21/01/19

Usir komedo dengan Facial Gold ala Klinik kecantikan dr Utari Stella




Sepertinya ungkapan yang mengatakan kalau kita ingin wangi maka bertemanlah dengan tukang minyak wangi, tuh sedikit relevan dengan kebiasaanku belakangan ini. Kemungkinan besar aku sudah ‘tertular virus ingin cantik’ dari teman-teman beauty blogger yang kukenal. Pelan tapi pasti aku terus belajar berbagai teknik memulas wajah dengan beragam produk make-up.

Alhamdulillah penampilanku pun mulai terlihat lebih manis berkat pulasan makeup tersebut. Sayangnya aku baru menyadari kalau ternyata ‘virus ingin cantik’ itu juga memiliki efek samping yang patut diwaspadai, seperti singgahnya komedo dan jerawat akibat tumpukan sisa makeup yang tidak terangkat misalnya.

Niat hati ingin memiliki wajah yang cantik dengan bantuan pulasan makeup tadi malah menjadi boomerang bagiku, karena jika si komedo dan jerawat tadi sudah hadir maka makeup yang biasanya aku andalkan pun tak lagi dapat banyak membantu. Komedo dan jerawat memang amat sulit untuk ditutupi oleh makeup, kalaupun bisa, hasilnya tidak akan maksimal dan tetap akan terlihat.



Berangkat dari kegundahan inilah akhirnya akupun mulai mencoba berbagai cara untuk mengusir si kakak beradik komedo dan jerawat ini. Untuk komedo sendiri aku sudah coba menggunakan pore pack yang banyak dijual di pasaran, namun efeknya kurang terasa bagiku. Memang ada komedo yang terangkat berkat pore pack tersebut tapi tidak secara keseluruhan. Begitu juga dengan proses pembersihan wajah dengan cara double cleansing yang biasa disarankan padaku untuk mengurangi timbulnya jerawat pun tidak terlalu memberikan efek jitu.

Oleh karena itu aku jelas butuh cara yang lebih baik, dan lagi-lagi atas saran dari seorang teman beauty blogger, aku pun mulai melirik Klinik Kecantikan dr Utari Stella yang berlokasi di Ruko Glaze2 Blok D No 5 Gading serpong, Tanggerang sebagai solusi dari masalahku ini.



Begitu melihat track record dari klinik kecantikan dr Utari Stella via akun instagramnya yang banjir penghargaan itu, aku pun mulai mengunjungi klinik kecantikan andalan warga tanggerang ini. Jarak yang lumayan jauh jika ditempuh dari rumahku sama sekali bukan halangan, yang ada dalam pikiranku saat itu hanya ingin sesegera mungkin mengusir ‘tamu tak diundang’ tersebut dari wajahku.

Kesan pertama yang aku dapat ketika berkunjung ke Klinik kecantikan dr Utari Stella ini adalah keramahan dari sang pemilik sekaligus dokter yang ‘turun’ langsung menangani setiap customer yang datang. Nah ini dia salah satu keunggulan dari klinik dr Utari Stella yang amat jarang ditemui pada klinik kecantikan lain, di sini kalaupun nantinya akan dibantu oleh kaka cantik asisten ibu dokter, namun tetap akan diawasi langsung oleh dr Utari Stella jadi tidak diragukan lagi deh kualitas pelayanannya.

Beragam penghargaan dari klinik kecantikan dr Utari Stella


Ada beragam treatment yang tersedia di Klinik kecantikan ini, diantaranya adalah Facial, mikrodermabrasi, radio frekuensi, elektrokauter, Hifu, IPL, dan Chemical peeling. Karena saat ini aku sedang ingin mengusir si komedo dan jerawat maka aku pun memilih untuk melakukan facial saja, tepatnya facial gold. O iya facial disini juga ada beberapa macam, tapi perbedaanya hanya pada masker dan serum yang digunakan saja, tergantung dari kebutuhan masing-masing kulit.

