12/09/19

Hai Blogger, Mulai Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnismu Yuk...




Beberapa waktu yang lalu, aku sempat mendapat masukan dari suamiku perihal hasil menulis blog yang seolah menguap begitu saja tanpa jejak. Ia merasa kasihan jika pada akhirnya aku tidak mendapatkan apapun meski saat ini keseharianku sudah dipenuhi dengan aktivitas blogging. Jujur, aku langsung terhenyak mendengar ‘kritikan’nya tersebut, ya, harus kuakui pendapatnya itu memang benar adanya. Jangankan untuk memiliki investasi dari hasil nge-blog, sekedar mempertahankan jumlah saldo di rekening saja rasanya sulit bukan main.

Dari sinilah akhirnya aku pun memutuskan untuk mulai rutin mencatat dan membuat laporan keuangan secara berkala. Harapannya tak lain adalah agar aku bisa mengatur strategi di masa depan sehingga kelak keuanganku pun dapat ter-manage dengan baik. Sayangnya membuat laporan keuangan bagi seorang blogger sepertiku ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, terlebih untukku yang tidak menyandang gelar apapun di bidang ekonomi dan hanya mengandalkan pengetahuan akuntansi dasar saja, namun bukan berarti aku tidak bisa melakukannya.

Pemisahan keuangan pribadi dan bisnis sebagai langkah nyata untuk melihat kondisi keuangan kita 

Sebagai langkah awal, aku pun menggambarkan blog dan semua sosial media ku sebagai sebuah perusahaan kecil bernama Kreasi Natara. Dari perusahaan ini nantinya aku akan mendapatkan penghasilan, dan penghasilan tersebutlah yang boleh aku gunakan untuk keperluan pribadiku. Kurang lebih begitu ilustrasinya.

Untuk mempermudah pencatatan tersebut, aku sempat mendownload aplikasi keuangan yang ada di Playstore, dan setelah melakukan pencatatan selama satu bulan terakhir, aku pun tercengang ketika melihat hasilnya. Ternyata pengeluaran terbesarku adalah untuk pakaian, pulsa, dan transportasi. Ketiga pos pengeluaran ini bahkan melebihi pengeluaran yang aku gunakan untuk kosumsi sehari-hari.



Awalnya aku memang merasa sedikit aneh tentang hal ini, namun setelah melakukan evaluasi lebih jauh, ternyata besarnya pengeluaran ketiga pos ini bisa dikatakan wajar karena tercampur antara pengeluaran  bisnis dan pribadi. Yup, di sini aku melakukan sedikit kesalahan yang ternyata berakibat cukup fatal dalam laporan keuangan bulananku yaitu, aku tidak memisahkan antara keperluan pribadi dan keperluan bisnis.  

Pemisahan keuangan pribadi dan bisnis ini terbilang krusial jika ingin melihat seberapa bagusnya kondisi keuangan kita di akhir bulan. Contoh simpelnya ya ketiga pos pengeluaran terbesarku tadi, bagi orang yang bekerja dibidang lain mungkin akan langsung memberi label boros ketika melihat porsi pos pakaian lebih besar dari pos konsumsi, tapi buatku tidak.



Alasannya tak lain adalah karena pos pakaian tersebut memang masih terbagi lagi dalam dua sub pos, pakaian yang kugunakan untuk menghadiri sebuah acara blogger masuk ke dalam pos pakaian di laporan keuangan bisnis yang kuanggap sebagai modal. Sementara pakaian yang kubeli untuk keperluan pribadi seperti untuk pesta atau santai di rumah masuk ke pos pengeluaran pakaian pribadi. Nah aku baru bisa bilang ‘boros’ jika setelah dipisahkan antara bisnis dan pribadi masih ditemukan selisih mencolok diantaranya.

Setelah memahami kondisinya melalui gambaran tersebut, otomatis untuk mempermudah pencatatan keuangan aku pun harus pintar memilah milah antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Lagi-lagi harus kuakui, tahap ini pun ternyata tidak mudah. Ada beberapa pos pengeluaran yang pergerakannya begitu cepat sehingga membutuhkan banyak catatan jika harus diinput secara manual, seperti pos transportasi misalnya.

Mobilitasku yang lumayan tinggi belakangan ini, membuat pos transportasi dalam laporan keuangan sedikit mengular, terlebih jika tercampur baur dengan transportasi yang tidak ada kaitannya dengan bisnis ku. Alhamdulillah untuk hal ini aku sudah mendapat solusi nya, yaitu dengan menggunakan Grab for Business di tiap perjalanan yang berkaitan dengan aktivitasku di dunia blogging.

