24/03/19

Secukinumab, secercah harapan bagi para penderita Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA)



Senang rasanya dapat beraktivitas seperti biasa dalam keadaan sehat wal afiat tanpa terbebani oleh rasa sakit seperti saat aku menulis artikel ini. Kadang sebagian besar dari kita tuh suka lupa bahwa kesehatan adalah hal yang paling berharga bagi kita dan biasanya baru terasa jika sedang tidak sehat atau dalam keadaan sakit. 

Harus kuakui, mungkin saja aku termasuk didalamnya, jujur aku masih sering lupa juga akan pentingnya arti kesehatan itu. Namun setelah mendengar cerita tentang perjuangan para penderita Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) untuk dapat tetap beraktivitas normal dalam keseharian itu, pandanganku terhadap arti kesehatan pun secara perlahan mulai berubah, insya Allah aku akan lebih memperhatikan lagi sinyal-sinyal yang mungkin saja diberikan oleh tubuhku sebelum terlambat.



For your information, Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) adalah penyakit auto imun yang termasuk dalam penyakit reumatik inflamasi. Simpelnya, AS adalah gangguan peradangan kronis yang melibatkan sendi sankroliaka dan tulang belakang, sementara PsA adalah radang sendi kronis yang mengarah pada deformasi sendi dan kecacatan. Agak sedikit sulit memang kalau sudah berurusan dengan istilah-istilah medis ini, tapi sebagai pasien kita pun harus cerdas dan kritis terhadap apa saja yang disampaikan oleh dokter, paling tidak kita harus tau dan paham seberapa parah kondisi kita.

Seperti apa sih Ankylosing Spndylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) ?


Jika diibaratkan, rasa sakitnya ada dalam level 9 dari 10, begitu kata dr. Adhiyatma Prakarsa Gunawan, seorang penderita Ankylosing Spondylitis (AS) dalam talkshow sekaligus konferesi pers yang diadakan oleh Novartis beberapa waktu yang lalu. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan rasa sakit level 9 yang diceritakan oleh beliau, dalam benakku, jika seorang dokter yang notabene berjenis kelamin laki-laki itu saja sampai hampir tidak kuat merasakan rasa sakitnya, apa jadinya jika aku yang 'berkesempatan' merasakannya...?!  mmm mungkin aku tidak akan bisa se-strong itu, oleh karena itu penting banget bagiku dan kita semua untuk sebisa mungkin menjaga kesehatan.



Selain rasa sakit yang teramat sangat tersebut, penderita AS dan PsA ini memiliki kemungkinan untuk cacat permanen yang pastinya akan amat mempengaruhi aktivitas keseharian penderitanya. Penderita AS akan mengalami kekakuan pada tulang belakang serta sendi lain sehingga lambat laun bisa menyebabkan bungkuk permanen karena kakunya tulang belakang tadi. Sementara penderita PsA akan mengalami kerusakan permanen pada sendi dan bisa berkembang menjadi Artritis Mutilans, yang menyakitkan dan melumpuhkan serta dapat mematahkan tulang-tulang kecil di tangan, terutama di jari yang juga dapat menyebabkan cacat permanen. 

Penyebab dari penyakit AS dan PsA, serta tingkat kemungkinan seseorang terserang penyakit tersebut 


Dua penyakit radang sendi ini kemungkinan besar disebabkan oleh Gen HLA-B27 yang merupakan gen kuat dalam peningkatan resiko beberapa penyakit reumatik. Aku katakan 'kemungkinan besar' tak lain adalah karena memang belum ada penelitian yang bisa membuktikan langsung keterkaitan Gen ini dengan penyakit AS dan PsA, namun 85-95% penderita kedua penyakit ini memang memiliki Gen HLA-B27 tersebut, maka para ahli pun berkesimpulan untuk mempertimbangkan kemungkinan besar pemilik Gen itu terserang AS ataupun PsA tadi.



Gampangnya adalah, jika seseorang memiliki Gen HLA-B27 tadi maka ia memiliki peluang besar untuk terserang kedua penyakit tersebut. Dengan begitu, tentu tak salah jika akhirnya para ahli mengatakan kedua penyakit ini adalah penyakit keturunan, naamun bukan berarti mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ini bisa terhindar sama sekali. Sekali lagi aku ingatkan, kaitan antara kedua penyakit itu pada gen atau keturunan masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah, baru dugaan saja.

