05/04/19

Kata siapa generasi milenial cuma bisa jadi penonton di pemilu nanti...? Cek ini dulu deh...



Belakangan ini sosial media ku memang agak sedikit ramai dengan postingan-postingan yang berkaitan dengan pemilu 2019 nanti. Jujur, postingan yang aku upload tersebut sama sekali bukan hanya mengikuti tren semata, tapi lebih pada mengikuti hati nurani sendiri, paling tidak aku mempunyai misi untuk menangkal berita hoax yang banyak bertebaran di media sosial itu.

Ya, suasana sosial media di masa-masa menjelang pemilu ini memang cenderung memanas. keberadaan dua kubu besar dalam pemilu 2019 itu sedikit banyak ikut andil dalam situasi ini. Kalau ditanya aku termasuk dalam kubu yang mana, maka aku akan dengan tegas menjawab aku ada di kubu 01, namun bukan berarti aku membenarkan kampanye-kampanye tidak sehat dari beberapa golongan yang masih sering ditemui. Oleh karena itu, hingga detik ini aku masih rajin untuk mengikuti seminar khusus tentang hal tersebut seperti yang diselenggarakan oleh Jaringan Satu Matahari beberapa waktu yang lalu misalnya.



Tidak seperti acara yang membahas tentang pemilu pada umumnya, yang biasanya dipenuhi oleh para tetua dalam ranah politik, acara kali ini justru melibatkan banyak generasi milenial untuk sama-sama berdialog tentang pemilu 2019 nanti. Generasi milenial dianggap berperan penting dalam pemilu 2019 karena biar bagaimanapun Indonesia jelas butuh pemikiran-pemikiran serta semangat membangun bangsa dari para generasi milenial ini.

Selain itu, di era digital ini, mau tidak mau harus diakui kalau generasi milenial itu merupakan ‘tuan rumah’ dari sosial media yang saat ini tercatat sebagai penyebar informasi tercepat di Indonesia. Dari sini sudah bisa langsung ditarik kesimpulan soal peran dari generasi milenial ini. Ya, kita adalah pemegang kunci sosial media saat ini. Panasnya suasana di sosial media serta tersebarnya berita-berita hoax itu bisa kita kurangi dengan peran aktif dri diri sendiri sebagai generasi milenial. Hal ini lah yang coba diingatkan kembali oleh Jaringan Satu Matahari dalam acara yang diselenggarakan di Balai Kartini itu.



Sebagai perwakilan dari generasi milenial, hadir sosok idola yang menginspirasi kita semua, Kak Hanung Bramantyo. Satu pesan yang ia sampaikan dalam selipan cerita tentang perjalanannya meniti karir di dunia hiburan adalah jangan pernah merasa kalau generasi milenial itu sama sekali tidak bisa berperan dalam masa depan bangsa, karena kita bisa memulainya dari pemilu 2019 ini.

Dalam acara tersebut, aku berhasil merangkum sedikit materi yang disampaikan oleh kak Hanung, Ada beberapa hal yang semestinya amat mudah untuk kita lakukan sebagai generasi milenial sebagai bentuk peran aktif kita dalam menentukan masa depan bangsa, berikut diantaranya,

1. Perangi hoax

Bukan rahasia lagi kalau pada masa menjelang pemilu ini ada begitu banyak berita hoax yang tersebar di sosial media kita. Kita memang tidak bisa menmbuat berita hoax itu sepenuhnya punah dari jagat sosial media, tapi paling tidak kita bisa mulai memerangi berita hoax itu dengan tidak buru buru men-share berita tersebut sebelum benar-benar paham akan kebenarannya. Jangan sampai niat baik kita menyebarkan informasi malah disalahgunakan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.



2. Gunakan Hak pilih, Jangan GOLPUT

Pemilu hanya berlangsung 5 tahun sekali saja, jadi jangan ragu untuk melangkahkan kakimu ke TPS terdekat ya. Satu suara kita itu akan amat berharga untuk masa depan bangsa selama 5 tahun kedepan loh... Selain itu, aksi GOLPUT cenderung memungkinkan hak suara kita digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Pilih pemimpin yang berpengalaman

Sebelum memilih, pastikan kamu kenal betul dengan mereka yang ingin diberikan amanah itu. Paling tidak cek track recordnya terlebih dahulu. Aku pribadi sih cenderung melihat pengalaman dari pemimpin yang akan aku pilih.



4. Saling mengingatkan satu sama lain

Sejatinya pemilu ini adalah alat untuk mempersatukan kita dalam meraih masa depan ibu pertiwi, jadi jangan sampai malah memecah persatuan hanya karena berada di kubu yang berbeda. Ingat hidup kita bukan hanya sampai pada tanggal 17 April saja.

Jika keempat hal tersebut bisa kita terapkan selama masa menjelang pemilu 2019 ini, insya Allah kedepannya Indonesia pun akan jadi lebih baik. So, jangan pernah lagi bilang kalau generasi milenial seperti kita ini tidak bisa ikut berperan aktif dalam pemilu nanti ya... kita juga punya ‘jalan’sendiri untuk ikut serta dalam keseruan pemilu 2019 ini, hanya saja mungkn cara kita itu agak sedikit berbeda dari para tetua kita.



Aku sih udah punya satu pilihan di pemilu 2019 nanti, kalau kalian bagaimana nih teman...? masih setia dengan satu pilihan atau sudah mendua...? apapun itu kita tetap akan jadi sahabat yaa...

0 komentar:

Posting Komentar