Ngobrol Produktif bareng Grab


Perkenalanku dengan Grab for business ini berawal dari sebuah acara gathering bertajuk ‘Ngobrol produktif bareng Grab’ yang diadakan oleh salah satu komunitas blogger beberapa waktu yang lalu.  Dalam acara tersebut, Ibu Shanti Iriani selaku Corporate Culture Partner Grab Indonesia, tidak hanya sharing tentang keunggulan yang bisa kita dapatkan saat menggunakan Grab for Business saja, tapi juga tentang tantangan dan cara terbaik dalam membangun bisnis, apapun bentuk bisnis tersebut.  



Poin utama dalam membangun bisnis yang beliau sampaikan adalah pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Menurutnya, sekecil apapun bisnis yang kita jalankan, di situ kita bertindak sebagai bos, jadi harus belajar professional untuk selalu memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Melihat begitu pentingnya pemisahan transaksi keuangan ini, Grab sebagai platform no 1 online-to-offline di Asia Tenggara pun menghadirkan Grab for Business untuk kita semua.

Grab for business, mempermudahku dalam membuat laporan keuangan Kreasi Natara


For your information, Grab for Business ini merupakan fitur terbaru dari Grab yang memungkinkan kita untuk langsung memisahkan antara perjalanan bisnis dan perjalanan pribadi. Menariknya, selain kita bisa mendapatkan laporan di tiap periode yang telah disetting, kita pun akan mendapat berbagai keuntungan lain, seperti promo menarik dan hadiah langsung yang keren.



Saking tertariknya dengan fitur Grab for business ini, aku pun langsung mendaftarkan akun grab ku ke Grab for business, agar bisa langsung merasakan berbagai manfaatnya. Proses daftar nya pun terbilang cukup mudah, hanya dengan meng-klik ‘add a business profile’ yang ada persis di bawah akun Grab. Lalu masukkan email bisnis yang nantinya akan digunakan sebagai sarana pengiriman laporan per periodenya. Setelah konfirmasi, kita pun sudah bisa langsung menggunakan akun Grab for Business nya.




Jadi, setiap kali akan menggunakan Grab, kita bisa langsung memilih mau memakai akun pribadi atau bisnis. Nah setiap periodenya kita pun akan menerima laporan, dan laporan ini bisa langsung dimasukkan sebagai pos transportasi di laporan keuangan bisnis kita masing-masing. Dengan adanya Grab for business ini kita tidak perlu lagi meng-input satu per satu data perjalanan.



Kerennya lagi, ada banyak promo yang bisa didapatkan jika rutin menggunakan Grab for Business ini, diantaranya ada Weekly reward dan seasonal reward. Weekly reward ini merupakan reward mingguan yang diberikan oleh Grab for Business setiap minggunya sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Potongan perjalanan ini akan diberikan dalam bentuk potongan promo harga yang terdapat di widget pada aplikasi Grab setiap Rabu.



Tak kalah menarik, Seasonal Reward pun menawarkan keuntungan lain yang bisa kita peroleh jika sering menggunakan Grab for Business ini, yaitu kita akan dapat kesempatan memenangkan Samsung Galaxy Watch Active bagi 10 orang yang paling banyak menggunakan Grab For Business dalam GrabMazzing Race.



Asyik banget kan, dengan menggunakan Grab for Business, laporan keuangan jadi mudah dibuat dan kita pun bisa lebih hemat karena ada banyak promo menariknya. O iya buat kalian yang bekerja di perusahaan, Grab for Business ini juga bisa dimanfaatkan sebagai laporan perjalanan bisnis untuk mempermudah proses reimburse uang transport juga.

Aku jadi makin semangat membuat laporan keuangan Kreasi Natara, insya Allah dengan adanya Grab for Business ini laporan ku akan semakin valid dan bisa aku jadikan acuan dalam mengatur cashflow di bulan berikutnya. So, tak akan ada lagi komplain dari suamiku yang bilang kalau penghasilanku di dunia blogging cuma bisa menguap begitu saja.  


