04/09/22

Kelas Intensif Membuat Konten bareng Kak Gerald Vincent, menarik nih!

 

kelas intensif membuat konten

Suka heran deh, video yang menurut kita biasa banget, view dan like nya bisa banyak, sebaliknya kadang video yang dibuat dengan serius dan estetik malah sepi pengunjung. Kok bisa ya? Saking penasarannya dengan hal ini, aku sampai serius banget menyimak materi di kelas intensif membuat konten bareng Kak Gerald Vincent nih. Kira-kira apa ya penyebabnya? Yuk kita bahas bareng!

Sedikit cerita, sekitar tiga minggu yang lalu aku sempat membuat konten video di tiktok. Menurutku, video tersebut hanya video receh tentang pengalaman lucu yang iseng aku upload saja, tapi siapa sangka hingga saat ini view nya tembus sampai 1,8 juta. Wow, buatku yang hanya seorang creator baru dengan followers 7800-an, ini jelas angka yang fantastis.

Alhamdulillah sih ya, tapi aku malah merasa tertantang untuk membuat konten-konten lain yang seperti itu. Nah masalahnya, aku sendiri bingung kenapa video tersebut justru disenangi banyak orang sampai bisa mendapat like hingga ratusan ribu. Video-video serupa yang coba aku buat dan upload setelah nya, entah kenapa tidak sesukses video tadi.

Di tengah kebingungan dan rasa penasaran akan hal ini, Danone Indonesia memberi kesempatan pada ku untuk belajar bareng Kak Gerald Vincent dalam KIAT : Kelas Intensif Membuat Konten. For your information, Kak Gerald Vincent adalah seorang content creator dengan followers Tiktok mencapai 6,8 juta. Video-video tiktok yang dibuatnya itu edukatif namun tetap menarik untuk diikuti.

 
Kupas Trik Membuat Konten Ala Kak Gerald Vincent

Berdasarkan data yang ada, pengguna sosial media saat ini memang lebih tertarik dengan konten berupa video pendek. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pengguna Tiktok yang kian meningkat dari waktu ke waktu. Nah uniknya, Tiktok ini memungkinkan video kita dilihat oleh orang-orang di luar pengikut. FYP, begitu istilah kerennya.

Sayangnya untuk bisa FYP itu tidak mudah. Ini bukan sebatas perkara algoritma tiktok saja. Kak Gerald Vincent pun berulang kali menekankan pada para peserta soal algoritma yang ‘katanya’ harus dikuasai agar video kita bisa FYP. Fakta nya algoritma terus berubah, percaya deh kalau hanya berpatokan pada algoritma saja maka kita akan capek sendiri.

kelas intensif membuat konten


Alih-alih memikirkan algoritma tiktok, akan lebih baik jika kita mulai membuat konten yang memang akan disukai dan bermanfaat bagi banyak orang. Nah ini nih beberapa hal yang harus dimiliki untuk membuat konten menarik  ala Kak Gerald Vincent dalam KIAT : Kelas intensif membuat konten.

Idea, apa konsep kamu? Dan apa yang bikin beda?

Goal, apa tujuan kamu membuat konten tersebut?

Value, apa value dari konten tersebut

Passion, Passion = cinta dari subjek

Confident, kepercayaan diri saat membuat konten

Learn, Harus selalu belajar untuk bisa berkembang.

 

kelas intensif membuat konten

Selain hal-hal tersebut, jangan lupa juga untuk mengembalikan niat kita membuat konten ke arah positif dulu. Coba ditanamkan dalam hati, membuat konten untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Perkara uang, ketenaran dan lain sebagainya adalah bonus yang mungkin bisa didapatkan. Setuju?

Nah kalau bingung mau mulai membuat konten dari mana? Kamu bisa kok mulai membuat konten berupa edukasi dan ajakan untuk lebih memperhatikan bumi kita tercinta ini dengan cara yang ringan ala kamu. Contoh nya konten receh a day in my life tapi diselipkan beberapa Langkah kecil yang bisa dilakukan seperti memilah sampah atau mencabut colokan listrik yang tidak dipakai.

Konten edukatif terutama soal isu keberlanjutan ini memang masalah penting yang sebaiknya diangkat di sosial media agar ada lebih banyak orang yang teredukasi.  Mudah nya kalau niat kita positif, insya Allah hasilnya juga akan positif kok.

O iya KIAT : Kelas Intensif Membuat Konten ini sengaja diadakan oleh Danone Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan mengedukasi komunitas Danone Digital Academy sebagai inisiator dalam lingkungan sekitar sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang dengan konten yang dibuat.

Satu pesan dari Kak Gerald yang aku ingat banget, ngga usah pusing memikirkan berapa banyak materi yang kamu dapat dari konten, tapi fokus pada berapa banyak manfaat yang bisa diberikan melalui konten saja. Yuk semangat lagi membuat konten yang edukatif tapi tetap menarik untuk diikuti.

0 komentar:

Posting Komentar