15/09/18

Ciptakan lingkungan rumah yang sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak



Dalam urusan mendampingi tumbuh kembang anak memang tidak ada patokan benar dan salah, yang ada hanyalah cocok dan tidak cocok diterapkan pada masing-masing keluarga. Jujur, aku sendiri agak kurang setuju dengan penerapan pendidikan anak usia dini yang lazim diterapkan pada lembaga PAUD/TK kebanyakan.

Sistem yang seolah agak ‘memaksa’ anak belajar mengenal abjad dan angka itu rasanya terlalu kejam jika diterapkan pada mereka yang kita sebut buah hati tersebut. Lembaga yang tidak menerapkan sistem ‘belajar paksa’ ini bukannya tidak ada sama sekali sih, tapi kalaupun ada biaya yang dibebankan pada kita cukup membuat kantong jebol saking mahalnya.

Berangkat dari latar belakang inilah metode montessori di rumah pun mulai banyak dilirik oleh para moms yang tidak ingin anaknya ‘dipaksa belajar’. ya, metode ini memang dianggap cukup baik untuk membantu perkembangan sosial, emosional dan kognitif anak dengan cara bermain sambil belajar yang diterapkannya.

NIPPON SPOT-LESS PLUS and ART in the Montessori Environment


Aku sendiri juga cukup tertarik dengan metode montessori di rumah ini, karena ternyata bisa menggunakan alat dan bahan yang ada disekitar rumah saja. Saking tertariknya dengan metode ini, membuatku jadi makin bersemangat untuk menghadiri acara bertajuk NIPPON SPOT-LESS PLUS and ART in the Montessori Environment beberapa waktu yang lalu.

Rumah Sehat
Elvina Lim Kusumo


Dalam acara yang berlangsung di Mamain Cafe, Jakarta Selatan tersebut menghadirkan Elvina Lim Kusumo sang Pendiri IndonesiaMontessori.com serta founder dan penulis seri buku montessori dirumah yang pastinya amat handal dalam bidang ini. Dalam materinya kak Elvina pun menyampaikan kalau mendidik anak tuh perlu didukung oleh penggunaan semua inderanya agar dapat memaksimalkan proses belajarnya.

Tidak seperti kurikulum di sekolah, pada metode montessori ini anak diajak belajar mengenal lingkungan sekitarnya dengan cara yang menyenangkan seperti membuat sebuah prakarya misalnya. Ketika kita mengajak anak membuat prakarya ia akan sekaligus mempelajari tekstur dari bahan yang digunakan, manfaat dari hasil prakaryanya, dan lain sebagainya.

Seringkali hasil yang dibuat oleh anak memang tidak seperti harapan kita, para ibunya, namun bukan berarti metode ini salah, karena tidak sesuai harapan kita berarti anak akan terus belajar dengan caranya masing-masing yang tentu mereka sukai. Dengan cara ini anak pun akan lebih berani mengekspresikan semua yang mereka pikirkan, sehingga akan membantu mereka berpikir kritis, dan inovatif yang nantinya akan berguna untuk perkembangan otak dan bekal mereka di masa depan.



Tak sampai disitu, Kak Elvina pun menyampaikan tentang beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk menerapkan metode ini dirumah masing-masing, berikut diantaranya:

1. Siapkan sudut seni

Sudut seni yang dimaksud disini adalah suatu sudut atau spot yang memang kita siapkan untuk anak bereksplorasi sepuasnya. Baiknya sudut ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat indah, menarik, mengundang anak untuk datang kesitu dan tentunya bersih.

2. Tray Kegiatan seni

Kak Elvina menyarankan agar pada sudut seni yang telah kita siapkan tadi itu juga disediakan Tray kegiatan seni. Sebisa mungkin tray ini sudah dilengkapi dengan alat-alat seni ringan yang bisa langsung diakses oleh sikecil dengan mudah

3. Real Tools, Child Size

Alat yang disiapkan di tray tadi baiknya merupakan alat yang sebenarnya, misal gunting ya sediakan gunting asli jangan gunting mainan. Tapi selalu ingat, sediakan alat sesuai ukuran anak kita ya...

4. Bahan-bahan

Nah didalam tray tadi juga jangan lupa kita letakkan bahan-bahan yang bisa ‘disulap’oleh sikecil menjadi karya seni versi mereka. Bahan disini tidak harus yang sulit-sulit kok, bisa dengan menggunakan barang bekas saja seperti bekas gulungan tisu atau karton susu bekas misalnya.

O iya ada satu hal lagi yang tidak kalah penting dalam penerapan metode montessori dirumah ini, yaitu menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan menyenangkan. Kenapa...? karena berdasarkan survey yang dilakukan kepada 200 orangtua di tahun 2017 lalu didapatkan data bahwa 70% orang tua mengatakan anak mereka menghabiskan waktu didalam ruangan sekitar 8-20 jam setiap harinya. Meski begitu ternyata masih banyak yang belum bisa menciptakan lingkungan rumah yang sehat.

Aku katakan demikian karena 86% dari mereka mengaku masih mengabaikan kebersihan dindingnya, padahal seperti kita ketahui bersama, dinding adalah permukaan yang paling luas didalam rumah dan paling sering bersinggungan langsung dengan anak, apalagi bagi mereka yang masih berusia batita.

Nippon Paint Spot Less Plus dukung tumbuh kembang anak melalui rumah yag sehat


Tapi tenang saja, saat ini Nippon Paint pun sudah meluncurkan Nippon Paint Spot-Less Plus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nippon Paint Spot-Less Plus ini adalah cat premium interior dengan formulasi anti noda  dan anti kuman sehingga noda mudah dibersihkan dan memberikan perlindungan secara efektif dari berbagai jenis kuman.

Produk ini memiliki formula Silver-Ion yang telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (Lembaga akreditasi dari Singapura) mampu membasmi bakteri pada dinding, sehingga balita yang sedang belajar berdiri atau berjalan dapat dengan aman bersentuhan langsung dengan permukaan dinding.
 
perbandingan anti noda antara nippon paint spot-less plus dengan brand lain
Tak hanya itu saja, Nippon Spot-Less Plus ini juga dilengkapi dengan Stain Guard yang memungkinkan kita mudah membersihkan noda akibat aktivitas eksplorasi anak pada dinding rumah. Dan terakhir, Nippon Spot-Less Plus ini tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound) sehingga kita dapat lebih nyaman bernapas.

Jadi, dengan menggunakan Nippon Paint Spot-Less Plus ini kita pun bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi keluarga khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak pastinya. Aku aja udah mulai mau ganti cat rumahku dengan si kece Nippon Paint Spot-Less Plus ini, kalau moms semua bagaimana...? masa ga mau sih punya lingkungan rumah yang sehat juga... ?! Hehehe...



1 komentar: