Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

18/10/23

Khawatir Resesi di 2023? Upgrade 5 Digital Skill Ini Yuk!

 


Kalau kalian termasuk salah satu dari sekian banyak masyarakat yang overthinking akibat mendengar isu tentang resesi 2023, toss kita sama. Jujur, aku pun sempat mengalami overthinking parah memikirkan bayang-bayang resesi itu. Bagaimana tidak? kondisi ekonomi keluargaku ini bisa dibilang masih jauh dari kata “aman” untuk menghadapi resesi yang mungkin saja benar-benar terjadi. 


Ditambah lagi, statusku sebagai mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan membuatku sedikit paham akan dampak resesi tersebut bagi keuangan suatu negara. Sayangnya, alih-alih membuat tenang, pemahaman tersebut malah membuatku jadi tambah overthinking. 


Sedikit info, berita tentang resesi ini bisa jadi bukan sekedar isu belaka loh, terbukti dengan adanya berita tentang kebangkrutan bank besar yang ada di Amerika itu. Gambaran gampangnya begini, jika negara adidaya seperti Amerika saja mengalami guncangan ekonomi pasca pandemi, lalu apa kabar dengan negara berkembang seperti Indonesia? Sedikit banyak pasti akan terpengaruh juga.


Saat ini mungkin kita semua yang ada di Indonesia masih bisa santai berbelanja, tapi tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan dampak resesi itu akan terasa oleh kita. Oleh karena itu harus ada cara untuk bisa mengamankan keuangan keluarga di tengah bayang-bayang resesi ini, salah satunya adalah dengan meng-upgrade skill atau kemampuan kita. 


Yup, jangan lagi berpuas diri dengan kemampuan yang sudah dimiliki saat ini. Sebelum dampak resesi itu benar-benar terasa di Indonesia, nggak ada salahnya kok buat kita terus meng-upgrade diri agar nanti bisa bertahan dalam berbagai situasi.    


Upgrade Skill? di GreatNusa aja!


Asyiknya, jaman sekarang itu udah serba mudah, termasuk saat kita ingin meng-upgrade skill atau kemampuan. Saat ini kita tak perlu bersusah payah mencari dan mendatangi tempat kursus hanya untuk meng-upgrade skill, semua sudah bisa dilakukan secara online di GreatNusa.



Buat yang belum tau, GreatNusa merupakan platform pembelajaran online yang memiliki berbagai materi pembelajaran berkualitas. Karena dilakukan secara online, pembelajarannya jadi bisa diakses dengan mudah kapanpun dan dari mana saja. Menariknya, GreatNusa ini tuh menyediakan berbagai kursus mulai dari yang gratis sampai yang berbayar melalui website dan aplikasi. 


Nah untuk menghadapi bayang-bayang resesi 2023 ini ada beberapa kursus digital marketing online yang bisa dipelajari di GreatNusa nih, diantaranya adalah sebagai berikut,


  1. Langkah sukses membangun dan mengembangkan bisnis

Di kursus ini, nantinya kita bisa mempelajari berbagai hal tentang bagaimana caranya mengembangkan bisnis. Kursus yang satu ini memang dirancang untuk para pelaku bisnis yang ingin membangun dan mengembangkan bisnisnya, tapi tidak menutup kemungkinan untuk kita yang baru mau mulai berbisnis juga. 


  1. Pengantar CrowdFunding

Materi ini memang terdengar agak asing di telinga masayrakat awam seperti kita, tapi cukup layak dijadikan pilihan untuk meng-upgrade skill. Di kursus ini, nantinya kita akan diajak untuk mempelajari tentang berbagai hal terkait pembiayaan melalui internet.


  1. Toys R Us dalam perspektif Project Management

Kalau di kursus lainnya kita disajikan dengan contoh sukses para pebisnis, di kursus ini kita justru diajak menggali lebih dalam tentang kebangkrutan yang dialami oleh Toys R Us, perusahaan ritel terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 1600 toko di seluruh dunia. Dari kegagalan yang dialami itulah nantinya kita bisa mempelajari tentang bagaimana menjalankan proyek manajemen yang baik untuk keberhasilan bisnis. 


  1. English for Successful Meetings

Walaupun kita menjalankan bisnis di Indonesia, tapi tak jarang bahasa inggris juga masih diperlukan. Nah kursus ini sengaja dihadirkan buat kita yang ingin mengembangkan kemampuan berbahasa inggris dalam konteks bisnis baik secara lisan maupun tertulis. 


  1. Young Enterpreneurs Talk: How Creative Industries Statups Adapt with the Current Situation

Asyiknya, kita bisa mengikuti kursus ini secara gratis loh. dikemas dalam bentuk webinar, di kursus ini kita akan diajak untuk lebih memahami bagaimana industri kreatif dapat bertahan dan bangkit dari pandemi. 



Selain 5 kursus di atas, masih ada banyak kursus lain di GreatNusa yang bisa diikuti. Kita tinggal pilih aja kursus yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Semoga dengan terus meng-upgrade skill, kita bisa bertahan di tengah bayang-bayang resesi yang mungkin terjadi ini. Tetap semangat dan bismillah aja!


16/07/23

Digitalisasi dalam Dunia Pendidikan, Yes or No?

 


Termakan omongan sendiri, agaknya ungkapan ini pas dengan apa yang aku alami saat melarang ketiga anak-anakku menggunakan gadget. Sedikit cerita, sebelum pandemi melanda ibu pertiwi, aku termasuk orang tua yang bisa dikatakan ‘melarang’ anak-anak mengenal gadget. Rasa khawatir akan kecanduan, membuatku akhirnya memilih untuk menjauhkan mereka dari hal hal berbau gadget tersebut. 


Bisa ditebak, ketika pandemi datang dan mengharuskan masyarakat untuk beralih melakukan aktivitas serba online, aku pun merasakan akibatnya. Mau tidak mau, anak-anak yang tadinya jauh dari gadget  itu harus hidup berdampingan dengannya, termasuk dalam urusan belajar-mengajar. Yup, aku justru kesulitan karena harus mengenalkan kembali dari nol tentang semua hal berbau teknologi dan gadget pada anak-anak. 


Dari situlah aku sadar, tidak ada satu hal pun yang buruk secara keseluruhan, kalau bisa dimanfaatkan dengan baik, maka hasilnya pun akan baik. Seperti teknologi dan gadget untuk anak-anak, misalnya. Jika tidak diawasi, jelas akan memberi dampak negatif pada buah hati kita  namun jika bisa menggunakannya  dengan baik, teknologi dan gadget justru dapat membantu proses belajar si kecil. 


Alhamdulillah perkembangan teknologi digital saat ini cukup membantuku mendampingi anak-anak untuk beralih ke gaya hidup yang serba online di masa pandemi lalu. Memang agak kesulitan di awal tapi semua berhasil kami lalui dan malah menjadi kebiasaan baru bagi kami sekeluarga.Ternyata hidup berdampingan dengan teknologi dan digitalisasi itu tidak semenakutkan yang aku bayangkan kok. 


Contohnya saja dalam hal belajar-mengajar, Alhamdulillah sekarang anak-anak malah jadi kecanduan belajar di Sinotif secara online, dan lagi-lagi aku merasakan dampak positif dari hal ini. Oleh karena itu, aku ingin lebih banyak orang tua yang paham dan merasakan juga dampak positif tersebut lewat tulisan kali ini. Jadi, buat yang ingin tau lebih jauh soal Sinotif dan bagaimana bimbingan belajar ini mampu mendampingi belajar anak secara efektif, please baca sampai selesai yaa.



Sinotif, Bimbingan belajar inovatif di era digital 


Buat yang belum tau, Sinotif merupakan Bimbingan belajar yang fokus pada 3 pelajaran yaitu Matematika, Fisika, dan Kimia. Sudah bukan rahasia lagi kalau ketiga mata pelajaran inilah yang memang sering menjadi momok menakutkan bagi anak-anak. Jaman kita kecil dulu pun ketiga mata pelajaran itu yang sering mendapat nilai jelek, iya nggak sih? 





Sinotif ini sebenarnya bukan brand baru di dunia bimbingan belajar, bahkan mungkin salah satu dari kita yang saat ini sudah menjadi orang tua sempat mengenal Sinotif ketika masih sekolah dulu. Yup, Sinotif sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun, tepatnya berdiri sejak 25 Maret 2000. 20 tahun lebih berkecimpung di dunia bimbingan belajar jelas bukan pengalaman yang bisa disepelekan begitu saja. 


Nah di tahun 2020, Sinotif pun mulai mengikuti permintaan pasar dan membuka kelas secara online. Bimbingan belajar yang tadinya hanya dilakukan di kelas secara tatap muka pun akhirnya memiliki opsi lain berupa pembelajaran secara daring atau online. Positifnya, ada banyak pelajar yang bisa mengakses bimbingan belajar Sinotif tanpa harus terkendala jarak dan waktu. Terbukti, Sinotif telah melayani ribuan siswa dari berbagai kota di Indonesia dan 13 negara. Wow.





Ada beberapa keunggulan dari Sinotif yang aku suka karena memang terbukti mempermudah anak-anak dalam belajar, diantaranya adalah sebagai berikut,


Specialized, guru-guru yang mengajar di Sinotif merupakan para guru yang memang ahli di bidangnya masing-masing dan telah memiliki sertifkasi khusus.  


Personalized, meski dilakukan secara daring, Sinotif tetap memberikan layanan personal sesuai kebutuhan dan target belajar yang diinginkan masing-masing siswa. Asyiknya lagi, catatan dan laporan belajar nya pun akan dikirimkan setiap selesai sesi belajar. 


Systemized, Modul soal yang ada di Sinotif ini lebih mudah dipahami karena memang disusun berdasarkan kombinasi gaya belajar linear dan global.   


Limitless, akses website e-learning untuk belajar mandiri nya dapat diakses kapanpun dan dimanapun selama 24 jam nonstop.


Tak hanya itu saja, Faktanya Sinotif pun membantu para orang tua juga, terutama dalam hal pembiayaan. Untuk mempermudah para orang tua yang ingin mendaftarkan anak-anak nya mengikuti bimbingan belajar, Sinotif pun membuka opsi pendaftaran secara online. 


Caranya pun cukup mudah kok, kita hanya tinggal mengakses laman www.sinotif.com dan mengisi data yang diperlukan saja, selanjutnya anak-anak sudah bisa mengikuti bimbel online interaktif di Sinotif deh. Saranku, mumpung saat ini anak-anak sudah mulai masuk sekolah lagi, lebih baik secepatnya juga didaftarkan ke bimbingan belajar Sinotif supaya tidak tertinggal. 


Alhamdulillah, aku amat terbantu dengan mendaftarkan anak-anak di Sinotif. Dari yang awalnya kami kesulitan beradaptasi dengan digitalisasi selama pandemi, sekarang anak-anak malah ketagihan mengikuti bimbel matematika di Sinotif. Anak-anak pun jadi semakin semangat belajar. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi orang tua lain yaa. Tetap semangat mendampingi anak-anak belajar apapun situasinya ya.  

 




16/05/22

Pilih sipas atau non sipas? Yuk bahas bareng!

pilih sipas atau non sipas

 

Pertanyaan pilih sipas atau non sipas itu pasti akan kamu temui saat akan mendaftar ke universitas terbuka. Sebenarnya di laman media sosial dari masing-masing UPBJJ pasti ada info lengkap seputar ini loh, tapi paham deh, ngga semua camaba follow akun media sosial mereka. Jujur, waktu awal daftar ke Universitas Terbuka, aku pun sempat bingung sama beberapa istilah terebut, sampai akhirnya merasa salah memilih deh, hehehe. Nah agar kalian tidak salah langkah seperti aku, yuk kita bahas bareng!

Gampangnya, sipas dan non sipas merupakan skema layanan yang ada di universitas terbuka. Nggak Cuma bisa pilih sipas atau non sipas aja, di Universitas Terbuka juga ada sipas plus, sipas penuh, sipas semi, sipas non TTM, sipas online, non sipas dan sipas layanan luar negeri. Tapi yang jadi primadona di UT memang sipas non TTM dan non sipas itu sih.


Sipas non TTM

Sipas ini adalah sistem paket yang mempermudah para mahasiswa saat memulai perkuliahannya. Kalau memilih sipas non TTM ini maka kita tidak perlu repot-repot memilih mata kuliah yang akan diambil setiap semesternya, karena UT sudah menentukan paketan mata kuliah di setiap semester nya.

pilih sipas atau non sipas


Sementara itu arti ‘non TTM’ yang disematkan tersebut adalah pembelajarannya yang full online atau dilakukan secara daring melalui e-learning UT. Sebenarnya meski memilih layanan Sipas Non TTM ini, mahasiswa tetap bisa mengajukan permintaan untuk  mendapat layanan tatap muka dengan dosen melalui pengajuan TTM/Tuweb ATPEM atau tatap muka atas permintaan mahasiswa. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya harus memenuhi kapasitas kelas yang ditentukan serta membayar biaya tambahan untuk TTM sebesar Rp 150.000,- per mata kuliah.

Lalu, keuntungan apa aja sih yang didapat jika memilih layanan Sipas non TTM ini? Pertama pastinya proses registrasi terbilang mudah jika dibandingkan dengan skema layanan lain, karena UT sudah menentukan paket mata kuliah untuk tiap semesternya. Selanjutnya, biaya per semester untuk layanan sipas non TTM ini sudah ditentukan besarannya, yaitu Rp 1.300.000,- sudah termasuk buku, kecuali beberapa prodi tertentu. Jadi, kita sudah langsung bisa memperkirakan besaran biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perkuliahan di Universitas Terbuka.

Jika melihat ciri khusus dari skema Sipas non TTM ini, maka menurut ku sih skema layanan ini akan cocok untuk kamu yang ngga mau repot memilih mata kuliah sendiri tiap semester nya, untuk kamu dede-dede yang baru lulus SMA dan untuk kamu yang memang merencanakan masa belajar di kisaran 4 tahun kuliah.

 

Non Sipas

Sesuai namanya, Non Sipas berarti kamu memegang kendali penuh atas mata kuliah yang diambil per semesternya. Sebenar nya ngga bisa dibilang memegang kendali penuh banget juga sih, karena tetap ada regulasi atau peraturan yang harus diikuti saat menentukan mata kuliah per semester. Gampang nya, pada skema Non Sipas ini, setiap semester kamu harus menetukan sendiri mata kuliah nya.

Susah dong? Nggak juga sih, karena UT akan memberi panduan berupa katalog universitas. Di katalog tersebut kamu bisa melihat mata kuliah mana yang harus diambil. Asyiknya, jika mengambil skema layanan ini kamu bebas menentukan jumlah SKS dalam satu semester. Misalnya kamu ingin lulus kuliah lebih cepat dari standard, seperti 3,5 tahun, maka kamu bisa memborong banyak SKS di setiap semester. Begitu juga sebaliknya, jika kamu ingin agak santai, kamu pun bisa loh mengambil sks dalam jumlah sedikit per semester nya, hehehe.

Menurutku, layanan non sipas ini cocok untuk kamu yang memang terlalu sibuk bekerja hingga harus menekan jumlah sks yang diambil per semester nya, atau untuk kamu yang ingin cepat lulus kuliah.

 

Jadi, pilih sipas atau non sipas?

Kalau ditanya seperti itu, ya kembali lagi pada kebutuhanmu masing-masing dong yaa. Coba Tanya lagi pada diri sendiri, kira-kira skema layanan mana nih yang kamu butuhkan untuk menjalani masa perkuliahan di UT. Jujur, aku sendiri merasa ‘salah’ memilih skema layanan nya nih, huhuhu. Saat ini aku mengambil layanan Sipas, enak sih karena mahasiswa yang memilih Sipas ini seperti dianakemaskan oleh UT, tapiiii aku merasa tidak diberi kebebasan dalam menentukan masa selesai kuliah nya, bisa diperlambat tapi tidak bisa dipercepat.

pilih sipas atau non sipas
baca juga : https://www.kreasi-natara.com/2022/11/ujian-online-universitas-terbuka.html 

Jadi, buat kalian yang mau mendaftarkan diri ke Universitas Terbuka, coba pikirkan lagi baik-baik mau pilih skema layanan apa yaa, cek lagi tujuan kuliah serta aktivitas sehari-hari mu yaa. Semangat belajar!

 

04/12/19

Bukti Nyata Usia Tak Halangi Prestasi ala Insan Cendekia Madani




Pengalaman ke Jepang beberapa waktu yang lalu itu, mau tidak mau memang mengubah sudut pandang ku soal pendidikan anak di masa depan. Ya, melihat langsung bagaimana masyarakat Jepang saling berkompetisi satu sama lain dalam hal prestasi, akhirnya membuatku menarik satu kesimpulan tujuan, aku ingin ketiga buah hatiku kelak bisa ikut berpartisipasi dalam persaingan dunia international, baik itu di Indonesia, Jepang ataupun Negara lain. Tak mau membuang banyak waktu, sepulangnya dari negeri sakura itu aku pun langsung mencari tau soal sekolah-sekolah yang dapat mengakomodir keinginanku tersebut.

Memilih sekolah untuk anak memang seperti mencari jodoh yang pas, sedikit sulit tapi bukan berarti tidak bisa kita temukan sama sekali. Mungkin kalau hanya mencari ‘gengsi’ semata, kita akan dengan mudah mendapatkan sekolah dengan label ‘international school’  di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Sayangnya keinginan seorang ibu sepertiku ini kebanyakan memang melebihi apa yang bisa diberikan dari label itu, seperti soal kepribadian, akhlak serta nilai-nilai islami dalam keseharian misalnya.



Ada beberapa list sekolah yang telah kukantongi sebelumnya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk survey langsung ke sebuah international school di bilangan Serpong, Tanggerang karena penasaran dengan rangkaian prestasi yang telah ditorehkan oleh siswa-siswi nya. Insan Cendekia Madani, begitu nama sekolah tersebut.

Torehan prestasi memang terbilang hal yang lumrah bagi sebuah international school, namun bagiku akan terasa lebih istimewa jika prestasi-prestasi tersebut bisa didapatkan dalam usia sekolah yang begitu muda. Ya, meski terbilang sekolah baru, Insan Cendekia Madani berhasil membuktikan bahwa usia tak bisa halangi jalan prestasi.



Dari situlah rasa penasaranku terhadap sekolah ini begitu membuncah tak tertahankan. Aku benar-benar penasaran dengan konsep pembelajaran seperti apa yang diterapkan pada para siswa di Insan Cendekia Madani tersebut sehingga bisa meraih begitu banyak prestasi hanya dalam waktu sesingkat itu.

For your information, siswa-siswi Insan Cendekia Madani ini telah berhasil mengoleksi prestasi di berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional, berikut ini adalah prestasi yang diraih oleh para siswa Insan Cendekia Madani dalam semester ganjil 2019,

Bidang Akademik

v  Menjadi salah satu finalis dalam kompetisi “Equilibrium Science Fair” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan bisnis, Universitas Udayana, Bali.
v  Juara 2 Lomba Bussiness IT Mini Case Competion tang disel;enggarakan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok.
v  Juara 3 Lomba bercerita tingkat SDdalam kegiatan Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional, Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tangerang Selatan
v  Karya puisi dari M. Hanif Fatullah dan Bintang Harli P berhasilkan diterbitkan dalam Majalah Sastra kandaga.
v  Ali Ibrahim Fitra, salah satu siswa SMA Cendekia madani berhasil menjadi finalis dalam ajang OlimpiadePenelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019 yang diadakan oleh Kementrian  Pendidikan dan Kebudayaan RI di Solo
v  Juara 1 Lomba Business Plan Competition dengan tema “Success with Agroindustry” yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah mada, Yogyakarta.
v  Juara 2 Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP dalam kegiatan  Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional, Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tangerang Selatan.
v  Dan berbagai prestasi lainnya


