17/11/19

Pengalaman wow berangkat ke Jepang pertama kali dan harus transit di Hongkong dengan Cathay Pasific


Pengalaman berangkat ke Jepang pertama kali dan harus transit di Hongkong dengan Cathay Pasific


Setelah terkatung-katung tanpa kepastian selama hampir satu bulan, akhirnya hari yang dinantikan pun tiba. Tepat di tanggal 24 Oktober 2019 aku fix berangkat ke negeri sakura, Jepang. Untukku yang baru pertama kali keluar negeri, berangkat ke Jepang seorang diri ini jelas jadi tantangan yang lumayan besar. Perang batin antara senang karena akhirnya bisa berangkat dan takut karena harus berangkat sendiri terus berkecamuk, tapi mengingat semua halangan yang berhasil aku lewati sebelumnya, aku meneguhkan hati untuk terus jalan dan mengusir jauh-jauh perasaan takut tersebut.


Kebetulan pihak penyelenggara memilih penerbangan dengan maskapai Cathay Pasific yang mengharuskan ku untuk transit 2 jam di Hongkong Internasional Airport. Awalnya ini juga membuatku sedikit was-was, berangkat sendiri ke Jepang saja sudah membuatku khawatir bukan main, kok ya masih ditambah harus transit di Hongkong pula.

Parahnya, google yang aku harapkan dapat memberi informasi selengkapnya perihal apa saja yang harus aku lalui dalam perjalanan pun tidak banyak membantuku karena hampir tidak ada blogger yang menulis secara detail tentang hal ini, kebanyakan hanya menulis hal-hal umum saja, padahal bagiku yang baru pertama kali berangkat ke Jepang dan harus transit di Hongkong ini jelas membutuhkan informasi secara detail, hingga hal-hal terkecilnya. Oleh karena itu, tulisan ini sengaja aku hadirkan untuk kalian semua yang mungkin membutuhkannya sepertiku saat itu.

Aku mendapat penerbangan pagi ke Jepang, persisnya pada pukul 08.15 WIB dan dijadwalkan tiba di Hongkong International Airport pada pukul 14.20 waktu setempat untuk kembali melanjutkan penerbangan ke Jepang 2 jam kemudian. Meski terlihat sedikit lama, namun kenyataannya aku hanya ada di ‘atas’ selama 4 jam saja, ingat ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Hongkong ya…

O iya malam sebelumnya, aku banyak bertanya dengan teman blogger yang memang sering melakukan perjalanan ke luar negri, dan Alhamdulillah beliau memberikan info lebih lengkap dibanding akang google. Untuk kalian yang baru pertama kali ke luar negeri, ingat selalu untuk membaca detail penerbangan ya, mulai dari waktu penerbangan, terminal bandara, hingga nomor penerbangannya, agar tidak bolak-balik membuka smartphone demi melihat tiket.

Check in, imigrasi, dan terbang


Counter check in Cathay Pasific, maskapai yang menemani perjalananku kali ini ada di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Aku lupa persis nya ada di sebelah mana, tapi info tentang keberadaan counter check in ini bisa dengan mudah didapatkan dari petugas bandara yang stand by di sana. Jadi, langsung Tanya saja, harus check in di mana. Pada tiket yang kuterima dari pihak penyelenggara ada keterangan kalau check in harus dilakukan paling lambat 90 menit sebelum boarding, namun karena khawatir akan telat aku sudah sampai di bandara sekitar pukul 5.30 WIB.

Pengalaman berangkat ke Jepang pertama kali dan harus transit di Hongkong dengan Cathay Pasific


Pada saat check in, aku mendapat dua boarding pass sekaligus, boarding pass dari Jakarta ke Hongkong dan boarding pass dari Hongkong ke Jepang. Nah di counter check in ini aku juga sekalian request kursi yang akan ditempati. Sekedar saran untuk kalian yang sering buang air kecil atau tidak betah duduk terus selama 4 jam di pesawat baiknya memilih kursi yang dekat ‘jalan’ saja agar tidak mengganggu penumpang lain. Aku sendiri lebih memilih kursi dekat jendela karena  melihat awan dari atas pesawat memang amat ku sukai.

O iya ternyata barang yang kita taruh di bagasi langsung bisa diambil di Jepang, jadi saat transit di Hongkong aku tidak perlu memusingkan bagasi lagi. Saranku sih, demi mempermudah proses transit, barang yang dibawa ke kabin, benar-benar hanya barang penting saja. Aku sendiri hanya membawa satu sling bag berisi data diri, hp, kamera, dompet dan pouch make up saja, sisanya aku letakkan di bagasi. Alhamdulillah saat tiba di Hongkong, aku bersyukur telah mengambil keputusan ini, hehehe…

By the way sebagai informasi tambahan, belakangan aku baru tau kalau proses chek in ini bisa dilakukan secara online, tapi nantinya kita tetep harus ke counter ini untuk drop bagasi dan mencetak boarding pass. Keuntungan melakukan chek in online adalah kita bisa mendapatkan kursi favorit lebih awal.

Setelah check in, boarding pass jangan buru-buru dimasukkan ke tas ya, karena ini dibutuhkan untuk proses imigrasi dan lain lain. Setelah selesai urusan di counter chek in Cathay Pasific, aku pun langsung mengarah ke bagian departure (keberangkatan) international, di sana ada proses imigrasi dulu sebelum masuk ke gate penerbangan.

Pengalaman berangkat ke Jepang pertama kali dan harus transit di Hongkong dengan Cathay Pasific


Ada banyak counter imigrasi di bandara, aku lupa tepatnya ada berapa, tapi yang kuingat ada tanda yang menunjukan loket pemilik paspor Indonesia, jadi aku langsung menuju ke loket tersebut. Tenang saja, petugas imigrasi kita hanya menanyakan tujuan, boarding pass dan paspor saja. Kalau semua oke, paspor pun akan langsung dicap oleh petugas bandara sebagai tanda ijin keluar dari Indonesia.

Setelah melalui proses imigrasi yang ternyata tidak begitu sulit itu, aku pun langsung menuju ke gate penerbangan. Informasi seputar gate ini bisa dilihat di boarding pass, kebetulan penerbangan yang akan kujalani ada di gate 2 terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Gate ini lumayan jauh jadi baiknya jangan buang-buang waktu untuk mengarah ke gate tersebut agar tidak ketinggalan pesawat.

Nikmati penerbangan


Seperti yang sudah aku katakan di awal, penerbangan memang terkesan begitu lama (08.15 WIB – 14.20 waktu setempat), tapi sebenarnya hanya berjalan selama 4 jam saja. Percayalah, 4 jam di atas pesawat itu akan berlangsung cepat kalau kita menikmati perjalanannya. Di dalam pesawat Cathay Pasific ada media hiburan yang bisa dimanfaatkan, sayangnya aku tidak memotretnya sih. Melalui media hiburan itu kita bisa mendengarkan musik, menonton film hingga melihat peta interaktif yang menunjukan posisi terkini.

Setelah pesawat stabil, kaka pramugari akan membagikan snack dan minuman yang bisa dipilih, mulai dari jus, susu, kopi, teh bahkan wine pun ada. Belum habis snacknya, para penumpang pun akan kembali disajikan makan. Untuk penerbangan Jakarta-Hongkong, insya Allah kita tidak perlu khawatir soal kehalalan makanannya, namun saat melakukan penerbangan Hongkong- Jepang, jangan lupa untuk memastikan lagi pada kaka pramugari nya soal ini. Ya, karena melalui proses transit, cathay pacific memang tetap menghitung 2 kali perjalanan, jadi di penerbangan berikutnya pun kita akan mendapat makan lagi.

O iya, saat awal penerbangan Jakarta- Hongkong akan dibagikan form, tapi form tersebut tidak perlu diambil, karena hanya diperuntukkan untuk mereka yang berkunjung ke Hongkong saja. Form serupa wajib kita isi pada penerbangan Hongkong- Jepang untuk nantinya diserahkan pada bagian imigrasi Jepang saat kita tiba di sana.

Saat pesawat akan landing, pada layar hiburan di setiap kursi penumpang akan muncul info seputar gate transit yang akan mempermudah proses transit. Sayangnya, karena asyik merasakan proses landing yang cukup wow di Hongkong, aku skip melihat info ini, dan akhirnya sedikit kebingungan di Hongkong International Airport saat proses transit, hehehe…

Transit di Hongkong, mudah kok… 

Begitu turun dari pesawat, kita akan langsung disambut petugas bandara Hongkong yang ternyata ramah-ramah. Hal pertama yang kulakukan adalah mencari layar besar yang memuat info seputar penerbanganku selanjutnya, info yang seharusnya dengan mudah aku dapatkan di layar hiburan pesawat tadi.

Setelah mendapat info gate nya, aku pun langsung mengarah ke bagian transit di Hongkong International Airport. Posisinya dimana…? Waktu itu aku hanya mengikuti tanda ‘transit’ yang ada di bandara saja. Sebelum memasuki area transit, akan ada petugas bandara yang mengecek suhu badan dengan alat semacam tembakan, jujur aku agak kaget saat itu, aku pikir bakalan ditembak, hehehe…

Selanjutnya akan ada pemeriksaan barang yang dibawa, lagi-lagi aku bersyukur hanya membawa satu sling bag saja, jadi proses ini berlangsung cepat bagiku. Di bagian transit ini juga ada pengecekan paspor tapi hanya dilihat saja, tanpa dicap. Setelah itu aku pun langsung mencari lokasi gate penerbangan. Gate di Hongkong International Airport ini berjumlah ratusan, jadi baiknya langsung cari sesegera mungkin gate yang dituju. Pengalaman waktu itu, aku memiliki waktu transit di Hongkong 2 jam, tapi hanya duduk di dekat gate menunggu boarding time kurang dari 15 menit saja, bayangkan berapa jauhnya gate tersebut dari lokasi tiba.

