15/10/18

Sushi halal dan sehat...??? Ya Baiza Sushi jawabannya...

Sushi halal


Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih mengandalkan keahlian dalam membuat hadycraft sebagai pekerjaan sampingan, aku sering mendapat pesanan souvenir berbentuk replika makanan. Mungkin karena sedang ngehits, saat itu sushi menjadi replika makanan yang paling banyak dipesan oleh customerku, oleh karena itu mau tidak mau aku pun dituntut untuk dapat membuat replika sushi tersebut semirip mungkin dengan gambaran aslinya.

Jujur saat itu aku agak kesulitan karena hanya mengandalkan imajinasiku yang berkeliaran liar bersama si kakang google. Ya... berbeda dengan jenis makanan lain yang bisa setiap waktu aku beli untuk sekedar dijadikan role model, sushi dalam bentuk asli ini tidak pernah aku hadirkan di meja kerjaku. Alasannya simpel, karena status kehalalannya yang meragukan akan membuat si sushi tersebut menjadi mubazir kalau aku beli hanya untuk dijadikan modelku berkreasi saja tanpa bisa menyantapnya.

Status kehalalan sushi...? halal atau haram...???


Sushi halal dan sehat


Kehalalan sushi ini diragukan karena dalam proses pembuatannya yang menggunakan mirin sebagai campuran bahan. Mirin ini sendiri merupakan bumbu dapur khas masakan jepang berupa cairan berwarna kuning dengan kandungan gula sekitar 40-50% dan kandungan alkohol 14 %. nah kandungan alkohol inilah yang kemudian membuat mirin berstatus tidak halal bagi para umat muslim dan otomatis makanan yang menggunakan mirin sebagai pelengkapnya seperti sushi pun akan memiliki status yang sama.

Berangkat dari latar belakang status kehalalan sushi inilah yang pada akhirnya membuatku pun ragu untuk menyantapnya. Bukan untuk sekedar sok-sok an atau gimana, tapi menurutku sih status kehalalan dari apa yang kita makan ini amat penting karena berkaitan juga dengan apa yang nantinya kita pertanggung jawabkan di akherat kelak. So, jangan ragu untuk bersikap kritis soal kehalalan makanan kita.

Tapi kalau boleh jujur, aku pun amat ingin menyantap nasi jepang yang digulung cantik tersebut. Aku berharap ada sushi yang tidak menggunakan mirin dalam proses pembuatannya, tentu juga tanpa menggunakan bahan makanan haram lain pastinya.

BAIZA SUSHI, gerai sushi halal di jakarta Selatan


Gerai sushi halal



Alhamdulillah, seperti didengar oleh-Nya, beberapa waktu yang lalu aku pun akhirnya menemukan gerai yang menjual si sushi dengan status halal. Yup, apalagi kalau bukan BAIZA SUSHI. Saking senangnya mendapat info soal adanya sushi berstatus halal ini, akupun langsung menyambangi gerainya yang berlokasi di jalan kemang utara no 29, Jakarta Selatan tersebut.

Kesan pertama yang aku tangkap dari gerai Baiza Sushi ini adalah kenyamanannya yang instagramable. awalnya Baiza Sushi ini merupakan anak usaha dari Baiza Kitchen yang hanya menerima pesanan secara delivery saja, dan atas permintaan customer nya itu akhirnya dibuka lah gerai Baiza Sushi ini. Jadi tak heran kalau tampilan dari gerai ini memang dibuat senyaman dan seinstagramable mungkin agar para customernya lebih betah nongkrong di Baiza Sushi ini.


Selain gerainya yang instagramable tersebut, Baiza Sushi juga menawarkan berbagai keistimewaan lain yang membuatku jatuh hati dengan sushi halal ini, salah satunya adalah ciri khas rasa otentik Jepangnya yang tetap terjaga meski penggunaan mirin diganti dengan cuka khusus dalam proses pembuatannya demi menjaga status kehalalan Baiza Sushi. Pendapat ini jelas bukan datang dari mulutku, tapi dari para pecinta sushi yang kebetulan sedang asyik menyantap sushi saat aku datang kesana beberapa waktu yang lalu.

Menu-menu yang ditawarkan pun tak kalah menarik perhatian pengunjung, bagaimana tidak...? ada puluhan jenis sushi yang bisa kita pesan di Baiza Sushi. Menu-menu tersebut bisa langsung dicek pada sosial media yang dimiliki oleh Baiza Sushi. O iya, pada waktu-waktu tertentu, Baiza sushi juga menyediakan menu yang sifatnya season, seperti spesial rendang maki dan rujak maki sushi yang dihadirkan saat bulan puasa tahun lalu.