Tahap pertama dari facial gold ini adalah tahap cleansing, dimana wajahku mulai dibersihkan dengan cleanser andalan klinik kecantikan dr Utari Stella ini. Proses ini berguna untuk membersihkan makeup yang mungkin saja telah kita pulas sebelum berangkat ke klinik kecantikan tersebut. Proses selanjutnya adalah scrubbing. Tahapan ini masih merupakan proses cleansing juga namun menggunakan scrub halus yang berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati di wajah.

proses scrubbing

Setelah wajah bersih, aku pun dimanjakan dengan proses message atau relaksasi dengan pemijatan. Menurut dr Utari Stella proses ini berguna untuk melancarkan sirkulasi aliran darah di wajah. Setelah dipijat, selanjutnya aku pun diajak untuk masuk ke proses penguapan yang berguna untuk membuka pori-pori wajah terlebih dahulu supaya tahapan facial selanjutnya dapat lebih maksimal lagi. Penguapan yang dilakukan di Klinik kecantikan dr Utari Stella ini telah menggunakan alat khusus. Pada proses ini kaka terapisnya akan menyesuaikan suhunya dengan daya tahan kita, kalau misalnya terlalu panas maka ia tak ragu untuk segera menurunkan suhu tersebut.
proses penguapan

Pori-pori yang mulai sedikit terbuka setelah diuap itu, akan mempermudah proses ekstraksi komedo yang dilakukan setelahnya. Pengangkatan komedo yang biasanya menimbulkan sedikit trauma karena rasa sakit itu menjadi lebih nyaman dan cepat. Dan setelah benar-benar yakin semua komedo telah terangkat sempurna, proses selanjutnya adalah pemberian serum serta pemasangan LED Mask.

Proses ekstraksi komedo

LED Mask ini tuh merupakan masker khusus dengan mengandalkan sinar LED beragam warna, kali ini aku menggunakan LED berwarna merah yang konon katanya dapat berfungsi sebagai anti aging. Tak cukup menggunakan LED Mask, wajahku kembali dipakaikan masker, tepatnya masker gold.

menggunakan LED Mask


Ahhh rasanya tahapan demi tahapan dari facial gold dari klinik kecantikan dr Utari Stella ini tuh benar-benar sukses memanjakan wajahku dan berhasil mengusir jauh-jauh si komedo, terbukti dengan tampilan wajahku yang jadi lebih bersih setelah melakukan facial gold ini. Insya Allah aku akan mengikuti saran dr Utari Stella agar aku rutin melakukan facial paling tidak sebulan sekali. psttt... facial gold ini bisa kalian nikmati cuma dengan merogoh kocek sebesar 100-200 rb aja loh, murah bingit kan...


Klinik Kecantikan dr Utari Stella

Ruko Glaze2 Blok D No 5 Gading Serpong, Tanggerang
No Telp 021 29011655 / 082122461714
Web : http://drutaristella.com

Jadwal praktek 
Senin - selasa : dengan perjanjian
Rabu-minggu : 10.00 - 17.00 

  


   

18/01/19

4 Trik mempersiapkan libur lebaran

mempersiapkan libur lebaran


Waktu memang berjalan begitu cepat ya, rasanya baru kemarin kita merasakan serunya mempersiapkan libur lebaran eh dalam beberapa bulan kedepan kita akan merasakan kembali keseruan tersebut. Mungkin karena Indonesia ini merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, jadi tak heran jika suasana libur lebaran tuh lebih terasa’ dibandingkan dengan negara lain.


Saking antusiasnya masyarakat kita dalam mempersiapkan libur lebaran ini, segala sesuatu perihal libur lebaran itu benar-benar harus disiapkan dari jauh hari. Seperti saat ini misalnya, persiapan libur lebaran 2019 yang diperkirakan jatuh pada tanggal 5-6 Juni 2019 tersebut pun sudah mulai dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita.

Namun bak memakan buah simalakama, mempersiapkan libur lebaran yang masih jauh itu memang menghadirkan dilema tersendiri. Disatu sisi, kita harus membeli tiket dari jauh hari agar tidak sampai kehabisan seat, namun disisi lain kita pun dihadapkan pada dilema perihal waktu keberangkatan yang pastinya akan amat berkaitan dengan waktu cuti yang diberikan oleh perusahaan tempat kita bekerja.

Trik mempersiapkan libur lebaran 2019


Nah, bicara soal ini, aku punya beberapa trik nih untuk menyiasati agar si buah simalakama yang terpaksa harus kita makan itu tetap terasa nikmat, berikut diantaranya,

1. Pilih waktu yang paling mendekati tepat

mempersiapkan libur lebaran


Aku sih paham banget kalau yang namanya memilih waktu keberangkatan libur lebaran ini agak susah mendekati kata ‘tepat’ tapi tetap bisa diminimalisir juga kok kesalahannya, contohnya seperti pada libur lebaran 2019 ini misalnya, cuti bersama diperkirakan akan jatuh pada tanggal 3-7 Juni 2019. nah jika sudah mengetahui perkiraannya, langkah selanjutnya adalah tinggal mencocokan waktu keberangkatan dengan estimasi waktu tempuh ke kampung halaman agar bisa sampai tepat pada waktu yang diinginkan.

O iya karena di Indonesia ini mudik sudah menjadi tradisi, maka bisa dipastikan kalau hampir semua pemudik itu juga memiliki pemikiran yang sama, maka tak heran jika perebutan tiket ditanggal-tanggal tersebut tuh terbilang ‘garang’. Oleh karena itu akan lebih baik jika kita membelinya benar-benar dari jauh hari ya...

2. Pastikan lagi berapa anggota keluarga yang akan ikut

Kepastian jumlah anggota yang akan ikut dalam liburan lebaran ini tuh kan berkaitan dengan jumlah tiket yang akan dipesan, jadi sebisa mungkin jangan sampai salah, kenapa...? karena jika ada anggota keluarga yang ketinggalan memesan tiket itu maka kemungkinan besar tidak akan dapat pergi dalam satu waktu, dan ini jelas akan lebih mempersulit kita.

3. Siapkan anggaran

Dengan membeli tiket lebih awal maka secara otomatis kita juga harus mempersiapkan anggaran libur lebaran tadi dari jauh hari. Menurutku sih ini justru merupakan langkah terbaik karena nantinya uang THR yang kita miliki itu bisa dialokasikan sebagai dana cadangan saat libur lebaran saja. Jadi libur lebaran kita pun akan lebih tenang dan nyaman pastinya.

mempersiapkan libur lebaran



4. Pilih tempat pembelian tiket dengan jeli

Ternyata sebenarnya yang paling pokok dan paling berperan dalam hal ini adalah tempat pembelian tiket itu sendiri loh... yup, karena sekarang sedang menjamur tempat-tempat pembelian tiket baik itu secara online maupun offline, maka kita pun sebagai customer harus benar-benar jeli memilihnya.

Berdasarkan pengalaman saat aku berlibur ke Bandung beberapa waktu yang lalu, aku sih merekomendasikan Traveloka sebagai e-commerce tiket perjalanan terbaik. Alasannya simpel karena di Traveloka aku mendapat berbagai kemudahan dari sifat fleksibilitas yang ditawarkannya.

Saat liburan kemarin, aku terpaksa harus memangkas liburan karena mendapat panggilan job yang tidak bisa kutolak. Pemangkasan waktu liburan ini pun jelas berdampak pada tiket pulang yang sudah terlanjur aku beli. Tadinya aku sempat ingin mengikhlaskan saja tiket pulang tersebut, namun salah seorang teman memberitahu kalau ternyata pembelian tiket di Traveloka itu bisa dire-schedule. Alhamdulillah banget kan...?!

Nah berbekal latar belakang inilah akhirnya aku pun makin jatuh hati pada Traveloka. Sifat fleksibilitas yang ditawarkan Traveloka ini jelas akan amat membantu kita saat menghadapi dilema ketika memesan tiket lebaran nanti.  


Kurang lebih sih empat hal itu saja yang menurutku akan amat berpengaruh pada ‘rasa dari buah simalakama’ yang biasanya kita makan saat mempersiapkan libur lebaran nanti. Bismillah yuk, Insya Allah libur lebaran 2019 ini akan lancar... Selamat mempersiapkan libur lebaran ya...

13/01/19

Menyejukkan situasi panas tahun politik...? Warga Jakarta Barat punya solusinya nih...



Kalau boleh jujur, belakangan ini tuh aku agak enggan membuka facebook dan twitter, karena situasi disana emang terasa sedikit memanas dibanding biasanya. Selain status status nyinyir yang entah ditujukan pada siapa itu, status pendukung paslon yang seringkali lebih cenderung menjatuhkan lawannya dengan hoax itu pun membuatku makin malas membuka kanal facebook dan twitter.

