga nggak? Tenang, kalau kehabisan produk Farlin di IMBEX 2023 lalu, kita juga bisa cari di e-commerce kok,  salah satunya di Farlin Official Store yang ada di Shopee. 


Biar ga ketinggalan info menarik seputar tumbuh kembang si kecil dan berbagai promo produk Farlin, mending langsung follow aja akun sosial media nya di Instagram farlin.indonesia, di tiktok farlinindonesia atau di website resmi nya di www.farlin.id. yuk ramaikan kehidupan si kecil dengan warna-warni yang beragam untuk mendapatkan berbagai manfaat nya. 




03/12/23

Partisipasi Remaja dengan Disabilitas dalam Pemilu 2024

 


Terlalu banyak drama politik di pemilu kali ini sempat membuatku berpikir untuk golput saja. Rasanya malas mengikuti sekian banyak drama-drama politik yang penuh intrik dan strategi itu. Satu warga yang bukan siapa-siapa sepertiku ini tidak memilih tentu tidak akan berdampak apa-apa bagi kemajuan bangsa, begitu pikirku. Ada yang berpikiran sama juga kah? Kalau iya, baca tulisan ini sampai selesai ya, kita sharing bareng di sini.


Jujur, pikiran tersebut terus tertanam di benakku sampai beberapa waktu lalu aku mengikuti live streaming Ruang Publik KBR. Di live streaming kali ini, Ruang Publik KBR membahas soal partisipasi remaja dengan disabilitas dalam pemilu 2024. For your information, Ruang publik KBR merupakan rangkaian program SUKA dari NLR Indonesia. SUKA adalah singkatan dari suara untuk Indonesia bebas kusta. Ruang Publik KBR ini bisa disimak di 105 jaringan radio KBR seluruh Indonesia dari aceh sampai papua atau di live streaming youtube Berita KBR. 


Nah kali ini aku menyimak pembahasan Ruang Publik KBR melalui live streamingnya di Youtube. Uniknya, pembahasan kali ini tak sekedar soal partisipasi biasa, tapi fokus pada remaja dengan disabilitas. Aku mungkin bukan penyandang disabilitas dan Alhamdulillah tidak ada di sekelilingku yang menyandang disabilitas, tapi pembahasan tersebut cukup membuatku terpacu untuk memilih di pemilu nanti. 




Gambaran mudah nya begini, kalau para remaja dengan disabilitas saja begitu semangat menyuarakan pilihannya, kenapa aku malah memilih golput?! Bayangkan kalau banyak yang berpikir untuk golput sepertiku tadi, tentu akan amat disayangkan dan akan berdampak besar pada kemajuan bangsa nanti.


Sayangnya, untuk menyuarakan pilihan nya di pemilu nanti para remaja dengan disabilitas ini masih memiliki beberapa pe-er besar yang harus diselesaikan bersama. Nyatanya semangat mereka saja masih kurang cukup untuk hal ini, begitu kata Kak Kenichi Satria Kaffah, seorang remaja dengan disabilitas yang didaulat sebagai salah satu narasumber di Ruang Publik KBR kali ini. 


Yup, penyandang disabilitas baik remaja maupun dewasa membutuhkan sarana dan prasarana yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Ada banyak hal yang harus difasilitasi oleh penyelenggara pemilu untuk mengakomodir kebutuhan ini. Menurut Ibu Noviati, S.IP seorang Tim Panwaslu yang juga diundang sebagai narasumber di acara ini sempat mengungkapkan bahwa untuk penyandang disabilitas dewasa hal ini tidak terlalu menjadi masalah karena biasanya pemerintah daerah sudah memiliki data terkait jumlah penyandang disabilitas di wilayahnya masing-masing.


Sedikit berbeda bagi penyandang disabilitas remaja, terutama bagi yang baru pertama kali akan memilih di pemilu kali ini, sebagian besar datanya belum masuk ke pemerintah daerah. Belum masuknya data teman-teman disabilitas ini ke pemerintah daerah pun memiliki banyak alasan, salah satunya ya karena remaja dengan disabilitas ini kurang mendapat informasi jelas terkait pemilu 2024 nanti. Sosialisasi akan hal ini jelas wajib dilakukan. 




Berdasarkan undang-undang yang berlaku,  pemerintah daerah memang wajib menjamin agar penyandang disabilitas dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi, termasuk pada pemilu yang akan dilakukan pada 14 februari 2024. Satu per satu masalah terkait hal ini akan terus diselesaikan oleh pihak terkait agar teman-tema remaja dengan disabilitas ini tetap dapat menyuarakan pilihannya di pemilu 2024 nanti. 


