23/04/18

SOBATKU, Tabungan online yang dibutuhkan masyarakat

Bagi mereka yang ada di kalangan menengah keatas, kemungkinan bisa mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus menabungnya terlebih dahulu, tapi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada di kalangan menengah ke bawah, menabung adalah suatu keharusan jika ingin impiannya terwujud.

Sayangnya, masyarakat menengah kebawah yang notabene butuhmenabung ini justru kurang mendapat kesempatan menabung di Bank, tempat yang diklaim paling aman untuk menabung. Aku katakan demikian jelas bukan tanpa alasan pastinya. Kurang mendapat kesempatan yang aku maksud disini adalah banyaknya kesulitan serta hambatan yang harus mereka temui saat ingin menabung di Bank.




Kesulitan serta hambatan tersebut bahkan sudah dimulai saat baru membuka rekening, seperti adanya peraturan minimal setoran pertama yang terkadang jumlahnya cukup besar serta banyaknya dokumen-dokumen yang juga harus disiapkan. Tak sampai disitu, ketika akan menyetorkan tabungannya pun seringkali mereka dipersulit dengan antrian yang cukup panjang, sehingga membuat waktu yang seharusnya bisa dipergunakan untuk mencari tambahan rejeki lain malah habis sia-sia untuk mengantri. Kesulitan serta hambatan tersebut akhirnya mau tidak mau menjadi alasan mereka malas menabung.

Alhamdulillah, permasalahan ini sudah diperhatikan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati (Sahabat UKM) dengan meluncurkan SOBATKU, tabungan online berbasis aplikasi yang amat memudahkan para masyarakat menengah kebawah dalam hal tabung menabung. Dengan SOBATKU kita tidak perlu lagi antri di CS Bank untuk membuka rekening, bahkan kita bisa membuka rekening dimanapun kita berada hanya dengan mengisi form yang ada dan meng-upload foto KTP dan foto selfi kita dengan KTP saja kita sudah bisa memiliki rekening di SOBATKU.



SOBATKU dikembangkan untuk menjawab perkembangan financial technology ( fintech ) dengan berbagai fitur nabung dan transaksi yang mudah, gratis, dan praktis. Sesuai dengan misi KSP Sahabat Mitra Sejati atau Sahabat UKM, SOBATKU memang dirancang untuk mendukung kemajuan para UKM di Indonesia. SOBATKU juga memanjakan nasabahnya saat akan bertransaksi, baik itu menabung, tarik tunai, transfer ataupun melakukan pembayaran rutin nya.

Selain itu, SOBATKU juga sedang melakukan program undian SOBATKU yang merupakan program apresiasi kepada seluruh pengguna SOBATKU. Selain Grand prize yang diberikan setiap tiga bulan sekali berupa uang tunai sebesar 100 juta rupiah dan 4 paket umroh, SOBATKU juga menyediakan hadiah bulanan berupa saldo SOBATKU atau uang tunai senilai Rp 10.000.000,-, Rp 5.000.000,-, Rp 1.000.000,-, Rp 500.000,-, dan Rp 100.000,- untuk ratusan pemenang dengan total hadiah milyaran rupiah.



Program Undian Triwulan atau Grand Prize  merupakan undian berdasarkan  total poin tabungan SOBATKU tiga bulan sebelum tanggal pengundiannya. Sedangkan Undian bulanan didasarkan pada akumulasi poin berdasarkan saldo rata-rata satu bulan sebelumnya. Poin bulanan ini nantinya juga bisa diakumulasikan untuk mengikuti program undian tri wulan tadi.

Nah, Alhamdulillah banget aku dikasih kesempatan untuk menyaksikan secara langsung pengundian Grand Prize di pelataran Alfamart Sempur, Bogor pada 21 April 2018 lalu. Pengundian Grand Prize yang digadang-gadang sebagai pesta jutawan Bogor tersebut merupakan pengundian Grand Prize Simpanan Online SOBATKU yang ketiga kalinya diadakan.

Karena bertepatan dengan perayaan Hari Kartini, pengundian grand prize kali ini juga dimeriahkan oleh lomba jalan santai dan lomba kostum baju adat bagi warga sekitar Sempur, Bogor. Selain itu juga ada Selvi Competition dengan latar belakang keseruan acara saat berlangsungnya pengundian grand prize tersebut. Alhamdulillah aku jadi salah satu pemenang selvi competition ini loh... *penting banget buat diumumin yak..

Pemenang Selfi Competition ( ada aku... hehehe...)

