19/12/22

Jangan Sepelekan Ruam Popok, Ibu Wajib Tau Kapan Harus Konsultasi ke Dokter!

Jangan sepelekan ruam popok


 Punya 5 anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh saja sudah cukup untuk membuat kepala pusing tujuh keliling, apalagi jika masih harus ditambah dengan drama ruam popok yang dialami oleh si bungsu, duh rasanya pasti wow banget yaa. Pengalaman ini memang bukan pengalaman pribadiku tapi dialami langsung oleh teman dekatku yang sudah seperti saudara sendiri. Alhasil sedikit banyak aku pun ikut merasakan ke-riweuh-an yang ia alami. 

Tak perlu sibuk memikirkan kenapa bisa sampai memiliki 5 anak deh ya, karena aku tau betul bagaimana perlindungan yang ia lakukan untuk bisa membatasi kehamilannya. Hampir semua cara mungkin sudah ia lakukan, tapi jika Allah memang berkehendak untuk memberi mereka momongan ya mau dikata apa lagi kan? Sebagai manusia kita hanya bisa bersyukur dan berpasrah, Insya Allah masing-masing anak ada rejeki nya.

Sayangnya, meski paham soal konsep ‘rejeki anak’ itu, terpaan stress masih tetap mengintai. Yup, siapa sih yang tidak pusing jika harus terus-terusan berkutat dengan 5 anak di rumah, rasanya hanya orang hebat yang berhasil menerapkan ilmu parenting saja deh yang sanggup melaluinya tanpa hambatan. Aku sendiri belum tentu sanggup, tiga anak di rumah saja sudah cukup untuk membuatku sibuk bukan main, apalagi jika harus menghadapi 5 anak.  Wow banget deh pasti rasanya. 

Ibu wajib tau kapan harus konsultasi ke dokter


Oleh karena itu, Ketika teman dekatku tersebut memberitahukan kalau anak bungsu nya sempat mengalami ruam popok, aku pun jelas ikut panik dibuatnya. Anak-anak nya memang sudah aku anggap layaknya anak sendiri. Ketika ada salah satu anaknya yang sakit aku pun ikut merasakan kepanikan nya. 

Paham akan kondisi teman dekatku yang pasti sibuk dengan kelima anaknya itu, aku pun berinisiatif melakukan sedikit riset online tentang berbagai hal seputar ruam popok, mulai dari apa itu ruam popok, Bahaya ruam popok pada bayi, kapan harus membawanya ke dokter, bagaimana cara mengatasinya, sampai bagaimana cara agar tidak terulang Kembali. 

Nah tulisan kali ini hadir untuk mempermudah teman dekatku membaca hasil rekapan dari riset online yang aku lakukan itu. Sengaja aku tuangkan di blog ini agar bisa dibaca juga oleh ibu-ibu lain yang mungkin memiliki masalah serupa. Jadi, baca sampai akhir yaa, semoga membantu!


Bahaya ruam popok pada bayi, kapan harus membawanya ke dokter

Ruam popok pada si kecil mungkin memang terdengar sepele, hanya masalah ringan yang biasa terjadi pada bayi, namun nyatanya ruam popok pun bisa berdampak buruk bagi buah hati kita. Dr. S. T Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter sepsialis anak pun sempat menjelaskan kalau pada umumnya  bayi perlu mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk menghindari kontak yang terlalu lama dengan urin dan feses yang dapat meningkatkan pH basa pada kulit. 

Peningkatan pH basa pada kulit akibat penggunaan popok yang kurang tepat itulah yang menyebabkan terjadinya ruam popok pada bayi. Bayi yang menderita ruam popok cenderung lebih rewel dibanding bayi lainnya. Kondisi ini pun membuatnya jadi mudah terbangun dan mengalami gangguan tidur. Efek domino nya, sang ibu pun otomatis mengalami gangguan tidur dan menambah tingkat stress nya. 

Bayangkan jika kondisi tersebut terjadi pada teman dekat ku yang memiliki 5 anak tadi, mengasuh lima anak nya saja sudah cukup untuk membuat nya Lelah apalagi jika ditambah si bungsu yang belum genap 6 bulan itu harus mengalami ruam popok. Wow jelas bukan situasi yang menyenangkan. 