Sushi In A Box dan DIY Sushi


Sushi In A Box


Tak sampai disitu, Baiza Sushi pun menawarkan keseruan lain dalam menyantap sushi pesanan kita, diantaranya adalah Sushi In A Box dan DIY Sushi yang lagi- lagi berhasil membuatku jatuh hati pada Baiza Sushi.

Kalau biasanya delivery order sushi hanya dikemas dalam mika saja, kali ini Baiza Sushi pun berhasil mendobrak ‘tradisi’ tersebut dengan menghadirkan Sushi In A Box nya. Selain harganya yang lebih terjangkau, desain pop art dari box yang digunakan pun amat menarik sehingga amat cocok untuk dijadikan oleh-oleh atau hantaran ketika kita berkunjung ke rumah kerabat.

Agar nuansa Jepangnya lebih terasa, Baiza Sushi pun menyediakan kain pembungkus Sushi In A Box seperti orang Jepang pada umumnya. Motif dari kain pembungkus ini pun cukup beragam untuk dipilih, mulai dari motif anak-anak hingga motif yang sedikit terkesan dewasa.

Selain Sushi In A Box tersebut, konsep DIY Sushi nya juga cukup menarik perhatianku. Awalnya aku pikir, DIY Sushi ini berarti kita akan direpotkan dengan membuat sushi pesanan kita sendiri. Tapi ternyata aku salah, yang dimaksud DIY Sushi ala Baiza Sushi ini adalah kita diajak mengkreasikan sendiri menu isian topping serta saos nya sesuai selera kita yang nantinya akan diolah oleh chef dari Baiza Sushi.



Harga yang ditawarkan untuk konsep DIY Sushi ini adalah Rp 38.500,- untuk roll kecil dan Rp 61.000,- untuk roll besar. Pada DIY Sushi roll kecil kita bisa memilih 3 Essentials, 1 Sprinkle, dan 1 House Sauce,sementara pada DIY Sushi roll besar kita bisa mengkombinasikan 5 Essentials, 1 Special, 1 Sprinkle dan 1 House Sauce. Dengan memilih sendiri topping isian serta saus nya maka sushi pesanan kita dijamin sudah sesuai selera bukan...?!

Daaaannnn... satu poin yang paling aku suka dari Baiza Sushi ini adalah konsep sushi sehat yang diusungnya, terutama untuk anak-anak dan ibu hamil. Hal ini dapat dibuktikan dengan adaya beragam menu maki matang yang sangat aman dan pastinya sehat bagi ibu hamil dan anak-anak.

O iya untuk kalian yang lokasinya agak jauh dari gerai Baiza Sushi ini, tidak perlu khawatir karena Baiza Sushi sedang mengembangkan konsep pre order untuk pengiriman di satu wilayah, kelanjutanya bisa langsung dicek di semua sosial media dari Baiza Sushi ini. Jadi, kalian masih ragu makan sushi...? atau malah udah ga sabar nyicipin kelezatan dan keseruan memesan sushi di Baiza Sushi ini...? hayuk atuh jangan ragu dishare di kolom komentar...



11/10/18

Serunya gambaran wajah Indonesia di Opening Ceremony Asian Para Games 2018

Setelah sukses menggelar event terbesar kedua di dunia, Asian Games 2018, Indonesia kembali mendapat kehormatan dengan menjadi tuan rumah perhelatan akbar yang tak kalah inspiratif, Asian Para Games 2018. Ya, aku katakan inspiratif, karena di ajang ini kita bisa menyaksikan para atlet berbakat yang memiliki keterbatasan fisik atau yang biasa kita sebut kaum difabel berprestasi layaknya orang normal.

Setelah sebelumnya pada tahun 2017 Malaysia menjadi tuan rumah, kali ini Asian Para Games 2018 akan digelar pada tanggal 6-13 Oktober 2018 dengan melombakan 18 cabang olahraga di 19 venue di Jakarta.

Sekilas soal event ini, nantinya Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 39 dari 41 negara peserta dengan jumlah atlet mencapai 714 orang. Setidaknya ada dua cabang olahraga yang menjadi favorit dalam event ini, yaitu renang yang akan diikuti oleh 275 atlet dari 26 negara dan tenis meja yang akan diikuti oleh 253 atlet dari 25 negara. Tak tanggung-tanggung, Asian Para Games 2018 ini telah menyediakan 568 keping emas untuk diperebutkan negara-negara peserta yang menjadi anggota Asia Paralympic Committee, termasuk Indonesia, sang tuan rumah kali ini.