Sebenarnya perbedaan pendapat itu adalah suatu kewajaran yang sudah seharusnya dimengerti oleh setiap orang. Namun sayangnya, tidak semua orang dapat menerima perbedaan pendapat itu dengan legowo. Tak hanya itu saja, biasanya yang terkena dampak dari perbedaan pendapat itu bukan hanya mereka yang berada dalam circle beda pendapat itu saja, tapi juga orang-orang disekitarnya yang bisa dikatakan sama sekali tidak ada kaitannya soal pendapat yang sedang diperdebatkan itu.

Nah di tahun politik ini, seluruh masyarakat Indonesia hampir bisa dipastikan ikut terkena dampak dari perbedaan pendapat dua kubu paslon yang sekarang sedang giat-giatnya mencari perhatian rakyat tersebut. Tentu tidak masalah jika semua berada dalam jalur yang benar, karena tadi aku juga sudah mengatakan kalau perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun akan jadi masalah ketika perbedaan pendapat ini mulai merambah ke kepentingan umum yang disalahgunakan.



Dalam Undang undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, Pasal 280 ayat 1 huruf h disebutkan bahwa pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan. Aturan ini sudah amat jelas ada, namun kenyataannya di lapangan masih banyak tim kampanye yang menggunakan fasilitas umum tersebut, salah satunya yang paling sering digunakan adalah tempat ibadah.

Yup, rasanya sudah bukan hal yang asing ketika mendapati adanya selipan pesan untuk mendukung salah satu paslon dalam siraman rohani di suatu tempat ibadah. Salahkah...? belum tentu... karena memang tidak semua masyarakat Indonesia paham soal undang-undang tersebut. Padahal penggunaan tempat ibadah sebagai tempat kampanye tersebut cenderung memicu perbedaan pendapat dan bukan tidak mungkin mengakibatkan rusaknya kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah kita perjuangkan bersama.

Nah dari sinilah akhirnya dibutuhkan sosialisasi lebih jauh perihal undang undang tersebut, jangan sampai terjadi kasus malas pergi ke tempat ibadah seperti yang terjadi padaku ketika enggan membuka facebook dan twitter tadi hanya karena situasi panas tahun politik itu. Berbekal latar belakang inilah akhirnya masyarakat Jakarta Barat berinisiatif mengadakan suatu gerakan nyata untuk menolak penggunaan tempat ibadah sebagai sarana kampanye dengan melakukan pemasangan 1000 spanduk di tempat-tempat ibadah yang ada di wilayah Jakarta Barat.



Alasan pemasangan sapnduk penolakan ini simpel, Selain untuk sosialisasi pada tim kampanya yang ‘buta’ undang-undang, spanduk ini juga merupakan pengingat bagi mereka yang mungkin saja lupa akan keberadaan undang-undang tersebut.

Masyarakat Jakarta Barat yang diwakili oleh para pemuka masyarakat serta tokoh lintas agama pun secara resmi mendeklarasikan janji untuk sama sama menjaga kerukunan umat beragama pada situasi panas tahun politik ini serta me-launching pemasangan 1000 spanduk penolakan tadi di Masjid Al Amanah, Jakarta Barat.

Tak tanggung tanggung loh tokoh masyarakat yang hadir ini merupakan para pemuka yang memang disegani oleh masyarakat Jakarta Barat, diantaranya adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Jakarta Barat, beserta jajaran 3 Pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Wakil Walikota Jakarta Barat, Kajari, Ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Jakarta Barat, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar,beserta tokoh lintas agam, Ketua MUI Jakbar, PGI ( Persekutuan Gereja Indonesia), KAJ (Keuskupan Agung Jakarta), Walubi (Wali umat budha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia).



Para tokoh masyarakat ini memang sama-sama telah berkomitmen menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, menolak tempat ibadah untuk dijadikan penyebaran isu hoax, Sara, dan radikalisme demi terciptanya Pemilu 2019 yang damai, aman dan sejuk. Dimulai dari masjid Al Amanah yang menjadi lokasi pertama pemasangan spanduk ini, nantinya spanduk penolakan tersebut akan dipasang di 860 masjid, 237 gereja, 1 pura, 85 vihara atau jika ditotal secara keseluruhan spanduk ini akan dipasang di 1183 tempat ibadah.