Khawatir anak mulai tidak nyaman dengan popoknya, yuk konsultasikan ke dokter

Alhamdulillah ruam popok yang dialami oleh anak bungsu teman dekatku itu tidak terlalu parah tapi tetap saja harus ditangani agar tidak semakin berdampak buruk. Aku sempat menyarankan untuk membawa si kecil konsultasi ke dokter. Iyes, biar bagaimanapun aku hanya seorang ibu biasa dan bukan dari kalangan medis, menurutku untuk masalah seperti ini harus ditangani oleh dokter langsung. 

Melakukan konsultasi dengan dokter yang kompeten di bidangnya ini adalah suatu hal yang penting bagi kita untuk bisa memastikan pencegahan dan penanganan yang tepat bagi bayi, khusus nya masalah ruam popok ini. Faktanya, lebih dari 50% bayi akan mengalami setidaknya satu kali masa dermatitis popok iritan atau yang biasa kita sebut ruam popok, selama fase pemakaian popok tersebut. 

ruam popok pada bayi


Lebih dari 50% bayi, jelas bukan angka yang sedikit dan bisa kita sepelekan begitu saja. Edukasi tentang penggunaan popok pada bayi yang benar jelas penting agar bisa menekan angka tersebut. Iyes, penggunaan popok memang menjadi salah satu alasan utama terjadinya ruam popok pada bayi. Jadi pemilihan popok yang baik  untuk buah hati pun memiliki peran yang tidak kalah penting. Jangan mentang-mentang popok tersebut hanya digunakan sekali pakai saja, lalu kita bisa asal memilih popok yaa. 

Untuk membantu teman dekatku itu, aku sampai berburu popok yang baik padahal sudah tidak punya bayi lagi, hehehe. Aku melakukan perburuan popok ini semata-mata sebagai bentuk support dan dukungan untuknya. Setelah tanya kanan-kiri, aku pun menemukan popok sekali pakai yang menurutku bisa mengurangi risiko terjadinya ruam popok, yaitu MAKUKU SAP Diapers Slim. 


MAKUKU SAP Diapers Slim, Rekomendasi popok untuk mengurangi risiko ruam popok pada bayi

MAKUKU SAP Diapers Slim


For your information, popok yang ada di pasaran biasanya terbuat dari SAP dan Pulp. SAP atau Super Absorbent Polymer merupakan polymer hidrophilik yang memiliki kemampuan dapat menyerap dengan baik dan maksimal. Inti strujtur SAP berbeda dengan penyerapan tradisional seperti tisu, kapas, dan busa. Jika ditambah air, maka akan muncul interaksi air/polimer yang dapat menciptakan jaringan penyimpan molekul air. 

Sementara itu Pulp adalah hasil pemisahan serat yang terdapat pada serat kayu. Terlihat dong ya, sebenarnya SAP jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan Pulp.  Sayangnya, Kebanyakan popok yang ada di pasaran itu memiliki inti struktur dari hasil pencampuran Pulp dan SAP. Pencampuran ini mungkin mampu menekan biaya produksi tapi dampaknya dapat membuat popok jadi lebih gampang menggumpal dan penyerapan nya tidak merata. Inilah yang sering terjadi pada popok bayi dan akhirnya dapat menyebabkan ruam popok pada bayi. 

Berbeda dengan popok pada umumnya, MAKUKU SAP Diapers Slim ini menggunakan Teknologi SAP. Teknologi SAP ini membuat penyerapan MAKUKU SAP Diapers Slim lebih maksimal, anti gumpal, ringan dan tipis serta penyerapannya pun lebih merata. 


MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki dua tipe popok yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, yaitu tipe perekat dan tipe celana. Tipe perekat untuk bayi yang masih berukuran kecil, tersedia dalam ukuran NB, S, dan M. Sementara untuk bayi yang sudah lebih besar dan aktif bergerak, MAKUKU SAP Diapers Slim pun menyediakan ukuran M, L, XL, dan XXL. Harga nya pun cukup kompetitif, kebetulan sedang ada diskon saat aku beli di salah satu e-commerce jadi hanya 75 rb-an saja untuk MAKUKU SAP Diapers Slim ukuran M isi 32 pcs. Seluruh varian MAKUKU SAP Diapers Slim ini sudah tersedia di e-commerce kesayangan kita, seperti Lazada, Shopee, Tiktok Shop, dan Tokopedia ya.