Kalau melihat prestasi Indonesia di event serupa pada tahun 2017 lalu yang berhasil meraih gelar Juara umum, maka di tahun 2018 ini Indonesia optimis menargetkan peringkat kelima sebagai hasil akhirnya. Insya Allah target ini akan mudah dicapai oleh para atlet kita yang tetap semangat meski ditengah keterbatasannya masing-masing. Benar-benar suatu hal yang inspiratif buatku.

Untuk memeriahkan event inspiratif ini maka diadakan lah opening ceremony pada 6 Oktober 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. O iya sebelum opening ceremony ini, ada rangkaian touch relay Asian para Games 2018 juga loh... Acara Touch Relay ini dihelat persis satu hari sebelum opening ceremony itu, tepatnya di tanggal 5 Oktober 2018.10.11

Rangkaian acara touch relay ini dimulai dengan pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa tengah pada pukul 11.00 dan api tersebut pun dibawa ke kota solo untuk kemudian di arak menuju Kantor National Paralympic Committee (NPC) of Indonesia di Jalan Ir Sutami, Kentingan.

Api yang ada di lentera itu selanjutnya diserahkan oleh Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) kepada Presiden NPC Indonesia Senny Marbun. Lentera pun kemudian diserahkan ke atlet yang akan mengikuti pertandingan di Jakarta.

Nah dalam penyelenggaraan Opening Ceremony nya pun INAPGOC tak mau kalah dengan INASGOC, konsep yang diusung dalam opening ceremony Asian Para Games 2018 merepresentasikan wajah Indonesia dengan diwarnai musik tradisional asal Indonesia. Tak tanggung-tanggung ada 50 musisi orkestra yang bergabung dalam acara Opening Ceremony tersebut dibawah arahan music director Andi Rianto, Magenta Orchestra berkolaborasi dengan beberapa musikus tradisional di Indonesia.

Bahkan dari segi desain panggungnya yang melengkung pun benar-benar merepresentasikan wajah Indonesia,melambangkan garis ekuator Indonesia atau zamrud khatulistiwa. Semua elemen arsitektur geografis kita memang mengandung lengkungan.

Kurang lebih sama dengan Opening Ceremony saat Asiang Games kemaren berlangsung, semua elemen yang ada di panggung adalah tentang Indonesia dan atletnya. Selain dari tatanan panggung dan musik, pakaian yang digunakan pun tak luput menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Terdapat 1300 pakaian daerah yang ditampilkan, 500 diantaranya merupakan hiasan kepala.

Tak sampai disitu, dalam opening ceremony ini juga dimeriahkan beberapa artis ternama diantaranya ada Raffi ahmad yang bertugas sebagai pembawa acara, Reza Rahardian, Sheryl Sheinafia, Maudy Ayunda, Lesti Kejora, Vidi Aldiano, Armand Maulana, Once Mekel, hingga Regina Poetiray sang vokalis baru Geisha.

Acara Opening Ceremony Asian Para Games ini memang tidak hanya bertujuan untuk membuat para penontonnya merasa keren atau keren banget tapi juga untuk menularkan rasa bangga pada Indonesia yang memiliki atlit-atlit luar biasa hebat meski memiliki keterbatasan fisik. Jadi yuk mari kita dukung bersama kesuksesan Asian Para games 2018 ini...

10/10/18

Bentuk lain dari Passion for Better dari SCG Indonesia dalam Invesment Forum 2018



Beberapa waktu yang lalu aku sempat menuliskan soal semangat Passion for better dari SCG Indonesia dalam program Sharing The Dreams yang mereka usung (selengkapnya bisa dibaca disini). Sedikit flashback, didalam tulisan tersebut aku mengungkapkan bagaimana SCG Indonesia tetap konsisten mempertahankan semangat passion for better nya melalui berbagai aspek, salah satunya lewat beasiswa bagi mereka yang kurang mampu.

Kali ini aku kembali dikenalkan dengan bentuk lain dari semangat passion for better ala SCG Indonesia dalam Investment Forum 2018 yang aku hadiri beberapa waktu yang lalu. Acara yang dihelat pada tanggal 3 Oktober 2018 di Ballroom Riltz Carlton, Kuningan Jakarta tersebut mengangkat tema #DigitalPassion : Transformations that change you, sebuah tema yang masih memiliki kaitan erat dengan semangat passion for better.

Kalau sebelumnya SCG Indonesia memberikan program Sharing The Dreams nya sebagai ‘persembahan’ untuk kemajuan tanah air kita, dalam forum ini SCG pun kembali memberikan ‘hadiah’ berupa inovasi digital pada banyak aspek bisnis, terutama peluang untuk mendukung startup yang potensial berkembang cepat dan mendorong pertumbuhan era industri 4.0.



SCG Indonesia paham betul akan pentingnya arti teknologi yang bisa dikatakan sebagai kunci dalam mendorong bisnis untuk dapat terus tumbuh dan berkembang di kawasan ASEAN. Dan sebagai perwujudan dari semangat passion for betternya yang merupakan pondasi dari setiap operasi bisnisnya, SCG Indonesia pun memperkenalkan AddVentures, sebagai salah satu anak perusahaan untuk memperluas bisnis kedalam sektor teknologi digital.

Tak tanggung tanggung demi menyukseskan Investment Forum 2018 ini, SCG Indonesia pun menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten dibidangnya masing-masing, berikut diantaranya,

1. Mr. Joshua Pas, Managing Director AddVentures by SCG
2. Mr. Dimas Harry Priawan, Chief Executive Officer Dekoruma
3. Mr. Justin Choi, Head of Corporate Development Go-Jek
4. Mr. Teddy Oetomo, Chief Strategy Officer Bukalapak

Dalam Invesment Forum kali ini keempat pembicara yang hadir lebih menekankan pada pentingnya transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Berdasarkan IDC - Pusat data terbesar di Indonesia, pada tahun 2021, transformasi digital akan menambah sekitar USD 1,16 triliun kepada GDP Asia Pasifik, dan meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,8% per tahun.

Tak sampai disitu, Indonesia juga diprediksi akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai pasar sebesar US $ 130 Milyar pada tahun 2020. dan pada tahun 2021 setidaknya 40% GDP Indonesia akan menjadi digital, dengan pertumbuhan di setiap industri didorong oleh kemajuan secara digital, operasi dan hubungan.

Nah demi menuju ke prediksi tersebut, SCG Indonesia pun jelas tak mau kalah pastinya. Melalui anak perusahaannya ‘AddVentures’ yang telah diluncurkan pada Juni 2017 lalu itu SCG pun telah menyediakan 3 cara kerja sama dengan start up yaitu venture capital fund, kemitraan ekosistem, dan investasi langsung.

Tahun ini saja sudah ada 11 Start up di Asia Tenggara yang telah bekerja sama dan menjadi bagian dari AddVentures by SCG. Seiring dengan tujuan pemerintah Indonesia, AddVentures by SCG ini memang sengaja dirancang secara strategis untuk memungkinkan dan mendukung start up serta wirausaha di wilayah ini untuk tumbuh.

Dengan teknologi digital, SCG dapat memberikan nilai yang lebih tinggi kepada semua pelanggan dan mitranya. Selain itu, SCG juga yakin bahwa digitalisasi adalah kunci untuk masa depan pembangunan berkelanjutan dari operasi SCG di Indonesia yang pastinya sesuai dengan semangat Passion For Better.

09/10/18

Dukung terus keberadaan transportasi publik yang ramah bagi kaum difabel



Sebagai pengguna transportasi publik seperti Commuter Line dan bus transjakarta seringkali aku merasa amat miris ketika melihat kursi prioritas yang seharusnya diperuntukan bagi ibu hamil, ibu dengan balita dan kaum difabel malah di gunakan oleh mereka yang jelas-jelas tidak masuk dalam kategori tersebut.

Alasan klise yang sering mereka ungkapkan adalah karena kursi tersebut masih kosong, tapi begitu mereka yang berhak itu datang tak jarang banyak yang akhirnya malah berpura-pura tidur. Anggapan kalau semua pengguna transportasi umum itu mengeluarkan dana yang sama memang tidak bisa disalahkan, namun balik lagi ke hati nurani masing-masing sih apakah tega melihat mereka dengan segala keterbatasan fisiknya itu harus ikut bersusah payah dalam transportasi publik tersebut...?

Sedih rasanya ketika ada yang mempermasalahkan jumlah kursi prioritas yang dianggap berlebihan, padahal kenyataannya jumlah kursi prioritas tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan banyaknya kaum difabel yang juga berhak menikmati transportasi umum seperti orang normal lainnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta pada 2015 saja jumlah penyandang disabilitas di ibu kota mencapai 6003 jiwa. Data tersebut tidak mengalami perubahan yang drastis pada tahun 2018 ini. Bayangkan ada kurang lebih 6000 penyandang disabilitas yang juga ingin merasakan nyamannya bertransportasi publik seperti kita. Atau kalau bayangan tersebut tidak bisa hadir di pikiran kita, sekarang coba bayangkan bagaimana rasanya jika suatu hari nanti justru kita lah yang termasuk dalam data tersebut, apakah kita bisa tetap legowo melihat kurangnya fasilitas bagi kamu difabel ini...?



 Ya, yang harus dicatat adalah tidak semua penyandang difabel tersebut termasuk dalam kategori mampu sehingga masih amat bergantung pada adanya transportasi publik untuk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya alih-alih menggunakan kendaraan pribadinya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 tahun 2017 tentang penyediaan aksesibilitas pada pelayanan jasa transportasi publik bagi pengguna jasa berkebutuhan khusus, penyelenggara jasa transportasi publik harus menyediakan sarana dan prasarana layanan yang aksesibel bagi pengguna jasa disabilitas.

Nah baiknya adalah karena data penyandang disabilitas yang begitu besar serta adanya peraturan tersebut, pak menteri perhubungan kita, pak Budi Karya, berjanji akan mengembangkan fasilitas layanan disabilitas dalam sektor transportasi. Setidaknya ada beberapa hal yang saat ini masih terus dikembangkan dan menjadi perhatian khusus menteri perhubungan, diantaranya adalah,

1. Alat bantu naik turun dari dan ke sarana transportasi, pintu yang aman dan mudah diakses.
2. Informasi audio atau visualdan tanda atau petunjuk khusus pada area pelayanan
3. Tempat duduk prioritas yang mudah diakses serta penyediaan fasilitas bantu yang mudah diakses, aman dan nyaman.
4. Adanya ubin tekstur pemandu pada pedestrian, loket dan toilet
5. Tanda petunjuk khusus keberadaan area pelayanan
6. Informasi audio visual terkait informasi perjalanan.
7. Pintu yang aksesibel dengan dimensi sesuai lebar kursi roda, area drop zone dan ramp dengan kemiringan yang sesuai.



Tak hanya itu saja, penyelenggara sarana dan pra sarana transportasi wajib juga menyediakan ruang pusat informasi dan personel yang dapat membantu pengguna jasa disabilitas. Setiap sektor trasnportasi harus ada personel yang terlatih untuk membantu memberikan informasi bagi disabilitas. Dan yang palin penting adalah penyediaan fasilitas aksesibel dan pelayanan khusus ini tidak dipungut biaya.

Pemerintah saja sudah begitu serius memperhatikan masalah transportasi yang ramah bagi kaum difabel, nah tugas kita sebagai masyarakat yang alhamdulillah dikaruniai tubuh yang sempurna harusnya ikut mendukung semua usaha pemerintah ini, salah satunya dengan tidak menggunakan kursi prioritas meski sedang kosong agar mereka yang berhak dapat langsung menggunakannya dengan mudah. Yuk bantu mereka untuk tetap dapat menggunakan haknya di transportasi umum tersebut dan kita pun bisa bersama-sama menggunakannya dengan cara yang menyenangkan...


Masa remaja tanpa hambatan untuk kesehatan jiwa di masa depan



Sebagian besar orang bilang masa remaja merupakan masa terindah dalam hidup, namun sayangnya aku tidak sependapat akan hal ini, karena menurutku lebih tepat kalau masa remaja dikatakan sebagai masa yang paling membingungkan. Sebab dimasa ini semua kenyamanan yang kita peroleh saat masih berlabel anak-anak tidak bisa kita dapatkan lagi, dan disaat yang bersamaan pula kita harus bisa memilih jalan hidup secara dewasa. Gampangnya masa remaja itu semacam masa orientasi menuju kata ‘dewasa’.

Tak sampai disitu, perubahan fisik-biologis pun mau tidak mau akan mempengaruhi kondisi psikologis dari para remaja tersebut. Oleh karena itu tak salah bukan kalau aku katakan masa remaja merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan dan dinamika yang membingungkan.

Padahal, sama seperti sedang berada di persimpangan jalan, saat-saat dimana kita melalui masa remaja tersebut adalah saat yang paling menentukan tujuan hidup kita. Jika dapat melalui masa ini dengan baik maka insya Allah kedepannya hidup pun akan mengarah ke dunia yang lebih baik, begitupun sebaliknya.



Sayangnya, entah karena kurang bimbingan dari orang terdekat atau ada alasan lain, kebanyakan masalah justru datang dari mereka yang juga berada dalam kebingungan melalui masa ini. Yang aku maksud disini adalah kasus bullying yang justru dilakukan oleh sesama remaja tersebut, baik secara nyata maupun secara online.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia


Nah untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut, Kementrian Kesehatan RI pun mengadakan acara temu media dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018 yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober itu. Peringatan hari kesehatan jiwa sedunia yang dikaitkan dengan kasus bullying pada remaja ini menjadi penting mengingat bullying masih menjadi penyebab terbesar dari depresi pada remaja yang berakibat tindakan bunuh diri.

Pada tahun 2018 ini, World Federation of Mental Health (WFMH) menetapkan fokus peringatannya pada generasi muda dan dampak dari perubahan dunia pada generasi muda. Alasan fokus tersebut ya kurang lebih sama dengan apa yang telah aku sampaikan di awal tadi, masa remaja adalah masa penentu kehidupan bagi mereka jadi benar-benar harus dapat dilalui dengan baik tanpa ada hambatan.


Hambatan ketika melewati masa remaja


Ada beberapa hambatan yang mungkin saja akan dilalui ketika melewati fase remaja ini, diantaranya adalah sebagai berikut

Gangguan Emosi


Menurutku wajar saja kalau mereka yang sedang melalui fase remaja ini sedikit mengalami gangguan emosi karena secara psikologis memang mereka sedang berada dalam masa kebingungan. Wajar tapi bukan berarti harus dibiarkan begitu saja, disinilah peran kita sebagai generasi yang pernah melalui masa tersebut sedikit memberikan bimbingan pada mereka.

Jika tidak mendapat bimbingan yang baik gangguan emosi yang wajar ini bisa berakibat fatal dan mengarah pada gejala depresi. Jika sudah depresi maka remaja tersebut akan lebih sulit melanjutkan kehidupannya kearah yang lebih baik

dr Eka Viora, Ketua umum perhimpunan dokter spesialis kedokteran jiwa Indonesia 

Gangguan Makan


Gangguan makan yang sering terjadi pada remaja ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan kasus bullying halus seperti celaan yang mengarah pada body shamming misalnya. Jika bullying tersebut terus-terusan dilakukan dan mindset ‘harus kurus’ terpatri begitu dalam maka tidak menutup kemungkinan terjadi gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

Psikosis 

Gangguan ini sering terjadi pada masa remaja akhir atau masa awal dewasa. Gejalanya mencakup halusinasi atau mendengar dan melihat hal yang tidak ada serta delusi atau keyakinan yang kuat pada pikiran walau sudah ada bukti yang menyatakan hal tersebut tidak benar.

Entah ada kaitannya atau tidak, tapi aku pun sempat melalui ganguan psikosis dalam bentuk delusi ini. Ada peristiwa yang hingga saat ini aku yakini tidak pernah terjadi meski kenyataannya bukti dan sisa trauma masih kerap hadir dalam keseharianku. Saking yakinnya aku sendiri sampai tidak bisa mengingat dengan jelas kejadiannya seperti apa, hanya sisa trauma sebagai bukti adanya kejadian tersebut yang terus aku ingkari. Dan gangguan delusi ini amat mempengaruhi kehidupan ku selanjutnya, antara kebingungan dengan fakta yang ada serta keyakinan dalam diri yang begitu kuat, dan ini amat tidak mengenakan.

Semua hambatan ini seharusnya sih mudah dilewati dengan pemahaman serta pendampingan dari keluarga terdekat. Jadi melalui perayaan hari kesehatan jiwa sedunia ini yuk kita ingatkan kembali pada keluarga indonesia untuk lebih memperhatikan dan mendampingi remaja nya serta menjadikan keluarga sebagai tempat yang hangat bagi pertumbuhan fisik dan jiwa mereka.

07/10/18

Taman Kita Oreo, Taman yang sesuai kriteria untuk kita



Ibarat dua sisi mata uang, saat ini perkembangan yang begitu pesat disegala bidang memberikan dampak yang juga berlawanan, positif dan negatif. Positif karena semua menjadi lebih mudah dengan adanya perkembangan teknologi di berbagai bidang namun menjadi negatif karena mau tidak mau harus diakui ada dampak berkurangnya tingkat sosialisasi dan interaksi satu sama lain karena sibuk dengan gadget atau teknologinya masing-masing.

Kalau sudah begini, peran sebuah taman di tengah perkotaan menjadi amat berarti untuk mengembalikan sisi negatif dari perkembangan teknologi tadi ke arah yang lebih positif. Yang kumaksud disini adalah keberadaan sebuah taman tentunya seolah akan ‘mengajak’ kita kembali berinteraksi satu sama lain. Namun ternyata tidak semua taman layak dijadikan tempat untuk mengembalikan sisi negatif tersebut, salah memilih taman yang akan dikunjungi bisa berarti malah menambah sisi negatifnya.



Oleh karena itu ada beberapa kriteria taman yang harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum menjadikannya tempat nongkrong cantik bersama keluarga atau teman terdekat, berikut diantaranya,

1. Pilih taman yang ramah anak, ramah lansia atau keduanya 

Hal ini menjadi penting karena ternyata taman ramah anak dan taman ramah lansia akan memiliki fasilitas yang berbeda pula. Sebagai contoh taman layak anak akan dipenuhi mainan serta fasilitas penunjang yang pastinya mendukung semua aktivitas bermain anak, sementara taman ramah lansia akan memiliki fasilitas dan desain yang pastinya lebih ramah terhadap para lansia seperti banyaknya jumlah kursi serta minim tangga.