Selain hadiah grand prize bagi para nasabah SOBATKU, pengundian kali ini juga bertabur hadiah untuk para peserta yang hadir di Alfamart Sempur tersebut. Hadiah kejutan bagi warga Bogor yang hadir berupa hadiah SOBATKU masing-masing sebesar Rp 1.000.000,- untuk 1 orang, Rp 500.000,- untuk dua orang, Rp 250.000,- untuk dua orang, dan Rp 100.000,- untuk dua puluh orang serta voucher Alfamart senilai Rp 250.000,- untuk dua puluh orang.

Pada pengundian grand prize kali ini, hadiah berupa uang tunai Rp 100 jt didapatkan oleh Ricka Pratiwi Putri, sayangnya beliau tidak mengangkat telepon saat kami ingin mendengar ekspresi bahagianya, meski begitu hadiah tetap sah jadi miliknya. Wooowww, aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya ya bisa memenangkan undian sebesar Rp 100 juta...



Melihat banyaknya keuntungan yang diberikan oleh SOBATKU jelas memudahkan para masyarakat kalangan menengah kebawah yang memang butuhnabung untuk dapat lebih bijak mengelola keuangan pastinya. Aku sih sudah membuka rekening tabungan di SOBATKU dan berharap namaku keluar di pengundian berikutnya, lalu bagaimana denganmu teman...? masih ragu buka tabungan di SOBATKU...? sudah tidak lagi lah ya... hayuk atuh cepet buka rekening di SOBATKU dan sama-sama berdoa menang undiannya... Aamiin...

Nabung di SOBATKU bisa dapet #UndianMilyaranRupiah , #Menang100jt , dan #TerbangUmroh doooong....
  

  





18/04/18

'tersentil' oleh 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak

Menjadi seorang ibu adalah gelar yang bisa didapat oleh wanita tanpa melalui jenjang pendidikan tertentu. Meski begitu, tak lantas membuat ‘gelar’ ibu jadi suatu hal yang pantas untuk diremehkan begitu saja. Ya... menjadi seorang ibu tidaklah sulit, tapi juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seorang ibu harus terus belajar, belajar, dan belajar agar dapat menyandang ‘gelar’nya tersebut dengan sebaik-baiknya.

Begitu juga dengan ku yang notabene adalah ibu dari tiga orang anak. Sampai di tahun ke-sembilan pernikahanku, jujur aku masih merasa belum apa-apa dalam menjalani peran ini. Bukan karena aku tidak mau belajar, tapi rasa sayang yang teramat dalam pada ketiga buah hatiku ini justru membuatku tidak pernah puas pada apapun yang aku lakukan untuk mereka bertiga.



Seperti yang kita ketahui bersama, naluri alami semua ibu, termasuk aku, tentu ingin memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Sayangnya, seringkali aku tidak menyadari adanya kesalahan-kesalahan dalam proses pengasuhan buah hatiku tersebut.

Contoh simpel saat aku menyiapkan makanan untuk mereka misalnya, aku sadar kalau selama ini lebih memperhatikan kuantitas makanan mereka dibanding kualitasnya. Asal mereka bertiga sudah makan dengan lahap saja aku sudah senang bukan kepalang. Padahal kalau dilihat dari kualitas sebenarnya apa yang aku sajikan tersebut amat jauh dari kata sempurna.

Selain itu, harus kuakui kesalahan pengasuhan ini juga terjadi karena adanya campur tangan pihak lain. Pihak lain yang aku maksud disini tak lain adalah orang-orang disekitarku yang ‘katanya’ lebih berpengalaman dalam hal mengasuh anak, seperti orangtuaku sendiri dan mertua misalnya.



Oleh karena itu, aku benar-benar antusias ketika mendapat undangan talkshow yang diadakan oleh Halodoc pada tanggal 13 April 2018 lalu di Dailycious Cafe, Gading serpong. Talkshow yang menghadirkan dokter cantik Dr. Herlina, Sp.A sebagai narasumber nya itu bertajuk “ 5 Kesalahan pola asuh gizi pada anak” sebuah tema yang memang aku butuhkan untuk membuka mata pikiranku tentang pola asuh anak.

Dr. Herlina Sp.A menyebutkan setidaknya ada 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang seringkali tidak disadari oleh para ibu milenial. Berikut diantaranya.

1. Memaksa anak untuk makan

Ini hal yang sering aku lakukan pada ketiga buah hatiku dirumah loh... Aku pikir, kalau tidak dipaksa makan, maka jadwal makan anak tidak akan bisa teratur. Selain itu aku berpikir kalau tidak dipaksa makan ya anak-anak mah taunya cuma main, main dan main tanpa menghiraukan rasa laparnya. Tapi ternyata aku salah, karena saat anak tidak mau makan tidak selayaknya aku memaksakan mereka.

