02/09/18

Menangkap momen seru Asian Games 2018 bersama Vivalova dan Samsung J Series



Beberapa waktu yang lalu, aku sempat dilanda kegalauan yang teramat sangat terkait profesiku sebagai seorang blogger diranah maya. kegalauanku ini tak lain disebabkan oleh tampilan hasil foto yang aku gunakan untuk memvisualisasikan tulisan di setiap blogpostku itu terlihat amat tidak profesional sama sekali.

Padahal seperti kita ketahui bersama, foto merupakan salah satu unsur pendukung yang amat penting dalam sebuah tulisan. Tanpa foto pendukung yang bagus maka bisa dipastikan makna dari tulisan yang kita buat akan kurang tersampaikan pada pembaca. Bahkan beberapa survey mengatakan kalau orang akan lebih cepat menangkap maksud dari sebuah artikel melalui infografis serta ilustrasi foto yang ada.

Mengingat begitu pentingnya sebuah foto bagi blog tercintaku ini, jelas aku akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Usaha demi usaha aku lakukan untuk hal ini, salah satunya dengan terus belajar mengenai cara terbaik dalam pengambilan foto dari smartphone.

Namun entah memang karena hanya belajar secara otodidak atau ada sebab lainnya, foto yang aku hasilkan tetap saja terlihat kurang memuaskan, hingga pada akhirnya aku pun menyerah. Saat itu aku berpikir, wajar saja kalau hasil foto yang dihasilkan olehku terlihat jauh dari kata profesional, wong kameranya saja hanya menggunakan smartphone, sementara teman blogger lain sudah menggunakan kamera bagus seharga jutaan rupiah itu.

Tanpa pikir panjang lagi aku pun memutuskan untuk memecah celengan yang tadinya aku siapkan sebagai dana darurat demi membeli sebuah kamera. Harapannya adalah aku bisa mendapatkan foto penunjang yang terlihat bagus dengan kamera tersebut.

Namun ternyata aku telah salah mengambil langkah, karena sebenarnya kita juga bisa mendapatkan hasil foto maksimal jika mengetahui sedikit teknik pengambilan gambar dari smartphone dan tentunya dengan menggunakan smartphone yang memang mendukung dalam proses pengambilan gambar itu sendiri.

Ya, pemahaman ini aku dapatkan ketika berkesempatan untuk ikut hadir dalam acara bertajuk Vivalova : viva’s blogger on vacation for Asian games 2018 beberapa waktu yang lalu. Dalam rangkaian acara yang berlangsung pada sore hari itu, kami, para blogger yang hadir diberikan sedikit workshop singkat tentang teknik pengambilan gambar yang baik agar mendapatkan hasil foto yang terlihat profesional meski hanya dengan menggunakan smartphone saja.

Workshop Singkat : Mobile Photography Like A Pro With Smartphone

 

Acara yang merupakan kolaborasi antara Viva #1Newstainment dan Samsung ini menghadirkan Syahrino Putama, atau yang akrab disapa bang Rino, sebagai pembicara dalam workshop singkat bertajuk Mobile Photography Like A Pro With Smartphone. Disini Bang Rino tidak memungkiri kalau hasil dari kamera profesional memang bagus dan amat layak untuk dijadikan penunjang tulisan kita, namun bukan berarti kamera smartphone tidak bisa melakukan hal-hal dasar terkait itu.

Bang Rino saat memberikan materi workshop

Menurut bang rino, ada dua hal yang paling penting dalam pengambilan foto dengan menggunakan smartphone, yaitu teknik pengambilan gambar dan pemilihan smartphone yang mendukungnya. Jika kedua hal ini dapat kita penuhi maka insya Allah hasil foto kita akan terlihat profesional meski hanya menggunakan smartphone saja.

Teknik Pengambilan Foto menggunakan Smartphone


Sebelum melakukan pengambilan gambar, bang rino menyarankan agar kita membuat konsep terlebih dahulu. Konsep ini amat membantu kita untuk tidak gagapsaat di lapangan. Dengan konsep yang jelas, kita juga bisa lebih mengirit daya baterai alat foto serta waktu pengambilan gambar pun jadi lebih cepat pastinya.