Seperti yang terjadi pada drg. Rio Suwandi, sang pengidap penyakit Psoriatic Arthritis yang juga hadir dalam talkshow bersama Novartis beberapa waktu lalu misalnya. Menurut beliau, ia adalah 'orang terpilih' karena menjadi bagian dari 2% manusia tanpa riwayat keturunan yang mengidap penyakit PsA. Yup, ada kemungkinan 2% yang tetap mengintai kita meski tidak memiliki riwayat keturunan tadi.



Agak menyeramkan memang ketika kita membicarakan penyakit yang akan amat berpengaruh pada keseharian sang penderitanya seperti AS dan PsA ini, namun kita juga tidak boleh menutup mata terhadap info-info terbaru tentang hal ini. Btw, ada kabar baik yang dibawa oleh Novartis, selaku perusahaan global terkemuka, berkaitan dengan kedua penyakit ini.

Tepat di bulan Januari 2019 lalu, Secukinumab yang merupakan terobosan pengobatan baru dari Novartis, telah mendapatkan persetujuan Badan POM untuk mengobati AS dan PsA ini. Sebelumnya, semenjak diluncurkan pada tahun 2017 oleh Novartis, Secukinumab tersebut dinilai efektif mampu membantu pasien psoriatis untuk mendapatkan kembali kulit yang bersih hingga 90%.



Saat ini, jenis pengobatan yang banyak digunakan untuk menangani, baik penyakit AS maupun PsA diantaranya adalah obat-obatan non-steroid anti inflamasi ( NSAID), obat reumatik (DMARDs) dan yang terbaru adalah agen biologik. Tersedianya Secukinumab ini bisa dibilang sebagai salah satu pilihan alternatif dari terapi agen biologik, harapannya adalah dapat membantu menjawab kebutuhan pengobatan pasien AS dan PsA di Indonesia agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih bik, begitu kata dr. Rudi, selaku nara sumber di acara Talkshow bersama Novartis ini.

Alhamdulillah, senang rasanya mendengar kabar baik ini, paling tidak ada secercah harapan yang bisa digantungkan oleh para penderita kedua penyakit ini. buat kita yang masih sehat, yuk jaga kesehatan diri dengan terus melakukan gaya hidup sehat dalam keseharian...


41 komentar:

  1. wah penyebab dari GEN saja masih belum kuat ya mba secara ilmiah masih berupa dugaan, duh kok ya serem penyakitnya semoga kita semua selalu disehatkanNya aamiin

    BalasHapus
  2. sodaraku pernah tuh mengalami pergeseran di tulang belakangnya hingga 10 cm jadi akhirnya dioperasi untuk memperbaikinya. dia harus tidur tengkurap selama 3 pekan lebih setelah dioperasi itu. tapi alhamdulillah sekarang sudah normal lagi

    BalasHapus
  3. ngeri juga bacanya, tapi emang kudu diketahui ya penyakit kayak gini.
    Kadang juga orang yang gak tau malah menjalankan pengobatan yang salah sehingga makin memperparah penyakit.

    Beruntung deh ada secercah harapan buat kesembuhan para penderita :)

    BalasHapus
  4. Nyerangnya ke persendian gitu ya, sama enggak dengan rematik? terus gimana cara awal mendeteksi penyekit itu? Soalnya saya baru mendengar penyakit ini, yang sering dengar ya RA itu

    BalasHapus
  5. Ak sekarang lagi rasakan jari-jari tangan dan kaki suka ngilu, karna takut coba periksa dan ternyata kurang minum air putih

    BalasHapus
  6. semoga kita sehat smua ya mbak, kebayang sakit tu repot banget, apalagi emak2 ga boleh sakit samsek, bisa berabe urusan kalo emak sakit

    BalasHapus
  7. Saya baru tau ada jenis penyakit seperti ini dan pas tau kalau rasa sakitnya ada di level 9 dari 10 itu serem banget yah, tapi alhamdulillah sekarang sudah ada obatnya

