21/04/19

Masih ragu imunisasi anak...? Cek dulu status kehalalannya di sini...



Rasanya jika seluruh ibu yang ada di dunia ini ditanya soal apakah ingin anak mereka senantiasa sehat maka sudah bisa dipastikan semuanya akan kompak dengan satu jawaban, ya kami ingin anak-anak sehat selalu. Namun sayangnya tubuh mungil mereka yang kita sebut anak itu cukup rentan terpapar suatu penyakit jika tidak dibekali sistem imun khusus, oleh karena itu disinilah pentingnya peran kita sebagai orang tua untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan.

Sedikit share saja, saat tulisan ini dibuat, aku sedang menemani anak keduaku yang kebetulan dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bekasi. Alhamdulillah bukan penyakit yang terlalu membahayakan, hanya terkena dehidrasi akibat demam yang tak kunjung turun, tapi naluri keibuanku jelas cukup mengkhawatirkan keadaan nya.



Selama dua hari menjaga, ada rasa penyesalan yang terselip di hati, penyesalan karena telah lalai menjaganya saat ia sehat kemaren.  Rasanya, kalau bisa menggantikan posisinya dalam melawan penyakit itu, maka aku akan dengan senang hati melakukannya, sayangnya hal ini terbilang mustahil untuk dilakukan. Dari sini aku jadi merenungi soal tindakan-tindakan pencegahan yang seharusnya bisa aku lakukan agar anakku tidak mudah terserang suatu penyakit. Ungkapan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’ seolah terus terngiang ngiang di kepalaku.

Keresahan para ibu seperti yang aku alami ini ternyata sudah sejak lama menjadi perhatian khusus dari pemerintah Indonesia. Seolah paham betul dengan kekhawatiran serta keinginan para ibu untuk menjauhkan anak-anak dari berbagai penyakit, Pemerintah kita pun sudah melakukan program imunisasi nasional sejak tahun 1956.



Yup, hampir semua jenis penyakit sebenarnya bisa kita cegah dengan beberapa langkah, namun seringkali harus diakui kita lah yang masih saja suka melalaikannya. Seperti dalam beberapa kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi saja misalnya,  entah kenapa meski tau kalau imunisasi itu bisa mencegah anak kita terserang penyakit tertentu, angka penolakan imunisasi ini masih cukup besar di Indonesia. Oleh karena itu yuk mari kita sama-sama ubah mindset kita terhadap imunisasi ini.

Imunisasi diperlukan, karena...


Sesuai dengan namanya, pada dasarnya imunisasi ini akan menghasilkan kekebalan atau imunitas terhadap suatu jenis penyakit, bisa dalam bentuk infeksi alamiah yang akan menimbulkan kekebalan ataupun suatu usaha ‘meniru’ kejadian infeksi alami tersebut. Karena sifatnya yang merupakan tindakan pencegahan, maka bisa diartikan kalau imunisasi ini termasuk juga dalam salah satu hak anak yang wajib kita penuhi sebagai orangtua nya.




Ada beberapa jenis penyakit yang sudah terbukti dapat dicegah melalui imunisasi, seperti   Tubercolosis, Polio, Hepatitis B, Pertusis, Tetanus, Diphteria, Rubella, dan berbagai jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Banyak...? Ya, memang banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, namun tenang saja, pemerintah telah menyusun jadwal imunisasi bagi anak sesuai dengan sejarah serta kemungkinan waktu anak terserang penyakit.

Jadi, dari sini kita bisa lihat kalau yang namanya imunisasi itu tidak bisa sembarangan di berikan harus sesuai dengan waktu yang disarankan, karena waktu waktu ini telah disesuaikan dengan perjalanan alamiah penyakit tersebut. Sebagai contoh, imunisasi BCG harus diberikan pada saat anak baru lahir, karena memang bayi newborn itu paling rentan terkena penyakit Tuberkolosis.



Kemampuan imunisasi ini dalam mencegah suatu penyakit sudah diteliti serta dibuktikan langsung oleh para cendekiawan kita, namun sayangnya, masih banyak diantara kita yang meragukan imunisasi dan berlindung dibalik peraturan agama untuk melakukan penolakan. Yup, berita hoax tentang keraguan terhadap status halal dari imunisasi itulah yang pada akhirnya membuat angka penolakan imunisasi masih besar di Indonesia.

Status kehalalan imunisasi


Nah, menjawab hal ini, beberapa waktu yang lalu, kemenkes pun mengadakan acara blogger gathering di sebuah hotel guna melakukan klarifikasi serta sosialisasi lebih jauh tentang status kehalalan imunisasi ini. Tak tanggung tanggung, dalam acara tersebut dihadirkan pula narasumber dari MUI Dr.HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA yang merupakan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat.



Pada prinsipnya, pengobatan itu harus dilakukan dengan barang yang halal dan tidak hanya terbatas pada dzatnya saja tapi juga dalam proses produksinya. Sebenarnya sih hal ini berlaku untuk umum, baik itu makanan, minuman, maupun obat-obatan yang kepentingannya untuk dikonsumsi. Namun dalam kasus tertentu, seperti dalam imunisasi yang memang terbukti khasiatnya serta belum ditemukan imunisasi lain yang suci dan halal, maka statusnya menjadi mubah atau boleh. Sebagai contoh penggunaan vaksin polio khusus (IPV) dan vaksin polio oral (OPV) pada saat ini dibolehkan sepanjang belum ada jenis vaksin yang menggunakan media dan proses yang sesuai dengan syariat islam.

Sebagai orang awam yang kurang paham seluk beluk imunisasi dan hukum islam, aku menyarankan untuk mengikuti saja anjuran yang telah diberikan tersebut. Alasan paling utama nya adalah karena tentu keputusan hukum tentang status imunisasi ini telah melalui rangkaian penelitian khusus yang dilakukan para cendekiawan terkait. Pastinya sudah diukur juga perihal baik buruknya penggunaan imunisasi tersebut.



Kalaupun nantinya ada vaksin yang telah terbukti kehalalannya, maka pemerintah serta MUI pasti akan menjai garda depan untuk menyampaikannya pada masyarakat. Jadi meski saat ini ada beberapa vaksin yang memang masih menggunakan barang non halal, selama menurut MUI statusnya masih dibolehkan, ya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberikannya pada anak kita ya, ingat imunisasi itu aalah salah satu hak anak yang wajib kita penuhi. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan...?!

18/04/19

5 Kriteria wajib wisata kuliner ini ternyata ada di Huk Family Resto



Tidak salah jika ada yang mengatakan kalau wisata kuliner itu adalah soal rasa, namun menurutku definisi wisata kuliner jauh lebih luas dari itu.  Ada banyak hal atau faktor yang akan membuat wisata kuliner kita menjadi lebih menarik dibanding hanya berkutat pada cita rasa belaka. Hal inilah yang coba aku anut tiap kali menentukan lokasi kulineran bersama teman.

Sebagai contoh saja, seenak apapun citarasa yang ditawarkan oleh sebuah rumah makan tidak akan ada artinya jika tanpa diiringi oleh kenyamanan serta keramahan para pramusajinya.  Ditambah lagi kepopuleran sosial media belakangan ini pun seolah menambah daftar kriteria lokasi wisata kuliner favorit. Semakin instagramable tampilan dari sebuah rumah makan maka bisa dipastikan semakin ramai pula rumah makan tersebut.



Agaknya hal inilah yang juga diperhatikan oleh Pak Bangkit Kuncoro dan istri saat mendirikan Huk Family Resto yang pada beberapa waktu lalu sempat aku singgahi bersama teman.  Huk Family Resto yang berlokasi di Jl Jombang Raya No 28, Pondok Aren, Kota tangerang Selatan, Banten ini merupakan salah satu dari 5 cabang Huk Family Resto yang tersebar di Jabodetabek.

Selain cita rasa yang memang menjadi poin utama dari Huk Family Resto tersebut, setidaknya ada beberapa alasan lain yang berhasil aku kulik dan wajib kalian tau agar semakin mantab untuk berwisata kuliner bersama teman di Huk Family Resto ini, berikut diantaranya,

1. Lokasi yang strategis


Setiap kali akan berwisata kuliner, kemudahan akses menjadi salah satu poin penting untuk diperhatikan. Kerennya, semua cabang Huk Family Resto ini benar-benar memperhatikan soal ke-strategis-an lokasinya, terbukti dengan mudahnya akses menuju Huk Family Resto ini. Ya, Pak Bangkit selaku owner dari Huk Family Resto ini memang selalu menyempatkan diri untuk survey langsung ke lapangan setiap kali akan membuka cabang baru, bahkan beliau pun tak jarang melakukan riset sederhana terlebih dahulu demi mendapatkan lokasi yang strategis tersebut.

Pak Bangkit, owner Huk Family Resto


Tentunya masih ingat bukan dengan pengalamanku saat berkunjung ke Huk Family Resto yang berlokasi di Serpong, Tangerang beberapa waktu lalu...? Kurang lebih sama dengan cabang yang ada di Bintaro ini, cabang Huk Family Resto BSD tersebut pun terletak di lokasi yang ramai serta akan terus berkembang.  

2. Tampilan yang instagramable


Mau tidak mau memang harus kita akui bersama kalau resto atau rumah makan yang memiliki tampilan instagramable itu akan jauh lebih menarik perhatian. Alasannya simpel, karena saat ini spot instagramable seolah memang menjadi daya tarik tersendiri. Aku, sebagai content creator di sosial media pun merasa dimanjakan jika ada rumah makan yang instagramable, rasanya seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sembari makan enak bisa sekalian mendapat content yang berkualitas.



Nah untuk soal tampilan yang instagramable ini, bisa dibilang Huk Family Resto telah amat menguasainya, terlihat dengan penampakan dari rumah makan ini yang menurutku cukup instagramble.  Ke-instagramable-an Huk Family Resto bahkan sudah diperlihatkan dari area luar resto tersebut yang merupakan smoking area itu. 

Memasuki area dalam lantai bawah dari Huk Family Resto pun tak kalah menarik perhatian, ada satu sisi dinding yang sengaja di tempeli wallpaper bergambar kebun bunga lengkap dengan gapura putih yang amat manis untuk dijadikan spot foto. Ditambah lagi kursi putih yang tersusun rapi di lantai bawah ini terasa amat matching atau cocok dengan wallpaper tersebut, jadi seperti sedang berada di taman bunga saja gitu.



Kalau lantai bawah sedang penuh terisi, di lantai atas juga kita bisa merasakan area instagramable lain. Dominasi warna putih terlihat begitu serasi dan manis dengan tambahan dekorasi bunga-bunganya di lantai atas. Suasana makan pun dijamin akan lebih asyik dengan adanya dekorasi ini.

3. Pelayanan yang ramah


Kalau biasanya di resto atau rumah makan lain lebih banyak didominasi oleh para pramusaji wanita, tidak begitu dengan Huk Family Resto ini. Menurut Pak Bangkit, Huk Family Resto memang benar-benar menghilangkan genderisasi yang biasa ada di rumah makan itu, di sini siapapun bisa menjadi pramusaji asal lolos kualifikasi tanpa terhalang jenis kelamin, terlihat dari banyaknya karyawan pria yang ada di Huk Family Resto, termasuk untuk posisi pramusaji.


Meski kebanyakan pria, para pramusaji di Huk Family Resto ini benar-benar ramah. Serius, ini kesan pertama yang aku dapat. Senyum seolah tak bosan ditebarkan oleh mereka pada para pelanggan.

4. Fasilitas yang lengkap


Tak seperti kebanyakan resto pada umumnya yang hanya memperhatikan fasilitas penunjang saat makan saja seperti wastafel dan meja makan, Huk Family Resto justru memanjakan pelanggannya hingga ke masalah lain. Sebagai contoh, di Huk Family Resto Bintaro yang beberapa waktu lalu aku datangi itu, ada fasilitas penunjang lainnya seperti mushola  dan mini playground.



Memang bukan mushola yang besar, namun keberadaan mushola di lantai atas itu sudah lebih dari cukup untuk memudahkan para pelanggannya beribadah saat berada di Huk Family Resto. Mini Playground yang disediakan di Huk Family Resto ini pun seolah makin memperkuat branding restoran keluarga yang disandangnya.

5. Variasi menu


Satu hal yang menarik perhatianku di Huk Family Resto ini adalah keberagaman menu yang ditawarkan. Tak tanggung-tanggung, Pak Bangkit bahkan menjadikan dua brand dalam satu resto demi memberikan variasi menu yang beragam pada para pelanggannya. Dua brand tersebut tak lain adalah Huk Family Resto dan Bebek.



Menu dari Huk Family Resto ini cenderung ke makanan-makanan luar seperti western dan asia yang banyak disukai oleh para generasi milenial. Sementara Bebek Bentu mewakili kuliner khas Indonesia, kuliner yang biasanya menjadi favorit para orang tua. Jadi konsep dua brand yang disatukan ini memang sengaja diusung untuk mengumpulkan satu anggota keluarga saat makan bersama di Huk Family Resto.

Salah satu menu andalan di Huk Family Resto yang berhasil menarik perhatianku tak lain adalah Bebek Kecombrang. Bebek kecombrang ini merupakan olahan bebek goreng yang dilengkapi dengan bubuhan racikan kecombrang, sambal dan rempah lain sehingga membuat menu ini benar-benar terasa nikmat untuk dinikmati bersama.

Bebek Kecombrang


Selain Bebek Kecombrang, ada juga menu Bebek Cemeng yang menjadi favorit para pengunjung. Uniknya, nama Bebek Cemeng ini tuh berasal dari kata ‘cemeng’ yang artinya menghitam. Alasannya karena memang tampilan dari Bebek Cemeng ini agak sedikit menghitam oleh kekentalan bumbu rempah khasnya.

Bebek Cemeng


Tak hanya itu saja, di Huk Family Resto juga ada menu ala western seperti Spagheti AOP Smoked Beef, Beef Stroganof, pizza Special, Sop Tahu Bentu, Sop Iga Bakar, Grilled Beef, Chicke Teriyaki, Sushi Dragon Roll, Sushi Makimono Combo, Roti Bakar Coklat Keju dan banyak menu favorit lainnya.

Nasi Goreng Surabaya


O iya ada juga menu Gurame Hantu Petir dan Nasi Goreng Surabaya yang menjadi primadona di Huk Family Resto ini. Meski variasi menunya terbilang amat beragam dan kurang spesifik, Huk Family Resto ini tetap berhasil menempatkan diri di hati para pelanggannya, termasuk aku yang hingga saat ini terus jatuh hati lagi dan lagi pada Huk Family Resto.

Gurame Hantu Petir


Nah buat kalian yang pengen juga merasakan langsung jatuh hati pada restoran keluarga yang satu ini bisa langsung berkunjung ke salah satu cabang Huk Family Resto yang terdekat dari lokasi tempat tinggal mu. Untuk informasi selengkapnya seputar Huk Family Resto ini bisa langsung kalian dapatkan di websitenya www.rumahuk.com  atau di semua akun sosial media Huk Family Resto yaa...

17/04/19

Pencerah wajah dan Anti-aging dalam satu serum...? Ini dia jawabannya...



Setiap wanita itu pada dasarnya memiliki kecantikan masing-masing, begitu ungkapan yang sering kudengar. Seharusnya jika kita memegang teguh pada ungkapan tersebut dalam keseharian maka tak akan ada lagi ‘ketidak-percayaan diri’ yang singgah pada kaum hawa.

Sayangnya stigma yang sudah terlanjur melekat pada masyarakat justru seolah mengkotak-kotakan para wanita dengan kata cantik  dan tidak cantik. Kata ‘cantik’ yang seharusnya memang dimiliki serta dipercaya oleh para wanita itu entah mengapa malah menjadi suatu kata relatif yang bergantung pada pandangan orang sekitar dan membuat para wanita terpaksa harus mengikuti ‘kiblat’ tertentu untuk dapat menyandang gelar ‘cantik’ tersebut.



Sebagai contoh nyata yang sering menjadi tolak ukur bagi ‘cantik’ di Indonesia adalah warna kulit. Warna kulit wanita Indonesia yang notabene cenderung sawo matang itu seringkali dianggap kurang cantik hingga akhirnya membuat para  wanita pun berlomba-lomba mencerahkan kulitnya, terutama kulit pada area wajah.

Agak miris memang, namun mau tidak mau kita dipaksa untuk mengikuti kiblat tersebut, begitupun denganku. Stigma yang ada di masyarakat tentang adanya kaitan erat antara warna kulit dengan kecantikan tadi sedikit banyak memang mengusik pikiranku yang berkulit agak gelap ini. Harus kuakui,  aku pernah ada dalam posisi melakukan segala hal yang bersifat instan demi mencerahkan kulit wajah. Alhamdulillah hal ini tidak berlangsung lama, aku pun cepat tersadar kalau sesuatu hal yang instan itu pasti akan memiliki efek yang kurang bagus.



Namun, kesadaran tersebut tak lantas menghilangkan hasratku untuk mencerahkan kulit wajah. Keinginan tersebut tetap ada dan saat ini ketika aku mulai memasuki usia 30 tahun, aku pun kembali dihadapkan pada masalah seputar ‘menuju cantik’ yang seolah semakin sulit. Kalau dulu masalahnya hanya seputar mencerahkan kulit wajah saja, sekarang harus ditambah dengan masalah tanda-tanda penuaan yang mulai terlihat.

Lanore Whitening & Antiaging Serum, dua manfaat dalam satu produk


Ada banyak produk skin care di pasaran yang ditujukan untuk kedua masalah ku tersebut, namun sayangnya kebanyakan dari skin care itu hanya dapat bekerja untuk mengatasi satu masalah saja. Padahal yang kuinginkan adalah dapat menyelesaikan kedua masalah tadi dalam satu kali perawatan. Awalnya aku agak ragu akan keberadaan skincare yang mampu menyelesaikan kedua masalah tersebut secara bersamaan, hingga pada beberapa waktu yang lalu aku dikenalkan dengan Lanore Whitening & Antiaging Serum.



Ya, untuk menjawab kebutuhan para wanita indonesia sepertiku ini, Lanore hadir sebagai brand kosmetik pertama di Indonesia yang menawarkan produk kecantikan dengan dua manfaat sekaligus dalam produk perawatannya, Whitening & Antiaging Formula. Lanore seolah paham betul akan masalah ‘menuju cantik’nya wanita Indonesia.

O iya, sebelum meluncurkan Lanore Whitening & Antiaging Serum pada tanggal 10 April 2019 lalu tersebut, Lanore telah meluncurkan produk-produk make-up nya di akhir tahun 2017, kemudian di tahun 2018 dan tahun 2019 ini Lanore semakin melengkapi diri dengan rangkaian produk-produk skin care berkualitasnya.




Pada  acara peluncuran produk barunya yang juga dihadiri oleh Brand Ambassador lanore, Astrid Tiar, Lanore meluncurkan dua buah produk Serumnya, yaitu Lanore Whitening & Antiaging Serum dan Lanore Intergold Serum.

Aku jelas tak sabar untuk mencoba Lanore Whitening & Antiaging Serum yang konon katanya dapat mengatasi kedua masalah ku tadi. Oleh karena itu begitu sampai dirumah aku pun langsung bergegas mencoba produk tersebut.



Satu hal yang langsung menarik perhatianku adalah penampilan dari Lanore Whitening & Antiaging Serum ini. Packagingnya saja sudah terlihat elegan dengan dominasi warna maroon yang glamour pada dus nya. keberadaan bola-bola kecil dalam kemasan botol pump nya itu pun makin membuatku jatuh hati saat pertama kali melihatnya.

Ketertarikanku terhadap Lanore Whitening & Antiaging Serum ini mau tidak mau makin menjadi ketika aku  tau kalau bola-bola kecil tersebut bukanlah hiasan semata. Ternyata bola-bola tersebut adalah ‘pengikat’ dari bahan-bahan alami yang terkandung didalamnya. Jadi kandungan dalam Lanore Whitening & Antiaging Serum itu baru pecah sesaat akan digunakan tepatnya saat kita mem-pump serumnya tersebut.



Lanore Whitening & Antiaging Serum ini ternyata menggunakan teknologi pertukaran ion yang diadaptasi dari teknologi Perancis. Polimer intelbeads nya didispersikan dalam suspensi gel sehingga meningkatkan aplikasi pada kulit. Meski berbentuk gel saat di-pump, serum ini sama sekali tidak terasa lengket dan cenderung lebih cepat meresap jadi tidak memerlukan waku lama untuk kembali mengaplikaskan produk lain ke wajah seperti makeup misalnya.

Lanore Whitening & Antiaging Serum ini mengkombinasikan bahan ekstrak alami dari tumbuhan akar bunga peony (Paeonia Suffructicosa rooth extract), arbutin, dan Glutathione serta 3D Pearl dari Perancis yang mampu untuk membantu mencerahkan serta menyamarkan flek hitam/area gelap pada kulit. Tak hanya itu saja, produk ini juga dilengkapi dengan ekstrak Vitis Vinifera Grape Fruit Juice (ekstrak buah anggur) dan Aminopropyl Ascorby Phospate (vitamin C) sebagai anti oksidan yang mampu memperlambat efek penuaan seperti garis-garis halus atau kerutan yang belum terlalu dalam.



Sekarang, pada saat tulisan ini dibuat, aku sudah rutin menggunakan Lanore Whitening & Antiaging Serum ini, dan hal pertama yang langsung terasa di wajahku adalah kelembapan serta kesehatan kulit yang semakin terjaga. Efek mencerahkannya memang masih belum begitu terasa, ya aku sih tau kalau mencerahkan wajah memang tidak bisa instan, justru jika ada pencerah kulit wajah yang terlalu instan malah harus dipertanyakan.

Oleh karena itu aku akan terus melanjutkan pemakaian serum ini secara rutin, insya Allah setelah ada perubahan atau efek nyata soal fungsi mencerahkannya tersebut, tulisan ini akan aku update kembali. Nah buat kalian yang ingin tau lebih jauh lagi soal Lanore Whitening & Antiaging Serum ini bisa langsung kepoin website serta akun media sosialnya sebagai berikut,

Website : www.lanore.id
Instagram : @lanore.id
Facebook : @lanoreID
Youtube : Lanore
Twitter : @lanore_id

14/04/19

Gerah memakai niqab atau cadar...? Pasti belum kenal Humaira Niqab deh...



Ada ungkapan yang mengatakan kalau kita ingin wangi maka bertemanlah dengan tukang minyak wangi. Ungkapan tersebut benar-benar tertanam di sanubariku dan membuatku sedikit terkesan memilah milah dalam berteman. Namun melihat pribadiku yang begitu mudah terbawa arus rasanya amat wajar jika aku benar-benar menginginkan dapat berada di lingkungan ‘wangi’ tersebut.

Oleh karena itu aku begitu senang ketika mendapat kesempatan silaturahmi dengan kak Niken oliviasilo, owner dari Humaira Niqab beberapa waktu yang lalu. Saking senangnya, bahkan dari jauh hari sebelum waktu yang ditentukan tersebut aku sudah amat antusias untuk datang ke lokasi.



Sejujurnya, tetap ada rasa malu yang terselip di hati.  Malu melihat penampilanku yang begitu jauh dengan kak Niken. Tengok saja, meski telah berhijab, aku masih begitu nyaman menggunakan jeans saat  bepergian, benar-benar jauh dengan penampilan Ibu dari dua orang anak itu yang sudah mantap menggunakan niqab atau cadar dalam keseharian. Tapi ternyata tidak begitu tanggapan kak Niken, dia mengatakan kalau aku tidak perlu malu karena hidayah bagi setiap orang itu memang ber-beda-beda, mungkin saja sekarang aku masih berpenampilan seperti ini tapi tidak menutup kemungkinan kelak aku pun bisa seperti beliau. Rasa haru pun kontan memenuhi relung hatiku...

Silaturahmi tersebut sebenarnya merupakan acara media dan Blogger gathering Humaira Niqab yang bertujuan untuk mengenalkan Humaira Niqab pada masyarakat luas melalui Media dan Blogger, namun keramahan kak Niken dan yang lainnya membuat acara itu terasa seperti pertemuan keluarga besar saja dan membuat kami yang penasaran dengan Niqab lebih leluasa bertanya pada beliau.



Hal pertama yang paling membuatku penasaran terhadap Niqab adalah dasar hukum atau alasan kenapa harus menggunakan niqab dalam keseharian. Rasanya pertanyaan ini cukup mewakili masyarakat awam bukan...?!

 Nah menurut Kak Niken, dasar hukum menggunakan niqab adalah dasar yang sama tentang kewajiban seorang wanita menggunakan hijab, namun ditambah dengan beberapa hadist yang pada  intinya mengatakan kalau seorang wanita itu tidak boleh ‘menarik perhatian’ laki-laki. Dan bagian tubuh yang paling ‘menarik perhatian’ pada perempuan itu tak lain adalah wajah,  dari sinilah kita bisa langsung menarik kesimpulan akan arti pentingnya menggunakan niqab tersebut.



Humaira Niqab, Niqab berkualitas hasil kolaborasi Kak Niken dan Kak Laila


Alhamdulillah saat ini sudah banyak perempuan muslimah yang menggunakan cadar atau niqab bahkan hingga membuat tren busana muslim dengan cadar menjadi populer, namun sayangnya produsen niqab ini masih terbilang langka di Indonesia, kalaupun ada, kualitas niqab yang diproduksi itu amat jauh dari kata ‘nyaman’. Hal inilah yang melatar belakangi Kak Niken dan sahabatnya, Kak Laila pun mulai menekuni usaha merancang sekaligus memproduksi Humaira Niqab.



Kenyaman menggunakan niqab adalah poin utama yang diperhatikan oleh Humaira Niqab, karena hal ini memang masih sering menjadi alasan maju-mundurnya seorang wanita untuk menggunakan niqab dalam keseharian. Maka tak heran jika dalam produksi nya, Humaira Niqab sangat memperhatikan pemilihan bahannya. Terutama untuk bagian wajah, material yang digunakan merupakan bahan yang lembut, jatuh, mudah dipakai bernafas, tidak pengap dan tentunya tidak panas. Sejauh ini bahan tersebut hanya ada di supplier khusus Humaira  Niqab saja.

Selain pemilihan bahan, Proses produksi Humaira Niqab pun dikerjakan oleh penjahit yang terampil dan didesain langsung oleh Kak Niken, sehingga membuat desain produk Humaira Niqab terlihat cantik saat digunakan. Uniknya, desain tersebut lebih beragam dibanding niqab yang banyak dipakai masyarakat Indonesia. Kak Niken menambahkan beberapa desain yang belum ada di Brand niqab lainnya.



O iya karena bisnis ini tidak berlatar mencari keuntungan belaka, Kak Niken dan partnernya tak segan memberikan edukasi khusus terkait material produk dan manfaat menggunakan cadar untuk muslimah dalam setiap pameran atau bazzar yang diikuti oleh Humaira Niqab.

Saat ini Humaira Niqab memang belum memiliki store atau toko offline, namun bagi kalian yang tertarik untuk mencoba Humaira Niqab ini bisa langsung ke akun instagramnya di www.instagram.com/humaira.niqab. Buat kalian yabg belum berpikir untuk menggunakan niqab sepertiku ini, tidak perlu malu ya, ingat hidayah tiap orang itu berbeda-beda teman...


13/04/19

Mau tanam sayur tanpa kendala di rumah...? Cek dulu hal ini...



Dulu aku pernah memiliki sebuah mimpi tentang tinggal di rumah mungil dengan halaman luas yang dipenuhi oleh kebun sayur-mayur serta jauh dari hingar-bingar perkotaan. Selain lebih tenang, rasanya kehidupan seperti itu akan amat praktis, mau masak sayur tinggal petik, mau makan buah pun tinggal ambil di kebun. Sayang, kenyatannya jika dikaitkan dengan realita kehidupanku saat ini, impian tersebut  tak semudah itu juga.

Profesiku sebagai seorang blogger yang notabene seringkali dituntut untuk bertandang ke ibukota, serta ketergantunganku yang begitu tinggi terhadap akses internet pun akhirnya semakin menjauhkan diri ini dari impian tersebut.  Meski begitu, bukan suatu hal yang mustahil untuk ‘mengambil’ sedikit dari mimpi tadi agar dapat diwujudkan di tempat tinggalku saat ini, salah satunya adalah dengan melakukan urban farming atau berkebun di perkotaan.



Ya, belakangan ini aku memang sedang giat-giatnya melakukan urban farming di rumahku. Namun  karena memang urban farming yang aku lakukan ini hanya bermodalkan mimpi memiliki kebun sayur saja, tanpa adanya bekal pengetahuan seputar pertanian, seringkali aku pun mengalami berbagai kendala, terutama seputar benih yang tak kunjung tumbuh. Kemungkinan besar benih yang aku gunakan tersebut diragukan keasliannya karena memang aku membelinya bukan di online shop resmi dari perusahaan benih terkemuka.

Oleh karena itu aku benar-benar tidak bisa menutupi rasa bahagia ketika mendapat kabar kalau produsen benih sayuran tropis ‘Cap Panah Merah’, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) meluncurkan official store “Panah Merah Go Online”.  Official store nya ini sudah bisa kita akses di marketplace Bukalapak dan Shoppe loh...



Peluncuran official store “Panah Merah Go Online” ini juga dihadiri oleh Kementrian Pertanian RI, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI, KTNA, Pengusaha makanan dan minuman, petani, serta komunitas penggiat petani. Bisa dibilang semua pihak yang akan terlibat dalam dunia perbenihan ini ikut diundang dalam moment peluncuran official store tersebut, agar pesan serta berita peluncuran ini dapat lebih mudah tersampaikan pastinya.

Dengan diluncurkannya official store Panah merah Go Online ini tentu kita akan makin dipermudah saat ingin mendapatkan benih unggul berkualitas yang dijamin keasliannya hingga 100%. Selain itu benih-benih yang dijual di Panah Merah Go Online ini adalah benih yang cukup variatif, mulai dari varietas baru hingga varietas unggulan, seperti benih buah yang sedikit langka atau benih yang mempunyai ketahanan virus lebih kuat misalnya.



Satu hal yang aku suka dari sistem penjualan online seperti ini tuh adalah keefisienan waktu yang ditawarkan, dengan berbelanja secara online aku bisa lebih banyak memangkas waktu sehingga bisa sembari melakukan aktivitas lainnya. Terlebih untukku yang memang minim pengetahuan seputar benih, official store ini jelas akan amat membantuku agar terhindari dari kasus penjualan benih palsu yang sedang marak terjadi itu.

Uniknya, saat kita berbelanja benih di Panah Merah Go Online dengan skala kecil yang diperuntukan untuk urban farming, paket benih kita tersebut akan dikirimkan dalam box merah yang nantinya bisa digunakan kembali sebagai media tanam. Ya, box merah tersebut memang sudah didesain sedemikian rupa untuk hal ini dengan menambah beberapa sekat pembatas serta lubang dibagian bawahnya. Suatu hal yang cukup inovatif sih menurutku.



O iya selain Panah merah Go Online tadi, EWINDO juga membuka forum online petani, Halo Panah Merah, yang bisa diakses di fanpage resmi nya. Forum ini sengaja dibuka untuk memfasilitasi para petani serta penggerak urban farming yang membutuhkan bimbingan khusus. Di Halo Panah Merah ini kita bisa langsung menanyakan berbagai hal seputar benih, pertanian, urban farming serta berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan Panah Merah secara realtime.

Dengan dibukanya dua kanal tersebut, Panah Merah Go Online dan Halo Panah Merah, aku sebagai konsumen benar-benar merasa amat dimanjakan dengan semua kemudahan-kemudahan yang ditawarkan. Dan ternyata para petani dalam skala besar pun merasakan hal yang sama, mereka yang juga hadir di acara peluncuran kedua kanal tersebut mengakui hal ini, saat ini pembelian benih berkualitas sama sekali tidak akan terkendala jarak lagi karena bisa dilakukan secara online.



Duuuuhh aku jadi semakin semangat untuk kembali bercocok-tanam di rumah nih, kalau kalian bagaimana teman, masih ragu buat melakukan urban farming...? atau malah udah langsung meluncur ke official store Panah Merah Go Online di Bukalapak dan Shopee...? Yuk mari kita semangat menanam sayur...


11/04/19

Ngobrol Seru HUT Kementrian BUMN di acara talkshow Paradigma




Tentu amat wajar jika pada hari ulang tahun kita mengharapkan adanya hadiah spesial yang diberikan oleh orang lain, namun bukan suatu hal yang aneh juga kalau kita malah ingin memberikan ‘sesuatu’ pada diri sendiri bukan...?! Agaknya hal inilah yang coba dilakukan oleh Kementrian BUMN di hari ulang tahunnya yang ke 21 tahun ini.  Eits tapi jangan salah ya, yang dimaksud dengan kata ‘diri nya sendiri’ tersebut tak lain adalah masyarakat Indonesia sebagai ‘pemilik’ dari Kementrian BUMN tersebut.

Ya, Kementrian BUMN memang sadar betul bahwa mereka ada karena rakyat Indonesia jadi tujuan  utama nya tentu adalah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia secara keseluruhan.  Nah dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya kali ini, Kementrian BUMN pun memberiakan berbagai keseruan dalam rangkaian acara yang diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia.



Demi mensosialisasikan rangkaian acara tersebut, Kementrian BUMN pun hadir dalam acara Paradigma  yang disiarkan langsung di Usee TV pada jumat, 5 April 2019 pukul 20.00. Acara talkshow yang bertajuk #NgobrolSeruHUTBUMN tersebut benar-benar berlangsung santai dan penuh gelak tawa, aku yang saat itu ikut tapping sebagai penonton pun dapat merasakan langsung suasana hangat dalam obrolan santai itu, sama sekali tidak terasa seperti syuting yang dibuat-buat, semua mengalir begitu saja.  

Tak tanggung-tanggung, nara sumber yang dihadirkan adalah mereka yang memang terkemuka di Kementrian BUMN, Deputi Kementrian BUMN, Bapak Fajar Harry Sampurno, Direktur Human Capital BTN Yossy Istanto, Rendy Herison (@doroii) sebagai Digital Analist, dan tak ketinggalan juga perwakilan dari generasi millenial, Wendy Marc.



Dari sekian banyak rangakaian acara yang menjadi bahan obrolan dalam acara Paradigma tersebut, ada beberapa acara yang menarik perhatianku, dan rasanya akan amat sayang jika tidak diketahui oleh orang banyak, diantaranya adalah sebagai berikut,

Program Padat karya tunai


Di Program Padat Karya Tunai ini, Kementrian BUMN mengajak masyarakat untuk sama-sama bergotong royong membersihkan serta merapihkan lingkungannya sendiri. Para petinggi Kementrian BUMN pun ikut turun langsung dalam program ini, seperti saat Program padat karya tunai yang diselenggarakan di Jatinegara yang dihadiri oleh Ibu Rini Soemarno selaku menteri BUMN.



Uniknya, meski yang dibersihkan itu adalah lingkungannya sendiri, Kementrian BUMN tetap mengapresiasi masyarakat yang ikut dalam acara ini dengan memberikan sejumlah ‘uang lelah’ loh... Selain di Jatinegara, program padat karya tunai juga hair di beberapa kota lain seperti Ciamis dan lain sebagainya.

Program Pangan Murah


Sesuai dengan namanya, di program pangan murah ini Kementrian BUMN menggelar semacam bazzar sembako murah yang bisa dibeli oleh masyarakat sekitar. Satu paket sembako yang terdiri dari Beras 1 kg, Gula pasir 450 gram, minyak goreng 1 liter, garam 250 gram, dan sarden 420 gram, bisa dibeli hanya dengan harga Rp 10.000,- saja.



Program pangan murah ini jelas menarik perhatian para ibu rumah tangga disekitar lokasi acara, maka tak heran acara ini selalu dipenuhi warga. O iya , untuk mendapatkan paket sembako murah ini, BUMN menyediakan dua cara pembayaran yaitu secara tunai dan non tunai dengan menggunakan aplikasi LinkAja, aplikasi non tunai milik BUMN



Festival LinkAja


Festival LinkAja ini memang acara khusus yang diselenggarakan untuk memperkenalkan aplikasi LinkAja ke masyarakat luas. Selama ini masyarakat hanya mengenal aplikasi pembayaran non tunai milik swasta saja, padal BUMN pun ternyata sudah memiliki aplikasi serupa. Dalam festival LinkAja ini, ada sekitar 70 booth kuliner dan kerajinan tangan yang ikut meramaikan nya. Menariknya, kita bisa berbelanja di semua booth tersebut dengan menggunakan transaksi non tunai dari aplikasi LinkAja ini.



Aplikasi yang sudah bisa didownload secara gratis di play store tersebut tidak hanya terbatas digunakan pada saat festival LinkAja itu  saja, tapi bisa juga dipakai di merchant-merchant BUMN lainnya. Jadi tidak perlu ragu untuk segera mendownloadnya ya...

Selain ketiga hal menarik diatas, sebenarnya ada banyak hal lain yang juga dibahas  dalam acara Paradigma  yang di tayangkan di usee tv tersebut, seperti Funwalk dan acara lari sehat di berbagai kota.



Satu hal yang dapat kutarik menjadi kesimpulan dalam rangkaian hari ulang tahun BUMN ini adalah BUMN memang benar benar hadir untuk negri.  Tak hanya kalangan tertentu saja yang coba dimanjakan tapi semua masyarakat Indonesia, ibu-ibu rumah tangga yang dimanjakan dengan pangan murah, serta generasi milenial yang juga ‘ditimang’ dengan festival LinkAJa merupakan contoh nyata dari   #BUMNHadirUntukNegri.  

Mau tau keseruan lainnya di rangkaian acara HUT Kementrian BUMN...? langsung follow aja semua akun  sosial media dari kementrian BUMN agar tidak ketinggalan info menariknya, siapa tau selanjutnya acara serupa juga hadir di kota mu...

05/04/19

Kata siapa generasi milenial cuma bisa jadi penonton di pemilu nanti...? Cek ini dulu deh...



Belakangan ini sosial media ku memang agak sedikit ramai dengan postingan-postingan yang berkaitan dengan pemilu 2019 nanti. Jujur, postingan yang aku upload tersebut sama sekali bukan hanya mengikuti tren semata, tapi lebih pada mengikuti hati nurani sendiri, paling tidak aku mempunyai misi untuk menangkal berita hoax yang banyak bertebaran di media sosial itu.

Ya, suasana sosial media di masa-masa menjelang pemilu ini memang cenderung memanas. keberadaan dua kubu besar dalam pemilu 2019 itu sedikit banyak ikut andil dalam situasi ini. Kalau ditanya aku termasuk dalam kubu yang mana, maka aku akan dengan tegas menjawab aku ada di kubu 01, namun bukan berarti aku membenarkan kampanye-kampanye tidak sehat dari beberapa golongan yang masih sering ditemui. Oleh karena itu, hingga detik ini aku masih rajin untuk mengikuti seminar khusus tentang hal tersebut seperti yang diselenggarakan oleh Jaringan Satu Matahari beberapa waktu yang lalu misalnya.



Tidak seperti acara yang membahas tentang pemilu pada umumnya, yang biasanya dipenuhi oleh para tetua dalam ranah politik, acara kali ini justru melibatkan banyak generasi milenial untuk sama-sama berdialog tentang pemilu 2019 nanti. Generasi milenial dianggap berperan penting dalam pemilu 2019 karena biar bagaimanapun Indonesia jelas butuh pemikiran-pemikiran serta semangat membangun bangsa dari para generasi milenial ini.

Selain itu, di era digital ini, mau tidak mau harus diakui kalau generasi milenial itu merupakan ‘tuan rumah’ dari sosial media yang saat ini tercatat sebagai penyebar informasi tercepat di Indonesia. Dari sini sudah bisa langsung ditarik kesimpulan soal peran dari generasi milenial ini. Ya, kita adalah pemegang kunci sosial media saat ini. Panasnya suasana di sosial media serta tersebarnya berita-berita hoax itu bisa kita kurangi dengan peran aktif dri diri sendiri sebagai generasi milenial. Hal ini lah yang coba diingatkan kembali oleh Jaringan Satu Matahari dalam acara yang diselenggarakan di Balai Kartini itu.



Sebagai perwakilan dari generasi milenial, hadir sosok idola yang menginspirasi kita semua, Kak Hanung Bramantyo. Satu pesan yang ia sampaikan dalam selipan cerita tentang perjalanannya meniti karir di dunia hiburan adalah jangan pernah merasa kalau generasi milenial itu sama sekali tidak bisa berperan dalam masa depan bangsa, karena kita bisa memulainya dari pemilu 2019 ini.

Dalam acara tersebut, aku berhasil merangkum sedikit materi yang disampaikan oleh kak Hanung, Ada beberapa hal yang semestinya amat mudah untuk kita lakukan sebagai generasi milenial sebagai bentuk peran aktif kita dalam menentukan masa depan bangsa, berikut diantaranya,

1. Perangi hoax

Bukan rahasia lagi kalau pada masa menjelang pemilu ini ada begitu banyak berita hoax yang tersebar di sosial media kita. Kita memang tidak bisa menmbuat berita hoax itu sepenuhnya punah dari jagat sosial media, tapi paling tidak kita bisa mulai memerangi berita hoax itu dengan tidak buru buru men-share berita tersebut sebelum benar-benar paham akan kebenarannya. Jangan sampai niat baik kita menyebarkan informasi malah disalahgunakan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.



2. Gunakan Hak pilih, Jangan GOLPUT

Pemilu hanya berlangsung 5 tahun sekali saja, jadi jangan ragu untuk melangkahkan kakimu ke TPS terdekat ya. Satu suara kita itu akan amat berharga untuk masa depan bangsa selama 5 tahun kedepan loh... Selain itu, aksi GOLPUT cenderung memungkinkan hak suara kita digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Pilih pemimpin yang berpengalaman

Sebelum memilih, pastikan kamu kenal betul dengan mereka yang ingin diberikan amanah itu. Paling tidak cek track recordnya terlebih dahulu. Aku pribadi sih cenderung melihat pengalaman dari pemimpin yang akan aku pilih.



4. Saling mengingatkan satu sama lain

Sejatinya pemilu ini adalah alat untuk mempersatukan kita dalam meraih masa depan ibu pertiwi, jadi jangan sampai malah memecah persatuan hanya karena berada di kubu yang berbeda. Ingat hidup kita bukan hanya sampai pada tanggal 17 April saja.

Jika keempat hal tersebut bisa kita terapkan selama masa menjelang pemilu 2019 ini, insya Allah kedepannya Indonesia pun akan jadi lebih baik. So, jangan pernah lagi bilang kalau generasi milenial seperti kita ini tidak bisa ikut berperan aktif dalam pemilu nanti ya... kita juga punya ‘jalan’sendiri untuk ikut serta dalam keseruan pemilu 2019 ini, hanya saja mungkn cara kita itu agak sedikit berbeda dari para tetua kita.



Aku sih udah punya satu pilihan di pemilu 2019 nanti, kalau kalian bagaimana nih teman...? masih setia dengan satu pilihan atau sudah mendua...? apapun itu kita tetap akan jadi sahabat yaa...