11/02/19

Mau si kecil punya 5 karakter anak unggul Indonesia...? Cek caranya disini...




Saat masih anak-anak, sama sekali tidak pernah terbersit dalam pikiranku kalau menjadi seorang ibu ternyata membutuhkan ‘tenaga lebih’. Mungkin sama seperti mereka yang  sekarang aku sebut anak, pikiranku saat itu hanyalah bermain, bermain, dan bermain. Tanpa memikirkan apakah yang kulakukan itu berbahaya atau membuat ibuku susah karena semua barang yang aku buat berantakan. Malu rasanya jika mengingat hal ini, tapi itulah yang namanya anak-anak, dalam pikirannya hanya bermain, bahkan saat mereka sedang mempelajari sesuatu sekalipun.

Oleh sebab itu, rasanya akan lebih memalukan lagi jika aku yang saat ini telah berganti status menjadi seorang ibu tidak bisa memahami apa yang ada dipikiran ketiga buah hatiku. Yah, dulu aku juga pernah melalui masa-masa yang saat ini sedang mereka lalui. Masa-masa yang penuh dengan kata ‘bermain’.



 Namun terkadang keinginanku untuk membebaskan mereka masuk ke dunia bermain itu sering juga terbentur dengan keegoisanku yang berlindung dibalik kata ‘sayang’. Kata-kata seperti ‘jangan begini...’ atau ‘jangan begitu...’ masih saja sering terucap dari mulutku saat mereka ingin mengerjakan sesuatu yang menurut mereka menyenangkan.  Tapi aku juga tidak mau langsung serta merta disalahkan begitu saja karena larangan-larangan tersebut, toh itu juga demi kebaikan mereka bukan...?!

Nah dilema inilah yang kemudian membawaku pada kegalauan. Di satu sisi aku ingin membebaskan mereka bermain namun di sisi lain aku juga selalu diliputi kekhawatiran akan terjadi sesuatu pada mereka. Alhamdulillah sebelum kegaluan ini berkelanjutan, aku berkesempatan untuk mempelajari seluk beluk tentang dilema ini langsung dari ahlinya pada acara talkshow sekaligus peluncuran gerakan 1 juta Iya Boleh yang diadakan oleh Dancow Advanced Excelnutri+ beberapa waktu yang lalu.




Dalam acara tersebut, Drs. Hendra Jamal, M.Si, Selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia yang saat itu hadir sebagai narasumber pun  menyatakan bahwa Pola asuh yang saat ini kita terapkan pada anak-anak akan amat mempengaruhi tumbuh kembangnya di masa depan.

Istilahnya, seperti apa kita mengasuh mereka saat ini maka seperti itulah kelak mereka akan tumbuh. Jika kita mengasuhnya dengan penuh kata ‘jangan’ maka kelak mereka bisa saja tumbuh menjadi anak penakut karena tidak pernah diijinkan untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Kalau sudah begitu maka bisa dipastikan buah hati kita akan semakin jauh dari ciri anak unggul indonesia.



Dalam kesempatan tersebut, ia pun menjelaskan setidaknya ada lima karakter penting yang perlu dikembangkan oleh para orang tua  kepada anak-anak sejak dini, diantaranya adalah berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin. Nah kelima karakter penting ini akan amat sulit dimiliki oleh anak jika selalu diselimuti oleh kata-kata ‘jangan’ dari kita sebagai orang tuanya.
Dari sini saja sebenarnya kita sudah bisa menarik kesimpulan tentang pentingnya arti kata ‘iya boleh’ dalam masa tumbuh kembang anak bukan...?! namun ternyata untuk mendapatkan kelima karakter itu ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh kita, diantaranya adalah Nutrisi, Stimulasi, dan Cinta kasih.

Nutrisi


Prof. Dr.dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. seorang pakar nutrisi yang juga menjadi salah seorang narasumber dalam acara ini juga sempat mengungkapkan kalau asupan nutrisi yang baik ini akan membantu anak membuat perisai atau daya tahan terhadap berbagai jenis penyakit yang mungkin saja didapat saat masa eksplorasinya tadi.




Nutrisi yang dimaksud disini juga tidak terlalu muluk-muluk kok, cukup sesuai dengan anjuran pemerintah saat ini saja, yakni gizi seimbang yang digambarkan dengan piramida makanan. O iya untuk menambah asupan nutrisinya kita juga bisa menambahkan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia si kecil dalam menu hariannya. Sebagai bentuk komitmennya untuk memberikan gizi baik bagi anak Indonesia, Dancow sendiri telah memiliki produk susu pertumbuhannya, Dancow Advanced Excelnutri+ yang telah dilengkapi dengan Lactobacillus Rhamnosus dan serat pangan inulin yang dibutuhkan si kecil di masa eksplorasinya.

Stimulasi


Stimulasi ini bisa dimulai dengan melakukan gerakan ‘iya boleh’ yang digagas oleh Dancow. Cukup katakan ‘Iya boleh’ pada anak yang ingin mencoba sesuatu saat bereksplorasi saja sudah merupakan salah satu bentuk dukungan kita pada anak. Tentunya ‘iya boleh’ ini juga harus tetap dalam pengawasan kita ya...



O iya untuk panduan stimulasi sesuai usia sikecil, Dancow juga telah menyediakan wadah melalui Dancow Parenting Center yang diawasi oleh para ahli dan bisa diakses melalui websitenya di www.dancow.co.id/dpc

Cinta kasih


Curahan cinta kasih pada anak dalam keseharian ini ternyata terbukti dapat membuat anak lebih mudah belajar loh bun, jadi jangan ragu lagi deh untuk memberikan serta memperlihatkan cinta kasih kita pada si kecil.



Peluncuran Gerakan 1 juta 'Iya boleh' 


Nah setelah diajak berkenalan dengan tiga hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan lima karakter unggul anak Indonesia tadi, dalam acara yang berlokasi di Hotel Ayana MidPlaza tersebut, Dancow juga secara resmi meluncurkan gerakan 1 juta ‘iya boleh’ loh. Gerakan 1 juta ‘iya boleh’ ini merupakan gerakan yang mengajak para orang tua Indonesia untuk semakin sering mengatakan ‘iya boleh’ sebagai bentuk dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi si kecil.



Sebagai bentuk bukti keikutsertaan bunda dalam gerakan ini, kita bisa langsung mengakses www.iyaboleh.com dan langsung mengklik pada bagian “ ikut bilang iya boleh” untuk menambah jumlah #iyaboleh yang sudah diucapkan. Selain itu kita juga bisa langsung mendownload sertifikat iya boleh yang nantinya bisa dishare di semua sosial media kita agar lebih banyak lagi bunda yang ikut gabung dalam gerakan ini.

Jadi, masih ragu kah untuk mengatakan ‘iya boleh’ bunda...? Semoga tidak lagi ya... kan kita sudah ikut dalam gerakan 1 juta iya boleh dari Dancow. 

08/02/19

Ini dia keseruan Senampoooll!! bersama Allianz dan Gen FM




Beberapa waktu yang lalu, tepatnya saat aku mengikuti sebuah talkshow kesehatan, aku mendapat pemahaman baru soal hidup. Goal kehidupan yang tadinya hanya sebatas memperpanjang usia itu ternyata sekarang harus diubah menjadi memperpanjang rentang waktu sehat semasa hidup. Yup, tidak akan ada gunanya berumur panjang jika waktu hidupnya tersebut justru lebih lama diisi dengan siksaan dari suatu penyakit.

Dari talkshow tersebut, semangatku untuk hidup sehat pun kembali dibangkitkan. Aku mulai merutinkan diri melakukan gaya hidup sehat, salah satunya dengan melakukan olahraga, paling tidak seminggu sekali. Oleh sebab itu, aku benar-benar semangat ketika berkesempatan untuk mengikuti event Senampoooll!! Allianz Sweat Challenge di CFD daerah sudirman.



Aku dan beberapa teman blogger yang memang telah mengetahui soal info acara ini lewat media sosial dari Allianz jelas tak mau ketinggalan untuk ikut serta dalam keseruan acara tersebut. Berangkat di pagi buta untuk menuju lokasi acara pun sama sekali tak menyurutkan langkah kami, yah anggap saja sebagai pemanasan sebelum senam. Hehehe...

Meski bertajuk Senampoooll!!, acara yang digagas oleh Allianz, salah satu penyedia asuransi terkemuka di Indonesia dan Gen FM Radio yang menjadi favorit warga jakarta itu ternyata tak melulu seputar senam saja loh... Ada berbagai kegiatan menarik yang disajikan untuk memanjakan para peserta Senampoooll!! Kali ini, diantaranya ada pembagian doorprize dan penampilan spesial dari Yuka tamada.

Acara Senampoooll!! Ini tuh ternyata merupakan rangkaian dari Allianz Sweat Challenge yang telah 2 tahun ini diusung oleh Allianz sebagai bentuk komitmennya dalam memperkuat proposisi kesehatan. Sebelumnya para teman blogger sempat diajak ‘main’ ke Kidzania yang memang telah bekerja sama dengan Allianz untuk melakukan melakukan kegiatan penantang keringat di aula utama Kidzania tersebut, nah untuk memperluas jangkauannya inilah akhirnya Allianz Sweat Challenge pun diadakan di area CFD Sudirman ini.



Tidak hanya para teman blogger saja loh yang bisa mengikuti keseruan Senampoooll!! Ini, tapi juga orang-orang yang sedang berjalan santai disekitar lokasi acara pun dipersilahkan mengikuti acara ini. Yup memang inilah tujuan diadakannya acara ini, agar jangkauannya lebih luas lagi. Setelah puas melakukan SKJ dan Zumba yang dipandu oleh ahlinya tersebut, para peserta Senampoooll!! Pun dihibur dengan penampilan ciamik dari Yuka Tamada yang membawakan beberapa lagu populer.

O iya di salah satu booth yang tersedia di acara ini, kita juga bisa langsung berkenalan dengan Asuransi Sekoci yang merupakan produk terbaru dari Allianz. Asuransi Sekoci ini adalah Asuransi jiwa yang memberikan santunan tunai kepada keluarga yang ditinggalkan apabila tertanggung asuransi meninggal dunia karena sakit. Santunan ini akan dilipat gandakan hingga lima kali lipat jika penyebab meninggal dunia tersebut adaah karena kecelakaan.



 Nah yang berbeda dari asuransi pada umumnya, adalah ketiga keunggulan yang ditawarkan oleh Asuransi sekoci ini, diantaranya mudah, cepat, dan murah. Mudah, karena produk ini memang amat mudah dipahami, baik dari segi fitur produk, jenis perlindungan, maupun jangka waktu perlindungannya. Cepat, karena proses pembeliannya yang memang terbukti sangat cepat dan simpel. Murah, karena harga produk yang ditawarkan sangat terjangkau mulai dari Rp 3000 - 100.000 saja.

Event Senampoooll!! Ini sukses membuat aku semakin bersemangat untuk hidup sehat serta dilindungi oleh si perahu penyelamat, Asuransi Sekoci. Ahhh jadi ga sabar menunggu rangkaian acara Allianz Sweat Challenge lainnya deh...

Berburu konten foto berkualitas di rumah...? cek dulu tips & trik ini...




Semenjak menekuni dunia blogger, aku yang tadinya tidak paham soal instagram, seolah ‘dipaksa’ masuk ke dalamnya. Yup, dunia blogger dan instagram memang saling berkaitan satu sama lain. Memang benar, yang menjadi inti dari seorang blogger adalah konten tulisan, namun harus diakui, instagram telah menjadi salah satu poin penting yang dilihat oleh klien saat pengajuan kerjasama.

Jika diibaratkan, instagram bagi blogger adalah sebuah halaman depan, kalau instagram nya bagus maka peluang untuk mendapatkan tamu akan lebih banyak. Oleh sebab itu, aku dan beberapa sahabat mulai concern untuk berburu konten foto yang instagramable di berbagai tempat demi mempercantik si halaman depan tersebut.

Meski terbilang positif, tak jarang perburuan konten foto ini pun mendapat nyinyiran dari beberapa orang, namun tetap tidak menyurutkan langkahku untuk terus belajar mempercantik feed instagram itu. Aku menganggap perburuan konten foto yang instagramable tersebut adalah sedikit timbal balikku pada klien yang sudah mempercayakan project-projectnya padaku.



Jujur, nyinyiran-nyinyiran mereka itu tetap menjadi perhatianku, bukan untuk ber-baper ria tapi untuk mengoreksi diri dan berusaha menjadi lebih baik lagi, terutama pada saat mereka mengatakan perburuan foto tersebut mengurangi quality time pada keluarga dirumah. Yup mereka tidak salah, kebersamaan bersama keluarga memang akan sedikit berkurang akibat aktivitas perburuan konten berkualitas yang kebanyakan berada di luar rumah, tapi juga tidak bisa serta merta menganggap perburuan ini salah, karena kegiatan tersebut memang murni berkaitan dengan pekerjaanku di dunia blogging ini. Hal ini pun akhirnya menjadi peer tersendiri bagiku.

Talkshow & Blogger Gathering Dekor Rumah Ala Instagram bersama Irma Alaydrus dan Adelya vivin 

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu aku mendapat banyak wejangan khusus tentang bagaimana cara menyelesaikan peerku tersebut, tepatnya ketika aku berkesempatan untuk mengikuti talkshow & Blogger Gathering Dekor Rumah ala Instagram bersama Irma Alaydrus dan Adelya Vivin di Indonesia property Expo 2019 yang berlokasi di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center.



Kedua pembicara di acara tersebut seolah telah membuka mataku,  ternyata perburuan konten foto itu juga bisa dilakukan di rumah kita sendiri. Dengan sedikit usaha untuk berbenah rumah, kita juga bisa mendapatkan spot foto yang amat layak untuk di publish pada instagram.

Tips membuat spot foto yang instagramable ala kak Adelya Vivin



Kak Adelya Vivin sang pemilik akun instagram @adelyavk memberikan beberapa tips perihal membuat spot foto instagramable di rumah, diantaranya adalah sebagai berikut,

1.   Pilih tema desain yang kita sukai.

Memang tidak salah jika kita ingin mendesain rumah tanpa adanya tema tertentu tapi tetap akan lebih baik jika desain rumah kita tersebut bertema agar lebih cantik untuk dilihat. Nah dalam hal ini Kak adelya pun memperkenalkan beberapa tema desain rumah yang bisa kita terapkan pada hunian pribadi, diantaranya adalah, Minimalist, japanese, Scandinavian, Bohemian, dan industrial.
  •  Minimalist

Rumah berdesain minimalist ini cenderung minim dekorasi, namun amat memperhatikan cahaya yang ada didalamnya sehingga tampak lebih luas dari aslinya. Perabot yang digunakan pun biasanya bersifat multifungsi seperti sofa yang juga sekaligus bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan misalnya. Desain rumah minimalist ini cocok untuk rumah-rumah yang tidak begitu luas.
  • Japanese

Kurang lebih sama dengan nuansa rumah-rumah yang ada di Jepang, Desain Japanese cenderung memiliki warna-warna hangat atau warm seperti warna coklat kayu. Biasanya desain japanese ini juga mengarah ke minimalist, terlihat dari minimnya perabot yang digunakan, hanya berbeda pada suasana yang dihasilkan oleh warna kayu tadi.
  • Scandinavian

Tema desain scandinavian ini terlihat lebih sederhana dengan tone-tone senadanya. Masih mengandalkan sentuhan minimalist dan fungsional, desain scandinavian ini ternyata menjadi favorit para instagramer loh...

tema desain scandinavian (sumber : dirumahku.com)

  • Bohemian

Nah kalau dari tadi desainnya cenderung minimalist, desain bohemian terkesan tidak terlalu minimalist tapi juga tidak terlalu mewah. Tone warna yang digunakan adalah putih, coklat tua, coklat muda dan hijau.
  • Industrial

Ciri khas yang paling terlihat dari desain rumah industrial adalah atapnya yang dibiarkan begitu saja tanpa plafon. Perabot atau barang yang digunakan cenderung minimalist.

Kak Adelya sempat menyarankan untuk memilih tema desain rumah yang memang sesuai dengan keinginan kita terlebih dahulu alih-alih mengikuti arus tren.

2.  Beri tambahan hiasan untuk dekorasi

Hiasan atau dekorasi ini tak melulu berupa pajangan atau bingkai foto, tapi kita juga bisa memanfaatkan tanaman hidup untuk menambah suasana. Namun yang harus diingat adalah pemilihan tanaman hidup itu sendiri, pilih tanaman hidup yang memang cocok diletakkan di dalam rumah agar tidak mengganggu sirkulasi udara.

Peace Lily (Sumber : Pinterest.com)


Ada banyak contoh tanaman hidup yang bisa kita letakkan sebagai hiasan di dalam rumah, seperti palem kuning, peace lily, lidah mertua, spider plant, lidah buaya, dan lain sebagainya.

3. Lighting atau pencahayaan

Selama masih bisa memaksimalkan cahaya alami dari sinar matahari tentu akan lebih baik, namun kita tetap harus memperhatikan lighting pada malam harinya. Jadi Kak Adelya menyarankan untuk ‘jangan pelit sama lampu’ agar mendapat cahaya yang benar-benar maksimal.

Trik mengambil foto yang layak tayang di Instagram dengan memanfaatkan spot foto instagramable di rumah


Setelah mendapat ilmu untuk merapihkan rumah dan membuat beberapa spot yang instagramble di rumah sendiri, Aku dan teman-teman blogger pun mendapat tambahan ilmu dari kak Irma Alaydrus perihal cara mendapatkan foto yang layak tayang di instagram. Yup memiliki tampilan rumah yang instagramable tidak akan amat berarti tanpa diimbangi dengan proses pengambilan serta pengeditan foto itu sendiri.



Menurut Kak Irma, ada beberapa hal yang wajib banget mendapat perhatian kita agar bisa memperoleh foto yang layak tayang di instagram itu, diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Perhatikan angle atau sudut pandang pengambilan gambar

Akan lebih baik jika melakukan beberapa pengambilan gambar dengan angle yang berbeda setiap harinya. Hal ini penting untuk mendapat sedikit variasi di instagram meski hanya mengandalkan spot foto di rumah sendiri.

2. Perhatikan posisi kamera saat pengambilan gambar

Usahakan sebisa mungkin kamera dalam posisi sejajar atau tidak miring saat pengambilan gambar berlangsung. Jika ragu, lebih baik aktifkan fitur grid yang biasanya ada dalam semua kamera maupun smartphone.

3. Maksimalkan pencahayaan

Memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari sinar matahari adalah yang paling baik, namun jika tidak bisa, kita juga dapat memanfaatkan cahaya lampu dirumah. Tak lupa kak Irma memberi saran untuk selalu menggunakan proyektor agar cahaya yang didapat bisa lebih maksimal serta mengurangi efek bayangan yang biasanya ada saat pengambilan foto berlangsung.

maksimalkan pencahaayan (sumber : idntimes.com)


4. Perhatikan detail property

Jangan takut untuk menambahkan sedikit ‘pemanis’ dalam foto agar terlihat lebih instagramable. Gunakan saja barang-barang yang memang ada di rumah, seperti menggunakan selimut saat mengambil gambar kasur misalnya.

Berburu property di Indonesia Property Expo 2019


Dengan menggabungkan tips dan trik yang diberikan oleh kedua pembicara tersebut, aku makin pede untuk lebih memanfaatkan hunian kesayangan dalam perburuan konten foto instagramku. Senang dan bahagia rasanya bisa menyelesaikan peer dari para haters tadi, tapi membicarakan soal pemilihan desain rumah ini menghadirkan kegalauan tersendiri bagiku, yup keinginanku untuk memiliki sebuah rumah sendiri pun kembali memuncak.



Lokasi talkshow yang ada di pameran properti terbesar, Indonesia Property Expo 2019 ini mau tidak mau memang membangkitkan kembali mimpi yang telah lama terkubur oleh padatnya arus pemasukan dan pengeluaran itu.  Mimpi memiliki rumah tinggal sendiri. Apalagi di pameran property ini ada sekitar 730 tenant property yang siap berlomba memberikan promosi nya masing-masing, mulai dari rumah subsidi, ruko, hingga apartemen luxury ada disini.

Buat kalian yang emang punya keinginan sama sepertiku, kalian wajib dateng ke area Indonesia property Expo di Hall A dan B Jakarta Convention Center mulai dari tanggal 2 hingga 10 Februari 2019. Tenang saja, kalian tidak akan dipungut biaya sama sekali untuk memasuki area pameran ini, malah kalian akan mendapat kupon yang nantinya akan diundi pada akhir pameran tersebut. Ada berbagai hadiah keren menanti kalian disana. Jadi yuk ke Indonesia Property Expo 2019 ini...


01/02/19

Batuk di musim pancaroba...? bukan masalah lagi kalau tau hal ini...



Ada ungkapan yang mengatakan kalau dalam sebuah rumah tangga, suami itu diibaratkan seperti tulang punggung sementara sang istri menyandang status sebagai si tulang rusuk. Meski peran suami terkesan lebih penting daripada sang istri, namun bukan berarti kedudukan istri sama sekali tidak penting. Coba saja bayangkan, jika tulang rusuk kita ada yang patah, maka bisa dipastikan kita tetap tidak akan bisa beraktivitas meski sang tulang punggung dalam keadaan baik-baik saja.

Nah kali ini aku sama sekali tidak akan membahas peran dari masing-masing status tersebut, yang ingin aku tekankan disini adalah persamaan persepsi bahwa semua anggota keluarga, baik itu suami, istri maupun anak-anak memiliki andil yang sama untuk meraih kebahagiaan keluarga, termasuk dalam hal menjaga kesehatan pastinya.

Sebagai seorang istri sekaligus ibu dari tiga orang anak, aku jelas paham betul kalau terkadang kita akan lebih mementingkan kesehatan suami dan anak-anak hingga akhirnya malah melupakan kesehatan diri sendiri, padahal jika kita sebagai ‘tulang rusuk’ sudah jatuh sakit lalu bagaimana bisa menjalankan peran dengan baik...? jangan sampai niat mulia ingin menjaga keluarga malah berujung pada kacau balau nya rumah tangga akibat sang tulang rusuk ini jatuh sakit, Oleh karena itu aku amat concern untuk menjaga kesehatan keluarga tanpa memandang peran dan status tadi, terlebih di masa pancaroba ini.



Yup seperti kita ketahui bersama, musim pancaroba yang tidak bisa ditebak, kadang panas- kadang hujan, itu membuat kondisi tubuh kita mudah ngedrop, penyakit-penyakit seperti demam, badan meriang serta batuk bisa dibilang akan menjadi langganan di musim pancaroba ini. Aku jelas tidak mau kalau sampai keluarga tercinta ikut terserang penyakit langganan ini, harus ada benteng pertahanan yang aku siapkan untuk menghadapinya.

Jujur, awalnya aku pun sempat berada pada masa ber-galau ria akan hal ini, namun Alhamdulillah bak gayung bersambut, beberapa waktu lalu, aku mendapat banyak pelajaran dari Bisolvon Blogger Gathering yang aku ikuti.

Jangan batuk berdahak jauhkan yang dekat 

Dalam acara Bisolvon Blogger Gathering yang merupakan kerjasama antara Bisolvon dan Fimela ini menghadirkan dr. Riana Wijaya sebagai nara sumbernya. Sebelum memberikan tips untuk menghadapi sang musim pancaroba, dr. Riana menekankan bahwa sebenarnya batuk ini bisa dibilang bukan penyakit tapi merupakan gejala dari suatu penyakit. Jadi, simpelnya tuh, kurang lebih batuk adalah ‘cara’ yang dikeluarkan oleh tubuh untuk memberi sinyal keberadaan suatu penyakit.



Nah karena merupakan gejala atau tanda-tanda dari suatu penyakit maka penanganannya pun akan berbeda-beda tergantung jenis batuk itu sendiri. Hanya saja yang perlu dicatat adalah, karena sebagian besar batuk itu disebabkan oleh kuman yang berhasil masuk ke dalam tubuh, maka batuk lebih mudah ditularkan kembali pada orang sekitar kita. Oleh sebab itu, mau tidak mau batuk akan membuat kita menjadi jauh dari keluarga, duuuhhh jangan sampai deh ya...

Berangkat dari hal inilah akhirnya, Bisolvon dan Fimela pun mengangkat tema “ Jangan batuk berdahak jauhkan yang dekat” dalam blogger gathering kali ini. Setidaknya ada beberapa tips yang berhasil aku rangkum dari pernyataan dr. Riana untuk menghadapi musim pancaroba ini, diantaranya adalah sebagai berikut,

1. Jaga Kebugaran tubuh

Musim pancaroba yang membuat badan kita ini mudah ngdrop tidak akan berarti apa apa jika kita memiliki pertahanan tubuh yang bagus. Oleh karena itu menjaga kebugaran tubuh ini amat penting. Caranya adalah dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga ringan misalnya.

2. Perbanyak makan buah dan sayur

Asupan nutrisi yang baik akan lebih membantu kita dalam membangun ‘benteng pertahanan’ di musim pancaroba ini. Paling tidak saat tubuh membutuhkan nutrisi tambahan kita sudah harus siap untuk memenuhinya ya...



3. Perbanyak konsumsi air putih

Manfaat air putih bagi tubuh jelas tidak dapat diragukan lagi, inilah yang membuat air putih masuk dalam poin paling besar di piramida makanan yang sedang gencar disebarkan oleh pemerintah.

4. Jauhkan kontak langsung dengan matahari

Matahari yang kumaksud harus dihindari ini adalah cahaya matahari diatas jam 9 pagi ya, karena amat tidak baik untuk kesehatan. Sebaliknya untuk sinar matahari pagi sebelum jam 9 amat dianjurkan oleh dr Riana.

5. Gunakan masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus

Pada saat kita keluar rumah terutama jika terpaksa harus melakukan kontak langsung dengan banyak orang di tempat umum, sebaiknya kita menggunakan masker karena kita tidak pernah tau virus apa saja yang mungkin ada disana. Nah masker ini akan sedikit membantu kita untuk menghalau si virus-virus tersebut masuk ke tubuh melalui mulut dan hidung.

6. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Ini tips klise yang memang amat penting untuk dilakukan agar keluarga dapat terhindar dari penyakit. Bukan hanya menjaga kebersihan diri tapi juga kebersihan lingkungan, karena meski diri kita dan keluarga bersih tidak akan terlalu berarti jika lingkungan nya tidak bersih.

Pilih obat batuk yang cocok agar bisa kembali dekat

Namun meski keenam tips tadi sudah dijalankan, tidak menutup kemungkinan kalau si batuk berdahak tetap hadir ‘memberi sinyal’ keberadan suatu penyakit dalam tubuh, nah kalau sudah begitu maka hal selanjutnya yang harus dipersiapkan adalah memilih obat batuk yang cocok untuk keluarga.



Memilih obat batuk ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, benar-benar tidak boleh sembarangan karena berkaitan erat dengan kesehatan. Menurut Ibu Mega Valentia selaku Brand Manager Bisolvon, obat batuk yang dipilih harus sudah terdaftar di BPOM, sudah direkomendasikan dokter karena memang memiliki data klinis, dan harus sudah terbukti efektivitasnya. Mmm kira-kira ada ga ya obat yang sesuai kriteria ini...?

Berbekal pengalaman selama 45 tahun lebih, Insya Allah Bisolvon telah memiliki kriteria-kriteria tersebut. Dan kabar baiknya lagi adalah, saat ini Bisolvon telah memiliki varian yang lengkap untuk mengalahkan batuk berdahak bagi seluruh anggota keluarga. 

Varian lengkap dari Bisolvon tersebut diantaranya adalah Bisolvon Extra yang memiliki dua aksi bromhexine untuk mengencerkan dahak dan guaifenesin untuk mengeluarkan dahak, Bisolvon Kids dengan rasa strawberry, serta Bisolvon Solution yang bebas gula, cocok untuk penderita diabetes. Oiya  untuk para pecinta kepraktisan, ada Bisolvon tablet yang bisa dikonsumsi serta dibawa-bawa kemanapun kita pergi.



Bisolvon saja seolah sudah paham betul loh kalau yang namanya mengalahkan batuk tuh tidak lagi memandang status dan peran dalam keluarga, jadi kita juga jangan sampai meremehkan kesehatan diri sendiri juga ya... Selalu ingat, kesehatan suami dan anak-anak memang penting tapi kesehatan kita sebagai sang 'tulang rusuk' pun tak kalah penting... Jangan sampai batuk berdahak jauhkan yang dekat... 

30/01/19

Mau kenalkan dunia hewan pada anak...? Cek dulu aplikasi ini...



Menindaklanjuti tulisanku sebelumnya, tepatnya tulisan tentang bagaimana kisah yang kita dengar tentang dahsyatnya bencana di Jakarta Humanity Festival 2019 lalu, aku jadi berpikir, kira-kira langkah apa lagi ya yang bisa aku terapkan dalam keseharian untuk sekedar memberikan sumbangsih terhadap keberlangsungan hidup alam semesta ini...? pemikiran tersebut pun akhirnya berlabuh pada kesadaranku untuk mengajarkan anak-anak yang notabene merupakan generasi penerus kita tentang nilai alam dan konservasi.

Simpelnya begini, jika anak-anak sudah paham betul perihal pentingnya keseimbangan alam semesta maka mereka akan lebih mudah untuk terbiasa menjaganya, dengan begitu dampak dari bencana pun akan lebih gampang dikurangi. Contohnya saja bencana banjir, jika kita semua sudah sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya maka bencana banjir pun akan lebih mudah teratasi dengan baik.

Hal serupa pun berlaku pada wawasan perihal bagaimana mengajarkan anak tentang hewan, alam dan pentingnya konservasi lingkungan. Ketiga hal yang saling berkaitan satu sama lain ini jelas akan berdampak pada kehidupan mereka kelak di masa depan. Hanya saja, sebagai orang tua aku harus jeli melihat peluang untuk mengajarkan mereka tentang hal yang sedikit ‘sulit’ menurut pemikiran mereka tersebut. Harus ada cara yang mengasyikan agar mereka bisa belajar dengan cara yang fun atau menyenangkan.



Alhamdulillah seperti paham dengan niat baikku ini, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah workshop yang bertujuan membangun kepedulian para orang tua mengenai pentingnya mengajarkan anak-anak tentang nilai alam dan konservasi. Tak tanggung tanggung loh nara sumber yang dihadirkan benar-benar ahli dalam bidangnya, diantaranya ada Sally Kailola dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan Merry Inggriani, Ibu dari baby Moonela yang begitu peduli terhadap lingkungannya.

For your information, Menurut laporan Living Planet 2018 dari WWF, populasi marga satwa menurun sebanyak 60% hanya dalam kurun waktu 40 tahun. Laporan tersebut seolah memberikan gambaran nyata perihal hilang serta berkurangnya habitat alami populasi marga satwa dan mengindikasikan kalau eksploitasi adalah faktor utama penyebab menurunnya populasi spesies. Kaitannya dengan kita adalah, semakin rusaknya keseimbangan alam akibat penurunan populasi satwa tersebut maka akan semakin berdampak pada manusia di kemudian hari. Oleh karena itu, amat penting bagi kita untuk mengajarkan anak anak mengenai konservasi alam sejak dini.



Berbekal latar belakang inilah akhirnya hadir Zoomoo sebagai saluran Tv anak yang mengajarkan tentang alam dan hewan dengan cara menyenangkan dan menarik melalui tayangan-tayangan edukatifnya. Zoomoo ini adalah kolaborasi antara beberapa pembuat film kehidupan alam liar terkemuka, pendidik anak usia dini, dan pengembang teknologi, jadi tak heran jika tayangan yang dihadirkan oleh zoomoo benar-benar sesuai untuk kebutuhan pengetahuan anak.

Selain beberapa program andalan seperti Leo the Wildfire Range, Lost!, Clawdia’s Amazing African Adventure, Piglet’s Adventure Machine, dan Ninja pop, di zoomoo juga ada program khusus yang berfokus untuk memperkenalkan nilai dari Animal Quotient (AQ) agar dapat meningkatkan pengetahuan anak mengenai hewan, mulai dari deskripsi, karakteristik, perilaku serta habitat hewan.



Tak sampai disitu saja, Zoomoo juga menciptakan aplikasi dengan nama serupa yang bisa didownload secara gratis di play store. Aplikasi Zoomoo ini bisa dibilang sebagai gerbang ke dunia interaktif pulau Zoomoo, jadi melalui aplikasi ini anak-anak akan diajak mengumpulkan hewan dan permainan yang ada di saluran tv Zoomoo untuk kemudian ditambahkan ke pulau Zoomoo melalui gadget mereka.

Pengetahuan yang didapat dari zoomoo ini merupakan pengetahuan umum yang sering luput dari perhatian kita, sebagai contoh ada fitur AQ, yaitu fitur pertanyaan tes pengetahuan. Para peserta workshop yang sebagian besar adalah ibu-ibu itu sempat diajak untuk menjawab pertanyaan tentang hewan, tapi tidak semua dapat dijawab loh, ada saja jawaban tak terduga yang keluar dari Zoomoo... Hal ini makin membuktikan kalau kita memang butuh tools khusus seperti zoomoo untuk memperkenalkan dunia hewan pada si kecil dengan cara yang menyenangkan.



Tak percaya...? Yuk mari dites, hewan apa yang memiliki empat perut...? Hayooo apakah para bunda tau jawabannya...? Kalo tidak tau, yuk mari kita download dulu aplikasi Zoomoo buat cari tau jawabannya... Buat yang sudah tau jawabannya boleh dong dishare di kolom komentar... 

Cerita dari sang saksi bisu di Jakarta Humanity Festival 2019



Selalu saja ada cerita dari barang-barang yang tertinggal di lokasi bencana. Cerita tentang dahsyatnya kedatangan bencana yang mungkin saja tidak sempat diungkapkan oleh sang pemiliknya. Memang benar, benda tertinggal itu tidak bisa secara langsung menceritakan kejadian yang menimpanya, tapi sebagai makhluk yang dikaruniai daya pikir, seharusnya bukan hal yang sulit untuk kita menangkap cerita tersebut.

Jika sudah ‘mendengar’ cerita dari sang saksi bisu itu, selanjutnya pilihan jelas ada ditangan kita sendiri, apakah mau membangkitkan sisi humanitas yang kita miliki, atau mau bersikap acuh tak acuh seolah tidak terjadi apa-apa. Rasanya pilihan kedua ini sedikit mustahil diambil oleh manusia yang secara alami memang diberkahi perasaan dan naluri saling menyayangi satu sama lain, kalaupun ada ya mungkin saja informasi soal ini memang belum sampai padanya.

Yup seperti kita ketahui bersama, zamrud khatulistiwa yang saat ini kita tinggali merupakan surga dunia yang berada persis di daerah ring of fire (cincin api). Di satu sisi kita harus banyak bersyukur karena posisi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat negara ini begitu nyaman untuk ditinggali sampai-sampai mendapat julukan sebagai ‘surga dunia’ namun disisi lain, karena berada dalam rangkaian ring of fire atau cincin api dunia kita pun akan selalu ‘berkejaran’ dengan yang namanya bencana alam.



Sayangnya seringkali kita seolah terlena dengan kata ‘surga’ nya saja, masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri kurang paham seluk beluk yang berkaitan dengan si bencana alam tersebut, jadi kita kurang memiliki persiapan untuk ‘menyambut’ sang bencana yang bisa saja sewaktu-waktu datang itu.

Oleh karena itu, untuk membangkitkan sisi humanitas serta kesadaran tanggap bencana yang semestinya kita miliki, Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat yang bergerak dibidang kemanusiaan pun mengadakan sebuah event bertajuk Jakarta Humanity Festival 2019. Jakarta Humanity Festival ini sendiri merupakan gerakan semangat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya merespon isu kemanusiaan di lingkungan sekitar yang terjadi akhir-akhir ini dengan kebaikan.

Aku jelas tidak mau ketinggalan dalam keseruan Jakarta Humanity Festival yang secara khusus dikemas dengan pendekatan pada generasi milenial itu. Lokasi acara yang cukup jauh dari tempat tinggal pun sama sekali tak menyurutkan langkahku. Dalam bayanganku, karena ditujukan untuk generasi milenial, pasti acaranya akan seru banget, dan memang bayanganku tersebut benar-benar terbukti.

barang-barang yang tertinggal di lokasi bencana


Hal pertama yang menarik perhatianku saat memasuki area Jakarta Humanity Festival 2019 adalah area pameran foto hasil jepretan para fotografer Dompet Dhuafa saat melakukan aksi tanggap darurat di wilayah bencana. Tak perlu suara untuk dapat memahami cerita dari setiap foto yang dipamerkan. Cerita-cerita tentang kedahsyatan bencana alam yang terjadi itu hadir begitu saja dalam benakku saat melihat jejeran foto-foto tersebut.

Tak hanya foto saja yang dapat bercerita, tapi juga beberapa benda-benda sang saksi bisu yang sengaja ‘dipinjam’ sebentar oleh tim Dompet Dhuafa untuk mempermudah para generasi milenial ‘mendengar’ cerita dari lokasi bencana alam. Mustahil rasanya untuk tidak tersentuh bila melihat semua ini.

‘Kira-kira apa yang bisa kita lakukan setelah menyaksikan semua ini’, agaknya pemikiran inilah yang singgah di benak para pengunjung, termasuk aku dan para teman blogger lain. Seolah paham dengan apa yang ada dibenak para pengunjung, panitia pun telah menyiapkan beberapa workshop serta talkshow yang bisa langsung diterapkan sebagai langkah awal untuk membangkitkan sisi humanitas kita. Salah satunya melalui workshop pengolahan limbah sampah oleh kak ratry.



Meski bertajuk ‘pengolahan limbah sampah’ tapi ternyata workshop yang disajikan ini tuh jauh dari kata ‘kotor’ yang biasanya amat dekat dengan sampah. Kak ratry mengajak kami, para peserta workshop untuk berpikir simpel saja dan memulai langkah dari hal yang juga simpel. Seperti memanfaatkan kembali gelas-gelas kopi bekas misalnya.

Yup, cup kopi yang biasanya kita buang itu pun ternyata bisa dimanfaatkan kembali sebagai barang fungsional yang cantik. Kak ratry mengajak para peserta workshop ber-doodle ria di gelas kopi yang telah ia bagikan. “bebas aja, terserah mau gambar apa”, begitu katanya. Selanjutnya dapat ditebak, para peserta pun larut dalam doodlenya masing-masing.



Satu hal yang aku tangkap dari workshop kak ratry ini adalah kita tak harus melakukan sesuatu hal yang besar untuk membuat sebuah perubahan besar, mulai saja dari yang terkecil. Yaahhh... meski kita tinggal di wilayah Ring of Fire dan senantiasa ‘berkejaran’ dengan bencana, tapi jangan lantas membuat kita berpasrah diri, lakukan perubahan mulai dari diri sendiri saja.