    BalasHapus
  8. Selalu ada kasus penyakit yang pada mulanya tak diketahui apa. Butuh waktu laaa sampai dokter menemukan penyebabnya dan beroleh obat yang tepat. Akan tetapi, tak semua orang beruntung diketahui sakit apa secara dini dan beroleh pengobatan, yang ada adalah dugaan keliru dan akan memperparah sakitnya.
    Seperti saya yang bulan lalu ada benjolan kecil sebesar kelereng serta tak gatal, kala dipencet teman malah alami peradangan karena mencetnya lama banget seakan sedang memeriksa padahal saya khawatir itu kelenjar getah bening. Sekarang bengkak lebih besar, nyeri dan gatal. Sudah berobat dan dokter bilang ada bakteri di dalam tubuh saya, diminta pantang makan-makanan tertentu serta menghindari pedas. Juga harus makan bubur, Cuma, saya malas kontrol karena tak punya uangnya maan belum diketahui sakit apa hanya dikasih obat kimua.
    Seperti bisul tetapi tidak ada mata. Ada lekukan dari bekas ditekan yang lama dan keras. Gak tahu apa bisa sembuh. Kayaknya harus periksa ke dokter spesialis yang mahal daripada dokter umum. Saya emas jga kalau itu kanker. Semoga bukan, ya Allah. Aamiin.
    Mungkin juga karena saya banyak makan junk food dan pedas setiap pekan, kerap begadang, kurang makan buah dan sayur, kurang minum air putih.Doakan semoga saya sembuh, ya, Mbak.
    Makanya saya prihatin dengan penyakit AS dan PsA. Semoga cahaya harapan itu membawa perubahan yang lebih baik lagi. Aamiin.

    BalasHapus
  9. Upaya penyembuhan suatu penyakit memang wajib dilakukan, apalagi pencegahan penyakit ya, harus banget seperti menjaga pola hidup dan pola makan sehat agar terhindar dari penyakit.. Semoga secercah harapan bagi penderita AS dan PsA ini dapat dirasakan dengan baik ya

    BalasHapus
  10. Kemarin pas denger penjelasan dari drg. Rio dan dr. Rudy, aku rada ngeri-ngeri gitu, Mba. Duh, untung ada inovasi obat utk AS dan PsA dari Novartis ya :)

    BalasHapus
  11. Penyakit jaman sekarang kok ya makin aneh dan serem ya.
    Semoga kita semua sehat selalu ya mbak...

    BalasHapus
  12. Bapak mertua suka nyeri2 sendi rp karena faktor usia sih Mba
    Ngeri juga klo yg penyakit ini bs menyerang orang usia produktif
    Betapa bersyukur dikasi tubuh sehat oleh Allah
    Lebih baik investasi pola hidup sehat ya sbg ikhtiar

    BalasHapus
  13. Jaman sekarang penyakit aneh makin bermunculan ya mbak. Penyebabnya juga macam2...bisa karena gaya hidup bisa juga faktor gen. Kalau sudah menyangkut gaya hidup itu artinya kita hrs merubah pola makan, namun bila berhubungan dg faktor gen kita hrs bener2 jaga kondisi dan tubuh kita agar tidak terserang penyakit yang disebabkan karena turunan dari keluarga kita.

    BalasHapus
  14. Saat membaca ini saya makin serem dan harus lebih waspada untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Bersyukurnya Novartis hadir dan jadi salah satu pengobatan yang baik untuk jenis penyakit ini.

    BalasHapus
  15. Sekarang semakin banyak aja jenis penyakit, ya. Harus semakin waspada. Dan mulai peduli dengan gejala umumnya. Jangan menganggap remeh gejala meskipun terlihat ringan

    BalasHapus
  16. Ya ampun, masih ada peluang ya terkena penyakit ini walau ga ada riwayat sebelumnya :(. makasih sudah berbagi mba

    BalasHapus
  17. penyakit seperti ini dampaknya banyak juga ya mba..untungnya obatnya ada dan memang perlu segera ditangani

    BalasHapus
  18. Semoga semakin banyak terobosan pengobatan untuk penyakit ini, semakin banyak yang terbantu. Urusan kulit juga memang perlu menjadi perhatian ya..

    BalasHapus
  19. Ibu saya sih rematik aja waktu didiagnosa dokter, jadi konsumsi obat dan fisioterapi di rumkit. Tapi kalo melihat ciri-cirinya, saya kenal dengan seorang penderita ini. Jalannya bungkuk sampai kayak udang gitu, kasihan kalo lihat dia jalan

    BalasHapus
  20. Meski belum banyak alternatif pengobatan, tetap bersyukur ya mba karena sudah ada solusi yang terlihat. Serem juga ya, karena gejala awalnya mirip reumatik gitu ya.

    BalasHapus
  21. Waduh, ngeri banget ya dengan penyakit AS dan PsA ini, sampai-sampai jika mau diperkirakan sakitnya berada di angka 9 dari 10. Apalagi penyakit keduanya juga bisa menimbulkan cacat permanen. So, bersyukur kita yang masih diberi kesehatan ya Mbak. Tapi yah orang-orang memang baru merasakan nikmatnya sehat ketika ditimpa penyakit.

