06/11/19

InterceptorTM 001, Tutup Keran Sampah yang Menuju ke Laut




Alhamdulillah, senang sekali rasanya melihat semakin banyak masyarakat yang peduli dengan lingkungan sekitarnya. Gerakan-gerakan pecinta lingkungan layaknya #BijakBerplastik yang belakangan ini menjadi tren mau tidak mau memang harus diakui memiliki andil dalam menciptakan kesadaran masyarakat akan hal ini. Tengok saja, saat ini sudah bukan hal aneh lagi ketika mendapati seseorang menolak penggunaan sedotan saat melakukan pembelian minuman di sebuah café misalnya, sebuah perubahan yang patut kita apresiasi bersama.

Sayangnya gelora perubahan ini masih terbilang kecil jika dibandingkan jumlah masyarakat Indonesia saat ini, jadi bisa dikatakan kalau lebih banyak masyarakat yang tidak sadar lingkungan dibanding mereka yang sudah melakukan perubahan berarti ini. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya sampah di laut kita.



Tidak salah jika kita mengatakan sekecil apapun perubahan itu akan tetap berarti, namun sebuah perubahan yang besar jelas lebih dapat diandalkan. Agaknya hal inilah yang melatarbelakangi kerja sama Danone dan Aqua di Indonesia dengan The Ocean Cleanup dalam melakukan riset pengumpulan sampah plastic di sungai dengan menggunakan system Interceptor 001 yang ditempatkan di Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

For your information, InterceptorTM 001 ini merupakan konsep alat pembersih sungai  temuan pemuda keren asal Belanda, Boyan Slat, yang memanfaatkan arus sungai itu sendiri. Nah sampai saat ini sudah ada 4 InterceptorTM 001 di dunia, diantaranya ada di Jakarta (Indonesia), Klang (Malaysia), Mekong Delta (Vietnam), dan di Santo Domingo (Republik Dominika).



Meski sudah berhasil dilakukan di Negara lain, InterceptorTM 001 ini tetap melakukan beberapa riset terlebih dahulu di Jakarta dengan tiga tujuan riset, diantaranya sebagai berikut,

1.       Plastic Waste Flow, mengukur kuantitas dan tipologi sampah plastik di sungai

2.       Facility Design, mengembangkan system pemilahan yang efektif dan aman untuk memproses sampah plastik dari sungai.

3.       End Market Solution, mengidentifikasi teknologi dan industry yang mampu mendaur ulang sampah plastik di Sungai.

Nah setelah kurang lebih 12 bulan melakukan riset tersebut, akhirnya beberapa waktu yang lalu, Boyan Slat yang sengaja hadir di Indonesia pun menyatakan hasil risetnya secara langsung dalam acara diskusi bareng di Bali Room Kempinski Hotel. InterceptorTM 001 terbukti dapat membantu masyarakat Indonesia mengurangi sampah di sungai yang menuju ke laut hingga 60%, dan angka ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring riset lanjutan yang akan dilakukan pada saat musim hujan sebentar lagi ini.

Jujur, aku takjub dengan pemikiran dari Boyan Slat, yang tidak hanya memikirkan pembersihan sampah di laut saja tapi juga mencoba untuk memutus ‘kran’ sampah yang berada di sungai. Simpelnya jika sungainya sudah bersih maka insya Allah sampah yang menuju ke laut pun akan jauh berkurang pastinya.



Nah menariknya lagi, Danone Aqua sebagai pionir brand pecinta lingkungan ini pun terus menggaungkan gerakan #BijakBerplastik pada masyarakat luas. Aku jadi ingat perkataan seorang sahabat blogger yang mengatakan kalau kita tidak akan pernah bisa menolak plastic seratus persen dari kehidupan saat ini, ya masa kita mau kembali ke jaman sebelum ada plastik sih, hehehe.

Hal yang seharusnya diingat adalah fakta bahwa kesalahan itu bukan terletak di sampah plastik nya tapi pada cara perlakuan yang kita terapkan terhadap sampah plastik tersebut. Andai saja kita bisa memaksimalkan penggunaan plastik itu sampai se-lama mungkin, maka insya Allah masalah sampah plastik ini tidak akan sampai sebesar sekarang.



Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan, so, tidak ada kata terlanjur untuk berubah, kalau seorang Boyan Slat saja bisa melakukan perubahan sebesar ini maka seharusnya kita pun bisa melakukan sesuatu, sekecil apapun itu. Yuk, sama sama mulai berubah dan siap #BijakBerplastik demi kehidupan yang lebih baik.



0 comments:

Posting Komentar