28/10/22

Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS

 



Ada yang nonton drama korea Hospital Playlist juga kah? Selain seru, aku belajar banyak soal istilah medis di drama itu. Makin ke sini aku jadi makin penasaran dengan dunia kedokteran. Sayangnya tidak semua orang bisa menekuni dunia tersebut, terutama jika sudah terkendala usia. Alhamdulillahnya belakangan ini aku sering diajak belajar bareng di acara yang dihelat oleh Kementrian Kesehatan RI, baik secara online maupun offline.

Pengetahuan ku di bidang ini jelas tidak ada apa apa nya jika dibandingkan dengan para dokter, tapi paling tidak aku bisa sedikit belajar tentang bagaimana memberi pertolongan pertama yang dibutuhkan di saat darurat. Menurutku pengetahuan seperti ini amat penting untuk diketahui oleh orang awam sekalipun, karena mungkin saja berkaitan dengan nyawa seseorang.

Contohnya Ketika kita menghadapi seseorang yang terkena stroke. Salah penanganan sedikit saja nyawa taruhannya. Nah di tulisan ini aku akan coba membagikan beberapa hal terkait penanganan stroke, please banget baca sampai selesai dan save tulisan ini untuk jaga-jaga yaa. Insya Allah tulisan ini bisa dipertanggung jawabkan karena merupakan rangkuman yang aku dapatkan di event yang digelar oleh Kementrian Kesehatan RI.

Event ini merupakan salah satu dari rangkaian event dalam rangka memperingati hari stroke sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober. Nah pada tahun 2022 ini Kementrian Kesehatan RI mengangkat tema nasional “ Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS”. Tema ini sengaja dipilih untuk mengingatkan Kembali pada masyarakat tentang gejala stroke dan pentingnya bertindak cepat dalam menanganinya.

 

Setiap Menit Berharga, SeGeRa Ke RS

For your information, Stroke merupakan bagian dari penyakit kardioserebrovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Dikatakan demikian , karena jika sudah terserang stroke, maka kalaupun dapat selamat tetap akan berimbas pada kondisi ekonomi dan sosial nya.



Dalam acara yang dihadiri oleh Bapak Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin itu sempat dipaparkan kalau ada beberapa gejala awal stroke yang dirasakan oleh penderita. Gejala-gejala awal itu disingkat menjadi SeGeRa Ke RS,

Senyum tidak simetris,

Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba,

BicaRa pelo,

Kebas atau baal separuh tubuh,

Rabun/ pandangan mata kabur tiba-tiba,

Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba

Nah jika ada yang mengalami salah satu atau beberapa gejala awal tersebut, tidak ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan selain langsung membawanya ke Rumah sakit. Sekali lagi aku tekankan yaa, tidak ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan selain langsung membawanya ke rumah sakit. Kenapa? Karena stroke harus ditangani oleh ahlinya.



Jadi, jika di sekitar mu ada yang terlihat mengalami gejala awal tersebut, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah sesegera mungkin membawa nya ke rumah sakit untuk ditangani. Ingat selalu, setiap menit berharga. Penderita stroke benar-benar membutuhkan Tindakan cepat agar dapat meningkatkan kualitas hidup penyandang stroke tersebut.

Segitu berbahaya nya penyakit stroke ini yaa, makanya jangan sampai deh kita dan orang sekitar mengalami nya. Sebenarnya stroke ini bisa dicegah  dengan mengendalikan faktor risiko nya yaitu tekanan darah yang tinggi, gula darah yang tinggi, diet yang tidak sehat, merokok dan kurang aktifitas fisik. Intinya sih selalu jaga gaya hidup sehat.



Kementrian Kesehatan RI pun telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kardioserebrovaskular ini, diantaranya seperti upaya promotif, edukasi, preventif,kuratif dan rehabilitative. Tapi percaya deh, kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit dan pencegahannya pun ngga kalah penting dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah itu.

Jadi, aku ngga bosen-bosen buat mengajak kalian semua, pembaca blog ini untuk selalu jadi agen perubahan di lingkungan sekitar dengan menerapkan pola hidup sehat. Mulai saja dari diri sendiri dan keluarga dulu. Sehat selalu yaa.  

 

0 comments:

Posting Komentar