Bidang Ekstra Kurikuler

v  Siswi SMA Cendekia Madani, Athirah Faiza Premos, berhasil menjadi pembawa  baki dalam Pasukan Perngibar Bendera Tingkat Provinsi Banten Pada Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019.
v  Siswa SMA Insan Cendekia Madani, Muhammad Zidan alhamdika, dengan karya nya yang berjudul “Taste od the Ocean”, berhasil menjadi finalis dalam kompetisi International “Science Without Boreders Challenge 2019 Oleh Kaled bin Sultan Living Ocean Foundation, Amerika.
v  Siswa SMA Insan Cendekia Madani, Nadzhif M Kaysfan, berhasil menjadi pasukan pengibar bendera tingkat Wali Kota Tangerang Selatan pada upacara Hari Kemerdekaan RI ke-74
v  Siswi SMA Insan Ceendekia Madani, Angela Cantiqa Pratiwi, meraih prestasi dalam memainkan music klasik dengan piano pada Konser Musik “Alunan Melodi” di Jakarta Design Center.
v  Juara 1 Lomba Tari Ratu Jaroh asal Aceh yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 68 Jakarta.
v  Juara 1 Lomba Renang Gaya Dada sepanjang 25 meter dalam ajang Eksibisi Elsa Nasution Swimming School, yang bertempat di Kolam Renang Damai Indah Golf, BSD
v  Siswa-siswi SD Insan Cendekia Madani berhasil membawa pulang Medali emas dan medali perak dalam kompetisi Indonesia Students Taekwondo Championship 3 (ISTC 3) di Gor Ciracas, Jakarta
v  Siswa-siswi SMP dan SMA Insan Cendekia Madani berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu dalam Lomba Olah raga Cabang Taekwondo Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemudan dan Olah Raga RI di Gor Ciracas, Jakarta
v  Siswa-siswi SD Insan Cendekia Madani berhasil membawa pulang medali perak dalam kejuaraan Taekwondo Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI di GOR Ciracas, Jakarta.
v  Juara 2 Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) di Acara Festival Basmala, Universitas Bakrie
v  Juara 2 Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)di acara I-Fun, MAN IC Serpong
v  Juara 1 Lomba Jakarta Nanyang School (JNS) Cup 2019
v  Juara 3 Lomba Tari Tradisional Aceh Ratoh Jaroe dalam acara akademi 10 di Sekolah Al-Azhar 8 Kemang Pratama, Bekasi.
v  Juara 3 Kontes robot nusantara 6 (6th KRON )dalam kategori Robot Sumo Push Push yang diadakan di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta.
v  Siswi SMA Insan Cendekia Madani, Bella Yofrisanda, berhasil menjadi finalis Kompetisi Roket air yang diselenggarakan oleh PP IPTEK-BPPT di Cilegon, Serang.
v  Siswa-siswi TK Insan Cendekia Madani berhasil menyabet Juara 3 dan Juara 1 Lomba Musabaqah Hifzhil Qur’an yang diselenggarakan Global Islamic School (GIS) 2 Expo, Serpong.
v  Siswa-siswi SMP Insan Cendekia Madani berhasil membawa pulang medali emas dan perak dalam Kompetisi Silat Cup 2019 cabang tanding individu yang diselenggarakan oleh MAN 4 Jakarta.
v  Dan berbagai prestasi lainnya.

Kandang Rusa, salah satu spot di Insan Cendekia Madani yang menarik perhatianku.



Prestasi-prestasi yang aku tuliskan di atas itu, hanya sebagian kecil dari prestasi yang berhasil diraih oleh para siswa di Insan Cendekia Madani. Dengan sederet prestasi tersebut, Insan Cendekia Madani seolah berhasil mendobrak anggapan masyarakat kalau prestasi hanya bisa diraih oleh sekolah-sekolah yang telah lama ada dan lebih berpengalaman.

Tak hanya sampai di situ saja, Insan Cendekia Madani pun membuktikan keunggulannya lewat sebaran alumni di berbagai universitas idaman di dalam dan di luar negeri yang aku anggap juga sebagai sebuah prestasi.  Jika pada umumnya para siswa lah yang mengidamkan sebuah universitas ternama, di Insan Cendekia Madani justru berlaku hal sebaliknya, universitas-universitas ternama itu lah yang mengidamkan siswa dari Insan Cendekia Madani yang dibuktikan lewat banyaknya undangan masuk dan tawaran beasiswa penuh, seperti dari Universitas Indonesia (UI) dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura.



Rangkaian prestasi yang memancing rasa penasaranku terhadap Insan Cendekia Madani ini aku anggap sebagai bukti kesungguhan nya dalam menggembleng anak didik, menggali dan mengembangkan potensi yang sebelumnya terpendam atau bahkan belum terdeteksi. Oleh karena itu, rasa penasaranku ini pun akhirnya membawaku untuk menginjakkan kaki dia area Insan Cendekia Madani. Alhamdulillah setelah melihat dan merasakan langsung atmosfer di sana, aku bisa dengan tegas mengatakan kalau Insan Cendekia Madani ini adalah pilihan tepat untuk kita mendidik anak agar kelak dapat ikut bersaing di dunia internasional.

Bismillah, semoga ketiga buah hatiku pun bisa ikut merasakan atmosfer pendidikan di Insan Cendekia Madani agar bisa jadi salah satu dari Insan Paripurna beradab karimah ala Insan Cendekia Madani.



01/08/19

Festival Literasi Sekolah 2019, bikin semangat literasi makin menggebu




Entah mengapa ingatanku belakangan ini seolah dibawa kembali ke masa-masa dimana aku masih giat memperjuangkan semangat literasi di lingkungan rumahku bersama beberapa orang teman. Kala itu, aku sampai membuat sebuah taman bacaan gratis yang bisa diakses oleh siapapun yang ingin membaca. Taman bacaan bernama Taman Jelajah Dunia itu sengaja kami hadirkan demi meningkatkan kembali minat baca masyarakat sekitar yang mulai memudar karena kehadiran beberapa mall sekaligus pada masa itu.

Taman Jelajah Dunia memang hanya seluas garasi saja, tapi cukup untuk membuatku malu saat menemukan diriku yang sekarang ini termasuk dalam golongan yang memiliki minat terhadap literasi yang amat rendah. Saking rendahnya, bahkan aku sampai bisa salah membaca brief tulisan karena malas membacanya secara detail. Alhamdulillah aku cepat menyadari hal ini, dalam hati aku berjanji harus kembali seperti dulu menjadi seorang dengan semangat literasi tinggi hingga ingin menularkannya pada semua. Bismillah insya Allah bisa…

Bak gayung bersambut, semangatku yang kembali menggebu-gebu ini seolah mendapat sambutan hangat dari pemerintah ketika aku berkesempatan untuk ikut hadir dalam acara bertajuk Festival Literasi Sekolah 2019. Festival Literasi Sekolah ini merupakan ‘gerakan lanjutan’ dari Gerakan Literasi Sekolah yang sejak akhir 2015 telah digagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen).



Kalau di Gerakan Literasi Sekolah para siswa hanya diwajibkan untuk membaca buku non pelajaran selama 15 menit setiap harinya, di Festival Literasi Sekolah 2019 ini ada banyak agenda kegiatan terkait dunia literasi yang lebih luas dari sekedar kegiatan membaca saja. Meski festival ini ditujukan untuk para pelajar, namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang berada di luar lingkungan tersebut, sepertiku ini, untuk ikut hadir dalam semua keseruannya.

Bisa dikatakan Festival Literasi Sekolah ini merupakan perayaan literasi yang mewadahi warga sekolah, mulai dari siswa, guru, dan kepala sekolah serta para penggiat literasi dari berbagai profesi, pengelola taman bacaan masyarakat, Lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan orang tua dalam sebuah forum bersama.  



Festival Literasi Sekolah 2019 ini berlnagsung mulai tanggal 25-29 Juli 2019 lalu, dan kebetulan aku pun hadir di sana pada hari minggu, 28 Juli 2019.  Sesuai dengan sasaran yang ditujunya, festival ini memang diramaikan oleh para dedek dedek emesh yang masih duduk di bangku sekolah. Melihat antusiasme mereka saat hadir di festival ini membuatku sedikit bangga, karena paling tidak masih banyak kok generasi muda yang ingin terus memupuk semangat literasinya.

Seperti yang sudah aku jabarkan, hampir semua kegiatan di Festival Literasi Sekolah 2019 ini memang berkaitan dengan dunia literasi. Ada 4 kegiatan utama yang dilakukan di Festival Literasi Sekolah, diantaranya ada Pembukaan FLS, Pameran Literasi, Festival Literasi, dan Lomba Literasi.

Pembukaan Festival Literasi Sekolah


Aku sendiri tidak sempat hadir dalam acara pembukaan Festival Literasi Sekolah yang dipusatkan di panggung utama pada 26 Juli 2019 lalu. Namun menurut temanku yang hadir pada saat itu, pembukaan tersebut berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh para undangan, peserta dan official lomba literasi, penulis serta para pejabat kemendikbud seperti Ditjen Dikdasmen, Ditjen GTK, Sekretariat Jenderal, Itjen, Badan Bahasa, LPMP, Staf ahli Mendikbud bidang karater, Staf Ahli Mendikbud bidang inovasi dan daya saing, Kepala PASKA, dan Kepala BKLM.



Pameran Literasi


Jujur, pameran literasi ini menjai satu hal yang paling menarik perhatianku saat dating ke Festival Literasi Sekolah 2019 ini. Alasannya tak lain adalah karena di pameran literasi ini aku bisa menemukan semua hal tentang program, kegiatan dan atau praktik baik dari literasi lembaga, komunitas dan satuan pendidikan yang dipamerkan melalui berbagai stand-stand keren.

Stand-stand tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok cluster seperti SD, SMP, SMA, SMK, PK, Unit Utama Kemendikbud, Komunitas Literasi, Lembaga pemerintah, Mitra Pemerintah, Penerbit dan Aplikasi. Masing-masing stand tersebut saling berlomba-lomba menarik perhatian pengunjung dengan berbagai hal unik.