23 komentar:

  1. Widiiih, ternyata banyak banget ya faedahnya kalo kita swith Grab for Business.
    Nanti coba aku pelajari lebih detail, Mba
    Makasii makasiii
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Wah keren juga nih, jadi kalau ada urusan bisnis gitu bisa pakai grab bisnis yaa. Terpisah laporannya biar gak kecampur.
    Hal2 yang keliatan remeh kayak gini sebenernya penting banget buat mencatat pengeluaran transportasi perjalanan bisnis

    BalasHapus
  3. Nah ini..pemisahan keuangan pribadi dan bisnis yg masih sering tdk dilakukan oleh buibu yg baru terjun di dunia bisnis. Trims ya mba..bisa kusampaikan materi ini ke teman yg sedang memulai bisnis barunya..

    BalasHapus
  4. Dengan dipisahkannya keuangan pribadi dan bisnis, sepertinya juga akan menjadi penyemangat ya, mba.
    Sebab alokasi peruntukannya sangat jelas.
    Jadi penasaran juga pengen nyoba.

    BalasHapus
  5. Ikut belajar Mbak. Sudah dua tahun lebih saya mencatat pemasukan dari ngeblog juga. Alhamdulillah. Meski tidak banyak saya jadi punya hitungan betapa pendapatan selama ini.

    BalasHapus
  6. Bener banget nih, kadang perjalanan bisnis malah bisa menghabiskan keuangan pribadi. Dulu pernah ngalami waktu masih kerja kantoran dan tiap bulan mesti up-country ke daerah. Bukti bon ilang, alamat tak diganti itu ongkosnya. Sekarang ada Grab enak. Tinggal dialokasikan aja berapa biaya perjalanan bisnis dengan Grabnya

    BalasHapus
  7. Duh teorinya tau begitu prakteknya lupa terus..hahaha...dasar. mudah2an ke depan bisa ah..

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah senang sekali, akhirnya happy ending ya mbak natara. Dengan menggunakan aplikasi grab for bisnis bisa punya data pengeluaran transportasi yang terintegrasi ya dan bisa dijadikan rujukan laporan keuangan tiap bulan

    BalasHapus
  9. bukan cuma untuk bisnis aja sih dipisahkan, untuk organisasi juga bisa nih kayaknya. karena kadang merasa yang dikeluarkan buat organisasi kok jadi makan uang pribadi. asyik nih pake fitur ini jadi jelas ya

    BalasHapus
  10. beberapa hari yang lalu karena nggak dapat2 gojek, aku buka grab. Dan baru sadar ternyata banyak banget fitur baru di grab ya. asyik sekarang pake grab

    BalasHapus
  11. Nah itu kadang aku malas bikin neraca keuangan gitu, padahal penting banget ya supaya bisa lihat apakah pemasukan dan pengeluaran imbang. Bener banget harus memisahkan keuangan keluarga dan bisnis supaya itung2annya jelas

    BalasHapus
  12. Oh yayaya pantes ketika pakai grab ada pilihan grab bisnis ya.. pernah juga sih ditanya sama driver grabnya.. "ibu tadi ada tulisan bisninya, itu maksudnya apa ya" kerena aku jarang pakai grab jadi ketika ditanya driver grab bilang ngga tahu.. sekarang jadi tau deh

    BalasHapus
  13. Memisahkan pencatatan keuangan itu memang penting, bisa bikin kita punya kontrol atas manajemen keuangan. Apalagi untuk yang mobilitasnya tinggi. Adanya Grab for the Bussiness membantu banget karena digitalisasi semacam itu memudahkan penghitungan.

    BalasHapus
  14. Enak ya ada Grab For Bussiness ini jadi kita dengan mudah memisahkan perjalanan bisnis dan pribadi.

    BalasHapus
  15. Penting banget dipisahkan memang mba.. supaya lebih akurat dan tau ke mana uang pergi

    BalasHapus
  16. Waahh bagus bgt fitur nya. jadi bisa bedain keuangan yg dikeluarkan untuk kebutuhan bisnis atau kebutuhan personal ya Mba :)

    BalasHapus
  17. Hal yang sama dengan yang kualami deh, seringnya lupa ga bikin catetan tentang pendapatan selama kerja berkutat dengan content yaaa... Harus segera berbenah agar bisa terlihat seberapa penghasilan per bulannya.

    Grab oke nih fiturnya, bisa digunakan untuk memantau pergerakan penggunaan pos-pos keuangan yang sudah kita tentukan.