Jumlah spanduk penolakan yang mencapai angka lebih dari 1000 tersebut diharapkan sudah cukup untuk mensosialisasikan peraturan Undang-undang yang melarang penggunaan tempat ibadah tadi ya. Jika masih ada yang melanggar jelas kelewatan banget dan harus segera ditindak, karena tidak ada alasan lagi untuk tidak mengetahui perihal Undang Undang tersebut.



Yuk mari sama-sama kita ciptakan suasana pemilu damai, aman dan sejuk, jangan malah menjadi bagian dari panasnya situasi politik dengan menggunakan tempat ibadah sebagai tempat kampanye ya...


08/01/19

Prioritas Kemnaker di tahun 2019...??? peningkatan Kualitas SDM jawabannya...

kualitas-SDM


Pada tulisanku sebelumnya, aku pernah mengulas sedikit soal curhatanku saat galau memilih akan melanjutkan sekolah kemana ketika telah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemikiranku yang kala itu masih amat jauh dari impian untuk menjadi SDM yang berkualitas atau bagaimana masa depan kualitas SDM di Indonesia , pada akhirnya membuatku harus berhadapan dengan kata penyesalan saat memilih jenjang SMA alih-alih SMK yang konon katanya lebih bisa diserap ‘pasar’ itu.

Penyesalan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan baik atau buruk kedua jenjang pendidikan tersebut. Semuanya kembali lagi pada keinginan serta kemampuan masing-masing individunya. Kebetulan saja, saat itu aku memang dihadapkan pada kondisi yang kurang baik dan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hingga akhirnya aku pun terpaksa menyandang gelar sebagai salah satu orang dengan kualitas SDM yang kurang mumpuni dan agak kesulitan dalam mencari pekerjaan dibanding teman-temanku yang merupakan lulusan SMK.

Yup, SMA dan SMK tidak akan pernah bisa kita sandingkan bersama, karena memang keduanya memiliki banyak perbedaan baik itu dari segi proses pendidikan maupun orientasi tujuannya. Secara akademis, SMA didesain untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara SMK sudah diarahkan untuk mengenal lebih dekat dengan industri sesuai jurusannya. Namun, meski berbeda jauh dan tidak bisa disandingkan, keduanya tetap bisa disatukan dalam tujuan untuk memperoleh kualitas SDM yang mumpuni.

kualitas SDM

Gambaran nyata perkembangan kualitas SDM di Indonesia 


Agak berat memang jika saat kita membicarakan kegalauan memilih sekolah lanjutan saja sudah lantas membahas soal kualitas SDM di Indonesia, tapi mau tidak mau memang harus kita akui kalau hal ini tuh saling berkaitan satu sama lain. Kegalauan para generasi milenial saat memilih sekolah lanjutan ini merupakan masalah yang seolah sedang menggerogoti pondasi kualitas SDM Indonesia di masa depan.

Simulasinya begini, jika saat ini banyak generasi milenial yang galau memilih pendidikan lanjutan dan akhirnya harus menyesal, maka dapat dipastikan kualitas SDM kita di masa depan akan lebih terpuruk dari sekarang, begitupun sebaliknya. Selain kegalauan pemilihan jurusan di tingkat lanjutan ini, ternyata kualitas SDM di Indonesia pun mengalami hambatan di berbagai aspek lain yang tidak bisa kita abaikan begitu saja.

Sedikit gambaran aja nih, saat ini Indonesia tuh sedang dihadapkan pada polemik yang berkaitan dengan tingginya presentase lulusan SD-SMP dalam SDM angkatan kerja, tepatnya sekitar 58,76 %. Seperti kita ketahui bersama, lulusan SD-SMP akan amat sulit diterima ‘pasar industri’, jadi, benar-benar harus ada intervensi dalam pembangunan kualitas SDM di Indonesia agar dapat terus bersaing.

kualitas SDM



 Berbekal latar belakang inilah, akhirnya pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja pun mulai mengambil langkah pasti dalam mengatasi kegalauan para generasi milenial ini agar bisa tetap menjaga kualitas SDM Indonesia di masa depan, dan alhamdulillah aku pun berkesempatan untuk ikut hadir dalam acara jumpa pers yang membahas masalah ini.

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi prioritas pemerintah


Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang pada tahun terakhir periode pertama pemerintahannya ini akan memprioritaskan pembangunan kualitas SDM di Indonesia, Kementrian tenaga kerja pun menjadikan masifikasi pelatihan vokasi sebagai program prioritasnya. Simpelnya tuh meningkatkan kualitas SDM Indonesia akan menjadi resolusi pemerintah yang diwakili oleh Kemnaker di tahun 2019 ini.

Pemerintah paham betul bahwa meski Indonesia dianugerahkan dengan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah tetap tidak akan ada artinya jika tanpa kualitas SDM yang mumpuni, karena di masa depan Sumber daya alam akan habis dieksploitasi sementara kualitas SDM yang mumpuni akan menjadi investasi untuk pembangunan bangsa ini, jadi tak salah bukan kalau akhirnya peningkatan kualitas SDM ini pun menjadi program prioritas atau resolusi pemerintah di tahun 2019...?!

kualitas SDM
Sekretaris Jendral, Khairul Anwar

Sesuai dengan namanya, resolusi 2019, Kemnaker pun telah menyiapkan beberapa program pengembangan kualitas SDM di Indonesia diantaranya adalah masifikasi pelatihan di Balai Latihan Tenaga Kerja (BLK), pemagangan terstruktrur dan sertifikasi uji kompetensi.

Peningkatan kualitas SDM melalui masifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja


Pada tulisanku sebelumnya tentang Bentuk dukungan Kemnaker pada animasi karya anak bangsa, aku pun pernah mengulas soal pengalamanku saat berkunjung ke salah satu BBPLK yang ada di Bekasi. Berbagai fasilitas yang tersedia disana begitu menggambarkan usaha Kemnaker dalam meningkatkan kualitas SDM yang mumpuni di masa depan. Tak tanggung- tanggung loh, fasilitas disana tuh bisa dibilang mewah untuk sebuah BLK yang masih sering dianggap remeh oleh masyarakat.

Masifikasi pelatihan di BLK itu sendiri terbagi menjadi tiga yaitu Skilling, Up-skilling, dan re-skilling. Skilling itu ditujukan untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill atau keahlian baru, up-skilling untuk mereka yang ingin meningkatkan lagi keahlian yang telah dimiliki sebelumnya agar semakin mudah diterima oleh pasar industri, sementara re-skilling untuk pekerja yang ingin mendapatkan keahlian lain dari ketrampilan yang ia miliki sebelumnya. Triple skilling ini bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta pelatihan BLK.

kualitas SDM


Melihat fasilitas yang disediakan oleh masing-masing BLK dibawah naungan Kemnaker ini maka tak heran jika animo masyarakat pada BLK pun mulai membesar, tercatat sejak 2015 - Oktober 2018 sudah ada 383.132 peserta pelatihan BLK dan pada tahun 2019 ini diperkirakan angkanya akan mencapai 660.476 peserta.

Usaha Kemnaker meningkatkan kualitas SDM melalui BLK Komunitas dan BLKLN


Tak sampai disitu saja, demi meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, Kemnaker pun mulai mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat dengan membangun BLK Komunitas. Kalau pada tahun 2017 lalu sudah ada 50 BLK Komunitas, dan di tahun 2018 lalu sudah ada 75 BLK Komunitas, nah di tahun 2019 ini Kemnaker menargetkan angkanya naik menjadi 1000 BLK Komunitas dengan target memberikan pelatihan kepada 100 orang pada masing-masing BLK Komunitas tersebut.

O iya, seperti paham betul dengan par generasi milenial yang berbasis digital, Menaker Hanif pun menginisiasi pembangunan Innovation room tempat berlangsungnya jumpa pers ini, tepatnya di Lantai M Gedung parkir kementrian Ketenagakerjaan. Yup, kalian ga salah baca, innovation room ini memang berlokasi di gedung parkir dan memang awalnya berfungsi layaknya tempat parkir kebanyakan, namun sekarang telah diubah menjadi sebuah talent hub demi merespon era baru industri digital dan industri 4.0.

Desain ruangannya yang terlihat instagramable ini diharapkan dapat memudahkan keluarnya kreativitas setiap pengguna innovation room ini. Kabar baiknya adalah kelak innovation room ini akan direplikasi di BLK-BLK milik Kemnaker.



kualitas SDM


Bismillah... Insya Allah dengan berbagai usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia ini dapat segera membuahkan hasil dan membawa Indonesia ke gerbang kesuksesan dimata international.  