Masih menurut Dr Herlina, semakin kita memaksa, maka anak akan semakin tidak menyukai kegiatan makannya. Saran dari Dokter cantik yang juga prakter di Rs Ciputra Hospital ini adalah ada baiknya kita membiarkan sejenak acara makannya ketika ia menolak, dan minta kembali untuk melanjutkan proses makannya setelah beberapa waktu.



2. MPASI sebelum 6 bulan.

Sesuai anjuran pemerintah, anak hanya boleh diberikan MPASI setelah usianya genap 6 bulan, sayangnya masih banyak yang memberikan MPASI sebelum berusia 6 bulan dengan alasan ‘sudah begitu dari dulu’.

Pemberian MPASI dini memang menjadi pr tersendiri bagi pemerintah kita. Para ibu baru yang belum paham betul biasanya akan mengikuti anjuran orang sekitar tentang pemberian MPASI dini ini. Padahal bukan tanpa alasan pemerintah menerapkan anjuran tersebut loh. Pemberian MPASI dini akan menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi karena sistem pencernaan nya yang belum kuat.

3. Makanan tidak sesuai usia

Makanan bagi anak-anak dan orang dewasa pasti akan berbeda sesuai dengan ‘kebutuhan’ nya saat menjalani aktivitas harian.Sayangnya masih banyak juga para ibu, termasuk aku, yang belum memahami hal ini. Contohnya saja saat memberikan cemilan buah atau jus sekalipun, tetap harus ada takaran sesuai usianya. Pemberian jus pada balita, disarankan hanya maksimal setengah gelas jus 100% buah dalam sehari, lebih dari itu hanya akan menambah gula dan berakibat berkurangnya rasa nafsu makan pada anak.

4. Pemakaian Dot terlalu lama.

Bicara soal dot, aku punya pengalaman yang cukup dramatis. Tepatnya saat anak keduaku, nara, jadi bingung puting karena pemberian ASIP menggunakan dot. Alhasil, nara sempat tidak mau menyusu langsung dan bergantung pada dot tersebut. Proses melepaskan nara dari dot ini amat sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.



Selain itu, penggunaan dot juga berpengaruh pada struktur rahang dan gigi anak. Kebiasaan minum susu melalui dot ini akan membuat rahang atas menjadi terlalu maju atau bisa juga rahang bawah yang terlalu mundur. Ada baiknya jika penggunaan dot ini dihentikan sebelum bayi berusia 6 bulan agar tidak terlalu lama ketergantungan.

5. Banyak makanan manis

Namanya juga anak-anak pasti amat menyukai semua hal yang terasa manis seperti permen dan coklat. Tapi sadar atau tidak makana-makanan tersebut bisa membuat kadar gula dalam darah anak meningkat. Kebutuhan gula harian anak semestinya tidak boleh lebih dari 10% dari total energi yang dikonsumsi.

Pemberian makanan manis ini juga menyebabkan kerusakan pada gigi, obesitas dan kehilangan nafsu makan. Tentunya ini amat tidak kita inginkan bukan...?

Aku langsung berasa tersentil sepanjang acara talkshow ini dan berjanji dalam hati untuk sesegera mungkin menghindari 5 kesalahan pola asuh pada anak tersebut. Ada perasaan bersalah yang teramat dalam pada ketiga buah hatiku. Rasanya pengen cepat cepat pulang dan meminta maaf pada mereka. Aku merasa begitu bodoh sampai tidak menyadari kelima kesalahan pola asuh tadi, padahal seharusnya di zaman yang serba digital ini aku tidak kesulitan mencari info seputar ini.

Alhamdulillah, selain dapat sentilan dari ‘5 kesalahan pola asuh gizi pada anak’, dalam acara ini aku juga dikenalkan dengan halodoc. Halodoc merupakan aplikasi kesehatan layaknya kotak P3K digital kita. Halodoc memiliki dokter spesialis yang siap memberikan saran dan menjawab pertanyaan pertanyaan kita melalui voice atau video call dan chat. Selain itu, di halodoc juga ada fitur pharmacy delivery  yang memudahkan kita saat ingin membeli kebutuhan medis selama 24 jam.



Jadi, pulang dari acara talkshow ini aku benar benar membawa oleh-oleh yang insya Allah akan amat berguna bagi masa depan keluarga kecil kami. Dan lagi lagi aku ketagihan untuk belajar lagi menjadi ibu yang baik bagi trio kroco ku. Nah, kalau kamu gimana moms... ikut ‘tersentil’ juga kah...? masih semangat kah untuk belajar, belajar, dan belajar lagi menjadi ibu yang baik...? hayuk atuh dishare juga...






