08/09/18

Perubahan manis BPJS Kesehatan lewat fase kedua Sistem Rujukan Online

Rujukan online BPJS Kesehatan


Kehidupan adalah seni terbesar yang harus kita ukir dengan baik tanpa ada alat untuk menghapusnya. Ya, sebesar apapun kesalahan yang telah kita buat dalam hidup ini,kita tidak akan pernah bisa menghapusnya sama sekali, yang bisa kita lakukan hanya mengoreksi nya agar tidak terulang kembali di masa depan.

Kurang lebih sama dengan ungkapan diatas, saat ini BPJS Kesehatan selaku Jaminan Kesehatan Nasional sedang melakukan koreksi disana-sini demi melakukan sebuah perubahan kearah yang lebih baik. Salah satu koreksi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan adalah dari segi sistem rujukannya yang mulai diberlakukan sistem rujukan berbasis online.

Di tulisanku sebelumnya, aku pernah mengulas soal apa itu sistem rujukan online dan alasan serta tujuan diterapkannya sistem rujukan online tersebut yang bisa kalian baca disini. Dalam tulisan tersebut, sempat aku ulas sedikit tentang fase-fase berkaitan digitalisasi sistem rujukan pada BPJS Kesehatan ini, namun karena saat itu info yang aku dapatkan memang belum terlalu lengkap maka pembahasan soal fase-fase dari penerapan sistem rujukan online pun terasa kurang maksimal.

Rujukanonline BPJS Kesehatan


Alhamdulillah demi melengkapi informasi yang berkaitan dengan hal ini, BPJS Kesehatan pun kembali mengadakan acara Ngopi bareng JKN-KIS pada tanggal 3 Septemer 2018 lalu. Dalam acara tersebut, bapak Arief Syaifuddin selaku Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan menjelaskan soal ketiga fase yang akan dilalui demi menyukseskan penerapan digitalisasi rujukan ini, berikut diantaranya,

1. Fase 1 atau Fase Pengenalan,

Pada fase yang berlangsung tanggal 15-31 Agustus 2018 ini, meski rumah sakit masih menggunakan rujukan manual diharapkan FKTP-FKTP nya sudah menggunakan aplikasi Pcare untuk merujuk pasien-pasiennya.

2. Fase 2 atau Fase penguncian,

Nah kalau pada fase pertama penerapan sistem ini terkesan belum saklek, pada fase yang berlangsung tanggal 1-15 september 2018 ini, semua FKTP wajib menggunakan aplikasi Pcare untuk merujuk kecuali untuk FKTP yang terkendala akses internet dan Rumah sakit pun hanya menerima rujukan online saja.

3. Fase 3 atau Fase pengaturan,

Pada fase yang berlangsung tanggal 16-30 september 2018 ini diharapkan sistem digitalisasi rujukan sudah memasuki tahap pengaturan seperti pembenahan data dokter spesialis serta kapasitas rumah sakit rujukannya.

Rujukanonline BPJS Kesehatan


Berdasarkan ketiga fase tersebut, maka kita akan langsung paham deh kalau saat ini tuh sistem rujukan online telah berhasil melalui fase pertama atau fase pengenalannya. Di fase uji coba ini, BPJS Kesehatan banyak mengambil sisi positif dari penerapan digitalisasi rujukan serta sekaligus melakukan evaluasi-evaluasi pada beberapa hal yang memang masih harus diperbaiki.

Sebagai contoh, menurut data yang ada, setelah melalui fase pertama, telah terkumpul data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal prakteknya. Tak hanya itu saja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pun telah berhasil teredukasi untuk lebih disiplin menggunakan aplikasi P-Care dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) nya juga senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana, dan yang paling utama adalah peserta JKN-KIS sebagai ‘raja’ dalam sistem ini pun banyak yang sudah mengenal konsep digitalisasi rujukan tersebut.

Meski belum sempurna tapi paling tidak di fase pertama nya sistem rujukan online ini sudah ada 19.937 FKTP yang dapat mengakses aplikasi P-Care secara realtime online dan siap memasuki fase kedua yaitu, fase penguncian. Sementara untuk FKTP yang memang masih terkendala jaringan komunikasi dan data (Jarkomdat) dimungkinkan untuk menggunakan rujukan manual nya.

Perbaikan serta evaluasi pun masih terus mengiringi perjalanan sistem rujukan online melalui ketiga fase tadi. Adanya sedikit kesalahan-kesalahan kecil dalam penerapannya justru akan dijadikan sebagai pembelajaran demi suksesnya sistem ini. Jadi, daripada sibuk mengkritik proses pembelajaran ini ada baiknya kita mendukung nya saja. Toh semua perubahan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan tuh semata-mata untuk memanjakan kita, para peserta nya...

O iya insya Allah diakhir fase kedua ini BPJS Kesehatan akan mengupdate kembali info-info yang berkaitan dengan sisitem rujukan online ini lewat acara ngopi bareng BPJS Kesehatan yang secara rutin dilakukan. Nantikan info selanjutnya di tulisanku mendatang ya teman....




7 komentar:

  1. Apa benar bpjs tdk lg menanggung biaya kecelakaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau saya, kalau kecelekaan kendaraan bermotor itu yang membiayai dari pihak jasa raharja,,

      Hapus
  2. gimna cara nya agar bisa mlkukan rujukan online?kmaren dicoba daftar,registrasi jkn ,tpi knapa selalu ditolak udah ada no akrivasi nya?

    BalasHapus
  3. rujukan online hanya bisa dilakukan di FKTP

    BalasHapus
  4. Aplikasi rujukan online apa ya

    BalasHapus