31/12/18

Putuskan mata rantai generasi sandwich dengan menyiapkan dana pensiun

dana pensiun


Bicara soal harapan, rasanya belum terlambat kalau aku menyelipkan sedikit impian tentang masa tua ku di momen pergantian tahun ini. aku ingin kelak ketika tiba di usia senja sudah dalam kondisi mapan, atau paling tidak sudah memiliki dana pensiun yang cukup untukku dan suami menghabiskan masa tua kami. Impian ini sengaja aku selipkan dalam resolusi tahun 2019 karena aku sadar betul kalau menyiapkan dana pensiun itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan dan harus segera dilakukan sedini mungkin.

Putuskan rantai generasi sandwich dengan menyiapkan dana pensiun 


Jujur keinginan ini begitu memuncak tatkala aku merasa sedikit sesak terhadap himpitan status sebagai generasi sandwich yang saat ini resmi kusandang. For your information, generasi sandwich adalah istilah yang ditujukan pada generasi yang harus memikul tanggung jawab untuk dirinya pribadi dan keluarga inti sekaligus juga tetap harus bertanggung jawab pada orang tuanya.

dana pensiun untuk si generasi sandwich
Pic : Pixabay.com

Merasa sedikit sesak disini tuh bukan berarti aku menjadi ‘durhaka’ terhadap orang tua, namun yang kubicarakan semata-mata adalah realita yang ada. Jika ditanya ikhlas atau tidak, maka dengan tegas aku akan menjawab ikhlas lahir batin. Namun keikhlasan mengemban status sebagai generasi sandwich tersebut tidak mengurangi fakta bahwa menjadi generasi sandwich memang ‘berat’.

Sebagai orang tua, aku sama sekali tidak ingin mewarisi Rasa ‘berat’ menjadi generasi sandwich yang aku rasakan ini pada ketiga buah hatiku, dan salah satu cara paling ampuh untuk memutus rantai generasi sandwich tersebut adalah dengan menyiapkan dana pensiun tadi.

Dana pensiun hanya untuk PNS...? kata siapa...?


Sebelum bicara lebih jauh perihal mempersiapkan dana pensiun, rasanya akan lebih baik jika kita menyamakan dulu persepsi soal si dana pensiun tersebut. Dana pensiun tidak hanya berkaitan dengan uang pensiun seperti gaji yang tetap diterima oleh para PNS meski sudah tidak lagi bekerja, tapi pengertian dana pensiun yang kumaksud disini tuh merupakan dana untuk menghabiskan masa tua tanpa membebani orang lain, baik itu diperoleh sebagai balasan atas jasanya karena bekerja pada suatu perusahaan, maupun karena memang disiapkan secara pribadi oleh orang yang bersangkutan.

dana pensiun
Pic : Pixabay.com


Yup, siapapun berhak menyiapkan dana pensiunnya masing-masing, sebab melalui masa tua dengan tenang bukan hanya mimpi mereka yang berstatus sebagai PNS saja tapi juga buat para freelancer sepertiku ini. Perbedaan terhadap dana pensiun tadi hanya terletak pada cara mendapatkannya saja.

sepanjang hasil analisisku sih, berdasarkan profesi pekerjaan, ada 3 jenis cara mendapatkan dana pensiun yang perlu kalian ketahui, berikut diantaranya,

1. Dana pensiun bagi Pekerja tetap


Meski tidak semua orang yang menyandang status sebagai pekerja tetap, memiliki dana pensiun yang disiapkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, tapi paling tidak, karena memiliki gaji tetap maka seharusnya mereka akan lebih mudah menyiapkan dana pensiun nya masing-masing.

Cara yang paling mudah adalah dengan menyisihkan sedikit dari penghasilan rutinnya tersebut untuk persiapan dana pensiun melalui tabungan atau dengan mengikuti program jaminan hari tua yang dicanangkan pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, baik secara kolektif dengan perusahaan maupun secara individu.

dana pensiun
Pic : Pixabay.com

2. Dana pensiun bagi Wirausahawan 

Alih-alih menabung untuk dana pensiun dalam bentuk uang, seorang wirausahawan sebenarnya memiliki cara yang lebih luas dibanding mereka yang berstatus sebagai karyawan tadi, salah satunya adalah dengan cara menyiapkan SDM atau tenaga ahli yang kelak dapat menghandle usahanya tersebut. Alasannya simpel, dengan adanya SDM berkualitas yang telah ia siapkan, kelak usahanya akan tetap berjalan dan menjadi mesin penghasil dana pensiun meski sang wirausahawan tersebut telah berada di usia yang tidak produktif lagi.