15/04/18

Sarapan Sehat Seperti Ratu di Bistro Baron

Sarapan sehat lah seperti seorang ratu, makan-sianglah layaknya seorang putri, dan makan-malamlah bagaikan seorang pengemis, begitu caption di salah satu posting-an instagramku beberapa waktu yang lalu. Caption tersebut sebenernya merupakan plesetan dari ungkapan seorang ahli nutrisi yang cukup terkenal di tahun 1960, Adelle Davis, yang aslinya berbunyi “makan pagi bagaikan raja- makan siang bagaikan pangeran dan makan malam bagaikan pengemis”.

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa pentingnya arti sarapan atau makan pagi untuk mengawali aktivitas harian kita. Jujur, aku sendiri sih tidak pernah bisa beraktivitas tanpa diawali dengan makan pagi karena biasanya akan berdampak pada tenaga serta emosiku di satu hari tersebut. Oleh sebab itu, sampai saat ini kebiasaan makan pagi masih setia aku terapkan, hanya saja aku masih sedikit sangsi soal kualitas menu sarapanku.



 “Sarapan sehat lah seperti seorang ratu” tidak selamanya berkaitan dengan kuantitasnya saja, tapi juga dengan kualitasnya. Tentu akan amat disayangkan jika sarapan pagi kita dalam porsi besar tapi tidak bermutu bukan...?

Tema inilah yang dibahas oleh Sembutopia, sebuah digital platform yang diluncurkan pada November 2017 lalu, dalam rangka merayakan World Health Day 2018 di Bistro Baron. Acara yang bertajuk “Breakfast : The most important meal of the day ?” tersebut benar-benar membuka mataku tentang pentingnya sarapan yang berkualitas untuk mengawali hari lewat menu-menu yang disajikan oleh Bistro Baron.



Agak kaget juga sih sebenernya ketika kami, para blogger yang hadir di acara tersebut, disajikan menu sarapan yang tidak biasa. Kami yang terbiasa sarapan nasi uduk, mie, atau bubur ayam ini justru disajikan menu sarapan dengan kelezatan klasik yang berasal dari bahan-bahan berkualitas dari Amerika khas Bistro Baron.

Pemilihan menu tersebut sudah disesuaikan dengan menu sarapan sehat dengan keseimbangan kalori dan nutrisi pastinya. Tidak seperti nasi uduk yang cenderung lebih berat dengan karbohidrat, Bistro Baron justru menyajikan menu makan pagi dengan komposisi 40% nya terdiri dari buah-buahan yang jelas akan lebih sehat.



Setidaknya ada 6 pilihan menu sarapan sehat yang bisa kami pilih, diantaranya adalah Le Omelette, Good Old Fashioned Pancake, Eggs Benedict, Classic French Toast, Mixed Fruit Stuffed French Toast, Mixed Fruits Crepe. Menu yang aku pilih adalah Le Omelette, yang merupakan kombinasi antara omelette, lengkap dengan tambahan salad, sosis, kentang goreng serta roti panggang.

Pertama kali melihat tampilan menu Le Omelette ini aku agak meragukan tingkat kekenyangan nya jika dibandingkan dengan nasi uduk yang biasa menjadi andalan sarapanku. Tapi ternyata aku salah, karena meski terlihat tidak begitu mengenyangkan ternyata menu ini amat cukup untuk meghilangkan rasa laparku di pagi hari. Kenyang bangeet lah pokoknya mah...



Selain itu komposisi nutrisi dari menu Le Omelette ini cukup proporsional dan tidak ‘berat’ disalah satu komponen saja. O iya, pada sarapan kali ini, Bistro Baron juga tak lupa menyajikan buah-buahan pendampingnya, seperti Jeruk mandarin sunkist delite yang merupakan jeruk favorit tanpa biji dari California, kismis SunMaid yang juga dari California dan kurma Medzool dari Arizona.

Tak sampai disitu, Bistro Baron juga memperhatikan pemilihan kentang berkualitas dari Amerika sebagai sumber karbohidrat menu sarapan yang disajikan. Ya, seperti yang kita ketahui bersama, kentang dengan berbagai macam tampilannya tersebut memang masih amat diandalkan sebagai pilihan para chef di berbagai restoran dan hotel di Indonesia.



Sesuai dengan lokasinya yang berada di wilayah Central Bussiness District Jakarta, Bistro Baron memang ditujukan pada para eksekutif muda disekitar wilayah tersebut agar tetap dapat sarapan sehat dengan sajian serta pelayanan yang mewah agar dapat menjalani aktivitas harian dengan sebaik-baiknya.  

Jadi, sudah cukup sehatkah sarapanmu teman...? kalau belum hayuk atuh kita sama-sama mulai memilih menu sarapan sehat agar hari kita dapat berjalan sesuai yang kita inginkan... O iya kalau mau traktir aku di Bistro Baron boleh banget loh...

13/04/18

Serunya #VivaLova di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol

Bagi kita yang tinggal di perkotaan besar, tentu sudah tidak asing lagi dengan hectic nya rutinitas harian. Pada beberapa kasus hal ini juga bisa menyebabkan depresi serta stress yang berlebihan. Nah untuk menyiasatinya kita perlu penyeimbang berupa liburan, tentunya liburan yang dimaksud disini adalah liburan yang tidak biasa, dalam artian liburan yang bisa membuat kita lupa sejenak dengan rutinitas harian tadi.

Sama seperti warga perkotaan lainnya, aku yang notabene adalah warga Kota Bekasi ini juga sempat mengalami yang namanya kebosanan tersebut. Beruntungnya, aku mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam liburan bareng yang diadakan oleh Viva.co.id ke Dufan, Taman Impian Jaya Ancol pada tanggal 7 April 2018 lalu.



Meski telah menginjak usia 30 tahun dan tinggal di jabotabek, ini merupakan kali pertamaku jalan-jalan ke Dufan loh... Jadi wajar saja kalau aku agak sedikit lebih bersemangat dibanding teman blogger lainnya yang mungkin sudah bolak-balik main ke Dufan. Alhamdulillahnya lagi dalam #VivaLova ini aku boleh mengajak serta dua orang anggota keluarga untuk ikut dalam keseruan liburan di Dunia Fantasi tersebut. Aku pun akhirnya mengajak abang Nata, anak pertamaku yang berusia 8 tahun dan Icha, adik perempuanku.

Sebelum memasuki area seluas 18 hektar tersebut, aku mengambil peta informasi di depan loket Dufan. Bagi yang baru pertama kali ke Dufan sepertiku ini, peta informasi tersebut amatlah penting. Selain sebagai petunjuk jalan, peta informasi ini juga bisa membantu kita mengatur siasat kira-kira wahana mana dulu yang akan kita coba.



FYI aja, sebelum ke Dufan ini aku sempat bertanya-tanya pada mereka yang memang langganan datang ke Dufan, dan hampir semuanya menyarankan padaku agar cepat menentukan pilihan wahana mana saja yang akan dicoba, karena antrian ditiap wahana disana itu lumayan panjang. Tadinya aku tidak mempercayai hal ini, tapi begitu masuk ke area theme park terbesar se Asia Tenggara tersebut mau tidak mau aku harus mempercayai hal itu.

Antusiasme para pengunjung yang begitu besar pada Dufan lah yang membuat antrian-antrian panjang itu. Namun, hal ini justru semakin membuatku penasaran dan sama sekali tidak menyurutkan langkahku untuk ikut antri juga pastinya.



Sebelum memulai keseruan di Dufan, aku bersama para teman blogger lain diajak untuk berkenalan lebih jauh dengan Dunia Fantasi tersebut. Dufan merupakan Theme park atau taman bertema, disebut demikian karena area-area bermain di Dufan dibagi kedalam beberapa tema yang tentunya berkaitan dengan karakteristik dari wahana-wahana yang ada. Setidaknya ada 10 area theme park dengan 33 wahana di Dufan, diantaranya sebagai berikut :

1. Kawasan Hikayat
Di kawasan ini kita seolah diajak berpetualang lewat 5 wahana yang disajikan. Ada Mysterious Island dengan 3D simulator-nya, Burung Tempur, Rajawali, Galactica, dan Arung Jeram.

2. Kawasan Indonesia
Disini ada tiga wahana yang memiliki ciri khas Indonesia banget, seperti Alap alap, Istana Boneka, dan Tornado.

3. Kawasan Kidz Fantasy
Kalau dibilang Dufan ini hanya untuk mereka yang berusia dewasa, ini salah besar. Terbukti dengan adanya kawasan kidz fantasy ini. Ada 5 wahana di kawasan Kidz Fantasy, diantaranya adalah Ice Age Arctic Adventure, Kontiki, Colour of Kingdom, Hello Kitty, dan Dream Playground.

4. Kawasan Eropa
Desain kawasan ini benar benar penuh dengan nuansa eropa dengan tiga wahana andalannya, Kicir-kicir, Hysteria, dan Stage Show.

5. Kawasan Yunani
Dikawasan ini ada 5 wahana yang wajib dicoba oleh para pecinta tantangan, diantaranya adalah Ombang ambing, Pontang Panting, Ontang-anting, Halilintar, dan Pentas Prestasi.

6. Kawasan Jakarta
Nah kalau di kawasan Jakarta ini ada Turangga-rangga dan Premium Lounge yang siap memanjakan pengunjung.

7. Kawasan Asia
Ada empat wahana favorit yang menjadi andalan kawasan Asia ini, seperti Bianglala, Kora-kora, Baku-toki, dan Gajah Bledug.

8. Kawasan Kalila
Disini ada Ubanga-banga dan Kalila Adventure

9. Kawasan America
Nuansa America amat kental banget disini, bahkan ada area pepotoan juga loh. Untuk wahananya di kawasan America ini ada Poci-poci, Rumah Jahil, Rango-rango, dan niagara-gara.

10. Kawasan Africa
Di sini ada fantasy light dan Fantastique.



Sejak berdirinya Dufan, tepatnya pada tanggal 29 Agustus 1985, Dufan ini memang menjadi salah satu taman bermain favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Ini terbukti dengan tidak pernah sepinya area Dufan meski tiket masuk yang ditawarkan agak sedikit lumayan menurutku. Tapi kalau melihat keseruan yang ada di Dufan, harga tiket tersebut amatlah sebanding kok... Apalagi kalau sedang ada promo promo tertentu, pastinya akan lebih terjangkau lah ya...

O iya di bulan April ini Dufan lagi ada promo harga Annual Pass yang biasanya dijual dengan harga Rp 599.000,- menjadi seharga Rp 299.000,- saja. Annual Pass ini bisa kita gunakan untuk masuk ke Dufan sepanjang tahun. Yup, kalian ga salah baca, Sepanjang tahun... Jadi dengan memiliki Annual Pass ini kita bisa ke Dufan kapanpun, baik itu di weekdays maupun di weekend.

Kembali lagi ke keseruan kami di Dufan, wahana pertama yang kami coba adalah Istana Boneka. Aku pilih Istana Boneka justru karena penasaran melihat antriannya yang begitu panjang. Di wahana Istana Boneka ini aku diajak berperahu santai mengelilingi area sembari melihat boneka-boneka yang mewakili daerah-daerah tertentu, baik itu di nusantara maupun international.

Puas di Istana Boneka, kami melanjutkan keseruan dengan menonton Magic Show yang menghadirkan Denny Darko dengan atraksi-atraksinya. Agak sedikit ngeri juga melihat ilusi-ilusi yang dipersembahkan oleh magician yang satu ini, tapi asli seruuuu... O iya Magic House ini merupakan suguhan baru yang ada di Dufan. Jadi buat kalian yang sudah lama tidak ke dufan, bisa merasakan sensasibaru dufan dengan menonton magic show ini.

Wahana ketiga yang kami coba adalah Galactica yang juga merupakan wahana baru di Dufan. Di Galactica, aku diajak berperang melawan makhluk makhluk asing di luar angkasa dengan berbekal tembakan di roket yang kita gunakan untuk berkeliling area galactica. Disini kita bisa saling berkompetisi dengan rekan atau keluarga juga. Diakhir permainan akan ada skor sebagai pembanding.

Melipir sedikit dari Galactica sudah ada wahana Burung Tempur yang sudah sedari awal menarik perhatian abang Nata, aku pun melanjutkan keseruan dengan mencoba wahana yang antriannya tidak begitu panjang tersebut.



Di sebelah wahana burung tempur ada wahana rajawali yang kurang lebih konsepnya sama, tapi dengan ketinggian yang dua kali lipat dari wahana burung tempur. Aku, abang nata dan icha tidak punya cukup nyali untuk mencoba si rajawali, meski sebenarnya tidak seseram naik tornado juga sih.

Lanjut lagi kami mencari wahana seru lainnya, dan pilihan kami pun jatuh pada wahana ombang ambing. Tadinya aku pikir wahana ini sama seperti komedi putar biasa, tapi ternyata wahana ini cukup membuat perutku berasa diaduk-aduk lewat ombang-ambingnya. Lucunya, saking ketakutan mencoba wahana ini, abang nata justru membaca surat-surat pendek serta berdoa alih alih teriak seperti yang lain.




Rasa mual setelah naik ombang ambing sempat membuatku lemas dan sembari menunggu rasa mualnya hilang, kami pun mencoba masuk ke rumah jahil yang dipenuhi dengan kaca dimana-mana. buat kalian yang belum pernah masuk ke rumah jahil ini aku cuma mau pesan, hati-hati ya jangan sampai malah benjol gegara nabrak bayangan sendiri... hihihi...

Selain rumah jahil, di Dufan juga ada Rumah Ajaib. Dari luar rumah ajaib ini terlihat normal seperti rumah pada umumnya, tapi begitu masuk kedalamnya rumah ini semakin miring dan cukup membuatku yang memang sudah merasa pusing gegara ombang-ambing jadi semakin pusing dibuatnya. Tapi entah kenapa aku malah merasa 'pusing' itu sebagai keasyikan sendiri.



O iya selama di Dufan ini kita tidak perlu takut untuk kehabisan air minum, karena di beberapa bagian ada semacam keran yang berisi air siap minum loh... Selain itu ada juga spot untuk kita nge charge smartphone juga, jadi jangan khawatir tidak bisa eksis di Dufan pastinya.

Pokoknya Liburan Ke Dufan mah emang ga ada matinya deh... Sebenernya ada banyak lagi keseruan-keseruan lainnya yang kami bertiga alami di Dufan, tapi kalau semuanya diceritain disini mungkin bisa jadi satu novel saking banyaknya... Hehehe... 

Intinya, Dufan itu bener-bener sukses bikin kami lupa dunia... Akhirnya aku juga sudah pernah dong main ke Dunia Fantasi, kalau kalian kapan mau main ke Dufan...? 







08/04/18

Serunya 'jatuh' dengan Dragon Race dan Sky Box di Atlantis Water Adventure

Iklim kota Bekasi yang terhitung cukup panas, membuat sebagian besar warganya amat menyukai bermain air di kolam renang atau waterpark, termasuk aku pastinya. Aku dan keluarga benar-benar menyukai bermain-main di air, meski pada kenyataannya aku sendiri sama sekali tidak bisa berenang.

Bermain air di waterpark kan tidak selalu harus berenang dan memiliki kemampuan renang yang mumpuni. Tidak salah jika kita hanya ingin sekedar mencoba beberapa wahana yang biasanya ditawarkan oleh waterpark-waterpark tersebut.


Oleh karena itu aku bersemangat sekali ketika mendapat undangan acara launching dua wahana baru di Atlantis Water Adventure, Taman Impian Jaya Ancol pada 27 Maret 2018 lalu. Khusus di hari tersebut, Atlantis yang biasanya terbuka untuk umum, ditutup sementara waktu dan hanya menyambut kami, para blogger dan media baik itu media online, tv, maupun cetak. Tentunya hal ini memberikan kesan tersendiri bagi kami.

Dalam acara itu, Bapak Paul Tehusijarane memperkenalkan dua wahana baru yang nantinya siap memacu adrenalin para pengunjung di Atlantis Water Adventure. Apalagi kalau bukan Dragon Race dan Sky box... dua wahana baru ini akan menambah keseruan bermain air di Atlantis Water Adventure ini.



Dragon Race merupakan seluncuran sepanjang 116 meter yang memiliki empat jalur berdampingan sehingga amat cocok tuh buat kita yang ingin berkompetisi dengan teman atau keluarga. Semacam main balap-balapan gitu... Untuk mencoba wahana Dragon Race ini, kita akan diarahkan untuk mengenakan matras yang telah disediakan. Sebelum mencoba, akan ada sedikit pengarahan dari petugas tentang bagaimana cara tepat dan aman saat mencoba Dragon Race ini.

Berbeda dengan Dragon Race, Sky box yang agak sedikit lebih memacu adrenalin lagi ini, menawarkan keseruannya lewat box kaca. Jadi di Sky box, kita akan merasakan sensasi meluncur dari ketinggian 14 meter secara tiba-tiba saat lantai di dalam box kaca nya terbuka dihitungan ketiga. Sudut kemiringannya yang mencapai hingga 80 derajat tersebut benar-benar akan membuat kita seolah jatuh dengan kecepatan hingga 56 km/jam alih-alih meluncur.



Belum mencobanya saja sudah cukup membuatku merinding disko membayangkannya. O iya masih menurut Pak Paul, untuk mencoba wahana-wahana tersebut ada sedikit peraturan wajib yang harus kita penuhi agar keamanannya tetap terjaga. Berikut diantaranya:

1. Tinggi badan minimal 120 cm, dan bagi anak dibawah 12 tahun wajib didampingi oleh orangtua
2. Wajib memakai pakaian renang, untuk laki-laki boleh hanya menggunakan celana renang saja.
3. Tidak menggunakan Aksesoris seperti jam tangan, kalung, dll
4. Ibu hamil dan bagi yang berpenyakit jantung dilarang keras mencoba wahana ini
5. Tubuh harus dalam kondisi yang benar-benar fit pastinya

Sayangnya di hari launching dua wahana tersebut, cuaca di Jakarta kurang mendukung, sehingga kami tidak bisa langsung mencoba kedua wahana itu. Tapi pasti kami akan balik lagi untuk mencobanya. Sedikit informasi, Atlantis Waterpark Adventure dibuka setiap hari. Tepatnya di jam 08.00-18.00 WIB setiap senin-Jumat dengan tiket masuk sebesar Rp 95.000,- dan di jam 07.00-17.00 WIB setiap hari Sabtu dan Minggu dengan harga Rp 130.000,-



Untuk High Season atau long weekend Atlantis Water Adventure dibuka sama seperti pada weekend tapi dengan penyesuaian tarif Rp 145.000,-. Selain itu di Atlantis ini sering ada promo-promo khusus juga, lebih lengkapnya bisa tengok dan ceki ceki langsung ke semua sosial media milik Atlantis Water Adventure.

