28/08/22

Si Kecil Nolak Asupan Serat? Harus Menyerah kah?

 


Sepertinya hampir seluruh ibu di dunia ini sepakat deh kalau memberi asupan sayur-mayur dalam menu harian si kecil merupakan salah satu tantangan yang tidak mudah. Namun, meskipun tidak mudah, ini tetap harus dilakukan karena sayur-mayur mengandung serat yang terbilang penting bagi si kecil. Ibu di rumah juga mengalami masalah yang sama kah? Kalau iya, yuk kita bahas bareng dan sama-sama belajar bagaimana menyikapinya.

Sedikit cerita, sampai sekarang pun aku masih kesulitan saat mengarahkan ketiga anakku untuk menghabiskan sayur di piring makan mereka. Yup, sama seperti anak-anak pada umumnya, mereka memang kurang menyukai sayur-mayur. Alhasil, sayur menjadi menu yang paling sering tersisa dalam piring mereka.

Sedih? Jelas. Meski aku bukan ahli gizi, aku sedikit paham kalau sayur itu penting untuk tumbuh kembang mereka, terutama karena ada kandungan serat di dalamnya. Berbagai cara pun sudah aku coba untuk menyiasati hal ini, mulai dari ‘menyembunyikan’ sayur nya, hingga menegur mereka dengan tegas. Sayangnya, ini masih belum cukup untuk membuat mereka rajin makan sayur.

Tanpa sadar, belakangan ini perasaan ‘ingin menyerah’ menyajikan sayur di meja makan pun mulai sering muncul. ‘Buat apa capek-capek masak tapi malah terbuang terus?!’ itu yang ada dalam pikiran ku. Alhamdulillah sebelum aku benar-benar merealisasikan pikiran tersebut, aku berkesempatan mengikuti webinar Bersama Danone Indonesia yang berhasil membangkitkan  Kembali semangat menyajikan sayur-mayur di meja makan. Kok bisa? Emang apa sih isi webinar nya? Lanjut baca sampai selesai yaa.


Memahami Kembali Pentingnya Serat Terhadap Kesehatan Saluran Cerna Anak dalam Webinar Bersama Danone Indonesia



Sebagai orang awam, aku hanya tau kalau sayur-mayur penting untuk Kesehatan si kecil. Namun ternyata pentingnya serat yang menjadi kandungan dalam sayur, jauh lebih besar dari itu. Tak hanya penting bagi Kesehatan si kecil saja, tapi juga penting untuk menunjang berbagai aspek lainnya dalam kehidupan anak-anak kita. Hal tersebut lah yang dikupas habis-habisan dalam webinar Bersama Danone Indonesia beberapa waktu lalu.

Webinar Bersama Danone Indonesia tersebut bertajuk ‘Pentingnya serat terhadap Kesehatan saluran cerna dan mengurangi risiko alergi pada anak’. Tak tanggung-tanggung, Danone Indonesia menghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya untuk menjadi narasumber, diantaranya adalah dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) selaku Dokter Spesialis anak dan konsultan alergi imunologi dan  Anastasia Satriyo, M.Psi, seorang psikolog anak dan penulis buku.

Para ahli yang menjadi narasumber dalam webinar tersebut sepakat kalau serat itu memiliki peran penting dalam berbagai lini kehidupan si kecil dan kita sebagai orang tua. Yup, ternyata tak hanya si kecil saja yang merasakan dampaknya, tapi juga orang tua loh. Secara tidak langsung, hal itu juga akan berdampak pada kondisi psikologis para orang tua, iya ngga sih?

Dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) pun sempat mengatakan kalau asupan serat pada si kecil ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Selain dapat membantu optimalisasi Kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya, asupan serat harian yang cukup juga dapat mempengaruhi gangguan Kesehatan, contohnya seperti kejadian alergi pada anak.

Iyes, penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alergi. Gampangnya bisa dibalik aja, kalau mau mengurangi risiko alergi maka penuhi asupan serat untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil.

Duh kalau anak udah kena alergi pasti memusingkan yaa, mau ngga mau kita harus benar-benar memperhatikan dan menghindari pencetus alergi nya. Nah ini nih yang tadi aku katakan dapat berdampak pada kondisi psikologis kita sebagai orang tua dan hal ini pun dibenarkan oleh psikolog anak, Anastasia Satriyo M.Psi., Psi. Dampak psikologis dari alergi makanan seringkali membuat orang tua memikirkan dan mengkhawatirkannya serta menjadi cemas, bahkan kadang kondisi psikologis ini bisa lebih serius daripada alergi makanan itu sendiri.

Melihat dampak nya yang begitu banyak itu, rasanya kita memang tidak bisa memandang remeh asupan serat pada si kecil. Sayangnya, berdasarkan data yang ada, tepatnya dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, 95,5% penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat. Penelitian lain juga menunjukan kalau 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi ¼ atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya. Angka ini jelas masih jauh dari angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan yaitu 19 gram serat setiap harinya.



Nah di sini lah kita sebagai orang tua bisa mengambil peran nih, buat yang mulai menyerah untuk menyajikan asupan serat dalam menu harian keluarga seperti yang aku alami, yuk kita semangat lagi. Mungkin memang sedikit melelahkan tapi jangan sampai menyerah yaa, karena asupan serat benar-benar penting bagi si kecil.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar