21/02/19

Mau melakukan pengajuan kartu kredit pertama...? Cek dulu rambu-rambu ini ya...



Sejak melihat langsung akibat dari belitan hutang yang dirasakan oleh salah seorang temanku, aku sempat merasa sedikit takut untuk berhutang. Ya, selain kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dimasa depan, dampak dari hutang yang menumpuk pun amat aku khawatirkan, hingga sama sekali tidak pernah lagi terbersit dalam pikiranku untuk melakukan pengajuan kartu kredit pertama.

Bagiku, kartu kredit sama artinya dengan ‘pintu masuk’ dari hutang-hutang tersebut. Lihat saja bagaimana mudahnya seseorang berbelanja tapi memikirkan kemampuan dengan menggunakan kartu kredit nya itu. Namun, pandangan ini kontan berubah tatkala salah seorang sahabatku yang lain memberikan sedikit pencerahan tentang arti serta manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari si kartu sakti itu.

Sahabatku ini memang tidak memungkiri kalau kartu kredit digunakan dengan cara yang salah maka bisa menjadi boomerang bagi si empunya. Tapi jika kita dapat memahami semua seluk beluk tentang kartu kredit ini maka insya Allah kita pun tidak akan merasakan dampak buruk darinya. Sebagai contoh saja, sahabatku tadi menggunakan kartu kreditnya hanya untuk memanfaatkan promo cicilan dengan bunga 0% yang biasa hadir di beberapa merchant khusus dari kartu kredit tersebut.



Nah kurang lebih ada beberapa rambu khusus yang paling tidak harus kita perhatikan agar penggunaan kartu kredit tadi tidak menjadi boomerang untuk kita, berikut diantaranya,

1. Perhatikan biaya tahunan

Hampir sebagian besar penyedia kartu kredit akan membebankan biaya iuran tahunan yang ditagih ke pengguna kartu kredit setiap tahunnya. Tapi ada juga sih beberapa penyedia kartu kredit yang membebaskan biaya ini, jadi ada baiknya sebelum melakukan pengajuan kartu kredit pertama, kita harus memperhatikan lebih detail lagi tentang biaya tahunan ini, baik itu besaran biayanya maupun tanggal jatuh tempo penagihan biaya tahunan tersebut.

2. Saldo atau limit

Kurang lebih sama dengan saldo pada tabungan pribadi yang mengacu ke jumlah uang dalam tabungan, di kartu kredit, kita juga memiliki saldo limit yang bisa digunakan, hanya saja lebih mengarah pada jumlah uang yang terutang itu. Nah pada saat berbelanja menggunakan kartu kredit ini, kita wajib memperhatikan jumlah total belanjaan kita dengan saldo limit yang ada di kartu kredit. Tidak lucu bukan jika saat asyik berbelanja lalu harus mengalami kendala saat bayar di kasir hanya karena saldo di kartu kredit kita telah mencapai limitnya.



3. Cek kemampuan membayar

Dalam beberapa literasi keuangan yang aku ikuti, terutama yang pernah aku tulis di pembahasan seputar bijak kelola keuangan keluarga, hutang yang kita ambil itu sebaiknya tidak lebih dari 30 % penghasilan. Kenapa...? karena ini merupakan tolak ukur yang biasa dipegang oleh para ahli keuangan untuk mengidentifikasi apakah keuangan kita dalam keadaan sehat atau tidak. Selain itu angka 30% ini juga akan menjaga kita dari belitan hutang yang bisa merusak stabilitas keuangan pribadi.

4. Ingat kita tidak pernah tau apa yang terjadi di masa depan

Seperti yang sudah aku ceritakan diawal, sebagai manusia kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan, jangan kan untuk satu tahun kedepan, untu beberapa detik kedepan saja kita tidak tau. Namun bukan berarti kita tidak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi pada kondisi keuangan kita di masa depan itu. Contohnya saja jika kita terus-terusan menggunakan kartu kredit tanpa memperhatikan rambu-rambu nya maka bisa dipastikan kelak kita akan dikejar-kejar hutang.

Belum lagi jika dikaitkan dengan hal buruk yang mungkin saja terjadi pada kita, coba saja bayangkan jika kita tertimpa kemalangan, bagaimana kita bisa melunasi hutang dari kartu kredit itu...? jadi menurutku sih, selalu ingat kalau kita tuh bukan cenayang yang bisa melihat masa depan adalah salah satu cara jitu untuk menjaga kita dari belitan setan pada saat pengajuan kartu kredit pertama kita tersebut.

