27/11/19

Bebas Flu Saat Travelling...? Vaksin Flu aja...




Hal yang paling sering terlupakan saat kita mempersiapkan liburan ke luar negri adalah kondisi fisik tubuh kita sendiri. Ya, kebanyakan dari para traveller justru kurang memperhatikan masalah ini, bahkan cenderung memaksakan tubuh sesaat sebelum keberangkatan dengan alasan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini pula lah yang sempat aku alami saat beberapa waktu lalu travelling ke Jepang.

Tak hanya itu saja, aku juga kurang memperhatikan soal perbedaan cuaca antara Indonesia dan Jepang. Alhasil bisa ditebak, aku pun sedikit kewalahan menghadapi perubahan suhu tersebut dan hampir mempengaruhi keseruan liburan ku di sana.



Sedikit cerita, pada hari pertamaku di Jepang, cuaca di sana sedang tidak bagus, hujan ringan mengguyur Tokyo sepanjang hari. Jangan bayangkan ‘hujan ringan’ di sana itu sama dengan hujan ringan yang biasa menyapa Indonesia, karena keduanya benar-benar berbeda. Meski hanya hujan ringan saja, suhu nya mencapai 140C, suhu yang amat jauh dari suhu udara di Bekasi, tempat tinggalku yang belakangan ini mencapai 350C.  

Nah perubahan suhu seperti itulah yang menjadi salah satu faktor para traveller terserang virus influenza.  Virus influenza di Negara 4 musim seperti Jepang memang cenderung lebih aktif di musim gugur dan musim dingin, karena virus ini dapat bertahan lebih lama di suhu dingin.



Dalam sebuah acara Blogger Gathering yang diadakan di Paradigma Café, Jakarta, aku sempat merangkum bahwa ternyata penularan virus influenza itu tak hanya disebabkan oleh perubahan suhu drastis seperti yang kualami saja. Ada beberapa faktor lain yang patut diwaspadai oleh para traveller, salah satunya adalah Flu Skies.

Flu skies ini bisa dibilang merupakan penyebaran flu yang terjadi di dalam pesawat. Ya, sirluasi di dalam pesawat yang kurang bagus membuat virus influenza seolah terjebak di dalam nya dan siap menularkannya pada penumpang lain. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan kalau penumpang yang duduk di dekat penderita flu memiliki risiko terserang flu hingga 80%.

Flu Skies ini jelas sulit kita hindari saat tavelling,  kita tidak mungkin mengusir penumpang lain hanya karena tau ia sedang menderita flu bukan…? Oleh karena itu hal yang paling mungkin dilakukan adalah mempersiapkan kondisi tubuh untuk menghadapi serangan virus influenza tersebut saja.



Kalau pada saat di rumah saja, flu sudah cukup menyebalkan dan mengganggu keseharian, apalagi jika menyerang saat sedang travelling,pasti super duper menyebalkan. Itinerary yang sudah disusun dengan rapih pun terancam batal pastinya. Oleh karena itu aku menyarankan untuk kalian semua yang berencana travelling dalam waktu dekat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi ancaman virus ini.

For your information, Flu adalah penyakit pernapasan yang menular dan disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan dan paru-paru. Seseorang bisa saja menginfeksi orang lain satu hari sebelum gejalanya benar-benar dirasakan. Gejala umum yang terjadi saat seseorang terserang flu adalah demam, pusing, menggigil, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan lain lain.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kita terserang flu, namun salah satu cara yang terbilang ampuh adalah dengan melakukan vaksinasi flu setiap tahun. Cara ini bisa membuat kemungkinan kita terserang flu jadi semakin kecil.



Selain itu vaksinasi flu pun memberi beberapa keuntungan lain, diantaranya adalah bisa mengurangi efek dari flu yang menyerang, jadi andai kita seharusnya terserang flu level 9, dengan melakukan vaksinasi, level flu yang diderita jadi level 6 misalnya. Vaksin influenza ini direkomendasikan untuk semua orang mulai usia 6 bulan, dan untuk traveller disarankan melakukan vaksin 2 minggu sebelum keberangkatan.

Jadi, buat kalian para traveller yang akan berlibur akhir tahun, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi dulu ya sebelum berangkat. Harga vaksin flu juga tidak mahal kok, mulai dari 300 ribu rupiah saja dan ini bisa melindungi kalian dari influenza selama satu tahun. Benar-benar worth it bukan…?


0 comments:

Posting Komentar