11/12/19

6 Tips Jaga Nasi Sehat yang Wajib Diketahui Ibu



Ada ungkapan jadul yang hingga saat ini masih sering dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia, katanya banyak anak itu sama dengan banyak rejeki. Benarkah demikian...? Fakta nya, ungkapan tersebut tak sepenuhnya benar. Setelah memiliki tiga orang anak, aku justru berpikir kalau banyak anak sama dengan banyak rejeki yang musti  dicari, dan tak sampai di situ saja, kita pun harus cerdas dalam menentukan strategi keuangan khusus agar rejeki tersebut cukup untuk memenuhi semua kebutuhan anggota keluarga.

Jujur, awalnya aku pun agak kewalahan dalam mengatur strategi keuangan tersebut, namun pelan tapi pasti aku mulai terbiasa dalam situasi 'banyak anak' ini. trik utama yang aku terapkan untuk melewati masa-masa ini tak lain adalah mengubah mindset ku soal  kaitan erat antara gaya hidup sehat dalam keluarga dengan kesehatan keuangan keluarga itu sendiri. Nah langkah nyata nya adalah dengan berusaha untuk selalu menyajikan makanan sehat bagi semua anggota keluarga, termasuk dalam hal penyajian nasi sehat sebagai makanan pokoknya.



Ya, nasi sehat bagiku  adalah pondasi utama dalam konsep penyajian makanan sehat sehari-hari. Tanpa nasi yang sehat, menu bergizi yang telah disusun sedemikian rupa itu akan berkurang manfaatnya. Nah untuk menjaga agar nasi yang disajikan dalam menu harian keluarga itu tetap sehat, ada beberapa tips dan trik yang berhasil aku rangkum dari berbagai sumber terpercaya, diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Pilih beras dengan kualitas bagus


Maraknya beras oplosan dalam pemberitaan mau tidak mau membuat kita semua harus lebih berhati-hati saat memilih beras agar tidak terjebak mengkonsumsi beras dengan kandungan bahan yang berbahaya seperti pemutih dan pewangi buatan. Beras dengan kualitas bagus adalah beras yang berwarna sedikit bening dan agak kekuningan, memiliki wangi khas beras yang tidak begitu menyengat, bersih dan tidak berkutu.



2. Simpan beras di tempat penyimpanan khusus


Agar kualitas beras yang dibeli dapat terjaga lebih lama, sebaiknya beras tersebut disimpan di tempat penyimpanan khusus. Sayangnya, masih ada saja orang yang menganggap 'tempat penyimpanan khusus beras' ini bisa menggunakan tempat apa saja, seperti ember atau container biasa. Padahal kenyataannya tidak demikian, menyimpan beras di wadah ember/container menyebabkan sirkulasi beras jadi kurang sehat, karena beras yang berada di tumpukan paling bawah menjadi sulit diambil dan terus tertumpuk kembali dengan stok beras baru, alhasil keadaan ini akan memudahkan para kutu beras membuat sarang di beras tersebut.



Oleh karena itu aku lebih merekomendasikan Sarana Penyimpanan Beras Cosmos 007-Pundi untuk menjaga agar kualitas stok beras di rumah tetap aman terkendali. Berbeda dengan wadah lain, Sarana penyimpanan Beras Cosmos 007-Pundi ini menggunakan FIFO Technologi (first in first out) atau simpelnya teknologi yang memungkinkan beras yang masuk pertama lah yang akan keluar terlebih dahulu. Dengan begitu, beras yang disimpan pun akan lebih terjaga dan bebas dari kutu beras.



Menariknya lagi, Sarana Penyimpanan Beras Cosmos 007-Pundi ini juga menerapkan sistem pull n dispense yang memungkinkan kita untuk mendapatkan beras takar ukuran 130 gram dalam satu kali tarik. Selain itu, bentuknya yang cantik dengan ukuran compact (praktis) berkapasitas 7kg akan mempercantik tampilan dapur kita tanpa memakan banyak ruang.



3. Cuci beras sebelum dimasak


Tips ini tidak sesepele yang dibayangkan banyak orang. Meski katanya kuman-kuman dalam beras akan mati saat dimasak, tapi tetap saja kita tidak boleh mengabaikan step yang satu ini. Biasakan untuk mencuci beras dengan cara meremas-remasnya di air yang mengalir.



4. Masak nasi dengan menggunakan rice cooker sehat.


Ya, pemilihan rice cooker sebagai sarana untuk memasak nasi ini terbilang penting, karena saat ini masyarakat Indonesia banyak yang menggandrungi rice cooker dengan panci anti lengketnya itu. Rice cooker dengan panci anti lengket jelas tidak salah jika lapisan anti  lengketnya terbuat dari bahan yang tidak berbahaya. Sayangnya, dalam beberapa penelitian masih saja ditemukan beberapa brand rice cooker yang menggunakan bahan anti lengket dengan kandungan zat kimia bernama perfluorooctanoic (PFOA) yang bersifat karsinogen.

