25/05/19

4 Hal yang tak boleh dilupakan saat menerima THR




Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah tagar yang sempat menjadi trending topik di ranah twitter. Tagar yang berbunyi #THRBelumTerlihat  itu seolah terkesan kurang mensyukuri apa yang telah menjadi hak mereka. Aku katakan demikian karena meski tanda-tanda THR tersebut akan keluar memang belum terlihat, tapi paling tidak sudah ada satu kepastian bagi mereka akan menerima THR itu, jadi sebenarnya hanya tinggal masalah waktu saja.

Seolah bertolak belakang dengan mereka, aku dan para pekerja lepas lainnya bahkan sampai tidak bisa mempertanyakan kapan THR kami akan keluar karena memang tidak ada THR dalam arti sebenarnya yang akan kami terima. Mungkin bagi kalian yang membaca tulisan ini akan langsung beranggapan kalau tulisan ini mengandung unsur nyinyirisme belaka, tapi sebenarnya disini aku hanya ingin mengajak kita semua untuk sama-sama bersyukur atas apa yang telah diberikan pada kita, baik itu yang memiliki THR maupun yang tidak memiliki THR sepertiku.

Bagi yang tidak memiliki THR tidak perlu berkecil hati ya, karena aku percaya meski kita tidak memiliki THR itu namun rejeki serta berkah Ramadan akan lebih dari cukup untuk merayakan hari kemenangan nanti. Percayalah, Allah SWT telah mengatur rejeki untuk kita semua sesuai dengan posinya masing-masing.



Alih-alih mempertanyakan kapan THR tersebut akan keluar atau berkecil hati karena tidak mendapatkan THR, bukankah akan lebih baik jika kita mulai menghitung-hitung apa saja yang akan kita keluarkan menjelang hari raya idul fitri nanti.  Hal ini terbilang penting, mengingat tradisi masyarakat Indonesia yang agak boros tiap kali hari raya tiba, jangan sampai pengeluaran kita bocor sana sini di tempat yang sebenarnya tidak perlu.

Nah, berkaitan dengan hal ini, ada beberapa urutan pengeluaran yang wajib kalian keluarkan menjelang hari raya nanti, diantaranya adalah sebagai berikut,

1.       Zakat

Saat hari raya Idul Fitri tiba tentu kita semua tidak asing lagi dengan zakat fitrah yang memang wajib dikeluarkan. Besaran dari zakat fitrah ini sendiri dihitung berdasarkan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan kita.

Selain zakat fitrah, jangan lupa juga untuk mengeluarkan zakat maal atau zakat harta yang harus dihitung setiap tahunnya. Ada batasan harta maksimal bagi seseorang hingga akhirnya diwajibkan untuk mengeluarkan zakat maal tersebut. Jadi kurang lebih ilustrasinya adalah seperti ini, kita menghitung jumlah harta yang dimiliki, jika harta tersebut ternyata telah mencapai syarat wajib zakat maal maka langkah selanjutnya tinggal menghitung besaran dari zakat yang harus dikeluarkan tersebut.



Memang terkesan sedikit ribet, njelimet serta butuh pengetahuan khusus, tapi tidak bisa langsung dijadikan alasan untuk kita tidak mengeluarkan zakat, karena zakat ini tidak hanya akan bermanfaat bagi masyarakat tapi juga bagi kita sendiri sebagai pemberi zakat. Tidak percaya, coba saja rasakan deh, setiap kali kita berzakat pasti akan ada ketenangan batin yang akan terasa.

O iya bagi yang tidak mau ribet dalam urusan hitung-menghitung zakat fitrah sertazakat maal ini, bisa langsung mencoba kalkulator zakat yang disediakan oleh Dompet Dhuafa saja. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam yang berasal dari dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana halal lainnya tersebut siap membantu kita untuk menghitung zakat, konsultasi zakat, serta mengelola dan menyalurkan zakat secara profesional.

Kabar baiknya adalah, berzakat di Dompet Dhuafa benar-benar mudah, kita bisa memanfaatkan kanal donasi dompet dhuafa di donasi.dompetdhuafa.org/zakat dan ada edukasi zakat super lengkap juga di zakat.or.id

2.       Pengeluaran pokok rutin

Sebelum sedikit ber-hura-hura ria saat belanja keperluan hari raya, sebaiknya kita menuntaskan kewajiban pokok rutin bulanan terlebih dahulu, seperti sewa rumah/angsuran rumah, biaya listrik, biaya telpon rumah, biaya akses internet, dan biaya-biaya lainnya. Rinci dan bayar semua hal itu dengan seksama, jangan sampai ada yang tertinggal ya...

3.       Dana mudik

Bagi yang berencana untuk mudik tentu sudah terbiasa dengan dana yang satu ini, namun yang harus diperhatikan adalah dana mudik disini tidak hanya seputar biaya transportasi menuju kampung halaman saja, ingat juga untuk mempersiapkan dana selama di kampung halaman. Barangkali saja kita juga berencana untuk liburan tipis-tipis di kampung halaman gitu...



4.       Belanja kebutuhan hari raya

Nah opsi terakhir adalah belanja kebutuhan hari raya. Bukan suatu hal yang wajib dilakukan hanya saja jika ada sedikit dana lebih setelah mempersiapkan ketiga hal diatas ya tidak ada salahnya kok kita berbelanja untuk kebutuhan hari raya nanti sebagai bentuk rasa syukur serta rasa suka cita kita menyambut hari raya tersebut. Tapi jangan sampai kalap ya...



Jika urutan pengelolaan THR tersebut sudah benar sesuai porsinya, insya Allah kita akan terhindar dari kebocoran pengeluaran yang biasa terjadi itu deh. Jadi bagaimana teman, sudah mulai sibuk berhitung ria kah...? atau malah masih tetep sibuk memikirkan kapan itu THR akan cair...?  



0 komentar:

Posting Komentar