20/07/21

No Hoax, Pastikan Saring Sebelum Sharing!

 


Saat ini kita semua memang sedang berperang melawan pandemi, tentunya dengan kemampuan masing-masing. Tenaga medis berada di garis depan pertahanan pada sektor kesehatan, sementara kami, para blogger pun ikut berperang melawan berbagai hoaks yang tersebar di dunia maya. Rasanya tak berlebihan yaa jika aku mengatakan kami seolah memiliki tanggung jawab untuk setidaknya dapat mengurangi penyebaran hoaks tersebut.

Menurutku, hoaks ini tak kalah berbahaya dengan sang virus Covid-19. Dampaknya begitu besar, bahkan bisa sampai menghambat penanganan yang saat ini sedang amat penting dilakukan. Bayangkan saja, gara-gara sebuah hoaks, masyarakat bisa loh sampai tidak melakukan protokol kesehatan sama sekali. Alhasil, alih-alih mengalami penurunan, angka penularannya justru semakin tinggi dari hari ke hari.

Coba saja scroll sosial media mu, pasti ada saja berita yang membuat dahi berkerut seketika. Contohnya saja soal vaksin Covid-19, misalnya. Ada yang menulis kalau vaksin tersebut dimasukkan chip untuk melacak dan mengambil data seseorang, ada lagi yang mengatakan kalau seseorang yang sudah divaksin hanya memiliki sisa umur dua tahun saja, bahkan ada juga yang bilang kalau vaksin tersebut tidak halal.



Faktanya, vaksin Covid-19 yang saat ini sedang gencar disuntikkan ke masyarakat Indonesia telah melalui berbagai uji klinis oleh para ahli dan terbukti AMAN. Para ahli tersebut jelas merupakan orang-orang terpilih yang kemampuannya tidak diragukan.

Mirisnya lagi, kebanyakan dari berita-berita hoaks tersebut disebarkan melalui kanal media sosial atau chat whatsapp oleh orang terdekat kita. Mungkin memang bukan mereka yang membuat konten tersebut, namun banyaknya orang yang membagikan ulang, akhirnya membuat ‘kebohongan’ itu seolah terasa nyata dan dapat dipercaya.

Dampaknya? Sudah jelas, banyak yang akhirnya menolak untuk divaksin. Padahal saat ini, ikhtiar terbesar yang bisa dilakukan Indonesia adalah mem-vaksin sebanyak mungkin warga nya untuk membentuk herd immunity.

 

No Hoax : Vaksin Aman, Hati Nyaman

  

Nah untuk mengurangi dampak dari penyebaran hoaks tersebut, beberapa waktu lalu Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia pun menggelar webinar bertajuk No Hoax : Vaksin Aman, Hati Nyaman. Tak tanggung-tanggung, Kominfo menghadirkan dr Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, selaku juru bicara Covid-19 Kementrian Kesehatan dan beberapa ahli lain sebagai nara sumber nya.



Dalam webinar yang dilaksanakan secara daring melalui layar zoom tersebut, disebutkan setidaknya hingga awal juli 2021 ada 1625 berita hoaks tentang Covid-19 yang tersebar di masyarakat. Tak sedikit diantaranya jadi viral dan ‘dipercaya’ oleh banyak orang, hingga akhirnya menghambat penanganan pandemi di Indonesia.

Ada beberapa faktor utama pemicu tersebarnya berita hoaks ini di kalangan masyarakat Indonesia yang patut kita waspadai bersama, diantaranya adalah sebagai berikut,

 

Sharing tanpa saring,

 

Kebiasaan ingin menjadi yang ter-hits dan ter-uptodate di antara yang lain, seringkali membuat jari seseorang ‘latah’ membagikan berita tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Kasarnya, bodo amat berita itu benar atau tidak, yang penting terlihat up to date. Duuuuhhh jangan dilakukan yaa, yang benar itu justru ‘Saring sebelum Sharing’.

Pastikan cek dulu pada ahlinya soal kebenaran sebuah berita sebelum membagikan ulang. Kalau tak menemukan data valid, please stop sampai di kita saja, jangan disebarkan lagi.Oke?!

 

Tingkat Literasi dan Sosiokultural,

 

Bukan rahasia lagi kalau masyarakat Indonesia memang memiliki tingkat literasi yang kurang baik. Sesimpel membaca brief pekerjaan saja masih suka terlewat, hehehe. Namun, biasakan yuk untuk selalu membaca dan memahami kembali isi berita yang ingin kita bagikan. Coba dipikirkan lagi secara akal sehat, apakah berita tersebut masuk di akal atau tidak.

 

Aktor Lawan dan Lawan politik

 

Duh, ini salah satu faktor pemicu hoaks yang sampai sekarang masih aja ada. Pemilihan umum jelas sudah lewat tapi entah kenapa serangan-serangan dari lawan politik masih saja terasa. Ayolah kita move on, jangan terus-terusan bersaing. Inilah saat nya kita tunjukan pada dunia soal sifat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

 


Jujur, aku sedikit heran dengan para penyebar hoaks tersebut. Apa ada rasa kesenangan tersendiri bagi mereka jika melihat saudara se tanah air nya makin menderita karena pandemi ini? Hmmm… Entahlah, yang jelas mari kita fokus melakukan yang terbaik di bidang kita masing-masing. Pandemi ini tak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan satu pihak saja. Seluruh lapisan masyarakat harus bergerak bersama untuk bisa bangkit kembali.

So, untuk kamu yang sedang baca tulisan ini, baik itu tenaga medis, pekerja kantoran, freelance, abang ojek online atau bahkan para kaum rebahan, yuk kita bergerak bersama. Terapkan protokol kesehatan dengan ketat,ingat 5M, pakai dobel masker, dan jangan termakan hoaks. Pastikan untuk Saring sebelum Sharing.Tetap semangat yaaa…

0 komentar:

Posting Komentar