30/01/21

Remaja Sehat, Bebas Anemia untuk Indonesia Maju

 


Masa remaja bisa dibilang salah satu fase teraneh dalam hidup kita. Bagaimana tidak aneh? Dalam satu waktu kita dituntut memahami semua perubahan yang terjadi pada tubuh, baik itu secara fisik maupun psikis. Mulai dari jerawat, bau badan, payudara yang mulai membesar, hingga menstruasi plus semua rasa tak nyaman yang ditimbulkannya harus kita lalui dengan sikap dewasa, padahal sisi kekanak-kanakan belum sepenuhnya hilang dari dalam diri. Aneh kan?! 

Jujur, dulu aku pun sempat kebingunan bukan main ketika melalui masa-masa tersebut.  Nah, sekarang, ketika aku berhasil melalui masa-masa aneh itu dengan manis, aku ingin bilang ke kalian kalau masa remaja sebenernya ga seaneh yang kalian bayangkan kok. Memang banyak yang harus disesuaikan, tapi yakin aja, semua akan asyik dijalani.

Kabar baiknya, sekarang pemerintah memberi perhatian lebih loh pada kalian semua, dede-dede emesh yang sedang melalui fase ini. Perhatian tersebut dibuktikan dengan diangkatnya tema “Remaja Sehat Bebas Anemia” pada peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini. Harapannya, tema tersebut dapat mempererat kerja sama seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui perbaikan gizi remaja lewat penanggulangan anemia.


Perhatian yang diberikan pemerintah pada para remaja ini adalah tindakan yang tepat, karena berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, Indonesia masih dalam masa bonus demografi dimana ada 70,72% penduduk usia produktifnya, dan jumlah remaja dalam presentase tersebut tak bisa dibilang sedikit. Bayangkan jika bonus demografi ini bisa dimanfaatkan dengan menjaga para remaja nya jadi generasi unggulan, maka insya Allah di tahun 2045 nanti Indonesia akan menjadi Negara maju sesuai dengan impian kita semua.

Sayangnya, saat ini lndonesia masih dihadapkan pada beban ganda masalah gizi yaitu masih tingginya prevalensi stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro terutama anemia yang masih menjadi tantangan besar. Semua itu menjadi pe-er kita bersama pastinya. Tak hanya pemerintah, tapi masyarakat nya pun harus ikut andil untuk menyelesaikannya.



For your information, Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia. Jelas bukan angka yang bisa kita abaikan begitu saja. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik.

Yup, seperti kita ketahui, para remaja memang lebih banyak menyukai jajanan kekinian yang asupan gizi nya kacau dibanding asupan sehat. Tak hanya itu saja, pandemi yang terjadi belakangan ini pun menjadi alasan kurangnya aktifitas fisik pada remaja, mereka lebih suka rebahan, begitu istilah kerennya.

Padahal dampak anemia bagi masa depan para remaja pun tak bisa disepelekan loh. Rendahnya Hb dapat menyebabkan oksigen yang yang dibawa ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otot dan otak jadi berkurang. Otomatis daya berpikir dan produktivitas pun ikut terpengaruh. Jadi jangan heran kalau remaja yang terkena anemia akan terlihat lebih lesu dan kurang konsentrasi dibanding temannya.



Untuk mencegah dampak tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan intervensi spesifik dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri dan ibu hamil. Jadi, setiap minggu nya para remaja putri akan mendapatkan Tablet Tambah Darah yang berisi zat besi dan asam folat tersebut.

Tak hanya itu saja, Kemenkes juga melakukan penanggulangan anemia melalui edukasi dan promosi gizi seimbang, fortifikasi zat besi pada bahan makanan serta penerapan hidup bersih dan sehat. Edukasi dan promosi gizi seimbang tersebut tak hanya menyasar para remaja saja, tapi juga orang tua dan guru sebagai pendamping utama para remaja.

Selain pemberian TTD, Kemenkes juga mendorong para remaja untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan menjaga asupan gizi seimbang dengan menu #IsiPiringKu, rutin aktivitas fisik dan menjaga kebersihan.

Yuk kita sukseskan program keren ini, bismillah insya Allah impian menjadi Indonesia Maju akan segera terwujud. Kamu mau kan jadi bagian dari kemajuan bangsa ini? Kalau iya, lalui masa remaja mu dengan baik dan sehat yaa. lndonesia butuh remaja yang produktif, kreatif, serta kritis demi kemajuan bangsa dan kamu bisa mencapai produktifitas yang maksimal serta  pemikiran yang kritis, kalau kamu sehat.

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar