21/11/22

Bisakah Anak Prematur Tumbuh dengan Maksimal dan Berprestasi?

 


Ada satu perasaan unik yang sepertinya dirasakan oleh hampir semua ibu hamil, yaitu keinginan untuk secepat mungkin melihat sang buah hati nya secara langsung. Aku katakan sebagai perasaan unik karena pada kenyataannya kami para ibu jelas tidak ingin jika sampai si kecil lahir sebelum waktu nya. Iyes, meski tak sabar ingin memeluk mereka secara langsung tetap saja harapan terbesar nya adalah bisa melahirkan si kecil secara sehat dan tepat waktu.

Meski bukan dari kalangan medis, kebanyakan dari ibu di Indonesia sudah paham betul soal risiko serius yang mengintai bayi dengan kelahiran premature atau bayi yang lahir sebelum waktu nya. Sejak dulu kala stigma tentang bayi prematur memang sudah begitu melekat di masyarakat kita. Tak jarang stigma tersebut justru membawa dampak positif karena membuat para ibu jadi lebih berhati-hati dalam menjaga kandungannya, tapi seringkali stigma ini juga lah yang akhirnya membawa dampak buruk atau negatif, terutama bagi para ibu yang terpaksa harus melahirkan bayi prematur.

Kira-kira stigma negatif apa sih yang membawa dampak buruk bagi ibu dan bayi nya itu? Apakah bayi dengan kelahiran prematur bisa tetap tumbuh sehat dan berprestasi? Lalu apa saja sih yang bisa di-support oleh orang sekitar nya ? Nah di tulisan ini aku akan coba bahas semua hal tersebut berdasarkan rangkuman dari webinar Bicara Gizi bersama Danone Indonesia, jadi baca sampai selesai yaa.

 

Bayi Prematur, Butuh Intervensi dan pemantauan Agar dapat Tumbuh Sehat dan Berprestasi

Bayi prematur atau bayi yang lahir sebelum waktunya membutuhkan intervensi dan pemantauan serius selama tumbuh kembang nya karena secara medis ada beberapa organ tubuh yang mungkin belum sempurna saat ia dilahirkan. Pemantauan nya pun tak cukup hanya sampai ibu dan bayi keluar dari rumah sakit saja, tapi benar-benar selama masa tumbuh kembangnya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tumbuh kembang bayi prematur, diantaranya adalah sebagai berikut,

Physical Health, pada bayi prematur sering ditemui beberapa masalah Kesehatan fisik seperti terjadinya gangguan pernapasan, gangguan pertumbuhan, gangguan saraf, gangguan motorik dan masih banyak gangguan lainnya. Hal-hal tersebut perlu pemantauan khusus selama tumbuh kembangnya terutama soal pertumbuhan si kecil. Pemantauan ini bisa dilakukan secara mandiri melalui KMS atau aplikasi Primaku.

Learning and cognition, pada bayi prematur sering ditemukan gangguan terkait perkembangan koginitf, kemampuan Bahasa, ketrampilan pra-sekolah, dan perkembangan akademis nya.

Mental Health, selama pertumbuhannya, tak jarang ditemukan anak yang sebelumnya memiliki Riwayat lahir sebelum waktunya memiliki masalah seputar mental health terkait perilaku, kemmapuan bersosialisasi, daily functioning, dan gangguan perilaku lainnya. Nah masalah-masalah ini memerlukan pemantauan khusus agar dapat ditangani secepat mungkin dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya di masa depan.

Quality of Life, kelahiran premature memungkinkan ada beberapa organ tubuh yang belum siap fungsi dan dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari orang sekitarnya.


Selain tenaga medis, pemantauan pun harus dilakukan oleh keluarga secara rutin setelah bayi dipulangkan dari perawatan hingga selama tumbuh kembang nya. Pemantauan ini benar-benar harus terus dilakukan sampai ia memasuki usia dewasa agar dapat mendeteksi gangguan sedini mungkin.

Peran pengasuhan orangtua dapat mengoptimalisasikan perkembangan anak prematur

Selain pertumbuhan secara fisik, anak dengan Riwayat kelahiran premature juga memerlukan perhatian dalam perkembangannya. Ada beberapa aspek perkembangan yang harus diperhatikan dan menjadi garis bawah untuk orangtua, diantaranya adalah Perkembangan kognitif, perkembangan Bahasa, perkembangan motorik halus dan kasar, perkembangan sensori, dan perkembangan sosial dan emosi.

Peran orang tua dalam tumbuh kembang si kecil ngga hanya sekedar mengasuh saja, tapi juga dalam hal mengasah dan mengasihi agar bisa mendapat tumbuh kembang optimal. Dalam parenting sering dikenal istilah Asuh, Asah, dan Asih.

Asuh berarti terkait pengasuhan secara fisik yang meliputi pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Asih atau kasih sayang adalah peran orang tua dalam menerapkan kasih sayang terhadap si kecil, bonding contact ini sangat penting sekali untuk melindungi si kecil dari gangguan.

Asah, asah merupakan stimulasi atau mengembangkan kemampuan sensorik, motori, emosi-sosial, kemandirian, kreativitas, dan spiritual sedini mungkin.


Sebenarnya tak hanya si kecil nya saja yang harus mendapat perhatian khusus, tapi juga orang tua, terutama sang ibu. Kebanyakan dari ibu dengan anak yang lahir premature mengalami gangguan psikologis tertentu, mulai dari ketidaksiapan mental, postpartum emotion, kurang percaya diri, kelelahan, dan banyak gangguan psikologis lainnya.

Oleh karena itu, penting juga memberi support atau dukungan lebih pada sang ibu. Alih-alih menyerangnya dengan berbagai stigma negatif atau pertanyaan yang akhirnya menjurus pada menyalahkan sang ibu karena tidak bisa menjaga kandungannya, tentu akan lebih baik jika kita sama-sama memberi support atau dukungan saja. Setuju?

0 komentar:

Posting Komentar