Bang rino juga menambahkan kalau hal selanjutnya yang harus kita perhatikan adalah pemilihan angel atau sudut pandang pengambilan gambar. Ada beberapa sudut pandang yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan foto baik untuk foto portrait maupun landscape. Memang harus diakui untuk pemilihan sudut pandang ini sendiri membutuhkan sedikit kejelian serta kepekaan dari kita sebagai sang pemotret, namun seiring dengan bertambahnyajam terbangkita dalam mengambil gambar lewat smartphone, keahlian ini pun akan semakin terasah.

Selain itu, Bang Rino tak lupa mengingatkan untuk selalu mengambil gambar secara simetris agar hasilnya dapat lebih maksimal. Untuk mengambil gambar simetris ini tidaklah sulit, kita bisa memanfaatkan garis bantu yang diaktifkan pada smartphone atau menggunakan garis-garisyang ada di alam sekitar seperti garissemak belukar misalnya.

Garis bantu yang diaktifkan pada Smartphone

Tak hanya itu saja, Bang Rino juga memandu kami untuk sedikit memanfaatkan hal-hal yang ada di sekeliling kita, seperti arsitektur dari sebuah bangunan, frame atau bingkai yang tanpa kita sadari ada di alam, atau dramatisasi foto yang diambil saat minim cahaya untuk mendapatkan foto bertema black and white.

Dan terakhir, Bang Rino sedikit memberi bocoran soal aplikasi edit foto yang ciamik untuk dapat kita gunakan dalam proses editing foto kita, salah satunya dengan menggunakan aplikasi vsco yang saat ini ada di smartphoneku. Aplikasi edit foto ini bertebaran di playstore dan bisa kita pilih dengan menyesuaikan pada kebutuhan serta selera masing-masing saja.

Pemilihan Smartphone pendukung yang memadai


Pemilihan smartphone pendukung ini ternyata tak melulu berpatokan pada harga, karena kenyataannya smartphone mahal tak selalu memiliki kamera yang terbaik. Sifat dari smarthone tuh kurang lebih sama dengan gadget lain pada umumnya, masing-masing produk memiliki keunggulannya sendiri, seperti ada smartphone yang memiliki kamera handal, ada juga yang memiliki performa baterai kece.

Oleh karena itu, amat penting bagi kita dalam memilih smartphone yang betul-betul cocok untuk kebutuhan kita. Karena dalam acara ini sedang membahas seputar smartphone photography, maka Bang Rino pun menyarankan agar kita memilih smartphone yang mengandalkan fitur kamera. Yup apalagi kalau bukan si Samsung J Series, smartphone keluaran Samsung, sang sponsor acara ini.

Samsung J Series


Jujur, awalnya aku agak meremehkan kemampuan Samsung J series ini. Meski Samsung memang sudah memiliki ‘nama’ dalam dunia smartphone, namun tetap saja Buatku ia hanyalah sebuah smartphone yang tidak mungkin bisa menghasilkan foto terlihat profesional untuk diletakkan dalam tulisanku.

Agaknya pihak panitia pun menyadari kalau pemikiran sepertiku ini mungkin saja terbersit pada seluruh peserta yang hadir dalam blogger gathering saat itu, dan untuk membenarkan pandangan kami, kami diberi kesempatan untuk hands on langsung Samsung J Series tersebut.

Tak hanya itu saja, kami juga diberikan challenge untuk melakukan pengambilan gambar pada saat melakukan nonton bareng salah satu pertandingan dalam event terbesar kedua di dunia yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia, Asian Games 2018. Para peserta yang hadir pun dibagi menjadi beberapa pasangan dan masing-masing pasangan tersebut dibekali satu Samsung J Series untuk menyelesaikan challenge yang diberikan.

Beberapa Challenge yang harus kami selesaikan ditengah ke-hectic-an euphoria menonton langsung Asian Games diantaranya adalah mengambil foto bertema merah putih, selfie, euphoria, landscape GBK, dan atlet.

