28/12/18

4 Kebiasaan wajib saat mudik dengan kereta api



Setiap kali masa liburan panjang tiba seperti saat ini, ada kerinduan tersendiri yang singgah di relung hatiku, yaitu kerinduan akan keberadaan nenek disisiku. Karena satu dan lain hal, aku memang dibesarkan dalam belaian kasih sayang nenek alih-alih kedua orang tua, maka tak heran kalau aku terkesan lebih dekat ke nenek dibanding kedua orang tuaku sendiri.

Satu hal yang selalu aku ingat tentang nenek adalah rutinitasnya melakukan mudik ke kampung halaman di Pekalongan. Yup, tidak seperti nenek lain pada umumnya yang biasa memilih tinggal di kampung halaman, nenekku memang memutuskan untuk tinggal tak jauh dengan orang tuaku di Bekasi, namun kecintaannya terhadap kampung tempat ia lahir dan dibesarkan tersebut tidak pernah hilang. Di usia senjanya ia tetap bersemangat mudik ke kampung halaman tiap kali masa libur panjang tiba.

Saking seringnya diajak mudik ke pekalongan, aku tuh bisa dibilang cukup paham perihal ‘asam garam’ naik kereta jarak jauh dari dulu hingga sekarang. Perkereta apian kita memang sudah berkembang lumayan pesat, bagi kalian yang sejak dulu sudah wara wiri naik kereta jarak jauh pasti paham betul deh apa yang aku maksud disini, yup dulu tuh kereta api jarak jauh kelas ekonomi bisa dibilang sama sekali tidak berperikemanusiaan, kenapa...? karena benar-benar padat dipenuhi oleh penumpang, saking padatnya bahkan sampai ada istilah, bisa tidur di kolong kursi saja sudah yang paling nikmat. Hmmm...



Alhamdulillah saat ini kereta api jarak jauh di Indonesia memang sudah lebih manusiawi, seekonomi-ekonomi nya kelas yang ada di kereta jarak jauh tuh kita masih bisa lah merasakan nikmatnya duduk selama perjalanan tersebut. Namun meski sudah lebih nyaman, mengingat lamanya perjalanan menuju pekalongan tersebut, aku tetap terbiasa mempersiapkan beberapa hal sebelum berangkat menggunakan kereta api, diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Siapkan bekal makanan untuk dikereta

Meski di kereta jarak jauh juga ada tempat makan yang bisa kita akses, namun aku memang terbiasa menyiapkan sendiri bekal untuk di kereta, karena selain lebih sesuai selera, menyiapkan bekal tuh lebih hemat pastinya. O iya menyiapkan bekal yang aku maksud disini tuh termasuk menyiapkan peralatan makannya juga ya seperti sendok makan dan tisu misalnya.

2. Siapkan obat-obatan pribadi

Karena biasanya aku berangkat mudik bersama nenek yang notabene telah berusia lanjut, jadi membawa obat-obatan pribadinya adalah hal yang mutlak wajib aku ingat. Mungkin pihak KAI juga telah mengantisipasi pengadaan P3K, tapi kan kadang kita juga punya obat-obatan yang memang sudah ‘akrab’ dikonsumsi bukan...?! tentu akan lebih baik jika obat yang kita siapkan adalah obat yang memang sudah akrab tersebut.

3. Meminimalisir barang bawaan

Berbeda dengan para pemudik lain yang biasanya membawa seabreg bawaan, tiap kali ber-mudik ria bareng nenek aku sebisa mungkin meminimalisir barang yang akan dibawa. Barang-barang yang sekiranya sudah tersedia di kampung halaman, seperti pakaian, tidak pernah ada dalam list bawaanku. Paling hanya pakaian dalam saja yang ada di tas ranselku. Hehehe... kebiasaan meminimalisir barang bawaan ini pun tetap terpatri dalam diriku meski saat ini aku tidak lagi mudik bersama nenek.

4. Pesan tiket secara online di Pegipegi

Kalau dulu membawa serta nenek menjadi alasan utamaku untuk berpikir sepraktis mungkin, saat ini ketika beliau sudah tak lagi ada bersamaku, keberadaan ketiga buah hati pun menggantikan alasan tersebut. Aku jelas tidak mau diresahkan oleh sulitnya mencari tiket. Dalam hal ini biasanya aku akan mengandalkan pegipegi yang merupakan perusahaan yang melayani pemesanan hotel, tiket pesawat dan tiket kereta api melalui situs web serta aplikasi gratis di play store.   



Meski saat ini rutinitas mudik ku sudah tidak lagi bersama nenek, persiapan-persiapan tersebut telah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Tapi ini jelas bukan suatu kebiasaan buruk bukan...? oleh karena itu aku sih masih enjoy dong dengan kebiasan tersebut. Jadi sudah siap mudik belum nih teman...? atau malah sudah pesen tiket kereta api di pegipegi...?  

1 komentar:

  1. Asyik ya mbak naik kereta. Saya juga udah ngerasain waktu jaman kuliah ke surabaya berdesak-desakan di kereta sampai hampir kecopetan segala. Nggak kayak jaman sekarang udah tertib dan rapi. Alhamdulillah

    BalasHapus