Jadi, kapan kalian mau nyobain kedua wahana baru ini...? Jangan lupa ajak aku juga ya...




06/04/18

Lebih dekat dengan pegadaian di Pegadaian Literation Fair 2018

“Sudah jatuh tertimpa tangga pula”, agaknya ungkapan ini cocok sekali untuk menggambarkan kondisi yang dialami oleh masyarakat menengah kebawah saat sedang terhimpit ekonomi.



Ilustrasinya begini, kalau kita datang ke suatu tempat untuk meminjam uang saat kita sedang ‘susah’, sekalipun tempat tersebut adalah rumah kerabat kita, maka biasanya kita akan mendapat perlakuan yang amat tidak mengenakkan. Belum tentu pinjaman nya didapatkan, yang ada kita malah harus siap menanggung malu karena tak jarang jadi bahan pergunjingan orang sekitar.
  
Tak sampai disitu, seringkali ada bunga yang cukup besar ikut menyertai pinjaman tersebut. Tentunya, bunga ini justru akan membuat kita berada dalam lingkup masalah yang lebih besar lagi. Karena mengambil pinjaman dengan bunga yang besar seolah hanya menunda dan menambah masalah yang sedang kita hadapi saja. Jelas bukan solusi bagi masalah keuangan yang ada bukan...?

Tapi hal tersebut amat tidak mungkin terjadi jika ‘tempat’ yang kita datangi itu adalah pegadaian. Pegadaian yang memiliki tagline “mengatasi masalah tanpa masalah” tersebut masih amat diandalkan oleh masyarakat menengah kebawah. Saat kondisi seperti ilustrasi tadi datang menghampiri, di pegadaian para nasabah justru dilayani dengan sepenuh hati.



Ya, Tagline tersebut bukanlah tagline semata, tapi benar-benar terwujud dalam pelayanan yang diberikan pegadaian kepada para nasabahnya. Tadinya yang kutau, pegadaian hanya tempat meggadaikan barang saja, ternyata di usia nya yang genap menginjak 117 tahun pada tanggal 1 April 2018 lalu,pegadaian sudah bertransformasi menjadi suatu lembaga yang cukup komplit melayani masyarakatnya.

Hal tersebut aku dapatkan ketika aku menghadiri Pegadaian Literation Fair 2018 di Summarecon Mall Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di pameran tersebut aku mendapati banyak hal seputar pegadaian lewat booth booth yang ada disana.

Kebetulan saat aku tiba disana, sedang ada pemilihan idola cilik pegadaian yang berlangsung di panggung utama di tengah area pameran, para peserta terlihat amat antusias mengikuti kompetisi dengan hadiah yang cukup menggiurkan tersebut.



Selain panggung utama, ada juga booth booth yang menjual barang-barang gadaian yang tidak tertebus lagi dengan harga yang jauh dibawah pasaran. Seperti laptop misalnya, di booth tersebut dijual mulai dari Rp 2.000.000 saja dengan kondisi yang masih amat layak pakai tentunya.

Ada juga kafe The Gade, sebuah mini cafe yang menyediakan kopi hangat gratis bagi para pengunjung pameran yang sudah mendownload aplikasi Sahabat Pegadaian dalam smartphone mereka.

Puas berkeliling area pameran, aku pun mengikuti talkshow yang berlangsung setelah acara pemiliha idola cilik pegadaian tadi. Talkshow yang mengangkat tema “Produk syariah pegadaian dan bisnis logam mulia” tersebut menghadirkan Ibu mawar selaku pimpinan cabang pegadaian syariah, Bapak agung, dan ibu Sylvia selaku perwakilan dari UBS yang merupakan vendor pegadaian.



Ya, saat ini pegadaian memang sedang menjalin kerja sama khusus dengan UBS. Produk UBS ini adalah logam mulia yang memiliki beberapa keunggulan dibanding logam mulia lainnya, seperti tidak memiliki tanggal produksi, memiliki sertifikat, serta dikemas dalam packaging yang cukup aman untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tentunya ini akan mempermudah kita untuk berinvestasi emas di pegadaian.

Bagi para nasabahnya yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli emas ini secara tunai, pegadaian pun telah menyediakan beberapa cara lainnya, salah satunya adalah dengan tabungan emas yang memungkinkan kita untuk mendapatkan fasilitas layanan pembelian dan penjualan emas dengan sistem titipan dan harga yang amat terjangkau.

Dengan transformasi pegadaian dan layanan layanannya ini diharapkan pegadaian dapat lebih “mengatasi masalah tanpa masalah”