Keunggulan Samsung J Series


Seperti yang sudah aku katakan diawal, tadinya aku memang agak meremehkan klaim bahwa Samsung J Series mampu menghasilkan foto yang bagus dan terlihat profesional, namun perlahan tapi pasti pandangan itu berubah, karena ternyata bukanlah hal yang sulit mengambil gambar kece dengan Samsung J Series yang kami coba itu.

Seperti saat pengambilan foto selfie misalnya, kamera depannya yang memiliki fitur Face Beauty Mode jelas membuat aktivitas selfie ku menjadi semakin menyenangkan karena tidak memerlukan proses pengeditan yang panjang. Fitur ini akan memastikan tampilan pencahayaan yang terbaik ketika melakukan selfie.

Hasil foto selfie dengan Samsung J Series

Tak hanya itu saja, kamera depan dari Samsung J Series ini juga telah dilengkapi fitur Palm Recognition yang memungkinkan kita mengambil gambar hanya dengan ‘kode’ telapak tangan saja. Fitur ini amat membantu proses selfie dengan menggunakan alat bantu tongsis pastinya.

Samsung J Series yang aku pakai saat itu juga telah dilengkapi aneka stiker lucu pada kamera depannya. Stiker-stiker ini akan menambah keseruan ber-selfie ria kita.

Kalau kamera depannya saja sudah amat memukau, ternyata kamera belakang nya yang memiliki kemampuan hingga 13 MP itu lebih memukau lagi pastinya. Dibekali dengan lensa F1.9 yang unggul dan cepat, membuat hasil foto dari Samsung J Series ini tetap jelas bahkan di saat pengambilan gambar dengan kondisi penerangan yang kurang.

Hal ini terbukti ketika aku melakukan pengambilan gambar bertema landscape GBK yang kebetulan dilakukan saat senja mulai menyapa. Hasil fotoku tetap terlihat maksimal meski dilakukan dibawah temaramnya suasana senja hari.

Hasil foto dari Samsung J Series yang diambil saat senja hari

Tak sampai disitu saja, aku pun dibuat takjub ketika akan melakukan pengambilan gambar bertema atlet yang notabene harus diambil dari tribun penonton tempatku duduk saat itu dengan pergerakan dari sang atlet yang terbilang cepat. Namun semua tantangan tersebut bukanlah hal yang sulit untuk ditaklukan oleh Samsung J Series.

O iya, selain kamera nya yang terbilang unggul dikelasnya itu, ternyata Samsung J Series ini juga memiliki processor yang handal. Semakin tinggi seri dari Samsung J Series maka semakin tinggi juga processor nya. Kebetulan saat hands on berlangsung aku dibekali dengan Samsung J6 yang memiliki processor octa-core 1,6 GHz Cortex-A53 yang dikombinasikan dengan GPU Mali-T830 MP1 serta RAM sebesar 3 GB yang cukup oke jika digunakan untuk aktifitas multi tasking pada smartphone pastinya.

Keunggulan lain yang diusung oleh Samsung J Series ini adalah daya tahan baterainya yang memuaskan. Daya tahan nya yang mencapai 3000mAh ini juga diperkuat dengan layar Super AMOLED dan resolusi HD+ nya yang tidak membutuhkan konsumsi baterai besar sehingga membuat smartphone ini menjadi lebih awet lagi pastinya.

Daaaannnn.... Akhirnya harus aku akui kalau ternyata untuk mendapatkan hasil foto yang terlihat profesional tidak harus menggunakan kamera mahal saja, tapi bisa juga dengan menggunakan kamera dari smartphone Samsung J Series ini. Duuhh... jadi kepengen nabung lagi deh, biar bisa membeli smartphone kece ini... Dengan smartphone ini kan aku jadi tidak perlu membawa kamera yang berat dan berukuran besar lagi ketika akan melakukan tugas liputan...

Lalu kalian sendiri bagaimana teman, kepincut juga kah dengan Samsung J Series ini..? Jangan lupa share dikolom komentar ya...







1 komentar:

  1. Mpo kepincutnya kalau dapat samsung j series secara gratis. Neng juga mau khan

    BalasHapus