3. Dana pensiun bagi Freelancer


Nah golongan ketiga tempatku berada ini merupakan golongan yang bisa dibilang paling sulit dalam hal menyiapkan dana pensiun tersebut. Namun meski sulit bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan, tetap ada cara demi mewujudkan impian tersebut. Pastinya masih ingat bukan dengan pepatah yang mengatakan “ banyak jalan menuju Roma”...?

Menyiapkan dana pensiun untuk seorang Blogger 

dana pensiun
Pic : pixabay.com

Menjadi seorang blogger yang notabene masuk dalam kategori freelancer ini memang membuatku tidak memiliki penghasilan tetap, jadi aku harus benar-benar pandai memanage penghasilanku tersebut agar kelak tetap dapat memiliki dana pensiun, salah langkah sedikit saja bisa membuat anak-anakku kelak juga menyandang status sebagai generasi sandwich sepertiku.

Hal pertama yang aku lakukan demi dana pensiun tersebut adalah membuat perkiraan besaran dana pensiun tersebut. Ilustrasinya begini, jika dalam sebulan kita membutuhkan dana sebesar Rp 3 jt untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari maka dalam setahun kita akan membutuhkan dana sebesar Rp 36 jt. Nah seandainya kita ingin menyiapkan dana untuk sepuluh tahun masa pensiun, maka dana pensiun yang harus disiapkan adalah sebesar Rp 360 jt.

Rp 360 juta memang bukan angka yang sedikit tapi sebenarnya jumlah ini merupakan angka yang paling tidak aman untuk dana pensiun. Ingat, ini hanya kisaran dana untuk sepuluh tahun saja, bukan tidak mungkin masa tua kita akan lebih panjang dari itu, jadi tentu tak salah kalau aku katakan angka Rp 360 jt itu merupakan angka minimal yang harus disiapkan untuk melalui masa tua kelak. Makin besar angkanya akan semakin bagus.

dana pensiun


Lalu bagaimana cara mendapatkan uang sebesar itu...? cara klise seperti menabung masih menjadi andalanku, tapi ada satu hal yang harus kita ingat dalam menyiapkan dana jangka panjang tersebut, yup apalagi kalau bukan inflasi atau kenaikan nilai mata uang. Dengan adanya inflasi itu, nilai Rp 3jt yang kita perkirakan dapat memenuhi kebutuhan harian dalam satu bulan pada masa sekarang akan berkurang nilainya saat kita tua nanti.

Oleh karena itu untuk menghindari dampak inflasi pada dana pensiun kita, maka dibutuhkan lebih dari sekedar menabung saja, akan lebih baik jika tabungan dana pensiun tersebut dialokasikan ke investasi jangka panjang, seperti deposito atau logam mulia misalnya.

Untukku pribadi sih, logam mulia tetap menjadi pilihan investasi terbaik. Biasanya aku akan langsung memotong fee menulis yang aku terima dari klien untuk dibelikan logam mulia tersebut. Besarannya jelas tidak menentu namun sebisa mungkin aku selalu mencoba untuk disiplin dalam berinvestasi melalui logam mulia ini agar kelak bisa juga merasakan masa tua dengan tenang dan nyaman tanpa membebani anak-anakku. Dengan begitu pula, insya Allah mata rantai generasi sandwich di keluargaku pun akan terputus dan berhenti padaku saja. Aamiin... Aamiin... Aamiin...

investasi emas untuk dana pensiun


By the way tulisan ini tuh terinspirasi dari artikel-artikel yang ada di www.moneysmart.id , sebuah portal financial terbesar dan terpercaya di Indonesia loh, bahkan aku sempat mengulas sedikit tentang 5 cara bijak hindari dampak evaporasi uang yang infonya aku dapatkan saat berkesempatan untuk mengunjungi langsung kantornya di daerah pasar minggu. Nah buat kalian yang ingin tau lebih jauh seputar finansial termasuk soal menyiapkan dana pensiun ini bisa langsung mengunjungi websitenya aja ya..

Jadiiii... sudah siapkah kalian memutus mata rantai generasi sandwich...? atau malah sudah lebih dulu #CerdasDenganUangmu untuk menyiapkan dana pensiun ...?