09/05/22

Anti penghasilan numpang lewat, Freelancer juga bisa kok!

 


Berawal dari keinginan merasakan lagi nikmatnya mendapat ‘THR’, membuatku akhirnya mulai konsisten mengelola keuangan pribadi. Sedikit info, penghasilan utamaku memang hanya berasal dari hasil menulis di blog ini saja. Artinya, sama seperti para freelancer lain, aku pun tidak memiliki jatah THR layaknya para pegawai tetap. Penghasilan pun cenderung tidak menentu, kadang ramai kadang juga ramai banget, hehehe. Jadi benar-benar harus bisa mengelola keuangan dong yaa.

Jujur, awal nya aku pun sempat kelimpungan mencari formula khusus agar keuangan ku yang tak menentu ini dapat terkelola dengan baik. Aku terus mencoba berbagai cara hingga akhirnya menemukan jalan yang menurutku paling pas untuk diterapkan oleh para freelancer. Dari situlah akhirnya aku putuskan untuk sharing di sini, siapa tau bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang membaca blog ini.

 

Buat pos-pos rekening

Sebenarnya cara ini merupakan pengembangan dari ‘tabungan amplop’ ala nenek kita dulu. Namun karea sebagian besar penghasilan yang aku terima saat ini adalah melalui transfer via bank, maka aku pun memodifikasi nya dengan cara membuat beberapa pos rekening. Kamu bisa memanfaatkan rekening-rekening lama yang kamu punya tuh.

Sebagai contoh, aku memakai rekening di Bank A untuk tabungan uang kuliah ku, rekening di Bank B sebagai dana darurat, rekening di Bank C untuk bayar asuransi, pajak dan zakat tahunan serta rekening di Bank D sebagai rekening arus yang digunakan untuk keluar masuk harian. Saranku pilih rekening di Bank yang tidak ada biaya adminnya seperti pada bank syariah dan saat transfer sebaiknya menggunakan aplikasi transfer yang sudah terdaftar di OJK agar tidak terkena biaya admin lagi.

 

Utamakan bayar tagihan

Saat menerima penghasilan, sebelum mengalokasikan nya pada masing-masing pos rekening itu, jangan lupa untuk selalu mengutamakan kewajiban atau tagihan-tagihan yang harus diselesaikan. Catat seluruh tagihan mu seperti kartu kredit, asuransi, biaya sewa, dan lain-lain. Setelah seluruh tagihan tersebut selesai, barulah kamu bisa melanjutkan ke step berikutnya.

 

Alokasikan sesuai pos

Kalau pos-pos rekening tadi sudah siap, selanjutnya tinggal mengalokasikan dana nya tiap kali ada penghasilan masuk. Aku biasanya menggunakan sistem presentase untuk membagi nya dan langsung aku bagikan melalui transfer ke masing-masing rekening tersebut. Contoh untuk alokasi uang kuliah adalah 5% dari penghasilan yang diterima, begitu pun untuk alokasi di rekening lain. Nah sisanya itulah yang boleh aku gunakan untuk keperluan sehari-hari.

 

Masukan keranjang dulu, checkout nanti-nanti

Aku tahu kok, yang namanya perempuan kadang suka nggak bisa menahan diri untuk belanja, terutama belanja online. Aku sendiri juga begitu soalnya, hehehe. Nah biar nggak sedikit-sedikit checkout, sekarang kalau ada barang yang mau dibeli, biasanya nggak langsung di-chekout tapi masukin ke keranjang dulu. Tunggu beberapa hari, sembari nunggu biasanya aku akan berpikir lagi, apakah abrang tersebut memang aku butuhkan atau tidak.  Dengan cara ini, aku berhasil mengurangi kuantitas checkout di marketplace, hehehe.

 
Konsisten

Last but not least, kita harus konsisten. Semua trik ini baru akan berhasil kalau kamu nya konsisten menjalani semua. Percuma aja baca buku-buku mengelola keuangan yang super tebel itu kalau akhirnya kamu tidak punya prinsip. Jadi mantapkan hati buat selalu konsisten yaa.

 


Aku udah mencoba sendiri beberapa trik ini, dan Alhamdulillah berhasil. Lebaran tahun ini, aku bisa tuh merasakan nikmatnya ‘dapet THR’ dari hasil konsisten mengelola keuangan selama satu tahun terakhir ini. Kalau aku aja bisa, kamu juga pasti bisa kok.

By the way, menjelang hari raya idul fitri 2022 iniFWD Insurance memberikan berkah berlimpah untuk kita semua nih. Ada diskon hingga 50% dari periode 25-30 April 2022 untuk setiap pembelian / kepesertaan premi tahun pertama produk Asuransi Bebas Handal, FWD Cancer Protection, Bebas Rencana, dan Bebas Aksi.

Jadi, tunggu apalagi, berikan perlindungan pada orang-orang tersayang mu dengan berkah melimpah dari FWD Insurance yuk! Semangat mengelola keuangan mu yaa.

1 komentar:

  1. setuju banget, membuat pos pos alokasi pengeluaran perlu juga. Supaya uang kita juga terkontrol kemana larinya
    dan yang utama utamakan tanggungan dulu kalau ada, sisanya bisa dibuat alokasi yang lain

    BalasHapus