5. Gunakan dengan teliti

Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari pengajuan kartu kredit pertama loh. Selain bunga 0% yang biasa ditawarkan oleh para penyedia kartu kredit itu, kita juga bisa memanfaatkan promo diskon khusus untuk para pengguna kartu kredit juga. Tak hanya itu saja, kartu kredit ini juga bisa menjadi ‘penolong’ saat kondisi keuangan sedang tidak baik, misalnya saja ketika tanggal tua. Namun aku tidak pernah bosan untuk kembali mengingatkan untuk tetap mengontrol diri agar tidak serampangan saat menggunakan kartu kredit tersebut.




Nah setelah memperhatikan rambu-rambu khusus sebelum melakukan pengajuan kartu kredit pertama, aku juga ingin memperkenalkan cekaja.com yang akan mempermudah kita dalam mengambil keputusan saat ingin melakukan pengajuan kartu kredit pertama tersebut. Yup, cekaja.com ini merupakan sebuah portal layanan informasi dan perbandingan yang netral dan terpercaya untuk membantu masyarakat Indonesia dalam membuat keputusan finansial yang cerdas.

Di cekaja.com kita tuh akan disuguhkan kemutakhiran teknologi pembanding dan aplikasi kelas dunia serta didukung oleh tenaga profesional dan berpengalaman di bidang teknologi serta finansial. Mau langsung kepoin Cekaja.com...? Cuss bisa langsung klik di www.cekaja.com/kartu-kredit 

25 komentar:

  1. Memang harus hati-hati ya kalau punya kartu kredit. Karena bisa saja ada hal-hal tak terduga yang terjadi.

    BalasHapus
  2. Kartu Kredit dan aneka faslitas pinjaman sebenrnya ada untuk mempermudah hidup kita. Namun sayangnya, pengguna kurang membekali diri dengan informasi. Hanya nodal gengsi dan hutang di sana sini.

    Bijaklah mengatur finansial

    BalasHapus
  3. Bagi yg memang enggak bisa menguasai diri kartu kredit bukan pilihan yg tepat. Oleh karena itu, kalau jalan ke luar aku jarang bawa CC mba hehe. Tapi bermanfaat untuk pembelian tiket, software dan sebagainya. Langkah2 nya kudu dibaca sama pemula yg mau mengajukan CC, btw aku free biay tahunan seumur hidup mba soalnya waktu itu dapat promo, syukurnya sekarang udah 10 tahun pakai CC aman2 aja.

    BalasHapus
  4. Kartu kredit bermanfaat untuk hal tertentu seperti yang Mbak sebutkan, juga untuk pembayaran akun paypal atau hal lainnya yang berkaitan dengan pembayaran dari luar. Juga bisa jadi penyelamat. Namun tetap saja semuanya berpulang pada kendali diri akan batas kemampuan membayar. Jangan sampai kalap berutang lalu binasa. Sudah kerap saya lihat contoh demikian dari sekitar.
    Saya tak punya kartu kredit, punyanya ATM saja karena memang tak terlalu membutuhkan juga tak memiliki keinginan. Standar hidup tiap orang berbeda sesuai mobilitasnya. Kalau mobilitas stagnan kayak saya amannya tak punya kartu kredit apalagi utang biar tenang.
    Bagus juga ada Cekaja yang bisa membantu masyarakat untuk memahami persoalan keuangan sebagai aplikasi pembanding. Itu bisa mengedukasi masyarakat agar kian bijak kelola keuangan dan perencanaan.

    BalasHapus
  5. Aku punya kartu kredit dari bank ternama, karena memang dikasih sebagai reward nasabah. Tapi aku malah nggak pernah menggunakannya. Kata orang, kartu kredit itu penting saat kita sedang membutuhkan uang untuk pembayaran saat darurat. Tentunya harus bijak sih, segera lunasi sebelum jatuh tempo. Kebanyakan orang yang kena jerat hutang kartu kredit gara-gara dia menggunakan kartu kredit tanpa memikirkan pembayarannya, dibikin santai atau tanpa peduli dengan jatuh tempo pembayaran

    BalasHapus
  6. Nah kebetulan aku lg ada niatan bikin kartu kredit mbk. Jd poin2 yg dikai jentrengin di atas bakal jd bahan renungan buat aku untuk selanjutnya membuat keputusan mau bikin kartu kredit atau ndak. Makasih yak

    BalasHapus
  7. Benar-benar harus mengacu pada kontrol diri memang, sebutannya di masyrakat aja "kartu setan". Saya sendiri sempat terjebak di kartu kredit ini, untungnya tidak sampai lewat limit tapi harus kepayahan juga untuk membayarnya 😂

