05/02/22

Cegah Stunting Selalu Penting, Benarkah?

 


Sering nggak sih merasa kalau anak jaman sekarang itu memiliki tubuh yang lebih tinggi  dibanding para orang tua nya? Kalau iya, ini bisa berarti kabar baik untuk Indonesia loh, karena pelan tapi pasti insya Allah Indonesia akan segera bebas dari masalah gizi kurang seperti stunting. Kok bisa? Apa hubungannya tinggi badan seseorang dengan kurang gizi? Yuk kita bahas bareng.

Awalnya aku pun berpikir kalau tinggi badan seseorang itu mutlak dipengaruhi oleh faktor keturunan saja. Simpelnya, jika sang orang tua pendek maka si anak pun akan memiliki tinggi badan yang tak begitu jauh. Namun ternyata anggapan ini salah. Keturunan memang jadi salah satu faktor pendukung tinggi badan seseorang, tapi tidak sepenuhnya. Ada hal lain yang juga mempengaruhi tinggi badan, diantaranya adalah kecukupan gizi.

Saat si kecil tumbuh maksimal sesuai usia nya, berarti ia memiliki kecukupan gizi yang baik. Jadi, saat melihat banyak anak di sekitar kita yang memiliki tinggi badan maksimal, sudah sepatutnya disyukuri. Ini kabar baik untuk kita.



Sayangnya, sampai saat ini Indonesia masih ‘berperang’ untuk mengatasi masalah Stunting dan Obesitas. Meski angkanya tak sebesar dulu, namun tetap saja butuh perhatian lebih. Berdasarkan hasil survey Status Gizi Indonesia (SGI) 2021, 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting dan 1 dari 10 anak mengalami gizi kurang. Angka yang tetap butuh perhatian pemerintah bukan?


Webinar ' Cegah Stunting Selalu Penting' Bersama Kementrian Kesehatan RI

Nah dalam rangka memperingati Hari gizi nasional tahun 2022, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pun memprakarsai webinar bertajuk ‘Cegah Stunting Selalu Penting’ yang bisa diakses oleh masyarakat umum melalui live Youtube. Harapannya, edukasi tentang dampak stunting ini bisa diketahui lebih luas oleh masyarakat awam.



Dampak stunting bagi pertumbuhan anak memang tidak bisa disepelekan begitu saja. Tak hanya soal tinggi badan saja, tapi stunting juga dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, kurang konsentrasi, perkembangan intelektualnya terhambat dan masih banyak lagi. Hal inilah yang harus kita hindari bersama, karena Stunting dan Obesitas memang menjadi salah satu indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus.

Sebenarnya untuk mencegah stunting ini tidak sulit kok, amat bisa dilakukan oleh para ibu di rumah, yaitu dengan cara melakukan perbaikan gizi dalam menu harian keluarga. Simpelnya, ubah menu harian keluarga sesuai dengan pedoman gizi seimbang yang gencar disosialisasikan pemerintah itu.  

Penerapan gizi seimbang ini dilakukan dengan mengkonsumsi aneka ragam makanan, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, mempertahankan berat badan normal, dan melakukan aktivitas fisik di semua kelompok umur. Gampang bukan? Hanya butuh konsisten dalam penerapan nya saja sih yang agak sulit, hehehe.



Pemerintah pun memiliki 6 intervensi cegah stunting yang fokus pada remaja dan 1000 hari pertama kehidupan loh, diantaranya sebagai berikut,

1. promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA)

2. Promosi dan konseling menyusui

3. pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak

4. pemberian suplemen tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja serta pemberian vitamin A

5. penanganan masalah gizi dan pemberian makanan tambahan

6. tatalaksana gizi buruk

Melihat keenam intervensi ini jelas banget terlihat yaa kalau peran ibu begitu penting terutama dalam menentukan menu harian keluarga yang sesuai dengan gizi seimbang, serta pola asuh anak setelah lahir.

Kabar baiknya, saat ini ada begitu banyak pihak yang ikut membantu dalam melakukan keenam intervensi ini loh, salah satunya adalah Unilever yang memiliki program Nutrimenu. Jujur, aku salut sih dengan adanya program ini, dan merasa terbantu olehnya.

Program Nutrimenu Bantu Para Ibu Melakukan Perbaikan Gizi di Rumah

For your information, Program Nutrimenu ini merupakan insiatif salah satu brand Unilever yang bertujuan memberikan edukasi dan membangun kebiasaan keluarga Indonesia dalam memasak dan mengonsumsi makanan yang lezat dan bergizi seimbang sesuai panduan kementrian kesehatan ‘Isi Piringku’.

Dalam program Nutrimenu ini ada 42 resep masakan yang bisa dikombinasikan sebagai menu harian keluarga dalam periode 21 hari. Resep-resep tersebut disusun oleh chef dan nutrisionis dengan mempertimbangkan rasa, harga dan kandungan gizi nya. Program nutrimenu ini disosialisasikan dari kader yang ada di lingkungan tempat tinggal pada para ibu. Selain itu, kita juga bisa mengakses menu-menu tersebut di laman instagram @roycoindonesia.



Ada banyak cara untuk mencegah stunting di Indonesia. Yuk lah ikut ambil peran bersama, paling tidak di lingkungan terkecil yang kita miliki, keluarga. Semangat melakukan perbaikan gizi di rumah ya bu ibu!

 

 

0 komentar:

Posting Komentar