23/08/18

Fakta Mencengangkan yang terkuak dalam Buku Konspirasi Global Teluk Jakarta



Ibarat halaman sebuah rumah yang bisa mencerminkan keadaan isi rumah tersebut secara keseluruhan, pelabuhan bagi suatu negara pun bisa jadi bermakna sama. Kenapa...? karena pelabuhan bagi suatu negara, terlebih negara kepulauan seperti Indonesia ini, merupakan pintu masuk utama bagi para pelancong yang berniat menyambangi negeri ini.

Oleh karena itu tak salah tentunya jika kita berharap dapat menjaga semua garis depan pelabuhan di sepanjang pantai dengan sebaik mungkin, baik secara kondisi fisik maupun secara kedaulatan dari pelabuhan itu sendiri. Maka jelas kita pantas untuk marah dan segera mengambil sikap tegas tatkala ada segelintir orang yang bermaksud jahat terhadap garda depan kita itu.

Kemarahan inilah yang membawa lahirnya sebuah buku bertajuk Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta. Bagaimana tidak marah...? pelabuhan yang sejatinya merupakan milik negeri ini dan sepatutnya diurus penuh oleh anak bangsanya itu malah dijadikan jaminan utang oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.

Ada beberapa fakta mencengangkan soal aset strategis seperti Jakarta International Container Terminal dan TPK Koja yang telah dijadikan jaminan utang, dan seperti yang kita ketahui bersama kalau namanya saja sudah dijadikan jaminan utang maka akan ada kemungkinan kalau suatu saat nanti aset itu bisa jatuh ketangan asing.

Jika Aset strategis yang ada di Ibukota jakarta itu benar-benar berhasil dikuasai oleh pihak asing maka otomatis makna dari UUD 1945 Pasal 33 yang bilang kalau semua kekayaan indonesia adalah sepenuhnya milik rakyat dan dipergnakan serta dikelola oleh rakyat pun akan menjadi omong kosong belaka.

Berkaitan dengan hal ini, agar masyarakat serta kaum intelektual kita ‘melek’ dengan fakta fakta ini, pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu pun akhirnya diadakan diskusi publik yang membedah isi dari buku tersebut. Alih alih diadakan di kota jakarta yang memang merupakan TKP kejadian, diskusi buku ini pun diadakan di Sanggar Maos Tradisi Jogja. Konon katanya pemilihan lokasi ini masih ada kaitannya dengan dekatnya para kaum intelek kita di kota pelajar itu.

Buku yang ditulis oleh Ahmad Khoirul fata ini dibuat dengan melakukan riset dan wawancara mendalam yang berkaitan dengan hal ini. Karena mengangkat isu global yang agak sedikit sensitif, ada begitu banyak kendala serta hambatan yang ikut mengiringi lahirnya pengungkapan fakta mencengangkan dalam buku ini, mulai dari banyaknya karyawan yang di PHK hingga adanya teror penembakan dan teror lainnya.

Inti dari buku Melawan Konspirasi Global Teluk Jakarta ini sih tidak lah sulit, SP JICT yang mengusung dan terus semangat menyuarakan soal ini berharap agar Indonesia tidak sampai kehilangan kedaulatan hanya karena pelabuhan yang notabene adalah ‘wajah’ Indonesia itu malah jatuh ke tangan asing karena dijadikan jaminan dari perjanjian yang jelas-jelas merugikan Indonesia hingga trilyunan rupiah.

Nah buat kalian yang juga penasaran terkait fakta mencengangkan dibalik giatnya kegiatan di JICT, yuk mari baca serta ulas secara lebih dalam buku berbobot ini teman...
This entry was posted in

1 komentar:

  1. Teman mpo ada yang kerja di JITC . penuh perjuangan karena disana gerbang masuk barang. Jangan sampai barang ilegal bisa masuk. Merugikan negara

    BalasHapus