    BalasHapus
  18. Gak mudah soh ya memisahkan uang pribafi dengan hasil ngejob , terlebih kalau kita dan pasangan pas2an. Ini PR maha berat banget, tapi moga dengan financial planner yang sudah kita belajari sedikit banyak bikin ngatur keuangan mudah..eh jadi curhat. Hahaha..pokoknya aku tuh masih banyak belajar atur uang

    BalasHapus
  19. Wuidih makin keren aja Grab dengan fitur bisnisnya. Jadi pengen nyobain juga deh, pastinya bisa membantu sekali ya Mbak dalam membuat laporan keuangan

    BalasHapus
  20. Salam kepada semua warga negara Indonesia dan seluruh ASIA, nama saya Ny. Ririn Syafrida, tolong, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini untuk semua warga negara Indonesia, Malaysia, dan seluruh Asia, terutama saudara dan saudari Indonesia untuk Berhati-hatilah dengan pemberi pinjaman di internet, Allah benar-benar mendukung saya melalui ibu yang baik, Ibu Carmela Pedro

    Setelah beberapa periode mencoba untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp14.755.000 dengan pemberi pinjaman yang berbeda setelah membayar beberapa biaya dan tidak mendapatkan pinjaman.
    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya yang kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. Carmela, yang merupakan Direktur sebuah perusahaan TEXCO, jadi teman saya meminta saya untuk melamar dari Ny. Carmela, jadi saya mengumpulkan keberanian dan hubungi Ny. Carmela.
    Saya mengajukan pinjaman sebesar Rp850.000.000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui tanpa tekanan dan semua pengaturan dilakukan melalui transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk pinjaman transfer saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 48 jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah Rp850 juta. Saya sangat senang bahwa Allah akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang memberi saya keinginan hati saya.
    Mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan cara menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.

    Semoga ALLAH memberkati Ny. Carmela Pedro untuk membuat hidup saya mudah, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ny. Carmela melalui email: (carmelapedro24@gmail.com) untuk pinjaman Anda atau melalui nomor WhatsApp: +1-585 -326-2165

    Ada perusahaan palsu lain yang menggunakan kesaksian saya secara online untuk mencapai hasrat egois mereka, saya satu-satunya dengan kesaksian yang benar ini, mohon berhati-hati terhadap orang-orang ini.

    Akhirnya saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati dalam hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa Allah akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Sekali lagi nama saya Ririn Syafrida, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut via email saya: ririnsyafrida4@gmail.com

    BalasHapus
  21. PERUSAHAAN PINJAMAN RIKA ANDERSON
    Email kantor, rikaandersonloancompany@gmail.com
    Whatsapp: 1914705-7484

    Nama saya Vania hilman dari Malaysia dan saat ini tinggal di Dubai. Seorang ibu tunggal dengan 2 anak. Saya berdoa dan saya memikirkan kesaksian di internet minggu ini dengan nama PERUSAHAAN RIKA ANDERSON LOAN. Ibu Rika membantu saya dengan $ 60.000 USD.

    Saya benar-benar membutuhkan mereka, pada awalnya saya tidak pernah mempercayai mereka, tetapi setelah memenuhi permintaan mereka, saya mendapatkan pinjaman saya. Hari ini saya membayar hutang saya dan saya juga bangga dengan apartemen saya sendiri. Ibu dan dua teman saya mengambil keuntungan dari penawaran ini, dan saya juga ingin seluruh negara mengambil keuntungan dari penawaran yang murah hati ini. ini adalah email pribadi saya vaniahilmanaki@gmail.com.

    Penguji: Vania hilman
    Negara Sekarang: Dubai (UEA)
    Jumlah Pinjaman: $ 60.000
    email: vaniahilmanaki@gmail.com

    BalasHapus
  22. Nama.jurjanbude.
    Negara: indonesia
    Jenis kelamin.:pria
    pekerjaan.:::::bisnis
    WhatsApp. (* (*) *) * +447723553516
    Daftar sekarang: (aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com)
    perawatan pelanggan: info@aasimahaadilaahmed.loanfirm.site
    situs web ::: https: //www.aasimahaadilaahmed.loanfirm.site

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Halo semua, mohon saran Anda semua di sini untuk tidak mengajukan pinjaman di setiap perusahaan pinjaman di situs ini, semua orang di sini adalah palsu dan curang, bahkan beberapa kesaksian di sini semuanya palsu, mereka adalah orang yang sama yang melakukan semuanya,. jadi harap berhati-hati untuk tidak menjadi korban penipuan pinjaman, saya telah ditipu 6 kali dari Rp150 juta untuk semacam biaya transfer, asuransi dan biaya perpajakan, tetapi setelah pembayaran saya saya tidak mendapatkan pinjaman saya, sebaliknya mereka bertanya kepada saya membayar lebih dan lagi. Tetapi Tuhan sangat bersyukur bahwa saya kemudian mendapat pinjaman modal sebesar Rp4,4 miliar dari Perusahaan tempat teman saya bekerja, (AASIMAHA ADILA AHMED LOAN FIRM), mereka adalah perusahaan terkemuka sekarang di Asia, mereka di sini untuk membantu kita semua yang memiliki telah scammed, jadi jika Anda memerlukan pinjaman lebih baik pergi ke kantor perusahaan di UNITED KINGDOM, Mereka memberikan pinjaman besar pinjaman internasional kepada pemilik bisnis di Malaysia dan Indonesia dan di seluruh dunia, mereka sangat cepat dalam pengiriman yang sah, yang sangat sederhana untuk mendapatkan dan hanya 1% tanpa jaminan. saya telah membayar semua hutang pinjaman bank dan bisnis saya dengan baik sekarang. Anda dapat menghubungi mereka baik-baik saja dengan Aplikasi Anda dengan mereka. Anda akan mendapatkan pinjaman dalam 1 jam, saya melakukan semua ini untuk membantu negara saya dari penipuan, dan saya juga membuat beberapa trik cara mengetahui pemberi pinjaman palsu.
    BAGAIMANA MENGETAHUI PEMENANG PALSU
    Peminjam palsu tidak perlu meminta jaminan dan tidak ada situs web, Peminjam tidak memiliki sertifikat bisnis, Peminjam palsu tidak peduli dengan gaji bulanan Anda yang membuat Anda memenuhi syarat untuk pinjaman, Peminjam palsu tidak menggunakan gmail, tidak ada dominasi, Peminjam palsu tidak memiliki alamat kantor fisik, peminjam palsu meminta biaya pendaftaran dan biaya pajak.
    Email; jurjanibude0811@gmail.com

    BalasHapus
  23. Nama: __ Hendi Zikri Didi
    negara: __________ Malaysia
    Bandar: _______________ Malacca
    pekerjaan: _ Pemilik perniagaan
    Sebarang maklumat: ____ hendidi01@gmail.com

    Selamat datang kepadamu,
    Halo saudara-saudaraku, anda mesti berhati-hati tentang blog ini mengenai mendapatkan pinjaman, jika anda berada di sini untuk mencari pinjaman yang anda perlu berhati-hati dengan serius kerana begitu banyak orang di sini adalah palsu, penipu, penipu. Mereka akan menipu anda dengan meminta anda membayar yuran pemprosesan dan yuran guaman sebelum mendapatkan pinjaman anda, dan jika anda membayar mereka, anda tidak akan mendapat pinjaman, itulah cara mereka akan terus menipu anda untuk membayar lebih dan lebih. 2 minggu yang lalu saya ditipu oleh Rm73,400 untuk mendapatkan pinjaman, yang diminta saya bayar ke Turki yang saya lakukan dan mereka bertanya lagi dan lagi tetapi pada akhirnya mereka melarikan diri tanpa memberikan pinjaman. Tetapi hari ini saya mendapat pinjaman daripada seorang ibu yang baik dari Arab Saudi, dan mempunyai pejabat di United Kingdom, saya membaca tentang ibu yang baik dari jurnal perniagaan dan saya melihat laman web mereka di Google Map. Saya memohon Rm1. 3 juta yang saya buat permohonan kepada jabatan pinjaman, kejutan saya yang paling besar pinjaman saya telah diluluskan dan akaun bank dalam talian saya dikreditkan. Saya sangat gembira untuk mendapatkan pinjaman selepas saya telah ditipu oleh peminjam palsu yang tidak mempunyai laman web dan tidak mempunyai sijil perniagaan. Saya memutuskan untuk menyiarkannya kepada semua orang di sini supaya anda tidak akan menjadi mangsa semua testimonial palsu di blog ini. Sekiranya anda ingin pinjaman yang besar, anda boleh memohon di AASIMAH ADILA AHMED LOAN FIRM yang menawarkan pinjaman dengan cepat pada kadar pinjaman 1% tanpa jaminan kurang dari 1 jam. Mereka adalah ibu negara Muslim yang membantu banyak orang besar, orang ramai bercakap tentang mereka di bandar saya. Semoga Allah memberkati anda.
    Pusat Aplikasi / Kenalan
    https: //www.aasimahaadilaahmed.loanfirm.site
    E-mel: ._________ aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com
    WhatsApp ____________________ + 447723553516
    Domin: ___________ info@aasimahaadilaahmed.loanfirm.site

    BalasHapus