 

MAKUKU SAP Diapers Slim bisa dikatakan sebagai penyempurnaan dari hasil evaluasi pada pendahulunya, MAKUKU Air Diapers Slim. Catat ya, sebagai penyempurnaan, jadi, bukan berarti MAKUKU Air Diapers Slim adalah produk yang jelek atau tidak bagus. Seri lama nya saja sudah membuat banyak ibu merasa terbantu dengan kenyamanan yang diberikan, tentu akan lebih baik jika dilakukan penyempurnaan bukan?! Nah MAKUKU SAP Diapers Slim menjawab kebutuhan tersebut. 

Ada perbedaan yang lumayan kentara diantara kedua nya, selain dari segi desain nya, daya tamping serta ukurannya pun berbeda. Pada MAKUKU SAP Diapers Slim daya tampungnya sudah jauh lebih besar yaitu sampai 500ml, ukurannya pun jauh lebih Panjang sehingga memiliki penyerapan yang lebih besar dan perlindunga dari kebocoran yang lebih baik. 

MAKUKU SAP Diapers Slim juga memiliki keunggulan dapat mengunci cairan dan membuat permukaan nya jadi lebih kering. Ini jelas penting untuk mengurangi risiko ruam popok pada bayi. Walau beberapa kali pipis, MAKUKU SAP Diapers Slim yang digunakan akan tetap terasa kering. Bagian dalamnya pun lembut saat digunakan 

MAKUKU SAP Diapers Slim mudah dibawa kemana-mana

Tak hanya dari segi desain dan daya serap nya saja, packaging MAKUKU SAP Diapers Slim ini pun cukup menarik perhatianku. Ada handle plastik yang mempermudah kita saat membeli nya, jadi tidak memerlukan kantong lagi deh. Tinggal tenteng, beres.

Harapanku sih satu, setelah menggunakan MAKUKU SAP Diapers Slim yang kuberikan, anak bungsu teman dekatku itu bisa lebih nyaman dan terhindar dari ruam popok. Cukup sekali saja ia harus mengalami nya, jangan sampai terulang lagi. 


Kolaborasi Ciamik MAKUKU dengan 10 Rumah Sakit 

Bicara soal MAKUKU, ada kabar baik yang aku dapatkan nih. MAKUKU berkolaborasi dengan 10 Rumah sakit yang ada di 10 kota besar di Indonesia untuk memberikan konsultasi Kesehatan ibu dan anak, khususnya seputar ruam popok, secara gratis. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen MAKUKU dalam mendukung Kesehatan bayi dengan memberi edukasi pada para ibu di Indonesia langsung dari ahlinya, dokter spesialis anak dan spesialis kulit.

Tak hanya konsultasi dokter gratis saja, para ibu yang berpartisipasi dalam konsultasi ibu dan anak ini juga akan mendapatkan MAKUKU Diapers secara gratis. Dobel untung banget nggak sih ini Namanya, bisa tanya dokter gratis sekaligus dapat popok gratis juga, wow. 

10 Rumah sakit yang berpartisipasi dalam kolaborasi ini pun bukan sembarang rumah sakit loh, diantaranya ada RS St Carolus di Jakarta, RSIA Bina Medika di Tangerang, RS Lira Medika di Karawang, RS Hermina Pasteur di Bandung, RS Hermina Pandanaran di Semarang, RSIA Putri di Surabaya, RS Mitra Medika Premier di Medan, RSIA Azzahra di Palembang, RSIA Bunda Asy Syifa di Lampung, dan RSIA Ananda di Makassar.  O iya, ada jadwal khusus untuk konsultasi secara gratis di 10 rumah sakit ini ya, jadi tidak bisa sembarang hari. Contohnya saja pada tanggal 16-18 Desember 2022 ini. 

Semoga kolaborasi ini dapat meningkatkan pengetahuan para ibu tentang ruam popok dan bagaimana mengatasinya agar tidak terulang Kembali. Untuk info selengkapnya seputar ruam popok ini juga bisa didapatkan di website MAKUKU dan akun semua sosial media MAKUKU loh, saranku sih segera follow aja supaya tidak ketinggalan info penting lainnya yaa. 


0 comments:

Posting Komentar