    BalasHapus
  22. Baru tahu ada penyakit seperti ini Mbak.
    Penyakit ini bisa menyerang siapa saja ya, secara dokter itu pun menganggap dirinya orang terpilih karena mengidap penyakit ini, hikkss. Anyway, makasih infonya ya Mbak.

    BalasHapus
  23. Ternyata penyakit reumatik inflamasi ini termasuk penyakit auto imun ya. Ngeri juga ya penyakit AS dan PsA ini bisa menyebabkan cacat permanen. Jadi harus memeriksakan diri ya apakah seseorang punya Gen HLA-B27 supaya keturunannya juga tahu dan bisa lebih waspada

    BalasHapus
  24. Aku punya gen reuma juga, nih. Pernah kumat terutama saat udara sangat dingin. Tapi alhamdulillah sekarang udah ga pernah muncul

    BalasHapus
  25. informasi ini sangat bermanfaat, penyakit ini perlu pengobatan intensf ya. Syukurlah ada obat sehingga harapan untuk sembuh atau hidup lebih baik terjamin.

    BalasHapus
  26. Aku sering ngerasain nyeri gitu di bagian pinggang gitu mba. Tapi ga berani semnrangan minum obat.

    BalasHapus
  27. Ya Allah sampe bungkuk gitu ya Mba, sedih liatnya
    semoga yang terkena gejala penyakit ini segera sembuh aamiin

    BalasHapus
  28. Ah level 9 kalau makanan level segitu Mpo tidak sanggup makan.nah kalau penyakit level 9 pastinya menyiksa.

    Alhamdulillah ada obatnya dan terima Kasih nih sama para ahli bisa mengurangi rasa sakit dan penderitaan penyakit ankylosing spondylitis dan psoriatic arthritis

    BalasHapus
  29. Penyakit rematik aku pikir bisa sembuh kalau misalnya pakai balsa atau dipijat ternyata kalau disepelekan bisa jd penyakit kyk gini ya....

    BalasHapus
  30. Masih penasaran nih dengan Secukinumab, mungkin kalau dijelaskan lebih banyak tentang metode penyembuhan ini akan lebih baik lagi ya. Ngeri juga ya melihat akibat yang ditimbulkan oleh penyakit yang mungkin dikenal oleh orang awam sebagai rematik. Bisa sampai bungkuk dan mematahkan tulang2 kecil di tangan, uwwgghh... ngeri banget.

    BalasHapus
  31. Aku baru tau lhk penyakit ini sedih ya ternyata bisa sampai bungkuk gitu. Semoga aja kita dan keluarga jauh dari penyakit ini.

    BalasHapus
  32. Membacanya saja saya udah gak tega membayangnkan penderitaan para pasien yang menderita penyakit ini, Mba. Syukurlah sekarang sudah hadir penawarnya yaa :)

    BalasHapus
  33. Ohhh jadi salah satu penyebabnya adalah karena genetik yaa, Mba. Semoga kita semua selalu diberii kesehatan dan dijauhkan dari berbagai macam penyakit, amiiin

    BalasHapus
  34. Sedih sekali baca yang sakitnya karena genetik begini.
    Jadi musti banyak-banyak bersyukur yaa...kalau diberi kesehatan dan kekuatan.

    BalasHapus
  35. Galfok sama kemanisan fotonyaa. Awww tiati kak tar dikerubungin semut hehehe. Btw nice inpoh kak

    BalasHapus
  36. Ngeri juga ya penyakit ini. Mana belum banyak yang tahu pula. Aku aja baru tahu sekarang. Semoga inovasi pengobatannya bisa membawa banyak manfaat. Dan semoga semakin banyak orang yang tahu dengan penyakit ini beserta cara pengobatannya.

    BalasHapus
  37. Semoga yang sakit diberi kesembuhan. Yang sehat tidak sakit seperti inim aku ngerinlihat jamn sekarang banyak penyakit baru bermunulan

    BalasHapus
  38. Ngeri emang ya kalau auto imun tuh. Nggak nyangka juga efeknya bisa sampai cacat. Belum lagi sakit yang mesti dirasakan penderita sakit ini. Duh...

    BalasHapus
  39. Namanya susah banget diucapkan. Punggung sampe bengkok gitu ya kalo kena. Mesti waspada nih

    BalasHapus
  40. Duh bacanya jadi negeri ib..mdh2 N kita diberi kesehatan ya dijauhkan dr berbagai penyakit.

    BalasHapus