    BalasHapus
  8. Aku dan keluarga sebenarnya tidak pernah menggunakan kartu kredit. Awalnya karena emang ngerasa takut enggak bisa ngontrol keinginan bt belanja hehehe. Terima kasih ya Mba sharing "rambu-rambu soal kartu kreditnya" hehehe

    BalasHapus
  9. Sekarang mengajukan kredit kayaknya cenderung lebih mudah. Bahkan kita belum tertarik pun, tawaran udah banyak. Beda banget ma zaman saya pertama kali mengajukan kredit. Udahlah syaratnya lebih banyak, berkali-kali ditolak pula. Tetapi, memang dengan kemudahan begini harus bikin kita semakin bijak pada saat berhutang. Kalau perlu jangan punya hutang

    BalasHapus
  10. Pakai kartu kredit itu bisa menguntungkan juga bisa jadi masalah semuanay tergantung kita pemakainya ya. Allhamdulillah aku gak pernah tergoda pakai untuk keperluan yang gak penting sudah punya dari jaman kerja dulu, sekarang dipakai buat keperluan beli tiket aja.

    BalasHapus
  11. Aku jg termasuk yg takut punya kartu kredit..Beberapa kali suami ngajak bikin karena memang ada transaksi yg hanya bs pke kartu kredit...heu..takut ga bs bijak menggunakannya sih hehe..padahal mah banyak jg manfaatnya ya..

    BalasHapus
  12. Saya sampai saat ini belum kepikiran mau pakai kartu kredit nih, selama ini kalo belanja bayarnya pake cash atau kartu debet :)

    BalasHapus
  13. Saya kayaknya belum butuh banget kartu kredit, soalnya masih sering belanja di pasar dan di toko-toko yang menerima pembayaran cash :)

    BalasHapus
  14. Wah penting banget nih ya rambu2nya..agar kita tidak terjebak masalah di kemudian hari. Mskpn sampai saat ini aku masih memilih 'say no' utk kartu kredit..hihi..

    BalasHapus
  15. Sempat berhenti pake kartu kredit, akhirnya suamiku pake lagi karena beberapa transaksi keuangan mengharuskan pake kartu kredit. Asal jangan kebanyakan berutang dan harus disiplin bayarnya.

    BalasHapus
  16. Bagi pengguna kartu kredit penting banget nih mengetahui rambu-rambu yang mbak sebutkan di atas. Kalau saya sendiri nggak punya kartu kredit dan nggak ada niat mau punya kartu itu, takut kalap saja sama yang namanya hutang, hehe. Sekarang ini cukup punya kartu ATM saja.

    BalasHapus
  17. Bener banget tuh semua poinnya, apalagi yg terakhir. Kalau gak bijak menggunakannya, duuuhh bisa kalap dan jadi pusing sendiri saat tagihan datang :D

    BalasHapus
  18. Pentingnya ilmu tentang manajemen keuangan juga, ya, Mbak. Agar bisa kelola keuangan dengan bijak. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Saya sendiri cukuo punya ATM saja. Itu pun udah bikin kalap kadang, hehe.

    BalasHapus
  19. Saya belum punya kartu kredit kak soalnya lbh banyak was wasnya hehe. Cuma kalau skrg lgi mikir nih buat buka kartu kredit krna kebutuhan juga. Artikelnya membantu sekali 😊

    BalasHapus
  20. Kalo kata Jouska, CC itu alat bayar jangan sampe keblinger hihi saya sendiri lebih suka pakai kartu debit mba, belum berani ajuin cc :D

    BalasHapus
  21. Saya masih takut pakai CC nih makanya sampai sekarang belum punya CC takut ga bisa bayar, tapi kalau dipakai dengan bijak ya sah sah aja ya.

    BalasHapus
  22. CC pertamuku dari salah satu supermarket. Enak sih buat transaksi belanja pas itu tapi lama2 kok kita jd nggampangin wkwkwk. AKhirnya kami potong. Skrng aku dan suami lbh milih CC Virtual yg bisa kita atur limitnya, pakai duit2 sendiri hhehe

    BalasHapus
  23. Aku sendiri belum perlu membuat CC ini mba. Mengingat penghasilan saya yang masih segitu segitu saja. Takut ga bisa bayar bulanannya dan saya emang menghindari itu. Hehehe

    BalasHapus
  24. Dulu iya waktu msih kerja apply 2 kartu crdit tp sekarang mikir2 deh takut khilap euy,,

    BalasHapus
  25. Kuncinya balik lagi pada kebijakan kita dalam menggunakan ya, mbak.. Aku dulu pake CC cuma buat beli tiket promo, hehehe

    BalasHapus