30/10/18

keseruan pumpkin festival ala One Parc Puri



Meski di Indonesia terasa kurang familiar, tepat di tanggal 31 Oktober warga dunia memiliki tradisi untuk merayakan Hallowen atau hari dimana warga dunia tersebut akan berdandan serta berkostum seram layaknya hantu. Ada begitu banyak kepercayaan terkait asal usul perayaan hallowen ini, namun yang paling aku ingat adalah cerita dari guru SMP-ku dulu.

Menurut beliau, hallowen ini dirayakan karena warga dunia percaya tepat ditanggal 31 oktober tersebut terjadi peralihan musim terang (musim semi dan musim panas) ke musim gelap (musim gugur dan musim dingin). dan pada saat peralihan itu, jarak yang memisahkan antara dunia nyata dan dunia gaib menjadi menipis sehingga dipercaya para hantu akan keluar untuk mengganggu manusia.

Nah salah satu cara agar tidak diganggu maka disarankan untuk saling berkostum seram guna menakuti si makhluk gaib tersebut. Agak kurang masuk akal sebenarnya, namun tradisi ini begitu mendarah daging di dunia. Seiring dengan perkembangan jaman, tradisi hallowen ini tidak terbatas pada berkostum seram saja, tapi justru menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan bersama keluarga.

Pumpkin Festival di One Parc Puri




Karena keseruan yang ditawarkan oleh perayaan hallowen ini, One parc Puri, sebuah kawasan seluas 9,7 hektar yang dibangun untuk live-work-play-apartement, berinisiatif mengadakan pumpkin Festival di Sales Galery nya. Pumpkin festival yang untuk kedua kalinya diadakan oleh One Parc Puri ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak serta meningkatkan bonding antara anak dan keluarga melalui keseruan dari tradisi perayaan Hallowen tersebut.

Kebetulan aku berkesempatan untuk ikut hadir pada tanggal 28 Oktober 2018 atau di hari terakhir dari Pumpkin Festival ini. Kesan pertama yang aku tangkap ketika menjejakkan kaki di lokasi acara Pumpkin Festival ini justru sedikit bertolak belakang dari tema hallowen yang biasanya terkesan horor. Di Pumpkin festival ini kehororan perayaan hallowen tadi berhasil disulap menjadi keseruan yang tidak terlupakan pastinya.

Ada banyak kegiatan seru yang dihadirkan pada pumpkin festival ini, diantaranya adalah Pumpkin Cooking Class, Pumpkin Art Day (Pumpkin carving), Pumpkin Coloring, dan cosplay competition. Dan serunya adalah kesemua aktivitas ini benar-benar dilakukan bersama keluarga loh...



Seperti pada pumpkin cooking class misalnya, para peserta diajak berkompetisi menghias cup cake dengan bahan yang telah disediakan oleh panitia, namun uniknya adalah tantangan ini tuh harus diselesaikan bersama, ibu dan anak, dan juri terang-terangan mengatakan kalau kriteria pemenang yang paling utama adalah kekompakan satu sama lain.

Sayangnya karena satu dan lain hal, pada saat berkunjung kesana, aku tidak membawa serta anak-anak, tapi aku bisa merasakan antusias dari para peserta pumpkin festival ini yang hingga sore hari pun masih tetap semangat. Ya gimana ga semangat, wong sepanjang harinya acara ini banjir hadiah banget.

O iya tak hanya itu saja, ada juga pameran karya Wahid Ari di area outdoor Pumpkin Festival ini yang berupa siluet gambar pada labu, sang primadona dalam acara ini. Siluet yang dihadirkan cukup beragam, mulai dari siluet wajah pakde Jokowi hingga siluet empat tokoh pewayangan (punakawan). Awalnya aku pikir, labu-labu tersebut hanya labu imitasi untuk keperluan dekorasi semata, namun ternyata semua labu itu merupakan labu fresh yang baru di carving pada saat acara ini dimulai.



One Parc puri juga menantang para warganet untuk ikut memposting keseruan saat beraktivitas di pumpkin festival pada semua sosial pribadinya. Mengetahui hal ini aku jelas tidak menyia-nyiakan kesempatan dong ah, lagipula ada banyak spot foto kece yang pastinya sayang banget jika tidak dimanfaatkan.

Aku sih berharap kedepannya One Parc Puri akan mengadakan kembali event-event dengan keseruan yang sama...

0 comments:

Posting Komentar