Seramnya, apabila lapisan tersebut mengelupas dan tercampur dengan nasi maka kontaminasi itu dapat memicu beberapa penyakit serius yang membahayakan tubuh, salah satunya adalah penyakit kanker. Oleh karena itu, aku menyarankan untuk menggunakan rice cooker sehat seperti Cosmos 3 in 1 Rice cooker CRJ-6288 yang menggunakan teknologi anti gores harmond.



For your information, Harmond ini merupakan teknologi anti gores pada panci rice cooker Cosmos yang diproses dengan menggunakan teknologi khusus dan didinginkan ke temperatur mendekati 0 derajat celcius. Teknologi harmond ini membuat panci rice cooker Cosmos jadi anti gores, tahan lama dan lebih sehat karena tidak mengelupas seperti kebanyakan lapisan anti gores pada rice cooker lainnya.

Ketahanan harmond terhadap goresan ini bahkan sudah aku buktikan langsung dengan menggosok nya menggunakan sikat kawat loh, dan terbukti kalau panci Cosmos Harmond ini benar-benar anti gores.



Menariknya lagi, panci rice cooker Cosmos yang satu ini telah dilengkapi dengan pegangan yang tidak panas dan aman saat dipindahkan. Jujur ini adalah salah satu fitur yang kusukai, karena sebelumnya aku agak kesulitan tiap kali akan memindahkan panci rice cooker dari tempatnya, dan pegangan anti panas nya ini benar-benar solusi yang kutunggu.



Tak hanya itu saja, rice cooker ini pun telah dilengkapi tongolan yang merupakan pengatur sirkulasi panas untuk menghasilkan nasi yang lebih pulen, dan Dew Collector yang menjaga rice cooker tetap bersih. Selain itu, ketiga pilihan warna nya, red, blue, and green, dapat menambah nilai puls pada tampilan dapur tercinta di rumah.



O iya pada saat pembelian, rice cooker berdaya masukan 400 watt ini tealh dilengkapi dengan gelas ukur, pengukus, dan sendok nasi. jadi kita tidak perlu lagi bersusah payah mencari aksesoris pelengkap ini saat akan memasak nasi sehat untuk keluarga di rumah.

By the way, produk Cosmos ini bisa langsung dibeli di toko elektronik, supermarket, juga secara online di marketplace seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, maupun di Blibli. Untuk info selengkapnya seputar produk Cosmos juga bisa dilihat di website resminya www.cosmos.id .



5. Aduk nasi setelah matang


Tips ini baru aku ketahui dari perbincangan via chat di salah satu aku ikuti, tapi setelah menerapkannya secara langsung aku bisa dengan tegas mengatakan kalau tips ini benar-benar jitu. Mengaduk nasi 5 menit setelah matang terbukti dapat membuat nasi tidak cepat basi, tidak kering, dan lebih tahan lama. 

Alasannya tak lain adalah karena mengaduk nasi setelah matang itu dapat mengeluarkan air yang terperangkap di antara butiran nasi, sehingga mempermudah proses penguapan air. Dengan begitu, nasi jadi lebih tahan lama.

6. Menghangatkan nasi seperlunya.


Fitur penghangat yang biasanya ada pada setiap rice cooker ini memang membuat banyak ibu rumah tangga jadi sedikit salah kaprah. Kebanyakan dari para ibu terus-terusan mengaktifkan fitur penghangat tersebut secara terus-menerus sepanjang hari. Mungkin tujuan utamanya adalah agar nasi tetap hangat dan nikmat untuk disantap setiap saat, padahal kenyataannya nasi yang dipanaskan secara terus-menerus itu dapat membuat nasi menjadi kering, basi dan kehilangan nutrisi.

Oleh karena itu sebaiknya cukup menghangatkan nasi 30 menit sebelum makan saja. Selain nutrisi pada nasi tetap terjaga, keuangan pun akan lebih terkendali karena jadi lebih hemat listrik pastinya.



Nah, jika keenam tips ini diterapkan pada proses penyajian nasi yang sehat dalam keseharian rumah tangga insya Allah kesehatan anggota keluarga pun akan lebih terjaga. Tak hanya itu saja, dampaknya pun akan berimbas pada kesehatan keuangan keluarga. Jadi, yuk siap jaga nasi tetap sehat untuk semua anggota keluarga di rumah. By the way, jika kalian ada tambahan tips seputar menjaga nasi tetap sehat boleh dong dishare di kolom komentar...

0 komentar:

Posting Komentar