12/10/19

Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia




Sedikit flashback ke belakang, tepatnya ketika aku masih merintis usaha di bidang kerajinan tangan yang terbuat dari flannel, aku benar-benar merasa terbantu dengan keberadaan Tokopedia. Jujur, aku sendiri sebenarnya lebih aktif berjualan secara online di fanpage Kreasi Natara yang kebetulan telah memiliki ribuan likers, namun maraknya penipuan yang dilakukan oleh online shop abal-abal membuatku mau tak mau berekspansi ke Tokopedia demi meraih kepercayaan para pelangganku kembali.

Sistem rekening bersama di Tokopedia saat itu menjadi poin penting alasanku mulai berjualan di sana. Alhamdulillah dampaknya begitu terasa lewat omset yang kian meningkat meski diterpa berbagai hoax tentang penipuan online shop tersebut. Tak sampai di situ saja, meski aku tak lagi berbisnis craft, kecintaan ku pada Tokopedia terus berlanjut hingga sekarang. Alasannya tak lain adalah karena Tokopedia terus menerus mengembangkan diri di segala lini demi memanjakan penggunanya.

Yup, saat ini Tokopedia memang tak hanya berpusat pada proses jual-beli online saja, tapi lebih dari itu, mulai dari memudahkan pembayaran tagihan hingga mendorong literasi keuangan untuk masyarakat kecil, dan ini lah yang membuatku tak bisa lepas dari Tokopedia. Jadi, wajar saja jika aku begitu antusias ketika menghadiri sebuah acara bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’ yang dihelat di Jakarta Theater beberapa waktu yang lalu.



Acara yang terselenggara berkat kerja sama Tokopedia dan Katadata.co.id ini mengupas habis-habisan seputar Tokopedia yang terus bertransformasi menjadi super ecosystem. Selama lebih dari 10 tahun ini Tokopedia memang terus mengakselerasi pemerataan ekonomi digital di Indonesia dan menjadi lebih dari sekedar perusahaan e-commerce belaka.

Tak tanggung-tanggung, pemaparan tentang dampak Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia ini berdasar pada riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), dan terbukti bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia.

Berdasarkan riset tersebut, sudah ada 90 juta pengguna aktif yang mengakses Tokopedia setiap bulannya, ini berarti sama dengan 1 dari 3 telah mengakses Tokopedia. Angka yang tidak bisa kita anggap remeh begitu saja bukan…?!



Tak sampai di situ saja, perkembangan populasi jumlah penjual di Tokopedia pun kian bertambah tiap tahunnya, kalau di tahun 2018 tercatat ada 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual, pada tahun 2019 jumlahnya naik menjadi 6,4 juta. Ya, hanya dalam kurun waktu satu tahun saja, jumlah penjualnya meningkat sebesar 1,4 juta penjual. 86,55%  penjual di Tokopedia merupakan pedagang baru dan 94% diantaranya termasuk dalam kategori ultra mikro atau penjual dengan omzet di bawah Rp 100 juta per tahun).

Dari angka-angka tersebut saja, kita bisa langsung menilai bahwa ada begitu banyak masyarakat Indonesia yang mulai menggantungkan perekonomiannya di Tokopedia, dan Alhamdulillah sebagian besar diantaranya mengaku amat terbantu dengan keberadaan Tokopedia ini.

Masih menurut Riset LPEM FEB UI, Tokopedia pun telah membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah yang berada di daerah untuk bisa membeli bahan baku produksi dengan harga jauh lebih murah, dan ini jelas akan berdampak pada harga barang hasil produksi nya kelak.



Sistem penjualan online yang diusung oleh Tokopedia pun bisa dikatakan sebagai ‘jembatan’ pemerataan ekonomi di Indonesia. Tokopedia membuka peluang bagi para penjual untuk bisa menembus pasar yang semula jauh dari jangkauan mereka. Untuk yang satu ini aku pun merasakannya langsung saat masih berjualan kerajinan tangan. Sebelum mengenal Tokopedia, paling jauh aku hanya menjual produk sampai ke daeran di pulau Jawa saja, namun begitu berjualan di Tokopedia, Alhamdulillah pelanggan ku pun bertambah, bahkan ada yang berasal dari papua.

Jadi, tak salah jika akhirnya aku mengatakan kalau Tokopedia pun berhasil mendorong pemerataan ekonomi Indonesia, baik itu dengan mendorong masyarakat bertransaksi secara cashless, mendorong digitalisasi pembayaran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menariknya lagi, ternyata Tokopedia juga terbukti ikut mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Selama 2018, Tokopedia telah berhasil menciptkan 857 ribu lapangan pekerjaan baru dari penjual aktif Tokopedia yang berada di Aceh sampai Papua. Jumlah ini setara dengan 10,3 % dari total lapangan kerja baru untuk Indonesia pada tahun 2018.  



Rasanya aku akan terus jatuh cinta lagi, lagi dan lagi terhadap Tokopedia. Apalagi setelah melihat langsung pemaparan dari hasil riset LPEM FEB UI tersebut.    Nah untuk kalian yang masih ragu berbisnis online, bisa langsung #MulaiAjaDulu dan jangan ragu untuk bergabung dengan 6,4 juta masyarakat Indonesia yang telah menjai penjual aktif di Tokopedia pada 2019 ini. Jadi mau mulai berbisnis apa nih teman…? Share yuk…



0 komentar:

Posting Komentar