11/05/19

Kolaborasi cantik Ywaste dan Foodbank of Indonesia, manfaatkan makanan berlebih



Sejak kecil aku sudah dibiasakan oleh nenek untuk tidak membuang-buang makanan, bahkan saat makan piring ku itu harus benar-benar bersih dari sisa makanan, sama sekali tidak boleh tersisa. Menurut nenekku, di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung hingga kesulitan untuk mendapatkan makanan.

Benar saja, Berdasarkan observasi yang dilakukan Foodbank of Indonesia (FOI) di wilayah Jakarta Barat dan Banten, ada fakta bahwa sekitar 40-50% anak-anak pergi ke sekolah dengan perut lapar sehingga mengganggu konsentrasi serta proses belajar mengajar.  Oleh karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan dengan alasan apapun.  Selalu ingat, di luar sana banyak yang masih kekurangan makanan. Alhamdulillah pemikiran ini terus melekat dalam keseharianku hingga dewasa.  



Sayangnya tidak semua orang bisa memegang teguh prinsip seperti ini karena satu dan lain hal, seperti yang terjadi pada sebuah rumah makan misalnya, tentu bukan keinginan pemilik rumah makan tersebut jika pada akhirnya ada makanan yang harus terbuang begitu saja. Bahkan berdasarkan data yang dikutip dari The GlobalFoodbank Network (GFN) menunjukanada 1,3 juta ton makanan yang terbuang setiap tahunnya. Lebih miris lagi ketika membaca bahwa Indonesia tercatat sebagi salah satu dari lima besar negara di dunia dengan jumlah sampah makanan yang terbuang.

Benar-benar angka yang menyedihkan bukan...? Tapi seperti yang telah aku katakan di awal tadi, kita tidak bisa lantas menyalahkan mereka yang membuang makanan itu, karena mungkin saja memang keadaan yang akhirnya mengharuskan mereka melakukan hal tersebut, seperti pada kasus sebuah rumah makan tadi misalnya. Namun meski bukan keinginan mereka, persoalan menyia-nyiakan makanan ini tetap harus dicari solusinya agar tidak ada lagi makanan yang terbuang percuma.



Kabar baiknya, beberapa waktu yang lalu aku telah menyaksikan prosesi penandatanganan kerja sama antara Foodbank of Indonesia dengan Ywaste yang berkolaborasi untuk menjadikan makanan berlebih sebagai bahan pangan yang bermanfaat bagi anak-anak yang masih kekurangan pangan. For your information Ywaste ini adalah sebuah aplikasi yang nantinya akan mempermudah penyaluran makanan berlebih dari berbagai sumber seperti hotel, restoran dan kafe pada mereka yang membutuhkan makanan sesuai data dari Foodbank of Indonesia.

Aplikasi Ywaste ini telah berhasil dijalankan dengan baik di Australia, dan mengingat Indonesia adalah negara kelima penyumbang sampah makanan terbesar di dunia, maka diharapkan aplikasi Ywaste ini bisa menjadi solusi permasalahan ini.



Sistem penyaluran makanan tersebut dimulai dari pendaftaran restoran yang akan menjadi donatur ke admin Ywaste melalui email. Di sini pihak restoran tersebut bisa menentukan jumlah porsi yang akan disumbangkan serta rentang waktunya. Setelah diapprove, restoran itu akan langsung tampil di aplikasi Ywaste dan bisa langsung dipilih oleh para penerima makanan yang telah melalui seleksi dari pihak Foodbank of Indonesia.

Foodbank of Indonesia dipercaya telah memiliki data akurat tentang keluarga yang berhak menerima makanan berlebih dari restoran tersebut secara gratis karena berpengalaman sebagai bank makanan selama lebih dari 4 tahun dan memiliki lebih dari 500 relawan di 17 titik wilayah operasi. Penerima makanan berlebih dari Ywaste ini merupakan keluarga yang dipilih dari data Foodbank of Indonesia. Keluarga tersebut akan diberikan kode akses untuk memilih serta mengambil makanan tersebut langsung ke restorannya.



Kode akses tersebut akan direvisi secara berkala agar t idak salah sasaran dikemudian hari, barangkali saja kan keluarga yang saat ini berstatus sebagai penerima makanan, ternyata kondisi keuangan keluarga tersebut di bulan berikutnya lebih baik dari sekarang. 

Hingga saat ini sudah ada beberapa restoran ternama yang sudah menyatakan kesanggupannya untuk mendonasikan makanan berlebihnya di Ywaste secara berkala, seperti El Asador South American Restaurant Kemang, Auntie' s Kitchen, Jayson's Meats, Daphua Zahrna, dan lain sebagainya.



Menariknya, kelak aplikasi ini juga akan dibuka untuk masyarakat umum yang ingin mendonasikan makanan berlebih yang dimiliki untuk disalurkan melalui  ywaste, seperti saat sedang ada perhelatan atau saat hari raya misalnya. 

Aku pribadi jelas mendukung penuh atas apa yang dilakukan oleh Ywaste dan Foodbank of Indonesia ini. Semoga kedepannya tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang kekurangan makanan. Psssttt... Btw, buat kalian semua please jangan pernah menyia-nyiakan makananmu ya...

1 komentar:

  1. Nasi bisa nangis, itulah yang akan membuat sedih . Makanan melimpah, tetangga kelaparan.

    Foodbank akan membuat kita lebih bersyukur bahwa kita masih diberikan rezeki

    BalasHapus