20/09/22

Gapai Mimpi dan Manajemen Keuangan yang Baik, Bisa kok!

 


Nggak terasa udah 100 hari menuju 2023 aja nih, kira-kira ada ngga sih resolusi di tahun 2022 ini yang belum bisa tercapai? Jujur, resolusi yang aku buat di awal tahun 2022 lalu masih banyak banget yang belum tercapai. Agak aneh sih, karena resolusi yang aku buat itu terbilang masih realistis kok untuk dicapai, tapi nyatanya hingga tahun ini hampir berakhir pun masih ada saja yang belum terwujud. Kalian gitu juga ngga sih?

Awalnya aku terus menyalahkan diri sendiri. Resolusi sesimpel itu aja masih belum bisa digapai, gimana mau mewujudkan impian yang lebih besar lagi, kurang lebih begitu yang sering kukatakan pada diri sendiri. Rasanya tuh sampai malas mau membuat resolusi lagi di tahun depan loh. Alhamdulillah semua itu berubah setelah aku mengikuti webinar Bersama FWD Insurance beberapa waktu lalu.

Yup, kalau kalian mengikuti blog ini pasti tau deh FWD Insurance memang sering banget mengadakan webinar yang memberikan insight baru untuk para peserta nya. Nah dalam webinar kali ini, kami semua diajak untuk Kembali belajar soal bagaimana membuat serta menggapai resolusi tersebut dengan cara yang smart. Meski tahun baru masih 100 hari lagi, ngga ada salah nya dong kalau kita mulai mempersiapkan semua nya dari sekarang. Nanti saat tahun baru tiba, kita tinggal memoles nya sedikit deh.

 

Asyiknya membuat resolusi dengan cara yang smart

Aku tertarik dengan satu kalimat dari Kak Muara Mukarim yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut. Bukan resolusi nya yang salah, tapi bisa jadi yang salah adalah bagaimana kita membuat dan merencakan untuk menggapai resolusi itu, kurang lebih begitu isi kalimat nya. Menarik nih, memang apa yang salah dengan cara kita membuat resolusi?  

 
Resolusi harus serealistis mungkin untuk digapai

Realistis yang dimaksud adalah realistis versi diri masing-masing. Yup, jangan pernah berpatokan pada resolusi yang dibuat orang lain, karena biar bagaimanapun kondisi finansial serta psikologis tiap orang itu berbeda. Contoh simple, realistis menurut rafi ahmad jelas akan berbeda dengan realistis versi kamu. Iya kan?!



Nah kalau kamu sudah membuat resolusi yang realistis versi diri sendiri, maka baru bisa lanjut ke step berikutnya, yaitu buat perencanaan spesifik untuk menggapai resolusi yang kamu buat itu.

 

Buat perencanaan spesifik untuk menggapai resolusi

Iyes, biarpun kita membuat resolusi tahunan,tapi jangan pernah lupa untuk memecah rencana nya dalam waktu yang lebih kecil. Contoh nya jika ingin memiliki tabungan senilai 12 juta di akhir tahun, maka tiap bulannya harus menabung sebesar 1 juta. Kalau bisa, jangan berhenti sampai di situ, coba pecah lagi menjadi target harian. Jika ingin menabung 1 juta sebulan maka setiap hari nya paling tidak harus menabung 35 ribu.

Nggak Cuma berlaku untuk tabungan saja, coba terapkan perencanaan spesifik ini untuk resolusi mu yang lain. Percaya deh, semua resolusi juga bisa kok dibuat perencanaan spesifik seperti ini. Contoh lain deh, jika ingin menurunkan berat badan dalam waktu 6 bulan, maka target hariannya harus workout selama berapa menit. Kurang lebih seperti itu gambarannya.

 

Resolusi yang paling sering gagal adalah manajemen keuangan, kok bisa?

Setelah paham bagaimana membuat resolusi dan cara mencapainya, dalam webinar Bersama FWD Insurance tersebut kami juga diajak mengenal lebih jauh soal manajemen keuangan yang baik. Pembicara kedua merupakan seorang Financial consultant sekaligus Co-founder & CEO @Sipundi.id, Kak Mada Aryanugraha.



Dalam paparannya, kak Mada memberi gambaran tentang segitiga piramida keuangan pribadi yang seharusnya dipahami oleh setiap orang. Jujur, di bagian ini aku pun agak tercengang. Aku piker, tujuan keuangan seseorang merupakan pondasi utama dalam manajemen keuangan yang baik, tapi ternyata tidak demikian. Arus kas positif, dana darurat serta proteksi diri adalah tiga hal penting yang wajib kita miliki dulu sebelum bisa memikirkan soal tujuan keuangan. Kok bisa?

Gini, jika arus kas mu sudah positif alias tidak besar pasak daripada tiang, maka langskah selanjutnya kamu bisa memikirkan dana darurat dan proteksi diri. Ini penting untuk menjaga jika suatu saat terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Proteksi diri dan dana darurat ini layaknya sekoci yang siap digunakan saat kapal keuangan mu mulai bocor atau karam. Jika ketiga hal tadi sudah kamu miliki, maka bisa lanjut ke tujuan keuangan, persiapan dana hari tua, dan warisan/distribusi kekayaan.

Nah FWD Insurance memiliki berbagai produk asuransi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan proteksi mu loh, mulai dari asuransi Kesehatan, asuransi jiwa, #FWDPressPlay dan berbagai hal lainnya. Untuk info selengkapnya, bisa langsung kunjungi aja akun sosial media nya atau di website resminya di www.fwd.co.id/PressPlay.

Last but not least, tetap semangat membuat resolusi dan meraih semua impianmu yaa. It’s time to press play to your dreams, life, and good money management.

 

0 komentar:

Posting Komentar