15/12/19

Temulawak pun bisa eksis di negeri orang, benarkah...?




Pelepasan ekspor memang selalu berhasil membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada perasaan haru bercampur cemas yang berbaur jadi satu. Dulu, aku menyaksikan pelepasan ekspor tersebut karena pekerjaanku sebagai seorang PPIC di salah satu perusahaan garment, namun kali ini aku kembali menyaksikan proses pelepasan ekspor di PT SOHO Industri Pharmasi sebagai blogger. Beda peran tapi perasaan yang menyertainya tetap sama.

Aku bangga tiap kali melihat langsung produk dalam negri bisa eksis dan disukai oleh mereka yang ada di luar negri, terutama jika produk tersebut merupakan produk yang dibuat dari bahan-bahan yang hanya ada di Indonesia. Ini pula lah yang kurasakan saat beberapa waktu lalu, menyaksikan pelepasan ekspor terakhir di tahun 2019 di PT SOHO Industri Pharmasi.



Bagaimana tidak bangga…? Produk terakhir yang dikirim ke luar negri ini tak lain adalah produk farmasi berbahan dasar temulawak (curcuma xanthorrhiza) yang merupakan tanaman asli Indonesia. Temulawak adalah tanaman yang menghasilkan rimpang atau umbi akar yang memiliki khasiat sebagai tumbuhan herbal. Beberapa manfaat dari temulawak yang bisa kita rasakan adalah bisa sebagai anti oksidan, anti inflammation, menjaga nafsu makan, menyehatkan pencernaan, menjaga kesehatan hati, menjaga daya tahan tubuh hingga mencegah penyakit kanker.

Khasiat temulawak ini benar-benar sudah terkenal di Indonesia sejak jaman dulu, dan memang terbukti nyata hasilnya. Oleh karena itu sudah banyak penelitian terkait hal ini. Bayangkan jika produk berbahan dasar asli Indonesia dan diproduksi langsung oleh masyarakat Indonesia ini bisa bermanfaat juga untuk seluruh masyarakat dunia. Duuuuhhh… pasti bangga kan…



Kabar baiknya, pemerintah pun ikut mendukung penuh ekspor industri manufaktur seperti yang dilakukan oleh PT SOHO Industri Pharmasi ini. Ya, pemerintah kita menyadari betul peran dari industri manufaktur yang selalu konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional.


Dukungan pemerintah ini salah satunya dibuktian dengan kehadiran Kepala Badan POM RI, Ibu Penny Lukito pada moment pelepasan ekspor terakhir di PT SOHO Industri Pharmasi tersebut. Sebagai pemimpin dari sebuah lembaga yang mengawasi pangan dan obat di Indonesia, Ibu Penny sempat menyampaikan kalau industri farmasi berbahan dasar herbal asli Indonesia seperti yang dilakukan PT SOHO Industri Pharmasi ini patut mendapat apresiasi.



Masih menurut beliau, seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, kini jamu perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan keamanan, manfaat, dan kualitasnya. Sinergitas berbagai pihak baik pemerintah, industry, akademisi, dan komunitas lain perlu dimaksimalkan untuk pengembangan potensi obat herbal di Indonesia melalui riset yang berkelanjutan.

Kabar baiknya, PT SOHO Industri Pharmasi telah menerapkan konsep seed to patient di Kebun riset SOHO di Sukabumi. Konsep seed to patient ini merupakan konsep yang menggambarkan kalau keeluruhan proses telah distandarisasi dan dikontrol, mulai dari penanaman bibit, proses panen, penyimpanan, sampai produk jadi diterima oleh konsumen. Dengan demikian keamanan dan konsistensi kualitas dari produk jadi yang dihasilkan terjamin.



Tak tanggung-tanggung, dalam pelepasan ekspor terakhir PT SOHO Industri Pharmasi ini, sebanyak 49.187 box akan dikirim ke Negara Cambodia.  Membayangkan produk-produk tersebut bisa eksis di Negara orang terus membuatku bergidik saking bangganya. Apalagi sepanjang tahun 2019 ini, PT SOHO Industri Pharmasi sendiri telah mengekspor produk-produk farmasi sebanyak 40 shipment ke berbagai Negara, seperti Brunei, Cambodia, Cameroon, Mauritius, Mongolia, Myanmar, Philipine, Sri lanka, Timor Leste, dan Vietnam.

Sebagai masyarakat biasa, aku sih berharap kedepannya akan lebih banyak lagi produk farmasi asal Indonesia yang eksis beredar di seluruh dunia. Indonesia ini kaya akan semua hal, jadi tidak salah bukan jika aku memiliki impian seperti itu…?! Insya Allah Indonesia akan semakin sukses dan maju…




0 komentar:

Posting Komentar