Kita pun jangan mau kalah ya, kalau teman-teman remaja dengan disabiitas saja bisa begitu semangat mengikuti pemilu 2024 nanti, kenapa kita tidak?! kalau masih bingung soal siapa yang mau dipilih ya silahkan cari tau lebih detil berbagai hal dulu soal latar belakang serta berbagai hal soal semua kandidat yang akan berlaga. Ingat jangan sampai salah memilih apalagi golput ya, karena pilihan kita akan berdampak pada kemajuan bangsa Indonesia 5 tahun kedepan. 

22/11/23

Banyak Potensi Energi Terbarukan di Indonesia, Benarkah?



Beberapa waktu lalu, jagat sosial media sempat dihebohkan dengan konten soal Bank dunia yang mencatat rata-rata kekayaan orang Indonesia mencapai Rp 2 miliar. Kehebohan tersebut jelas bukan tanpa alasan, aku pun termasuk salah satu warga yang mempertanyakan hal tersebut hingga mencari tau lebih detail soal ini. Hasilnya, ternyata catatan tersebut didapat dari pembagian total seluruh kekayaan yang ada termasuk kekayaan alam dengan jumlah masyarakat Indonesia. 


Yup, ternyata Indonesia memang sekaya itu loh. Bayangkan saja, kalau satu orang nya di-rata-ratakan memiliki kekayaan sampai 2 milyar, berapa total kekayaan kita? Jawabannya ya jelas buanyaaaakkk. Kerennya lagi, kekayaan itu baru dihitung dari kekayaan yang terlihat saja, belum dari sumber energi terbarukan yang bisa lebih dikembangkan lagi kedepannya.


Banyak yang belum tau juga nih kalau Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah ruah. Posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat ibu pertiwi kita ini memiliki iklim yang cukup bagus sehingga memiliki banyak potensi energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, angin, air, ombak, biofuel, panas bumi, biomassa, pasang surut dan lain sebagainya. Sayangnya potensi-potensi tersebut  tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal. 


Alhamdulillah, beberapa waktu lalu aku sempat mengikuti webinar yang membahas soal ini dan jadi nggak sabar buat membagikannya lewat tulisan di blog ini. Bersama komunitas kesayangan, Eco Blogger Squad, aku pun mendapat banyak insight baru bertema “ Mengulik Energi Terbarukan yang sedang Ramai Diperbincangkan”. Tak tanggung-tanggung, ada kak Refina Muthia Sundari, Research Manager at Traction Energy Asia. 


Di webinar tersebut, Kak Refina membagikan berbagai hal soal potensi energi terbarukan dan berbagai upaya yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan potensi-potensi itu. For your information, energi terbarukan adalah sumber energi yang memiliki jumlah tak terbatas di alam dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Jumlah nya bisa dibilang tak terbatas karena sebagian diantaranya memiliki siklus berkelanjutan. 


Asyiknya lagi, keunggulan dari energi terbarukan yang ada itu tidak hanya soal jumlahnya yang tak terbatas saja, tapi dipercaya lebih bersih dan ramah lingkungan serta jauh lebih hemat. energi terbarukan yang digunakan memang tidak mencemari lingkungan jika dibandingkan dengan energi fosil yang selama ini kita andalkan. Inilah yang akhirnya membuat energi terbarukan menjadi potensi yang benar-benar harus kita kebangkan lagi agar bisa digunakan sepenuhnya di masyarakat.



Uniknya, Indonesia pun memiliki potensi energi terbarukan yang seolah diluar nalar. Ada yang pernah terpikir kah kalau minyak jelantah yang biasa kita buang itu justru merupakan potensi energ terbarukan? Jujur, aku baru tau soal ini ya di webinar tersebut. Minyak Jelantah yang dibuang begitu saja akan merusak lingkungan, tapi jika bisa dimaksimalkan, minyak jelantah bisa jadi biodiesel.


Nggak perlu penasaran kenapa minyak jelantah bisa jadi bahan baku pembuatan biodiesel, karena minyak jelantah memiliki komposisi yang berasal dari minyak sawit. Yup, minyak sawit memang menjadi salah satu potensi pembuatan biodiesel. Nah minyak jelantah menjadi lebih menguntungkan untuk digunakan sebagai biodiesel karena sudah menjadi limbah. Gampangnya, daripada merusak lingkungan sebagi limbah lebih baik digunakan kembali sebagai bahan baku biodiesel.


Selain mendukung usaha-usaha untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan itu, kita juga bisa kok ikut andil untuk lebih sadar energi. Ada beberapa hal simpel yang bisa kita lakukan dalam keseharian, seperti, menggunakan transportasi publik, memasang instalasi panel surya di ata rumah, menggunakan kendaraan ramah lingkungan, menggunakan lampu LED, dan mengaplikasikan 3 M (mematikan, mencabut, dan mengatur) dalam peggunaan listrik di rumah.


Jadi, udah saatnya kita-kita yang muda ini untuk sama-sama lebih sadar energi. Yuk melek energi bareng untuk bumi yang lebih baik.