Menariknya di stand penerbit, kita juga bisa langsung membeli buku-buku keren dengan harga yang sangat terjangkau dibawah harga pasar. Sayangnya, di stand ini hanya menerima pembayaran secara cash dan karena saat ke sana aku tidak membawa uang cash, aku pun terpaksa hanya bisa gigit jari memandangi kerumunan para pemburu buku murah di sana.

Festival Literasi


Festival literasi ini dilakukan di empat lokasi yang berada di sekitaran gedung Ki Hajar Dewantara Kemendikbud, yaitu di Panggung utama, Pojok Literasi, Ruang serbaguna perpustakaan, dan ruang teater perpustakaan Kemendikbud. Nah bisa dibilang inilah inti dari Festival Literasi Sekolah, di festival literasi ini kita bisa mendapatkan berbagai macam pengetahuan melalui peluncuran buku, diskusi, serta talkshow terkait dunia literasi.



Lomba literasi


Ada berbagai lomba terkait literasi yang dihadirkan oleh Kementrian pendidikan dan kebudayaan di festival literasi sekolah 2019 kali ini. Lombanya pun dibagi sesuai jenjang pendidikan masing-masing dan diikuti oleh para peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Sayangnya, aku tidak sampai melihat lomba-lomba ini karena harus segera pulang saat itu.

O iya ada satu spot yang cukup menarik perhatianku saat memasuki area Festival Literasi Sekolah 2019 ini, yaitu pohon impian. Terharu rasanya membaca satu per satu harapan serta impian para pelajar yang dituliskan di gantungan kertas pada pohon tersebut. Aku pun jelas tak mau ketinggalan menggantungkan impianku di sana.



Jujur, satu hal yang amat aku sayangkan dari Festival Literasi Sekolah ini adalah karena waktu berlangsungnya yang teramat singkat. Semoga kedepannya pemerintah akan lebih sering lagi mengadakan acara serupa supaya aku bisa hadir terus… hehehe…


08/01/19

Prioritas Kemnaker di tahun 2019...??? peningkatan Kualitas SDM jawabannya...

kualitas-SDM


Pada tulisanku sebelumnya, aku pernah mengulas sedikit soal curhatanku saat galau memilih akan melanjutkan sekolah kemana ketika telah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemikiranku yang kala itu masih amat jauh dari impian untuk menjadi SDM yang berkualitas atau bagaimana masa depan kualitas SDM di Indonesia , pada akhirnya membuatku harus berhadapan dengan kata penyesalan saat memilih jenjang SMA alih-alih SMK yang konon katanya lebih bisa diserap ‘pasar’ itu.

Penyesalan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan baik atau buruk kedua jenjang pendidikan tersebut. Semuanya kembali lagi pada keinginan serta kemampuan masing-masing individunya. Kebetulan saja, saat itu aku memang dihadapkan pada kondisi yang kurang baik dan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hingga akhirnya aku pun terpaksa menyandang gelar sebagai salah satu orang dengan kualitas SDM yang kurang mumpuni dan agak kesulitan dalam mencari pekerjaan dibanding teman-temanku yang merupakan lulusan SMK.

Yup, SMA dan SMK tidak akan pernah bisa kita sandingkan bersama, karena memang keduanya memiliki banyak perbedaan baik itu dari segi proses pendidikan maupun orientasi tujuannya. Secara akademis, SMA didesain untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara SMK sudah diarahkan untuk mengenal lebih dekat dengan industri sesuai jurusannya. Namun, meski berbeda jauh dan tidak bisa disandingkan, keduanya tetap bisa disatukan dalam tujuan untuk memperoleh kualitas SDM yang mumpuni.

kualitas SDM

Gambaran nyata perkembangan kualitas SDM di Indonesia 


Agak berat memang jika saat kita membicarakan kegalauan memilih sekolah lanjutan saja sudah lantas membahas soal kualitas SDM di Indonesia, tapi mau tidak mau memang harus kita akui kalau hal ini tuh saling berkaitan satu sama lain. Kegalauan para generasi milenial saat memilih sekolah lanjutan ini merupakan masalah yang seolah sedang menggerogoti pondasi kualitas SDM Indonesia di masa depan.

Simulasinya begini, jika saat ini banyak generasi milenial yang galau memilih pendidikan lanjutan dan akhirnya harus menyesal, maka dapat dipastikan kualitas SDM kita di masa depan akan lebih terpuruk dari sekarang, begitupun sebaliknya. Selain kegalauan pemilihan jurusan di tingkat lanjutan ini, ternyata kualitas SDM di Indonesia pun mengalami hambatan di berbagai aspek lain yang tidak bisa kita abaikan begitu saja.