2. Fasilitas umum penunjang


Meski berlabel ‘taman kota’ sudah sewajarnya tetap memiliki fasilitas umum penunjang seperti toilet, mushola, dan tempat sampah. Semua fasilitas ini tentu akan semakin membuat aksi nongkrong cantik kita jadi lebih nyaman.

3. Rindang atau banyak pepohonan

Kerindangan sebuah taman pun tidak boleh luput dari perhatian kita, karena pastinya tidak lucu dong ah nongkrong cantik kita harus terganggu dengan panasnya sinar matahari. Dengan adanya kerindangan tersebut, lokasi taman juga dipastikan akan lebih sejuk.



Berbekal latar belakang kriteria pemilihan taman inilah akhirnya Oreo, brand biskuit dari Mondelez International mempersembahkan 12 Taman Kita Oreo yang dilengkapi berbagai sarana hasil rancangan khusus guna mendorong masyarakat bermain dan saling berinteraksi kembali.

Inisiatif pembangunan ke-12 Taman Kita Oreo yang sejalan dengan visi-misi pemerintah ini pun akan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera serta meminimalisasi sisi negatif dari perkembangan teknologi yang terjadi melalui penyediaan ruang terbuka hijau.

Alhamdulillah pada minggu, 30 September 2018 lalu aku mendapat kesempatan untuk ikut hadir di pembukaan salah satu Taman Kita Oreo, tepatnya Taman Kita Oreo yang berlokasi di Taman Heulang, Bogor.



Nuansa biru khas biskuit oreo pun langsung menyapa lembut pandanganku ketika memasuki area taman yang sudah secara resmi dibuka oleh Bima Arya, Walikota Bogor di hari yang sama. Tidak seperti taman bermain pada umumnya, di taman ini kita akan menemukan banyak hal beda. Salah satunya adalah konsep desain nya yang seolah mengajak kita untuk saling berinteraksi antar pengguna taman.



Area taman Kita Oreo yang ada di Taman Heulang ini dibagi menjadi tiga bagian yang dihubungkan oleh jalur taman,diantaranya adalah diputar dengan permainan putaran yang disukai anak-anak, dijilat yang merupakan permainan perosotan dan dicelup atau area memasukan bola kedalam keranjang yang pastinya seru abis. Agak lucu membaca nama bagian-bagian tersebut tapi aku sih tidak heran karena label tersebut kurang lebih sama dengan cara makan biskuit ore yang biasa aku lakukan.
   
Tak hanya itu saja, di sekeliling taman kita oreo tersebut, kita pun akan melihat banyak spot untuk berselvie ria jadi bisa dikatakan kalau taman kita oreo ini adalah penggabungan dari sisi positif dan negatif perkembangan yang sudah aku katakan diawal tadi.



O iya sesuai dengan namanya, taman kita oreo ini sepenuhnya diserahkan oleh Oreo pada pemerintah daerah untuk dijadikan milik kita atau milik bersama, jadi please mari kita jaga bersama taman kita oreo ini ya teman...

Pssttt dalam waktu dekat Taman Kita Oreo ini juga akan dibuka di 11 tempat lain loh, diantaranya ada di Bekasi, Depok, Solo, Semarang, DIY, Kudus, Tegal, Purwokerto, Bandung, Pacitan, dan Bondowoso. Jadi nantikan juga keseruan bermain di Taman Kita Oreo di kota mu ya...

Yakinlah... Bright is You...

Bright Is You

Sampai sekarang aku masih suka sebel kalau ada yang bilang perempuan itu adalah makhluk yang lemah. Mungkin secara fisik, perempuan memang tidak sekuat kaum pria namun bukan berarti kita pantas dibilang ‘lemah’, karena pada kenyataanya ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh mereka yang kita sebut pria.

Namun sayangnya, keterikatan masyarakat Indonesia pada adat istiadat yang begitu kuat, seringkali justru menjadi hambatan tersendiri bagi kemajuan para kaum wanita. Simpelnya adalah, wanita Indonesia masih banyak yang terkungkung dalam kata ‘mengabdi pada keluarga’ sampai harus mengorbankan sinar yang harusnya bisa terpancar dari diri wanita tersebut.

Mendedikasikan diri pada mereka yang kita sayang jelas bukanlah suatu kesalahan, namun satu hal yang sering luput dari pikiran kita adalah sebenarnya kalau si perempuan dalam keluarga tadi bisa memancarkan sinarnya maka keluarga pun niscaya akan ikut merasakan sinar tersebut. Tak hanya itu saja, menurutku sih jika perempuan Indonesia lebih berani mengapresiasikan diri sebagai bentuk cinta serta penghargaan pada dirinya maka akan otomatis dapat meningkatkan kualitas diri dan keluarganya juga.

So Klin Bright Is You Pop Up Market


Salah satu cara termudahnya adalah dengan melakukan hal-hal yang kita sukai seperti menjaga kesehatan dan merawat kecantikan diri, hingga berdaya dan berkarya mewujudkan ide serta kreasi sehingga akhirnya mampu menjadi sosok yang menginspirasi lingkungannya. Nah sebagai bentuk apresiasi kepada para perempuan Indonesia yang mampu menginspirasi sesama melalui karya dan kreasinya tersebut, So Klin, salah satu brand produk deterjen andalan Wings, mengadakan So Klin ‘Bright is You’ Pop Up Market di Exhibition Hall Lantai 5 Grand Indonesia Shopping Town pada 28-30 September 2018 lalu.

So Klin Bright Is You Pop up market


Dalam rangkaian acara selama tiga hari tersebut, So Klin pun menghadirkan beragam bentuk kegiatan, mulai dari workshop, talkshow hingga pameran beragam produk inspiratif dalam artisan pop-up shops. Kebetulan saat itu aku berkesempatan untuk mengikuti workshop singkat membatik bersama para ahli dari museum tekstil nasional. Workshop membatik ini sengaja dihadirkan So Klin dalam acara nya dengan harapan bisa menjadi ajang peng-apresiasian diri juga, karena siapa yang tau kan nantinya akan lahir para pecinta batik dari para peserta workshop yang dapat ‘bersinar’ dari jalur membatik ini.

Workshop Membatik dari Museum tekstil Indonesia


Workshop membatik menjadi penting, karena selain nantinya dapat melahirkan penerus tersebut, konon membatik juga bisa menjadi tempat ‘curahan’ hati sang pembatik tersebut. Menurut kakak pelatih yang sore hari itu membimbingku jika kita sedang dalam keadaan galau atau sedang dalam keadaan senang, maka tanpa disadari hasil batiknya pun akan terlihat mengikuti suasana hati itu.

Logikanya adalah jika suasana hati sedang bagus maka apapun yang kita kerjakan akan terasa mudah dan sebaliknya kalau suasana hati sedang buruk maka kita pun butuh ‘tempat’ untuk menumpahkannya. Duuuhhh jadi makin semangat deh mengikuti workshop membatik ini..

So Klin Bright Is You


Kebetulan dalam workshop ini sudah disiapkan alat dan bahannya yang berupa canting, kain serta lilin malam cair (panas) jadi aku bisa langsung praktek saja. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah posisi duduk kita saat akan membatik, posisi yang disarankan adalah duduk miring dengan posisi kompor tempat kita memanaskan lilin malam ada persis di samping. Posisi ini akan mengamankan kita dari lilin panas yang mungkin saja jatuh mengenai kaki kita.

Selanjutnya kita sudah bisa langsung menorehkan secara perlahan si lilin malam tadi ke kain mori yang sudah berpola. Fungsi dari torehan lilin malam ini adalah sebagai gambar atau sketsa utama dari batik yang akan kita hasilkan. Setelah selesai kita bisa langsung memberikan warna dengan pewarna tekstil yang telah disiapkan juga.

Peluncuran So Klin Liquid, So Klin White & Bright


O iya dalam rangkaian acara So Klin Bright is You ini pop up market ini juga menjadi ajang peluncuran varian terbaru So Klin Liquid, yakni So Klin White & Bright dengan teknologi Optical Brightener yang menggabungkan deterjen dengan formula khusus. Formula tersebut tidak hanya mampu menghilangkan noda berat seperti deterjen pada umumnya, namun juga sekaligus menjaga warna tidak pudar, bahkan membuat pakaian terlihat lebih cerah setelah pencucian berulang kali.

Produk ini jelas aku nantikan banget, karena bisa memudahkan pekerjaan mencuci dirumah supaya tidak perlu lagi repot memisahkan pakaian putih dan berwarna, sehingga lebih praktis dan menghemat waktu pastinya. Dengan begitu akupun akan punya lebih banyak waktu lagi untuk mengapresiasikan diri mengerjakan semua hal yang aku sukai...




Daaaannn... akhir kata aku cuma mau pesen ke semua pembaca blog ini, terutama buat kalian para perempuan Indonesia, memberi waktu agar sinar yang kita miliki tuh terpancar juga bisa dikatakan sebagai wujud pengabdian kita pada keluarga, karena mereka pun kelak akan merasakan sinarnya. Jadi, jangan takut lagi mengapresiasikan diri ya teman karena #BrightIsYou