Selamat datang di Jepang


Setelah melaluli proses transit di Hongkong, aku pun kembali menikmati penerbangan dengan Cathay Pasific. Hal utama yang harus di perhatikan di penerbangan kali ini adalah soal makanan yang disajikan. Selain soal kehalalan yang diragukan, jujur aku kurang menyukai rasa makanannya. Ya, bisa dibilang lidahku ini memang lidah Indonesia jadi agak sulit jika harus dipaksakan mengkonsumsi kuliner dari Negara lain. Alhasil di penerbangan ini aku hanya memakan buah nya saja, tapi cukup untuk mengganjal lapar karena di penerbangan sebelumnya aku sudah makan dengan lahap.

Sesampainya di Bandara Haneda, Jepang, aku langsung mengarah ke bagian imigrasi dan pengambilan bagasi. Di sana aku hanya mengikuti arah tanda yang tersedia saja. Ternyata imigrasi Jepang juga tidak sulit, aku langsung menyerahkan paspor, dan form yang telah ku isi di pesawat pada petugas Bandara tanpa mengucapkan apa-apa. Selanjutnya, aku diarahkan untuk melakukan scan mata dan sidik jari untuk mendapatkan barcode kedatangan.

Setelah proses imigrasi selesai, aku pun mengarah ke tempat pengambilan bagasi, nah di sana akan ada pemeriksaan barang lagi. Kebetulan aku mebawa teri balado dalam Tupperware yang aku balut lagi dengan plastic kresek hitam di dalam koper. Sepertinya bawaanku itu mengundang kecurigaan saat melalui mesin xray dan aku pun disuruh membuka koper untuk menunjukan isi dari balutan kantong hitam tersebut. Tanpa ragu aku pun membukanya dan dengan bangga menunjukan ‘indonesian food’ ini pada petugas bandara tersebut.



Alhamdulillah, akhirnya aku pun tiba di Jepang dengan selamat. Ternyata, berangkat ke Jepang pertama kali seorang diri dan harus transit di Hongkong itu tidak seseram yang dibayangkan loh… Alhamdulillah semua berjalan lancar, bahkan untuk seseorang dengan bahasa inggris yang pas-pasan sepertiku ini. Terakhir aku Cuma mau bilang, buat kalian yang juga mungkin memiliki peluang yang sama denganku, percaya deh semua akan berjalan lancar kalau kita yakin dan pasrah pada-Nya. Kalau aku saja bisa melalui ini, pasti kalian juga bisa kok… Semangaaattt…

Btw, di tulisan selanjutnya aku akan tulis soal keseruanku di Jepang, mulai dari bagaimana kisahku yang biasa hidup di Bekasi dengan suhu 350, tiba tiba harus ada di suhu kurang dari 140, serunya melihat langsung ‘teknologi doraemon’ di pameran otomotif terbesar di Jepang, hingga belanja souvenir murah meriah. Jadi jangan bosen buat mampir di blog ini ya…

  

5 komentar:

  1. bandara HK dan jepang, lumayan mudah untuk para pemula :). Semua petunjuknya mereka tulis dengan jelas , dan buatku yg gampang nyasar aja, bisa sangat menolong :D. makanya aku ga prnh pake trvel kalo balik ke jepang ato HK, krn masih termasuk mudah itu. karena masuk ke dlm destinasi fav banyak turis juga sih yaaa.

    ditunggu keseruan ceritanya di jepang mba. aku sendiri ga pernah bosen ma jepang. makanya rela bolak balik ampir tiap thn ksana :D. terlalu cinta ama semua prefectures nya :)

    BalasHapus
  2. Hahahaha selamet sentosa kan mbak.

    BalasHapus
  3. Wow jaraknya jauh banget bandaranya ampe cuma butuh wkatu 2 jam untuk ke boarding gate. Nah aku tuh juga nyamannya kalau nyampe bandara langsung nempel ke pintukeberangkatan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, kayanya gaya jalanku yang lambat juga jadi faktor mbak

      Hapus
  4. Wah anak gadis melancong sendirian, berani euy, tidak takut di culik.

    Tenang Aja kalau sampai di culik bilang sama Mpo nanti mpo calling Jacky chan di Hongkong buat jagain anak gadis :)

    BalasHapus