Sedikit gambaran aja nih, saat ini Indonesia tuh sedang dihadapkan pada polemik yang berkaitan dengan tingginya presentase lulusan SD-SMP dalam SDM angkatan kerja, tepatnya sekitar 58,76 %. Seperti kita ketahui bersama, lulusan SD-SMP akan amat sulit diterima ‘pasar industri’, jadi, benar-benar harus ada intervensi dalam pembangunan kualitas SDM di Indonesia agar dapat terus bersaing.

kualitas SDM



 Berbekal latar belakang inilah, akhirnya pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja pun mulai mengambil langkah pasti dalam mengatasi kegalauan para generasi milenial ini agar bisa tetap menjaga kualitas SDM Indonesia di masa depan, dan alhamdulillah aku pun berkesempatan untuk ikut hadir dalam acara jumpa pers yang membahas masalah ini.

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi prioritas pemerintah


Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang pada tahun terakhir periode pertama pemerintahannya ini akan memprioritaskan pembangunan kualitas SDM di Indonesia, Kementrian tenaga kerja pun menjadikan masifikasi pelatihan vokasi sebagai program prioritasnya. Simpelnya tuh meningkatkan kualitas SDM Indonesia akan menjadi resolusi pemerintah yang diwakili oleh Kemnaker di tahun 2019 ini.

Pemerintah paham betul bahwa meski Indonesia dianugerahkan dengan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah tetap tidak akan ada artinya jika tanpa kualitas SDM yang mumpuni, karena di masa depan Sumber daya alam akan habis dieksploitasi sementara kualitas SDM yang mumpuni akan menjadi investasi untuk pembangunan bangsa ini, jadi tak salah bukan kalau akhirnya peningkatan kualitas SDM ini pun menjadi program prioritas atau resolusi pemerintah di tahun 2019...?!

kualitas SDM
Sekretaris Jendral, Khairul Anwar

Sesuai dengan namanya, resolusi 2019, Kemnaker pun telah menyiapkan beberapa program pengembangan kualitas SDM di Indonesia diantaranya adalah masifikasi pelatihan di Balai Latihan Tenaga Kerja (BLK), pemagangan terstruktrur dan sertifikasi uji kompetensi.

Peningkatan kualitas SDM melalui masifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja


Pada tulisanku sebelumnya tentang Bentuk dukungan Kemnaker pada animasi karya anak bangsa, aku pun pernah mengulas soal pengalamanku saat berkunjung ke salah satu BBPLK yang ada di Bekasi. Berbagai fasilitas yang tersedia disana begitu menggambarkan usaha Kemnaker dalam meningkatkan kualitas SDM yang mumpuni di masa depan. Tak tanggung- tanggung loh, fasilitas disana tuh bisa dibilang mewah untuk sebuah BLK yang masih sering dianggap remeh oleh masyarakat.

Masifikasi pelatihan di BLK itu sendiri terbagi menjadi tiga yaitu Skilling, Up-skilling, dan re-skilling. Skilling itu ditujukan untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill atau keahlian baru, up-skilling untuk mereka yang ingin meningkatkan lagi keahlian yang telah dimiliki sebelumnya agar semakin mudah diterima oleh pasar industri, sementara re-skilling untuk pekerja yang ingin mendapatkan keahlian lain dari ketrampilan yang ia miliki sebelumnya. Triple skilling ini bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta pelatihan BLK.

kualitas SDM


Melihat fasilitas yang disediakan oleh masing-masing BLK dibawah naungan Kemnaker ini maka tak heran jika animo masyarakat pada BLK pun mulai membesar, tercatat sejak 2015 - Oktober 2018 sudah ada 383.132 peserta pelatihan BLK dan pada tahun 2019 ini diperkirakan angkanya akan mencapai 660.476 peserta.

Usaha Kemnaker meningkatkan kualitas SDM melalui BLK Komunitas dan BLKLN


Tak sampai disitu saja, demi meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, Kemnaker pun mulai mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat dengan membangun BLK Komunitas. Kalau pada tahun 2017 lalu sudah ada 50 BLK Komunitas, dan di tahun 2018 lalu sudah ada 75 BLK Komunitas, nah di tahun 2019 ini Kemnaker menargetkan angkanya naik menjadi 1000 BLK Komunitas dengan target memberikan pelatihan kepada 100 orang pada masing-masing BLK Komunitas tersebut.

O iya, seperti paham betul dengan par generasi milenial yang berbasis digital, Menaker Hanif pun menginisiasi pembangunan Innovation room tempat berlangsungnya jumpa pers ini, tepatnya di Lantai M Gedung parkir kementrian Ketenagakerjaan. Yup, kalian ga salah baca, innovation room ini memang berlokasi di gedung parkir dan memang awalnya berfungsi layaknya tempat parkir kebanyakan, namun sekarang telah diubah menjadi sebuah talent hub demi merespon era baru industri digital dan industri 4.0.

Desain ruangannya yang terlihat instagramable ini diharapkan dapat memudahkan keluarnya kreativitas setiap pengguna innovation room ini. Kabar baiknya adalah kelak innovation room ini akan direplikasi di BLK-BLK milik Kemnaker.



kualitas SDM


Bismillah... Insya Allah dengan berbagai usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia ini dapat segera membuahkan hasil dan membawa Indonesia ke gerbang kesuksesan dimata international.